
"Flora, mana belanjaanmu?” tanya Anin dan Renatta.
Flora hanya menunjukkan paper bag yang ada di tangannya, pemberian dari Charles.
"Hanya itu?" tanya Renatta yang diangguki oleh Flora.
"Oh my god, kenapa hanya itu? Pilihlah semua yang kau suka, Flo. Jangan permasalahkan soal uang!" ujar Renatta.
Flora hanya terdiam dan tersenyum kecil, sebelum seseorang ikut berbicara kepadanya.
"Kau tidak ingin membeli baju atau tas?" tanya Charles. Dengan suaranya yang terdengar sangat seksi.
"Tidak perlu, ini saja sudah cukup. Terima kasih Mr. Alamo," sahut Flora. Menatap Charles dengan senyuman.
Saat itulah detak jantung Charles berdetak dengan sangat cepat hanya karena melihat senyuman Flora. Itu sangat cantik. Sangat.
Berbeda dengan Renatta dan Anin yang membawa belanjaan sebegitu banyaknya. Namun, Charles tidak mempedulikan hal itu. Saat ini, yang lebih menarik perhatiannya hanyalah wanita yang berada di hadapannya. Ia menatap Flora intens, dia terkagum-kagum pada wanita itu.
"Oh iya Flo, setelah dari sini kita makan terlebih dahulu di cafe biasa!" ajak Renatta dan Anin.
"Tidak bisa, aku harus pulang. Banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan." Flora menolak ajakan kedua temannya.
"Huh. Sayang sekali, kalau begitu nanti aku antar kau terlebih dahulu," ucap Anin.
"Biar aku saja yang mengantarnya. Sebelum kembali ke kantor," tawar Charles.
Flora terkejut akan hal itu, ketika Flora akan mengeluarkan suara, Renatta dan Anin sudah terlebih dahulu menyetujui tawaran Charles. Flora hanya bisa pasrah. Walaupun ia akan merasa canggung dengan Charles.
***
Suasana hening menyelimuti mobil sport merah ini, tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka. Yang terdengar hanya deru suara mesin dan napas mereka yang saling bersautan.
Charles berkali-kali melirik ke arah Flora yang pastinya hal tersebut membuat Flora risih.
"Apakah ada sesuatu di wajahku? Sehingga membuat perhatianmu terhadap jalan teralihkan kepadaku?" tanya Flora, tanpa menatap Charles.
"Ya, you seem like a magnet!" jawab Charles pelan.
Flora hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir atas jawaban yang akan pria itu lontarkan.
"Dasar pria genit!" gumam Flora. Ia tidak peduli jika Charles mendengarnya. Karena, ia pastikan Charles tidak akan mengerti dengan bahasanya.
Namun, Flora dibuat terkejut oleh Charles yang tiba-tiba tertawa dengan cukup keras.
"Apa ada yang salah?" Flora mengerutkan keningnya, seraya menatap Charles.
"Tidak, kau sangat menggairahkan.“ Charles mengedipkan satu matanya.
"Lebih menggairahkan Renatta dari pada aku.“ Flora kembali menatap lurus ke jalan.
"Ya, dia memang sangat seksi," ucap Charles fokus terhadap jalannya.
Benar apa yang dikatakan Charles, Renatta memang sangat seksi. Terbukti banyak lelaki yang ingin tidur dengannya.
***
Saat ini mobil sport milik Charles sudah terparkir di halaman asrama tempat Flora tinggal. Entah kenapa ia merasa jika perjalanan menuju asramanya itu sangat memakan banyak waktu.
__ADS_1
"Terima kasih atas tumpangannya."
Flora segera membuka pintu mobil, tetapi secara tiba-tiba tangannya ditarik dengan sangat kencang oleh Charles, sehingga secara spontan pintu mobil tersebut tertarik kembali oleh Flora hingga tertutup.
Sangat mengejutkan ketika secara tiba-tiba Charles menarik tengkuk Flora dan mencium bibir ranum milik wanita itu. Flora yang shock dengan apa yang terjadi pun hanya bisa membelalakkan matanya tidak percaya. Tidak ada respon dari Flora, Charles segera memagut bibir wanita itu. Charles menuntut atas ciumannya, dia semakin memperdalam ciuman itu, walaupun Flora masih saja terdiam. Rasa bibir Flora sangat manis. Charles sangat tergila-gila.
Tiba-tiba Flora sadar dengan apa yang Charles lakukan kepadanya ketika ia merasakan remasan yang cukup keras di pinggang rampingnya. Flora memberontak dan memukul tubuh Charles dengan begitu keras, tetapi pria itu sama sekali tidak menjauhkan dirinya.
Oh Tuhan apa yang dia lakukan....
Flora tidak henti-hentinya memberontak, ketika ia merasa pasokan oksigen di dalam tubuhnya mulai menipis. Saat itulah Charles melepaskan pagutannya dengan napas yang terengah-engah.
Charles tersenyum lebar melihat bibir Flora yang merah dan sedikit membengkak karenanya.
Plakk!
Flora melayangkan tamparan pada pipi kiri Charles, dia benar-benar marah saat ini.
"Berengsek! Berani-beraninya kau melakukan hal itu kepadaku! Apa kau lupa akan statusmu yang sudah menjadi tunangan orang lain?!" teriak Flora penuh amarah.
"Aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu jika kau mau." Charles tersenyum. Oh bukan, dia menyeringai.
"Kau benar-benar lelaki berengsek, Charles!" Flora membuka pintu mobil secara kasar dan pergi meninggalkan Charles tanpa menutup kembali pintu mobil tersebut. Ia pun meninggalkan sepatu yang telah Charles beli untuknya. Flora tidak sudi menerima barang dari pria berengsek seperti Charles.
"I want you, Flora." Charles tersenyum miring seraya mengusap bibirnya yang terlihat masih basah karena percumbuannya tadi.
***
Flora menjatuhkan tubuhnya secara kasar pada tempat tidur kecilnya, ia merasa kesal pada dirinya dan tentu saja dengan Charles. Walaupun ia akui sedikit menikmati perbuatan Charles kepadanya, tetapi tetap saja hal itu tidak dibenarkan. Flora tidak mau menjadi sosok yang selama ini ia benci.
Tidak sadar air mata Flora jatuh melewati pipinya, ia mengingat kejadian di masa lalunya. Flora masih merasakan perih di hatinya jika mengingat masa-masa lalu, di saat ia benar-benar merasa terpuruk dan mengingat betapa hancurnya ia saat itu.
***
"Seperti yang sudah saya jelaskan kita berhasil memenangkan vendor besar itu Tuan muda," ucap Ken, assistant pribadi Charles.
"Terima kasih atas kerja kerasnya Ken, kau mendapatkan bonus untuk pekerjaanmu ini.“ Charles tersenyum kepada asistennya itu, yang sudah bertahun-tahun bekerja dengannya.
"Terima kasih, Tuan." Ken menundukkan kepalanya dengan hormat.
"Oh iya Ken, tolong bawakan berkas data mahasiswa penerima beasiswa di New York University, aku tunggu saat ini juga!" perintah Charles, yang diangguki oleh Ken, sebelum pria itu keluar dari ruangan.
15 menit kemudian Ken sudah membawa data yang diminta oleh Charles. Pria itu meneliti dengan seksama, mencari data milik seseorang.
***
Hari ini Flora tidak memiliki jadwal kuliah, oleh karena itu ia akan menggunakan hari liburnya untuk bersantai seharian di asrama.
Flora yang masih bergelut dengan selimut rasanya tidak kuasa jika harus meninggalkan tempat tidurnya, ia tidak pernah bosan menghabiskan waktu luangnya untuk tidur.
Namun, tiba-tiba tidurnya terganggu ketika ia mendengar suara ketukan yang sangat keras dari luar pintu.
"Arghh! Apa dia tidak tahu waktu, hah?! Pagi-pagi sudah bertamu! Awas saja kau, Anindya!" oceh Flora kesal, sebelum beranjak dari tempat tidur.
Ia pun membuka pintu dan berniat untuk mencaci maki orang yang sudah mengganggu pagi harinya. Siapa lagi jika bukan Anindya karena hanya wanita itulah yang sering mengunjunginya.
Namun, kali ini tebakan Flora ternyata salah. Matanya membulat dengan sempurna ketika ia melihat seseorang yang berada di hadapannya.
__ADS_1
"Cha-charles!" teriak Flora, terkejut.
Charles meneliti Flora dari atas hingga ke bawah, cantik yang natural. Flora memakai kaus berlengan pendek yang sangat longgar, yang memiliki panjang hanya sebatas lutut. Dia tidak memakai celana selain ****** ***** di balik kaus besar itu. Ditambah rambut yang acak-acakan menambah kesan seksi pada Flora.
Tanpa diperintah, Charles menyelonong masuk ke dalam asrama Flora yang sontak membuat gadis itu sangat terkejut.
"Charles! Apa yang kau lakukan?! Keluar dari sini!" bentak Flora, yang diabaikan oleh pria itu.
Charles berkeliling meneliti setiap sudut asrama kecil itu. Terdapat dua tempat tidur berukuran kecil di kamar Flora. Namun, Flora hanya tinggal sendiri di sana. Dan sepertinya Flora adalah tipe orang yang sangat rapih dan bersih. Terbukti dengan keadaan kamarnya saat ini.
Selain itu terdapat meja belajar dengan rak yang berisi buku yang berjajar dengan rapih, lemari kecil dan juga sofa. Akhirnya Charles memilih untuk duduk di sofa yang hanya muat untuk 2 orang itu.
"Hey, aku bilang keluar dari sini!" Flora menatap Charles dengan kesal.
"Aku tidak mau!" sahut Charles tenang.
"Kau sudah sarapan?" tanya Charles, menatap wanita yang sedang berdiri di hadapannya.
"Aku tidak biasa sarapan!" jawab Flora dengan ketus.
"Oke, kita sarapan bersama." Charles mengeluarkan ponselnya dari saku jas untuk menelepon seseorang. Sedangkan Flora hanya mengangkat kedua alisnya.
Dasar pria aneh!
"Hallo Ken, bawakan sarapan untukku. Oh tidak, sarapan untuk dua orang maksudku. Kau bisa antar sarapan itu ke alamat yang sudah aku kirim," perintah Charles.
"Baiklah, aku tunggu." Charles mengakhiri panggilannya.
Sedangkan Flora masih berdiri di hadapannya, dengan tatapan bingung dan aneh pada pria itu.
"Duduklah, apa kau tidak pegal?" tanya Charles. Seraya memasukkan kembali ponselnya pada saku jas kerja miliknya.
"Apa yang membawa kau untuk datang ke sini? Apa kau lupa ingatan, bahwa alamat tunanganmu itu bukan di sini?!" Flora menatap Charles tajam.
"Tidak, aku tidak lupa ingatan. Aku hanya sedang menemui milikku, jadi aku tidak salah bukan?" Charles mengangkat satu alisnya.
"Milikmu?"
"Ya! Milikku!" ujar Charles tegas.
"Charles!" jerit Flora, ketika Charles menarik secara kuat tangan gadis itu, sehingga membuat Flora jatuh di atas pangkuannya.
Bersambung ....
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA YANG LAIN YA, HEHE.
I'm Pregnant : Raihan & Lisa (42 Episode : END)
I Hate You : Felix & Hanna (61 Episode : END)
Pasutri Gaje : Haris & Jasmin (75 : On going)
Akai Ito : Nayako & Ayumi (18 : On going)
Mr. And Mr. Crazy Rich : Diego & Raina (13 : On going)
__ADS_1