
"Tidak! Aku tidak mau menikah denganmu, sialan!" teriak Flora sambil memukul dada bidang Charles. Namun, pria itu tidak goyah sama sekali.
"Baiklah. Maka satu-satunya cara agar kamu mau menikah denganku adalah-" Charles menggantung ucapannya. Dan melangkahkan kakinya untuk mendekati Flora.
"Membuatmu mengandung anakku!" bisik Charles tepat di telinga Flora.
Tubuh Flora bergetar hebat, matanya memanas, jantungnya berdetak dengan kencang terlebih ketika saat ini Charles mengecup dan menghisap leher jenjang Flora. Flora takut dengan ucapan Charles.
Flora mematung. Seakan tubuhnya tidak bisa ia gerakan sama sekali. Bahkan ia tidak memberontak ketika Charles mulai berani mencium sekujur wajahnya.
"Sudah kukatakan jika kamu akan menjadi milikku, Flora!" kata Charles yang terdengar seperti embusan angin.
Flora memejamkan matanya, yang berakibat air mata yang sejak dari tadi ia tahan, turun membasahi kedua pipinya. Sedangkan Charles saat ini menjatuhkan bibirnya ke bibir ranum Flora yang terkatup. Charles memberikan kecupan bertubi-tubi di bibir manis itu. Sungguh lembut, tapi Flora tidak menikmatinya.
"Charles," lirih Flora. Menahan tangan Charles yang saat ini berada di dadanya, yang berusaha untuk membuka kancing kemeja Flora.
Charles menatap wajah Flora yang terpejam. Menunggu perkataan yang akan gadis itu lontarkan.
"Kenapa kamu seperti ini padaku? Sebenarnya kamu menganggap aku itu apa, Charles?" tanya Flora dengan suara bergetar. Wanita itu memberanikan diri untuk menatap Charles.
Melihat tidak ada jawaban dari Charles, membuat Flora sedikit risih. Karena pria itu hanya terdiam dan terus menatapnya.
"Kamu tahu, apa yang akan terjadi jika aku menikah denganmu?" tanya Flora yang masih saja tidak direspon oleh Charles.
"Aku akan kehilangan temanku, harga diriku, dan kepercayaan orang lain terhadapku. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada dipikiranmu saat ini, tapi aku mengingatkanmu jika perbuatanmu ini menimbulkan adanya orang lain yang tersakiti. Dan itu adalah Renatta beserta keluarganya." Flora menatap Charles dengan sangat dalam.
"Aku juga akan mengingatkanmu, jika pernikahan ini dibatalkan. Akan ada orang yang tersakiti. Yaitu mamamu, papamu, Ibuku, dan-" ucapan Charles terpotong.
"ITU SEMUA SALAHMU, CHARLES! KARENA KAMU TERLALU EGOIS! KAMU TIDAK MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG LAIN, KAMU HANYA PRIA BAJINGAN!" bentak Flora. Menunjuk wajah Charles. Dengan derai air mata yang semakin membasahi kedua pipinya.
Charles tidak sedetikpun mengalihkan perhatiannya dari Flora. Dia hanya mematung tanpa melakukan apa pun.
"Kamu tenang saja. Selama kita menikah aku tidak akan menyentuhmu, aku tidak akan mengekangmu. Lakukan apa pun yang kamu sukai selagi hal itu membuat kamu bahagia." Akhirnya Charles membuka mulutnya.
"Pernikahan ini akan tetap berlanjut. Aku menjadikan pesta pernikahan ini menjadi private party. Yang menghadiri pernikahan kita hanya keluarga, dan orang-orang terdekat yang bisa dipercaya. Soal Renatta, aku sudah putuskan jika untuk saat ini dia tidak boleh tahu terlebih dahulu tentang pernikahan kita. Seperti yang kamu inginkan, aku tidak akan memutuskan pertunangan dengannya sampai dia sendiri yang memutuskan pertunangan ini," lanjutnya.
Flora menatap Charles yang juga sedang menatapnya. Dia memikirkan perkataan Charles.
"Lalu apa maksudmu ingin menikah denganku?" tanya Flora.
Charles terdiam sejenak. "Aku hanya ingin terbebas dari kekangan Daddy, yang terus menerus memintaku untuk menikahi Renatta. Aku ingin membungkam mulutnya dengan cara menikah denganmu."
Flora mengepalkan kedua tangannya. "Lalu?" tanya Flora dengan suara yang masih bergetar menahan amarah.
__ADS_1
"Setelah Daddyku melupakan keinginannya untuk menikahkan aku dengan Renatta, maka kita-" ucapan Charles tergantung.
"Akan bercerai!"
Plak!
Dengan sangat keras Flora menampar pipi Charles. Amarahnya sudah tidak tertahankan lagi.
"Kamu pikir pernikahan itu hanyalah sebuah lelucon?! Di mana akal sehatmu, Charles?! Kamu benar-benar berengsek! Jadi selama ini kamu memanfaatkanku hanya untuk terhindar dari Renatta, hah?! Sungguh sulit untuk dipercaya." Flora menggelengkan kepalanya.
Charles mengusap pipinya yang memerah. Namun, ia tidak merasa sakit sedikitpun.
"Di sini kita saling membantu. Aku tahu jika selama ini orang tuamu tidak menginginkanmu untuk kuliah di luar negeri. Mereka lebih menginginkanmu untuk segera menikah, karena banyak pengusaha muda yang berlomba-lomba untuk mendapatkanmu. Tapi selalu kamu tolak. Setelah itu kamu bertemu dengan Morgan, dan kalian menjalin suatu hubungan hampir ke tahap serius. Dan hal itu berhasil membungkam mulut kedua orang tuamu. Tapi sayangnya, harapan kamu dan kedua orang tuamu itu harus hancur karena kebodohan Morgan." Charles menghela napasnya.
"Dan kamu tahu, apa yang terjadi? Sepertinya kamu sudah tahu, jika sebelum ini kedua orang tuamu berniat untuk menjodohkanmu dengan anak teman papamu. Pria berengsek yang bernama Organ. Dia itu seorang player. Apa kamu tahu itu?"
Flora sangat terkejut saat Charles mengetahui permasalahan tentangnya. Namun....
"Organ?" Flora mengernyit. Ia terdiam, seakan berpikir sejenak.
"Ya, bukan kah dia adalah pria yang berusaha akan dijodohkan denganmu?" tanya Charles.
Flora mengembuskan napasnya secara kasar.
"Persetan dengan namanya, aku tidak peduli!" ucap Charles membuang wajahnya.
Bagaimana Charles bisa tahu tentang hal itu? Bahkan Flora sendiri tidak pernah menceritakan masalah perjodohan itu kepada Anin dan Renatta. Karena ia memang tidak menganggap serius tentang perjodohan itu. Dan Flora pun memang tidak pernah tertarik dengan Rogan, karena pria itu memang seorang player. Rogan selalu memberikan janji-janji manis kepada Flora. Sehingga membuat Flora muak dan bertindak lebih, dengan cara memblokir semua akses yang berkaitan dengan pria itu. Sehingga beberapa bulan ini, Flora tidak diganggu oleh Rogan.
"Aku lebih memilih bertunangan dengannya, dibandingkan harus menikah denganmu!" ucap Flora sinis.
Charles tertawa terbahak-bahak. "Kamu lucu sekali, dulu kamu menolak dia secara mentah sampai memblokir semua aksesnya. Dan saat ini kamu mengatakan jika kamu memilihnya dibanding aku?! Apa itu akan baik-baik saja dengan harga dirimu yang sangat mahal itu, Flo?" tanya Charles. Menaikkan satu alisnya.
Charles benar-benar mengetahui semuanya. Flora kalah telak. Ya, dia akui jika saat ini ia tidak bisa menjawab perkataan Charles. Mana mungkin ia mau bersama Rogan, setelah apa yang dia lakukan kepada pria itu. Jika dirinya memilih untuk bertunangan dengan Rogan, sudah dipastikan Rogan akan besar kepala, karena apa yang ia inginkan selama ini berhasil dia taklukan. Ya Tuhan... kenapa hidup Flora harus seperti ini?!
"Sudahlah, pernikahan ini akan sama-sama menguntungkan untuk kita berdua." Charles tersenyum angkuh.
"Apa kedua orang tuaku tahu jika kamu memiliki tunangan? Aku yakin, sebesar apa pun keinginan kedua orang tuaku untuk menikahkan putrinya, mereka sangat menolak keras jika aku harus memiliki hubungan dengan pria yang sudah terikat dengan wanita lain!" kata Flora.
Senyuman Charles memudar, pria itu terdiam. Sebelum menundukkan kepalanya. Dan hal itu membuat Flora tersenyum lega, akhirnya dia bisa membungkam mulut pria sialan itu.
"Aku pastikan, kita tidak akan menikah Charl! Bersiap-siaplah untuk meyakinkan kedua orang tuaku kembali." Flora tersenyum lebar, sebelum keluar dari kamarnya.
Sedangkan Charles masih terdiam, menatap lantai yang memantulkan sedikit bayangannya.
__ADS_1
Setelah pertengkaran antara Charles dan Flora, tidak lama setelah itu Charles pamit untuk pulang bersama Marline. Hal itu membuat Flora merasa puas karena pada akhirnya Charles kalah olehnya.
Saat ini Flora, Nadia dan Chandra sedang berbaring di kasur king size milik Flora.
Posisi Flora berada di tengah, di antara Nadia dan Chandra.
"Tidak terasa, jika anak Mama sebentar lagi akan menikah. Mama ikut bahagia, Sayang." Nadia mengusap wajah Flora. Putri satu-satunya.
"Sepertinya papa akan tersisihkan Ma," sahut Chandra.
"Itu sudah menjadi resiko, jika kamu memiliki anak perempuan!" balas Nadia. Disusul dengan kekehan Chandra.
Sedangkan saat ini Flora sedang merasa dilema, apakah ia harus mengatakan status Charles yang sebenarnya atau tidak. Tapi jika dibiarkan saja, maka Flora harus menikah dengan pria itu.
"Ma. Pah ...," panggil Flora takut.
"Ada apa, Flo?" tanya Nadia dan Chandra bersamaan.
"Ini tentang Charles." Flora menoleh ke arah mama dan papanya.
"Iya, ada apa dengan Charles?" tanya Chandra serius.
Flora semakin merasa takut. Entahlah, apa yang sebenarnya ia takutkan. Bukankah bagus jika kedua orang tuanya mengetahui status Charles dan membatalkan pernikahan itu?
Flora menarik napasnya, dan mengembuskannya secara perlahan.
"Katakan Flo, ada apa?" Nadia mengelus lengan Flora.
"Apakah Mama dan Papa tahu, jika C-charles ...." Flora menggigit bibir bawahnya.
"Jika apa?" tanya Chandra tidak sabaran.
"C-charles... Charles sudah bertunangan dengan wanita lain?" ungkap Flora. Yang entah kenapa bukannya dia merasa lega, tetapi dia merasa hatinya terasa sakit. Seakan ia tidak ingin mengungkapkan hal itu. Lebih baik kedua orang tuanya tidak tahu masalah itu, dan membiarkan dirinya menikah dengan Charles.
Flora menutup kedua matanya, tubuhnya bergetar. ia tidak sanggup dan tidak ingin melihat reaksi kedua orang tuanya.
"Bertunangan?" ulang Chandra dengan suara penuh penekanan.
Bodoh kamu Flora!
Bersambung ....
Tembus 300 like, aku up lagi.
__ADS_1