
Flora baru saja pulang dari tempat kerjanya. Saat ini ia sedang membaringkan tubuhnya di sofa panjang dekat jendela kamarnya. Ia menatap langit gelap penuh bintang yang terlihat sangat indah di langit New York.
Rasa lelahnya sedikit menghilang ketika ia melihat keindahan di luar jendela sana. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, ia baru sadar jika seharian ini Charles tidak menghubunginya sama sekali. Apakah ia harus merasa senang atau kesal, ia tidak tahu. Bukankah hal yang bagus ketika pria itu tidak mengganggunya?
Ceklek!
Flora tersontak kaget ketika ia mendengar pintu kamarnya terbuka oh tidak maksudnya dibuka. Ya, ada seseorang yang membuka pintu kamarnya. Flora bangkit dari sofa, ia terduduk lalu menatap tajam ke arah pintu, jantungnya berdetak tidak beraturan. Ia takut.
Tiba-tiba ia bisa melihat seseorang muncul dibalik pintu itu, Flora membulatkan kedua bola matanya.
"Charles," gumam Flora.
Terlihat pria itu menatapnya dengan senyuman kecil. Charles melangkahkan kakinya mendekati Flora.
"Charles! Bagaimana kau bisa masuk ke apartment ini?" teriak Flora terkejut.
"Tentu saja aku bisa, dengan caraku." Charles tersenyum angkuh.
Charles meraih dagu Flora agar saling bertatapan dengannya, lalu Charles mencium bibir ranum Flora dan ******* bibir itu secara singkat.
Flora masih tercengang dengan perbuatan Charles yang tiba-tiba menciumnya.
"Aku sudah bilang jika kau tidak perlu bekerja, kau memiliki aku. Jadi jangan takut untuk merasa kekurangan," kata Charles tiba-tiba yang sedang membuka kancing tangan kemejanya.
__ADS_1
"Siapa kau? Dan Siapa aku?" Flora menatap Charles dengan datar.
Charles menatap Flora sejenak, pria itu mengulum bibirnya.
"Kau ingin tahu siapa kau sebenarnya untukku? Dan siapa aku sebenarnya untukmu?" Charles tersenyum menyeringai.
Oh tidak, Flora merasakan firasat yang buruk melihat seringaian pria itu.
"Tidak!" Flora membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Kau baru saja pulang dinner dengan Renatta? Bagaimana malam kalian? Bukankah ini masih belum terlalu malam untuk kau pulang?” sambungnya.
Charles sudah dengan keadaan bertelanjang dada di hadapan Flora, dan kini Flora bisa dengan sangat jelas melihat tubuh indah Charles. Tidak heran, pria itu memang sering menyempatkan diri untuk berolahraga di tengah-tengah kesibukkannya. Flora sedikit tergoda, tetapi segera ia menepis hal itu.
"Ya, aku baru saja selesai dinner dengan Renatta. Semakin hari dia terlihat sangat menggairahkan," ucap Charles dengan nada rendah.
Oh ****! Flora akui pria itu sangat seksi malam ini. Ya Tuhan, jangan biarkan Flora menjadi wanita mesum seperti kedua temannya.
Charles mendekatkan wajahnya dengan wajah Flora, jarak mereka hanya beberapa senti. Hal itu membuat tubuh Flora menegang, detak jantungnya semakin tidak karuan.
"Tapi tetap kau yang paling menggairahkan bagiku," lanjutnya sebelum merebahkan diri di sofa, dengan kepalanya yang berada di paha Flora.
Flora sedikit terkejut dengan perilaku Charles yang seperti itu kepadanya.
__ADS_1
Charles merubah posisi tidurnya menyamping, dengan kepalanya yang menghadap perut rata milik Flora. Pria itu membenamkan kepalanya pada perut Flora yang membuat wanita itu risih dan geli.
"Aku sangat berharap suatu hari nanti terdapat makhluk kecil yang lucu dan menggemaskan yang tumbuh di sini. Dan tentunya itu adalah hasil dari percintaan kita berdua," kata Charles terdengar tulus, menghujani perut Flora dengan kecupan-kecupannya.
Tubuh Flora tiba-tiba terasa dingin seperti es batu, entahlah apa yang ia rasakan saat ini. Kenapa dia jadi membayangkan ucapan Charles, jika suatu saat nanti ia mengandung anaknya dengan pria itu? Oh Tidak. Tidak Flora, ini tidak benar. Flora segera menepis jauh-jauh pikiran bodoh itu.
"Mungkin maksudmu itu adalah anakmu dengan Renatta," ucap Flora.
"Awwww!" jerit Flora kesakitan, karena Charles menggigit perutnya. Pria itu benar-benar sudah gila.
"Apa kau gila, Charles?! Kau tahu itu sangat sakit!" teriak Flora kesal.
"Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan setiap kau mencoba menghancurkan harapanku padamu." Charles menatap tajam kedua manik mata Flora.
Flora membisu, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saat ini ia benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya.
Charles bangun dari tidurnya, ia duduk di samping Flora dan menarik tubuh Flora agar duduk di pangkuannya, dan berhadapan dengannya.
Flora tidak memberontak, ia hanya sedikit kaget.
Charles menatap lekat bola mata Flora yang sangat indah, dengan bulu mata yang lentik menambah keindahan mata wanita itu.
Charles benar-benar sudah dibuat gila oleh wanita di pangkuannya ini, dia benar-benar sudah jatuh pada Flora. Flora Ruby Negara.
__ADS_1