Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 50


__ADS_3

"Renatta benar-benar gila. Aku tidak menyangka dia akan memperlakukanmu seperti itu, Flo." Anin ikut meringis melihat Flora yang sedang mengompres bekas tamparan Renatta di pipinya yang putih dengan es batu, yang kini berubah menjadi merah.


"Wajar dia memperlakukanku seperti itu. Kamu pun akan melakukan hal yang sama, jika kekasihmu dirampas oleh temanmu sendiri," balas Flora.


"Tapi ini beda, Flo, kamu tidak merebut Charles. Charles lah yang mati-matian mengejarmu. Kamu hanyalah orang yang akhirnya luluh oleh perjuangan Charles. Kamu tidak merebutnya!" oceh Anin.


Flora hanya terdiam, enggan untuk membalas perkataan Anin.


Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk menghilangkan bekas tamparan Renatta di pipinya.


"By the way, aku salut padamu Flora. Akhirnya kamu berani menyuarakan isi hatimu di hadapan Renatta. Kenapa tidak dari dulu kamu bersikap seperti itu padanya?" tanya Anin.


Flora tersenyum tipis. "Itu belum seberapa. Faktanya banyak sekali hal yang selama ini aku pendam. Rasa sakit yang aku rasakan dulu sangatlah membekas."


"Dulu, rasanya aku ingin sekali mencaci maki Renatta seperti apa yang telah ia lakukan kepadaku tadi. Tapi aku berpikir, semua kesalahan bukan berasal dari Renatta. Dia sebenarnya telah membantuku untuk mendapatkan jawaban atas apa yang selalu aku pertanyakan sebelumnya. Aku hanya ingin menikah satu kali dalam seumur hidup. Dan aku selalu berdoa kepada Tuhan agar menjodohkanku dengan pria yang benar-benar menjadi jodohku hingga hanya kematianlah yang bisa memisahkan kita. Dulu aku berpikir jika Morgan adalah jodohku, tapi aku disadarkan dengan adanya perselingkuhan mereka. Hingga aku berubah pikiran, jika Morgan ternyata bukanlah orang itu. Dia hanyalah orang yang bersinggah di kehidupanku."


"Dan, apa kamu yakin jika Charles adalah cinta terakhirmu Flo? Apakah kamu yakin jika dia adalah jodohmu?"


Flora terkekeh geli sebelum menjawab pertanyaan Anin.


"Pikirmu, apa maksud Tuhan mempertemukan aku kembali dengannya setelah sekian lama? Dan apa juga arti dari perjuangan Charles selama ini? Kamu tahu, sebelum kami menikah pun banyak sekali godaan yang menghampiri. Tapi pada akhirnya aku tetap bisa menikah dengannya. Jika dia bukan jodohku, mungkin Tuhan tidak akan membiarkan aku menikah dengannya."


Anin tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya. Ia mengerti dengan maksud temannya itu.


***


"Sir, kita memiliki kabar yang sangat bagus!" ucap Ken.


Charles hanya bergumam, dengan maksud agar Ken melanjutkan kembali perkataannya. Karena saat ini mata Charles sedang fokus menatap iPad Pro yang berada di tangannya. Ia sedang memeriksa laporan proyek pembangunan gedung baru di luar negeri.


"Mr.Anthonio menerima tawaran kita untuk bertemu, Sir. Ini keberuntungan yang sangat besar bagi kita. Kita adalah orang pertama yang akan mendapatkan informasi tentang Anthonio!" seru Ken.


Charles pun menghentikan aktivitasnya. Ia mengalihkan tatapannya kepada Ken. Charles menyipitkan matanya, apa ia tidak salah dengar dengan apa yang dikatakan oleh asistennya?!


Seorang Anthonio penulis terkenal di Amerika Serikat itu menerima tawarannya untuk bertemu. Namun entah mengapa Charles merasakan ada yang janggal.


"Baiklah. Beritahu mereka agar tetap bersikap baik terhadapnya. Dan atur pertemuanku dengannya!" perintah Charles dengan tenang. Ken pun mengangguk dan tersenyum.


Lagi-lagi Charles terdiam sejenak. Ia tidak menyangka akan semudah itu untuk bisa bertemu dengan Anthonio, walaupun mereka harus menunggu balasan email dari Anthonio selama berminggu-minggu lamanya.


***


"Tuan, apa ingin saya buatkan sesuatu?" tanya Rose ketika Charles baru saja memasuki mansion. la baru saja pulang dari kantornya.


Charles menggelengkan kepalanya. "Di mana Flora? Apakah dia sudah pulang?"

__ADS_1


Rose terlihat gugup, ia bingung harus menjawab ара. Melihat Rose yang terus terdiam pun, akhirnya Charles segera melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk ke kamarnya yang berada di lantai 2.


Charles segera membuka kamar tersebut, dan matanya melebar ketika tidak mendapati Flora di kamar.


"Flora?!" panggil Charles mencoba tenang. Ia menelusuri setiap sudut kamar. Namun, hasilnya nihil. Dia tidak mendapati istrinya itu.


"Sir," panggil seseorang.


Charles pun menoleh ke arah pintu kamar. Ia melihat Thomas yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Di mana Flora?" tanya Charles dingin.


Thomas melebarkan matanya. Dan hal itu membuat Charles merasa ada yang tidak beres.


"Aku tanya, di mana Flora?" geram Charles. Mengikis jaraknya dengan Thomas.


"Apakah nona tidak memberi tahu Anda? Dia pergi dengan temannya yang bernama Anindya. Nona bilang, dia ingin berbelanja dengan temannya itu. Nona juga menyuruhku untuk kembali ke mansion karena dia tidak ingin diganggu. Dan itu semua sudah atas izinmu, Sir. Aku sempat menghubungi Anda untuk menanyakan kebenarannya, namun ponsel Anda tidak aktif." Thomas menatap Charles dengan sedikit takut. Ia merasa jika Flora sudah berbohong kepadanya.


Terbukti saat ini rahang Charles mengeras, wajahnya merah padam. Dia terlihat seperti iblis yang tampan saat ini.


"Izinku kau bilang? Dia sama sekali tidak memberi tahuku. Dan apa? Berbelanja? Sumpah. Flora bukan type orang yang suka berbelanja!" bentak Charles.


"Kenapa kau sangat ceroboh sekali, hah? Aku akan membunuhmu, jika terjadi sesuatu denga-"


Charles menyuruh Thomas untuk pergi dari kamarnya. Thomas pun pergi setelah menunduk hormat kepada Charles.


"Flora, dari mana saja kamu?" tanya Charles. Namun, Flora tetap diam. Dia memilih untuk melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.


Charles semakin merasa ada yang aneh, ia pun berniat mengikuti Flora ke kamar mandi. Namun, pintunya terkunci. Tidak seperti biasanya.


"Flora! Buka pintunya! Ada apa denganmu?!" teriak Charles seraya mengetuk pintu tersebut dengan sangat kencang. Namun, Flora tidak menyahut sedikitpun. Hal itu membuat Charles semakin cemas.


Setelah menunggu 30 menit, akhirnya Flora keluar dari kamar mandinya. Dengan rambut yang terurai menutupi sebagian wajahnya.


"Flora, ada apa denganmu?" Charles menghampiri Flora. Charles belum mengganti pakaiannya sama sekali. Ia lebih memilih menunggu Flora di depan kamar mandi.


"Tidak, aku hanya lelah. Aku ingin istirahat." sahut Flora dingin.


"Lihat mataku, Flo. Aku tahu ada yang kamu sembunyikan dariku. Lihat mataku, Sayang." Charles menangkup wajah Flora. Namun wanita itu enggan untuk menatap Charles.


Tok... Tok.....


Charles menggeram kesal karena pembicaraannya dengan Flora harus terpotong. Charles menjauhkan tangannya dari wajah Flora sebelum melangkahkan kakinya ke arah pintu dengan amarah yang menggebu.


"Ada apa?" bentak Charles menakutkan.

__ADS_1


Ken menoleh ke arah dalam kamar. Ia dapat melihat Flora yang sedang menunduk sebelum wanita itu menghilang di balik Charles.


"Maaf telah mengganggumu. Namun ada berita yang harus Anda ketahui, Sir."


"Apa kau bercanda? Jangan bicarakan soal pekerjaan saat ini!" bentak Charles.


"Ini bukan tentang pekerjaan. Anda bisa melihatnya sendiri." Ken memberikan iPad miliknya kepada Charles.


Charles yang sedang kesal pun, semakin dibuat murka melihat apa yang ada dalam iPad Ken. Dia benar-benar terlihat seperti iblis saat ini. Tangannya mengepal hingga urat-uratnya nampak. Wajahnya merah padam dengan sorotan mata yang siap untuk membunuh siapapun yang melihatnya.


"Berengsek! Kau urusi video sialan itu. Aku tidak mau Flora terganggu dengan adanya video tersebut!" perintah Charles. Sebelum ia kembali ke dalam kamarnya meninggalkan Ken begitu saja.


Charles pergi ke ruangan walk in closet. Ia melihat Flora yang sedang memakai pakaiannya dengan posisi membelakangi dirinya.


Charles menghampiri Flora dan menarik lengan wanita itu agar berhadapan dengannya. Pria itu menatap tajam wajah Flora yang selalu menghindari tatapannya. Dengan perlahan Charles menangkup wajah istrinya. Lalu ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Flora.


Tubuh Charles menegang ketika ia melihat pipi kiri Flora terlihat sangat merah. Dan ia tahu jika itu adalah bekas tamparan yang sangat keras.


Flora mencoba untuk menghindar dari Charles.


Namun, pria itu tidak membiarkannya.


"Jadi ini, alasanmu menghindar dariku? Apa kamu ingin menyembunyikan ini, Sayang? Pasti ini sangat menyakitkan bagimu. Maafkan aku tidak bisa melindungimu saat kamu-"


Flora menempelkan jarinya di bibir Charles. Lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku bersumpah akan memberi pelajaran kepada wanita ja**ng itu! Aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja!" geram Charles. Menatap tajam bekas tamparan itu.


"Aku pergi dulu sebentar. Kamu tetap di sini, tidak boleh ke mana-mana!" Charles mengecup kening Flora dan pipi bekas tamparan Renatta secara lembut. Sebelum ia berbalik badan untuk keluar.


Namun، langkahnya terhenti karena Flora mencekal tangannya.


"Kamu mau ke mana, Charles?"


"Aku akan menyelesaikan urusanku terlebih dahulu, kamu tenang saja. Aku tidak akan lama."


Flora menggelengkan kepalanya sebelum menghambur ke dalam pelukan Charles.


"Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku," lirih Flora.


Charles memeluk tubuh Flora tidak kalah erat. "Hanya sebentar. Aku berjanji hanya sebentar. Okey?"


Charles melepaskan pelukannya Pada tubuh Flora dan pergi meninggalkan Flora sendirian. Charles bahkan mengabaikan teriakan Flora yang memanggilnya.


Flora sangat khawatir jika Charles melakukan sesuatu kepada Renatta. Flora sudah menebak jika Charles akan mengetahui hal ini.

__ADS_1


__ADS_2