Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair : Affair Episode 12


__ADS_3

Flora sedang terduduk di sofa dekat jendela, ia baru saja pulang kuliah beberapa menit yang lalu. Sedangkan Anin dia baru saja pergi ke club.


Flora merilekskan tubuhnya yang terasa sangat pegal, karena seharian ini ia benar-benar sibuk oleh pekerjaan dan kuliahnya. Namun, ia berusaha untuk tidak menyerah. Walaupun sebenarnya Flora sering mengeluh atas hidupnya, tetapi ketika ia melihat orang yang berada dibawahnya ia selalu bersyukur setidaknya hidup ia lebih baik dari orang-orang itu.


Inilah kebiasaan Flora ketika ia sedang merasa lelah dan sedih ia pasti terdiam di dekat jendela dan melihat pemandangan malam hari di luar sana. Karena hal itu ampuh untuk mengembalikan moodnya.


Seperti yang dilakukannya saat ini, ia tidak henti-hentinya mengumbar senyuman kecil saat melihat lampu-lampu indah di luaran sana. Kebetulan Anin tinggal di lantai atas, jadi ia bisa melihat pemandangan di bawah sana.


Namun, tiba-tiba senyumannya memudar, ia teringat seseorang yang tiba-tiba muncul dipikirannya. Aneh rasanya karena belakangan ini setiap ia sedang menyendiri pasti bayangan orang itu akan selalu hadir.


Mata Flora fokus pada satu titik, tetapi mata itu terlihat kosong karena pikirannya memang sedang tidak ada di tempat.


"Sungguh konyol!" Flora menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Oh God, jangan biarkan aku untuk merindukannya." Flora menyandarkan kepalanya pada kaca jendela, wajahnya terlihat sangat lelah.


Flora tidak mengerti dengan dirinya sendiri, rasanya sangat aneh ketika ia tidak bertemu dengan pria itu. Padahal ini semua adalah keinginannya untuk tidak bertemu dengan Charles. Ya, ia merindukan Charles. Pria berengsek dan licik itu.


***


Charles sedang berdiri dengan secangkir kopi di tangannya. Ia sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Charles menatap gedung-gedung tinggi di luar sana dari jendela kamar hotelnya.


Sesekali ia menyeruput kopinya tanpa mengalihkan tatapan dari pemandangan luar sana sebelum Ken menghampirinya.


"Tuan, saya mendapatkan informasi penting," ucap Ken.


Charles tetap terdiam, dan tidak mengalihkan tatapannya untuk menatap Ken.


"Mereka sudah menemukan Nona Flora, Tuan," sambung Ken.


Seketika tubuh Charles menegang, ia membalikkan tubuhnya untuk menatap asistennya itu.


"Kau yakin?" tanya Charles mengerutkan keningnya.


"Iya, saya yakin Tuan. Mereka sempat mengambil fotonya." Ken memperlihatkan ponselnya kepada Charles, yang tentu saja membuat Charles terkejut karena yang ada di foto itu memang Flora.


"Selama ini nona Flora tinggal bersama temannya yang bernama Anindya, selain itu dia juga bekerja di salah satu restaurant mewah di New York," sambung Ken.


Charles mengeratkan genggamannya pada ponsel Ken, matanya tidak beralih sedikitpun dari foto tersebut.


"Siapkan pesawat untukku Ken, aku akan kembali ke New York hari ini. Semua urusan pekerjaanku di sini akan aku serahkan kepadamu!" perintah Charles yang diangguki oleh Ken sebelum asistennya itu keluar dari kamar yang ditempati oleh tuannya.


"I found you, Flora," lirih Sam.

__ADS_1


"Kau sudah menemukannya?" tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Charles hanya menoleh sekilas. Dan mengangguk kecil.


***


Flora sedang makan siang di ruangan karyawan, ia sebenarnya selalu membawa bekal setiap ia bekerja. Itu semua ia lakukan untuk menghemat pengeluarannya.


Tiba-tiba kotak makan Flora di rampas oleh seseorang yang membuat ia mendongakkan kepalanya.


"Glen, ada apa?" tanya Flora dengan mulut yang dipenuhi oleh makanannya.


"Kau tidak bosan setiap hari hanya memakan telur atau mie instan?" tanya Glen menatap kotak nasi Flora.


"Tidak, yang penting aku bisa makan. Kembalikan kotak makanku, sebentar lagi waktu jam makan siang akan habis." Flora mencoba untuk meraih kotak bekalnya.


"Ini untukku, kau makan ini saja!" Glen memberikan paper bag kecil kepada Flora.


"Tidak Glen, aku ingin memakan makananku."


"Kau berani membantah atasanmu?" Tatapan Glen menajam yang membuat Flora terdiam.


"Cepat makan, aku juga akan memakan bekalmu." Glen duduk di samping Flora dan segera memakan bekal milik wanita itu.


Flora pun terpaksa mengikuti perintah Glen, ia membuka paper bag itu. Dan ia melihat kotak makan berisikan makanan khas western.


"Oh iya Glen, aku belum tahu di mana kau kenal dengan Anin?" tanya Flora penasaran.


"Aku bertemu dengannya untuk pertama kali di club" jawab Glen yang diangguki oleh Flora.


"Kalian terlihat sangat cocok," ujar Flora yang kembali fokus melahap makanannya.


Glen hanya tersenyum kecil tanpa menjawab perkataan Flora.


***


Flora baru saja selesai membersihkan tubuhnya, hari ini akhirnya ia bisa beristirahat karena malam ini ia tidak memiliki kelas.


Flora sedang menyisir rambutnya di meja rias, ia memakai gaun tidur berwarna merah milik Anin yang sangat tipis dan seksi. Yang bermodel tanpa lengan dan panjang gaun itu hanya sebatas setengah paha milik Flora.


"Kau benar-benar tidak normal memberiku pakaian tidur seperti ini!" oceh Flora kesal.


"Setidaknya di sini tidak ada pria, jadi kau aman memakai baju itu!" kekeh Anin.

__ADS_1


Flora tidak membalas ucapan temannya, ia kesal kepada Anin yang memaksanya untuk memakai pakaian tidur seperti itu. Dan Flora terpaksa menurutinya, karena ia memang tidak memiliki baju lain mengingat ia hanya membawa beberapa baju formal saja untuknya berkuliah. Bodoh memang karena ia melupakan untuk membawa baju tidurnya saat itu, sehingga setiap hari ia hanya memakai baju seksi milik Anin.


"Flo, sampai kapan kau akan menghindari Charles?" tanya Anin tiba-tiba.


"Entahlah," jawab Flora singkat yang masih sibuk menyisir rambut panjangnya.


Ketika Anin akan membuka mulutnya kembali ia mendengar suara bel pintu apartment-nya.


"Sebentar, aku buka pintu dulu. Pizza kita sudah datang!" Anin beranjak dari tempat tidurnya setelah diangguki oleh Flora.


Anin pun keluar dari kamarnya dan menuju ke depan pintu. Anin pun dengan semangat membuka pintunya, dan ia terkejut ketika melihat siapa orang yang ada di hadapannya. Anin membulatkan matanya dengan sempurna.


"Selamat sore, Anin."


"Se-selamat sore Mr.Alamo," balas Anin tanpa membuka pintu apartment-nya dengan lebar.


"Bolehkah saya masuk?" tanya Charles.


"Ada keperluan apa Anda kemari? Apakah Anda sedang mencari Renatta? Tapi Renatta tidak ada di sini."


"Kau tidak perlu bersikap formal kepadaku. Dan aku ke sini bukan untuk mencari Renatta, melainkan aku ingin menjemput seseorang," jelas Charles lalu tersenyum menyeringai.


Charles mengkode anak buahnya untuk membuka pintu apartment Anin, dan sesuai perintah tuannya mereka menerobos pintu masuk yang membuat Anin tidak bisa menahannya. Charles pun masuk ke apartment Anin.


"Charles, apa yang kau lakukan?" sentak Anin kesal.


"Di mana Flora?" tanya Charles dengan suara yang sangat mengintimidasi.


"Flora tidak ada di sini!" seru Anin berbohong, menatap takut kepada Charles.


"Benarkah? Jangan berbohong kepadaku Anin. Aku tahu jika Flora ada di sini," sahut Charles, menatap tajam Anin yang membuat wanita itu gemetar.


Sedangkan Flora yang berada di dalam kamar penasaran dengan suara gaduh di luar sana. Sehingga ia memutuskan untuk keluar kamar.


Flora membuka pintu kamar, dan melangkahkan kakinya ke ruang tamu, ia melihat terdapat 3 orang pria dengan bersetelan jas yang melekat pada tubuhnya dengan rapi.


Flora mengernyit ketika ia mendengar Anin menyebut-nyebut namanya. Siapa mereka?


"Cari setiap sudut ruangan ini, jangan sampai kalian melewati satu tempat pun!" perintah salah satu pria diantara 3 pria itu.


Tiba-tiba tubuh Flora bergetar, ia mengenali suara pria itu. Sedetik kemudian anak buah Charles melihat ke arahnya dan diam terpaku menatap tubuh Flora yang sangat indah sehingga membuat siapapun pria yang melihatnya ingin segera menerkamnya. Charles yang menyadari keterdiaman anak buahnya pun mencari tahu sumber yang membuat mereka terdiam seperti itu.


Hingga mata Charles bertemu dengan mata Flora, raut wajah Charles melemah, ia tersenyum kepada Flora sebelum menyadari sesuatu.

__ADS_1


Charles melangkahkan kakinya mencoba untuk mendekati Flora, sedangkan Flora melangkah mundur.


Bersambung ....


__ADS_2