Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 53


__ADS_3

"Kau kenal denganku? Ada urusan apa kau menemuiku?" Rogan melepaskan cengkeraman di lengan Renatta. Sehingga Renatta bisa melangkahkan kakinya ke arah sofa, yang diikuti oleh Rogan yang duduk berseberangan dengannya.


"Itu tidak penting. Aku menemuimu untuk mengajak bekerja sama."


Rogan menaikkan satu alisnya. Karena ia tidak mengerti dengan perkataan wanita itu.


"Aku tahu kau sangat mencintai Flora. Harus kau ketahui, jika saat ini Flora telah menikah dengan pria lain. Dan pria itu adalah tunanganku! Dan aku tidak ingin melihat mereka bersama!" ungkap Renatta.


"Oww, jadi pria berengsek itu adalah tunanganmu? Karena pria itu aku harus berbaring di rumah sakit selama satu minggu. Aku tidak sudi jika Flora menikah dengannya. Aku akan membawa wanitaku kembali dalam pelukanku!" ucap Rogan geram.


Renatta hanya tersenyum miring dan mengangguk-anggukan kepalanya.


***


"Bi, apakah takarannya sudah benar?" tanya Flora yang sedang memasukkan bumbu ke dalam masakannya.


Rose menghampiri Flora dan melihat masakan yang sedang dibuat oleh nonanya itu.


"Nona, biar saya saja yang menyiapkan semuanya. Saya takut Tuan muda marah jika melihat Nona memasak seperti ini," ucap Rose cemas.


"Marah kepada siapa?"


Rose menundukkan kepalanya. "Kepada ka-kami."


Flora mengembuskan napasnya secara kasar. "Kau tenang saja, Bi. Jika dia memarahimu, aku akan memarahinya juga. Sekarang Bibi periksalah makananku, apakah semuanya sudah pas?!"


Rose pun menuruti keinginan Flora dan mencoba masakannya. "Ini tidak buruk Nona, semuanya sudah pas." Rose tersenyum bangga kepada Flora.


"Benarkah? Baiklah, aku semakin bersemangat untuk memasak." Mata Flora terlihat sangat berbinar. Ia bahagia saat ini.


Suara ketawa Rose yang tadi terdengar pun tiba-tiba menghilang seperti tertiup angin. "Nona, ada seseorang yang sedang menatap kita seperti seorang pembunuh." Rose berbisik kepada Flora.


Hal itu membuat Flora dengan secara perlahan memutar tubuhnya, dan ia melihat di belakangnya sudah terdapat Charles yang sedang berdiri dengan tangan yang dilipat di dada menatapnya dengan begitu tajam.


"Hai, Charles!" sapa Flora dengan tersenyum polos. Sedangkan Rose memilih untuk meninggalkan mereka berdua dan keluar dari dapur.


Setelah Rose pergi, Flora kembali melakukan kegiatannya untuk menyelesaikan masakannya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Charles yang kini berada di samping Flora.


"Apa kamu tidak lihat? Aku sedang memasak untuk makan malam nanti." Flora sangat fokus dengan kegiatannya itu. Seakan ia tidak ingin diganggu.


Tiba-tiba Charles memeluk tubuh Flora dari arah belakang. "Siapa yang mengizinkanmu untuk memasak, huh?"


Flora merasa geli ketika Charles meniup-niup kecil pada tengkuk dan telinganya.


"Aku kenapa? Kamu akan memarahiku?" balas Flora.


"Aku akan memarahimu jika kamu terluka akibat peralatan dapur sialan ini!" Charles menggigit telinga Flora yang membuat tubuh Flora meremang.


Flora memutar kedua bola matanya. Jika Charles melihat hal itu, mungkin Charles akan menghukum Flora karena telah memainkan matanya kepada pria itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Flora teringat akan sesuatu. Ia membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan pria itu.


"Bagaimana kondisimu? Apa kamu masih sakit?" Cemas Flora seraya menempelkan punggung tangannya di kening Charles.


"Kamu masih hangat Charles, kita harus ke dokter setelah makan malam, ya?!"


Charles menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis. "Aku tidak apa-apa. Tidak perlu ke dokter."


"Kenapa kamu sangat keras kepala sekali?! Kamu sakit Charles!" oceh Flora merasa kesal.


Charles mengecup bibir manis Flora yang dari tadi selalu menggodanya agar dicicipi olehnya.


"Apa kamu masih pusing?" tanya Flora melembut.


"Sedikit."


"Baiklah, jika kamu tidak ingin diperiksa maka tidak masalah. Tapi jika sakitmu semakin parah, aku akan menyeretmu ke dokter. Bagaimanapun caranya! Dan aku akan marah padamu!" Charles mengangguki perkataan Flora.


Setelah itu Flora membalikkan tubuhnya kembali untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Dengan posisi Charles yang masih memeluknya.


"Kamu mandilah terlebih dahulu. Tapi ingat, mandi menggunakan air hangat. Aku sudah menyiapkannya. Setelah kita makan malam, kamu harus langsung istirahat. Jangan menyentuh pekerjaan apa pun!" oceh Flora.


"Padahal aku ingin bermain-main terlebih dahulu denganmu. Dengan cara itu, pasti akan membuatku sembuh lebih cepat. Sudah satu minggu ini kamu tidak memberiku jatah, Sayang. Mungkin aku sakit karena itu," goda Charles mengecup leher Flora.


"Tidak. Kamu sedang sakit. Lagi pula aku tidak mau tertular olehmu!"


Charles terkekeh mendengar ucapan Flora. "Aku tidak ingin menularkannya padamu, aku tidak mau kamu sakit. Lebih baik aku saja yang sakit. Ya sudah aku pergi ke kamar dulu, ya?!"


Flora hanya menganggukkan kepalanya. Charles menarik wajah Flora dan memagut bibirnya secara singkat sebelum ia benar-benar keluar dari dapur.


***


"Apa makananku tidak enak?" Flora menatap wajah Charles. Dengan ekspresi sedih.


"Tidak Sayang, makanannya sangat enak. Tapi aku sedang tidak nafsu makan. Seperti yang kamu tahu, belakangan ini aku kehilangan nafsu makanku."


Memang benar, beberapa hari ini Charles memang kehilangan nafsu makannya. Ia selalu tidak menghabiskan makanannya walaupun porsi makanannya sedikit pun.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus menghabiskan makananmu!"


"Tentu, aku akan menghabiskan makanan buatan Istriku ini." Charles mengusap rambut Flora secara lembut. Sebelum ia melahap kembali makanannya.


Setiap suapan yang masuk ke dalam mulut Charles tidak lepas dari penglihatan Flora. Charles sangat tampan dengan kaus hitam polos yang terbalut di tubuhnya. Rahang tegas yang ditutupi oleh jambang itu terlihat sangat seksi saat ia mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Bibir yang merah merona milik Charles selalu menggoda agar segera Flora cicipi. Bulu mata yang lentik dan panjang memberikan kesan yang sangat indah bagi mata Charles. Sungguh Flora memuja dengan semua yang ada pada tubuh Charles.


"Kamu sedang memperhatikan apa?" Pertanyaan Charles membuat lamunan Flora menjadi buyar.


"Suamiku sangat tampan. Hingga membuatku ingin bercinta denganmu saat ini juga!" Flora berkata dengan vulgar. Tentu saja membuat Charles terkejut karena wanita polosnya sudah berubah menjadi wanita yang liar. Walaupun begitu Charles menyukainya.


"Tadi kamu bilang tidak mau, karena takut tertular olehku."


"Aku tidak peduli, kamu sangat menggodaku malam ini."

__ADS_1


***


"Awwww.."


"Arrghhh... Sakit!"


Charles terbangun dari tidur lelapnya ketika ia mendengar rintihan kesakitan dari mulut Flora. Charles dengan spontan beranjak dari tidurnya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Charles panik.


Tubuh Flora sudah dipenuhi oleh keringat yang membasahi tubuhnya, ia terus meremas bagian perutnya yang sedang merasakan sakit yang teramat.


"C-charles, perutku sa-sakit. Ini benar-benar sakit, Charles!" Flora menangis ia tidak kuat dengan kesakitan yang ia rasakan.


Charles segera meraih ponsel yang berada di nakasnya, ia segera menekan tombol di ponselnya.


"Ada ap-"


"Kenapa kau lama sekali mengangkatnya, hah!" bentak Charles.


"Kau gila menelponku di pagi buta seperti ini. Aku masih ingin tidur, Charles!"


"Akan kubunuh kau jika kau tidak datang kemari. Cepat datang ke mansionku! Sekarang!" teriak Charles.


"W-what? Baiklah. Baiklah. Sekarang aku bersiap ke sana. Sialan kau!"


Charles segera mematikan panggilannya ia meraih tubuh polos Flora dan memeluknya dalam pangkuannya.


"Tahan, Sayang. Aku mohon bertahanlah. Sebentar lagi Adam akan kemari." Charles mengecup kepala Flora. Ia tidak tega melihat Flora yang sedang menangis akibat menahan sakit.


"Sa-sakit Charles. Ini sangat sakitt!" isak Flora yang terus memegang perutnya.


"Bertahanlah, aku mohon bertahanlah sebentar saja. Kamu tidak apa-apa, Flo. kamu akan baik-baik saja."


Flora meremas lengan Charles untuk menyalurkan rasa sakitnya. kepalanya terasa sangat pening, perutnya seperti dililit dari dalam, keringat pun terus saja membasahi sekujur tubuh Flora. Charles terus memeluk tubuh Flora sebelum ia tersadar akan sesuatu. Ia membaringkan tubuh Flora kembali dan meraih kaus miliknya yang tergeletak di lantai untuk ia pakaikan di tubuh polos Flora. Mengingat sebentar lagi akan ada dokter yang memeriksanya.


Adam sedang memeriksa tubuh Flora. Charles sedikit tenang melihat Flora yang sudah tidak merasakan sakit lagi, walaupun rasa sakit itu masih ada. Tapi tidak separah tadi.


"Bagaimana? Ada apa dengan Istriku?" tanya Charles tidak sabar ketika Adam sudah selesai memeriksa Flora.


Adam mengembuskan napasnya secara kasar. Lalu beranjak dari duduknya, ia berdiri di samping Charles.


"Kenapa kau diam saja, hah?! Apa yang terjadi dengan Flora?!" teriak Charles mencengkeram kaus Adam. Benar, Adam datang ke rumah Charles dengan pakaian tidur miliknya. Ia tidak sempat berganti pakaian atau pun mandi terlebih dahulu.


"Kau gila, hah? Kau ingin menjadi seorang pembunuh?" tanya Adam menatap tajam kepada Charles.


"Apa maksudmu?" Charles menaikkan satu alisnya.


"Ya Tuhan, Charles. Kau ini memiliki otak yang sangat jenius, tapi kau tidak tahu akan efek yang telah kau lakukan. kau baru saja bercinta dengan Flora kan?"


"Dia istriku, jadi wajar saja jika aku bercinta dengannya."

__ADS_1


Adam memejamkan matanya dan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Charles Alamo, dasar bodoh! Istrimu sedang mengandung!"


__ADS_2