Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 44


__ADS_3

Flora terbangun dari tidurnya, ketika ia merasa kerongkongannya terasa sangat kering. Saat ia membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Charles. Ia masih tidak percaya jika pria di hadapannya sudah menjadi suaminya.


Secara perlahan Flora menyingkirkan tangan Charles yang memeluk pinggangnya dengan sangat posesif. Ia berniat untuk mengambil gelas yang berada di nakas.


"Akkkhh-" Flora meringis ketika ia menggerakan tubuhnya. Seluruh badannya terasa sangat sakit, ia merasa jika sendi-sendi tubuhnya serasa telah copot. Apalagi inti tubuhnya yang terasa sangat perih. Flora ingin menangis akibat rasa perih pada inti tubuhnya. Dengan perlahan ia bangun dari tidurnya, dan meraih gelas itu untuk segera ia minum isinya.


Setelah menyimpan kembali gelas tersebut di nakas, Flora menoleh ke arah Charles. Lalu ke tempat tidurnya yang seperti kapal pecah. Itu sungguh berantakan, mengingat semalam Charles beraksi sangat gila terhadap dirinya. Hingga membuat Flora harus bangun kesiangan seperti ini.


Flora segera berdiri dan berniat untuk meraih pakaiannya yang dilempar sembarangan oleh Charles.


Namun, tiba-tiba ia terkejut. Ketika ia merasa tubuhnya melayang.


Ternyata pria itu sudah bangun dari tidurnya, dan membawa Flora ke tempat tidur sebelum pria itu mengurung Flora kembali dalam pelukannya.


"Charles lepas! Ini sudah siang!" pinta Flora.


Charles mengecup bibir Flora yang terlihat sangat seksi akibat ulahnya.


"Kita istirahat dulu, karena semalam aku telah meny-"


"Bagaimana kita bisa istirahat, jika kamu terus saja menatapku seperti itu. Kamu seperti anjing kelaparan, yang tidak diberi makan oleh pemiliknya selama berminggu-minggu!" potong Flora, kesal.


Charles hanya terkekeh mendengar ocehan istrinya yang sangat dia cintai itu.


"Kita akan benar-benar istirahat, Flo."


Flora mengembuskan napasnya secara kasar. Ia berharap jika dirinya benar-benar bisa beristirahat saat ini.


"Charles!" teriak Flora, ketika secara tiba-tiba Charles menindih tubuhnya kembali dan menyatukan tubuh mereka.

__ADS_1


"Tapi setelah ini. Aku berjanji, setelah ini kita akan istirahat." Charles menyeringai sebelum menggerakan tubuhnya. Dia benar-benar tidak bisa berhenti untuk menyentuh Flora.


"Kamu terus saja berbicara seperti itu, semalam pun kamu mengatakan hal yang sama. Tapi, lagi dan lagi istirahat yang kamu maksud itu adalah menyatukan tubuh kita!" oceh Flora kesal, yang ditanggapi kekehan oleh Charles.


Charles mempercepat gerakannya, membuat Flora hanyut dalam percintaannya. Sepertinya Flora harus menghukum Charles dengan tidak memberi jatah kepada pria itu selama satu bulan.


Sungguh, sebenarnya saat ini Flora masih merasa sangat ngilu dan perih pada inti tubuhnya, tetapi ia juga tidak bisa menyangkal kenikmatan yang Charles berikan kepadanya secara bertubi-tubi.


***


Flora baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.15 PM. Ia sudah melewatkan sarapan dan makan siangnya. Itu semua karena beruang besar itu. Benar seperti dugaannya, jika tidak ada kata istirahat bagi Charles. Andai saja perut Flora tidak berbunyi, mungkin pria itu masih menggempurnya. Flora tidak mengerti dengan tenaga yang Charles miliki. Karena sepertinya pria itu tidak mengenal kata lelah.


"Maafkan aku, karena aku terlalu keras padamu," ucap Charles yang kini berada di belakang Flora memeluk tubuh wanita itu.


Flora hanya bergumam, dan melanjutkan kegiatannya untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Seperti biasa, Charles mengambil alih benda itu dan dengan sangat lembut ia mengeringkan rambut Flora.


"Ta-tapi-"


"Kamu jangan takut, Flo. Aku akan menjagamu! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, termasuk Daddy-ku sendiri!" potong Charles.


Flora tidak bisa menutupi rasa takutnya, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika ia bertemu dengan ayah Charles. Mengingat jika ayah Charles sangat menentang keras pernikahan ini.


Flora tersentak. Saat Charles mengangkatnya. Dan kini posisinya, Flora duduk di pangkuan Charles. Berhadapan dengan pria itu.


"Aku bilang, jangan memikirkan apa pun! Kamu aman bersamaku!" ujar Charles, meyakinkan.


Flora hanya menganggukkan kepalanya secara pelan. Sangat pelan. Karena ia masih merasa takut dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Apa masih sakit?" tanya Charles.

__ADS_1


"A-apa ma-maksudmu?"


"Apa ini masih sakit?"


"Charles! Dasar mesum!" teriak Flora menyingkirkan tangan Charles yang menyentuh inti tubuhnya.


"Aku serius, Flo. Apa itu masih sakit? Karena mengingat diriku yang sangat keras padamu," ucap Charles khawatir.


Charles Alamo, pria bodoh! Tentu saja itu masih sangat sakit, akibat perlakuannya! Tidak terhitung berapa kali mereka melakukan hal itu. Ditambah saat di kamar mandi pun Charles masih saja meminta jatahnya. Padahal pria itu sudah menggempur Flora sepanjang malam. Sungguh, untuk berjalan pun Flora merasa sulit. karena setiap ia bergerak pasti ia merasa ngilu. Rasanya, Flora ingin sekali memberikan hukuman yang berat pada inti tubuh Charles, yang tidak henti-hentinya memasuki tubuhnya.


"Kamu pikir?"


"Maafkan aku, aku lupa diri. Seharusnya aku bermain lembut padamu, mengingat itu adalah yang pertama bagimu. Maafkan aku, tapi aku tidak menyesal melakukannya!" kata Charles.


"Berengsek!" Flora memukul bahu Charles. Sedangkan pria itu hanya terkekeh geli, melihat wajah Flora yang memerah seperti tomat. Sangat menggemaskan.


"Aku harus sering melakukannya, Flora. Agar buah hati kita segera hadir di rahimmu!" kata Charles menggoda.


"Tidak untuk saat ini! Aku ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu!" protes Flora.


"Tetap saja, kita harus sering melakukannya! Dan aku sangat tidak mengizinkan, jika kamu menggunakan alat kontrasepsi. Apa pun itu, aku tidak akan mengizinkannya!" kata Charles tegas. Flora hanya mengembuskan napasnya secara kasar.


"Charles, turunkan aku!"


"Tidak! Kamu masih sakit, Flo. Jadi aku harus menggendongmu. Ke mana pun!" Charles membawa Flora keluar dari kamarnya untuk menuju ke ruang makan. Mengingat mereka berdua belum mengisi perutnya dari kemarin sore.


Bersambung ....


Masalah MP, emang sengaja disensor, sebab aku nggak mau berurusan sama editor. Kalian tahu Episode 27 bekas luka? Itu pernah loh nggak lolos review, entah apa alasannya. Lalu, masalah MP disensor itu udah dari zamannya Nadia-Chandra sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2