Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Liburan


__ADS_3

Perahu yang berlayar selama 30 menit itu akhirnya berlabuh di sebuah pantai yang tampak berbeda dibanding pantai-pantai lainnya. Pasirnya berwarna merah muda seperti terasa manis jika saja Nadia menginjakkan kakinya di sana. Pantainya tidak seluas Pangandaran atau Anyer, tetapi keindahannya luar biasa menawan mata.


Tempat itu dinamakan pantai pink dan menjadi salah satu destinasi wisata paling sering dibicarakan oleh kalangan turis lokal maupun asing. Letaknya ada di kepulauan Flores dan laut Flores yang membentang luas di bagian Timur Indonesia.


Chandra membantu Nadia untuk turun dari perahu dengan hati-hati, tidak lupa pria itu juga mengambil alih semua barang bawaan Nadia untuk ia bawa dengan punggung kokohnya.


"Wah." hanya itu yang dapat Nadia katakan saat langkah kakinya sudah memasuki pantai pink. Chandra tertawa kecil melihat ekspresi bahagia itu.


"Ini pertama kalinya juga saya kemari. Saya pikir kamu akan suka. Ong dan Johnny menyarankan saya untuk mengajak kamu ke tempat ini." beritahu Chandra sambil menuntun Nadia berjalan menuju ke dalam bagian pulau, karena pasir pantai dipenuhi oleh karang-karang yang membuat pijakan akan sedikit terhambat.


"Makasih banyak sudah ngajak ke sini. Saya senang," ungkap Nadia sambil mempererat genggaman tangannya pada tangan Chandra.


"Saya juga sudah tahu tentang pantai pink ini, ternyata jauh lebih bagus dibandingkan di foto," tambah Nadia.


"Hm, lebih bagus jika melihat langsung. Meskipun keindahan itu relatif, tapi saya setuju kalau tempat ini memang sangat indah," timpal Chandra dengan senyum.


•••


Mereka menyewa sebuah tempat menginap untuk beberapa jam saja, letaknya tidak jauh dari pantai sehingga Nadia masih bisa berfoto di tempat itu tanpa harus berjalan ke arah pantai. Perut Nadia juga sudah kenyang karena mereka sudah menikmati hidangan utama laut yang luar biasa lezat.


Sekarang, mata Nadia terasa perih dan mengantuk. Gadis itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Nadia juga mengatur alarm 30 menit kemudian agar dia tidak kebablasan.


Baru saja mata Nadia terpejam, Chandra memasuki kamar dengan pakaian basah. Beruntung pria itu membawa pakaian ganti untuk berjaga-jaga jika terjadi hal darurat seperti sekarang ini.

__ADS_1


Nadia kembali membuka matanya saat Chandra melepas kaos putihnya tepat di hadapannya. Nadia memalingkan pandangannya ke arah jendela saat Chandra dengan tanpa dosa membuka pakaian.


"Saya, membangunkan kamu, ya?" tanya Chandra dengan tubuh bagian atasnya telanjang.


Nadia menelan salivanya kasar. "Hm, enggak kok. Saya memang nggak tidur. Kamu, habis ngapain? Kok, bajunya basah begitu?"


Chandra tersenyum, ia pun segera mengenakan kaos gantinya dan duduk di samping Nadia. Barulah gadis itu mau menatapnya secara berhadapan seperti sekarang.


"Saya tadi membantu bapak pemilik penginapan untuk membetulkan ledeng air.


Saluran airnya bocor," jelas Chandra sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Nadia manggut-manggut. "Oh, saya pikir kamu habis berenang di pantai."


"Tidak, mana mungkin saya bersenang-senang tanpa kamu," jawab Chandra santai. Namun tidak menyadari kalau Nadia tanpa sadar tersenyum dibuatnya.


Chandra mengerutkan dahinya. "Maaf kenapa?"


"Saya, sedang berhalangan. Jadi, kita tidak bisa ...."


"Sudahlah ...." Chandra tersenyum pengertian, ia juga mengelus puncak kepala Nadia dan menenangkan gadis itu agar tidak perlu membahas urusan itu.


"Kita datang ke tempat ini untuk senang-senang. Niat saya juga bukan untuk itu. Kamu jangan sampai terbebani. Lagi pula, saya bisa menunggu kok."

__ADS_1


"Tapi boleh ya, saya tidur di samping kamu sekarang. Pukul 4 sore kita harus kembali ke rumah sebelum gelap," sambung Chandra sembari merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang masih menyisakan ruang yang cukup untuk dirinya dan Nadia.


Nadia ikut merebahkan dirinya di sisi Chandra, meski sangat gugup, tetapi pada akhirnya gadis itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Karena merasa benar-benar bersyukur atas semua perlakuan Chandra padanya.


"Nad, apa kesan pertama kamu saat bertemu saya waktu itu?"


Nadia terkekeh pelan, mata Chandra terpejam tapi pria itu justru bertanya demikian padanya.


"Maksud kamu, saat pertama kali bertemu di rumah, saya?"


"Hm, saya jadi penasaran," jawab Chandra dengan senyum tipis, lesung pipinya justru tampak begitu kentara jika dilihat dari samping.


"Em gimana ya, saya pikir kamu sosok laki-laki yang tegas, dan penuh kasih sayang."


Chandra tersenyum lagi, kini makin lebar. Dia tidak menanggapi kalimat Nadia lagi karena jawaban Nadia sangat tepat sasaran. Chandra memanglah pria kaku dan tegas, tapi untuk penuh kasih sayang biarkan saja Nadia yang merasakannya sendiri. Meskipun sikap dominan Chandra sedikit membuat orang lain tidak nyaman, tapi Chandra itu selalu memiliki keinginan untuk membuat orang terdekat merasakan ketulusannya secara tidak langsung.


"Kalau kamu, gimana kesan pertama kamu saat bertemu, saya?" Nadia memiringkan tubuhnya, tapi dia tidak mendapatkan jawaban apa pun. Chandra sudah tertidur di sampingnya dengan sangat rapi. Kepalanya tepat berada di tengah-tengah bantal, kedua tangan berada di sisi kanan dan kiri tubuhnya. Terlihat lelap meski tidak mendengkur.


Nadia memandang wajah itu, hidungnya yang mancung, kedua mata bulat yang tertutup dilindungi oleh kelopak tebal dan bulu mata yang lentik, bibirnya yang padat dan kemerahan.


"Aduh, kenapa deg-degan," gumam Nadia saat sudah lewat 3 menit dia menatap wajah suaminya. Meskipun wajar dan tidak masalah jika Nadia melakukan hal itu, tapi Nadia tetap saja merasa bersalah kalau terus berusaha menghindari Chandra di tempat tidur.


Chandra itu laki-laki normal dan sudah sangat dewasa, tapi Nadia justru bersikap sok bodoh dan kekanak-kanakan. Kalau sudah sampai di Bandung, Nadia akan melakukan konsultasi pada dokter tentang hal ini. Jika dibiarkan terus menerus, itu akan merugikan Chandra juga keluarga yang berharap akan adanya kehadiran anggota baru di antara mereka. Juga, tentu kalau Nadia punya bayi, hal itu akan membuktikan pada dunia bahwa Nadia tidak main-main dengan pernikahannya dan Chandra.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


MAAF KALAU BANYAK TYPO, KARENA AKU LANGSUNG UP, NGGAK REVISI.


__ADS_2