
Flora baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.
"Astaga!" teriak Flora terkejut.
"Apa yang kamu lakukan di sini?!" bentak Flora kepada Charles yang sedang memegang sebuah buku novel favorite Flora.
Charles mengalihkan tatapannya kepada Flora di saat wanita itu berteriak kepadanya. "Aku baru tahu, ternyata kamu suka membaca novel milik Anthonio M."
Flora segera menghampiri Charles yang sedang berdiri di dekat meja, tempatnya menyimpan beberapa koleksi novel kesukaannya. Flora segera merebut novel tersebut dari tangan Charles, yang membuat Charles terkejut.
"Hey, aku ingin membacanya!" kata Charles jengkel.
"Jangan menyentuh novelku! Aku takut buku-bukuku rusak atau hilang!" ujar Flora. Menyimpan buku novel tersebut ke tempat semula.
Charles menaikkan kedua alisnya. Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.
"Hey, asal kau tahu. Aku bahkan bisa membeli pabrik penerbit buku itu jika kamu mau!" Charles menatap heran kepada Flora. Setelah itu ia membawa kembali buku yang sudah Flora simpan tadi. Hal itu membuat Flora mendengkus kesal.
"Aku hanya ingin tahu sehebat apakah karya tulis yang dia buat, sehingga orang itu sangat terkenal di New York!" gumam Charles. Membuka buku tersebut untuk membacanya.
Hal itu membuat Flora menatap wajah Charles. "Apa kamu mengenalnya? Apakah kamu pernah bertemu dengannya?" tanya Flora penasaran.
Charles hanya menganggukkan kepalanya. Namun matanya masih fokus membaca isi novel tersebut.
"Charles," panggil Flora yang terdengar sangat menggoda. Hal itu berhasil membuat Charles menatap ke arahnya.
Flora memainkan jarinya di dada bidang pria itu dengan pola melingkar. Charles terheran dengan sikap Flora yang mendadak seperti ini. Bukankah dari tadi wanita itu bersikap dingin kepadanya? Namun, kenapa saat ini ia terlihat seperti sedang menggodanya.
Flora menatap kedua manik mata Charles yang indah. Ia sesekali menggigit bibir bawahnya karena merasa gugup. Namun, bagi Charles hal itu sangat menggodanya. Rasanya ia ingin sekali menerkam Flora dan membawanya ke tempat tidur, lalu mengurungnya. Namun, Charles menahannya. Dia bersikap seolah-olah tidak tergoda.
"Ada apa?" tanya Charles dengan tenang.
"Aku adalah seseorang yang gemar membaca. Dari dulu aku sangat menyukai tulisan novel yang dibuat oleh Anthonio. Tapi kamu tahu, tidak ada satupun di negara ini yang mengetahui tentang sosok itu. Aku sering sekali mencari informasi tentangnya, tapi semua itu nihil. Yang aku ketahui, dia adalah orang berkebangsaan Amerika Rusia, dan berjenis kelamin laki-laki. Selebihnya tidak ada yang tahu tentangnya!" ucap Flora. Tangannya masih membelai dada bidang Charles, yang membuat Charles harus menahan napasnya.
"Lalu?" tanya Charles dingin.
"Apakah kamu bisa mempertemukan aku dengannya? Oh Tidak. Maksudku, setidaknya apakah kamu memiliki fotonya? Aku ingin melihatnya, Charles. Aku penasaran dengan wajah penulis kesukaanku itu!" pinta Flora dengan wajah memelas.
"Pleasee...," sambungnya dengan suara yang dibuat manja dan sangat menggoda.
Charles harus bersusah payah menahan dirinya agar tidak menyerang gadis di hadapannya ini. **** Flora! Kamu sangat seksi dan menggairahkan!
"Tidak!" jawab Charles singkat. Mengalihkan perhatiannya dari Flora.
"Ayolah Sayang, aku mohon! Setidaknya aku ingin tahu orang yang ada dibalik buku hebat ini. Kamu kan tahu jika orang itu memang sangat dicari oleh warga New York dari dulu, tapi sampai sekarang tidak ada satupun yang berhasil mendapatkan informasi lebih dalam tentang Anthonio!" Flora mengalungkan tangannya pada leher Charles.
Sungguh, Charles tidak bisa menahannya lagi. Apalagi saat Flora memanggilnya dengan kata 'Sayang. Apakah gadis itu menyadarinya? Hati Charles rasanya seperti berbunga-bunga mendengar panggilan itu keluar dari mulut Flora.
Charles berdeham untuk menutupi rasa bahagianya. "Apa yang akan aku dapatkan jika aku memberi tahumu tentang si penulis ini?" tanya Charles. Mencoba untuk bernegosiasi dengan Flora.
Terlihat Flora sedang berpikir. Charles berusaha untuk menahan senyumnya.
"Aku akan mentraktirmu!" ujar Flora antusias.
Charles mengembuskan napasnya secara kasar. "Apa kamu lupa? Aku memiliki banyak uang! Jadi aku tidak butuh hal semacam itu! Aku bisa membelinya sendiri!"
Bodoh kamu Flora! Mengapa kamu harus menawarkan hal itu, yang sudah jelas-jelas Charles tidak akan membutuhkannya.
"Lalu apa yang kamu mau?" tanya Flora merasa kesal.
Charles menyimpan buku tersebut pada meja. Ia mengikis jaraknya dengan Flora. Charles melingkarkan tangannya pada pinggang gadis itu.
"Bercinta denganmu!" bisik Charles yang membuat tubuh Flora meremang.
__ADS_1
"Apa kamu gila?! Bahkan kita belum menikah Charles!" teriak Flora.
Charles segera membekap mulut Flora menggunakan tangannya. Dia takut ucapan Flora akan terdengar oleh Chandra. Habislah jika itu terjadi.
"Jangan berteriak! Di sini ada kedua orang tuamu!" gumam Charles. Sebelum melepaskan bekapannya.
Wajah Flora memerah. Entahlah apa yang membuat gadis itu merasa malu.
"Maksudku nanti setelah kita menikah. Aku ingin bercinta denganmu sepanjang hari, dan kamu tidak akan kuizinkan untuk meninggalkan tempat tidur!"
Glek.
Flora menelan salivanya secara kasar. Charles sudah gila mengatakan hal vulgar seperti itu! Oh my God. Bahkan Flora tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengannya nanti.
"Bagaimana?" tanya Charles lalu menyeringai.
Flora terlihat salah tingkah karena Charles terus menatapnya secara intens. Sorotan mata itu benar-benar bahaya bagi Flora. Karena dia akan mudah jatuh cinta pada pemilik mata indah itu.
Drrtt drrit drritt
Flora segera mendorong tubuh Charles, agar ia bisa lepas dari kukungan pria itu.
"Sebaiknya kamu membaca ini terlebih dahulu!" alih Flora memberikan sebuah buku yang berbeda kepada Charles, tetapi dengan penulis yang sama.
Charles mengernyit saat menerima buku tersebut. la meneliti terlebih dahulu buku itu, dengan cara membolak-baliknya.
"Buku apa ini?" Charles menatap Flora yang sedang berjalan ke arah nakas untuk membawa ponselnya.
"Itu cocok denganmu. Buku tentang penyesalan!" jawab Flora.
Charles semakin mengerutkan keningnya. Dia belum mengerti dengan yang Flora katakan.
"Buku itu menceritakan tentang seorang pria yang menyesal karena telah menyelingkuhi tunangannya! Kali saja kamu merasa menyesal karena telah menyelingkuhi Renatta," lanjutnya, sebelum mengangkat telponnya.
Charles memberikan tatapan yang tajam dan menusuk kepada Flora. "Aku tidak pernah menyesal dengan perbuatanku!" geramnya.
"Hallo?"
"Wait a minute, aku sedang bersiap-siap." Flora mengapit ponselnya di antara bahu dan telinganya. Karena tangannya sedang sibuk mencari baju yang akan dia gunakan.
"Okey, bye!" tutup Flora. Menyimpan ponselnya di atas meja. Sebelum ia melanjutkan untuk mencari baju yang akan ia gunakan. Mengabaikan tatapan menusuk dari Charles.
"Mau ke mana kamu?" Charles bertanya. Namun, tidak Flora jawab.
Pria itupun menghampiri Flora yang sedang sibuk dengan isi lemarinya.
Charles menahan tangan Flora dan menariknya agar berhadapan dengannya.
"Aku bertanya, kamu mau ke mana?" tanya Charles dengan penuh penekanan dalam setiap katanya.
"Aku akan pergi! Lepas!"
Charles tidak mempedulikan permintaan Flora. Dia semakin mengeratkan cengkramannya pada pergelangan tangan gadis itu.
"Dengan siapa?" tanya Charles menakutkan.
Namun Flora tidak menjawabnya, gadis itu berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkraman Charles
Ya Tuhan, tenaga pria itu sangat kuat sekali. Hingga membuat Flora meringis karena cengkraman kuat Charles.
"Charles lepas! Ini sangat menyakitkan!" lirih Flora. Charles pun sedikit melonggarkan cengkeramannya.
la menatap gadis itu dengan sangat dalam.
__ADS_1
"Aku akan pergi dengan Jonathan. Dia sudah menungguku Charles, tolong lepaskan!" lanjutnya.
Rahang Charles mengeras, cengkeramannya kembali menguat. Dia tidak akan membiarkan Flora untuk keluar dengan pria manapun. Apalagi ini Jonathan, pria yang dari dulu mengejar-ngejar Flora.
"Kamu tidak boleh bertemu dengannya!" geram Charles.
"Tapi aku sudah berjanji dengannya Charles, kamu jangan berlebihan, dia hanya temanku!"
Charles segera menghempaskan tangan Flora secara kasar. Lalu dia melangkahkan kakinya ke arah meja. Ia meraih ponsel Flora sebelum menekan beberapa tombol di ponsel tersebut.
"Apa yang kamu lakukan Charles?! Kembalikan padaku!" teriak Flora. Namun Charles tidak membiarkan Flora untuk mendapatkan ponselnya.
"Charles, kamu jangan bertindak bodoh!" Flora mencoba untuk meraih ponselnya. Namun, lagi-lagi gagal.
"Hallo!" ucap Charles dengan nada tinggi.
"Aku memperingatkanmu untuk berhenti mendekati Flora! Aku tidak akan segan-segan untuk menghajarmu jika kau berani mendekatinya lagi!" geram Charles dengan nada yang penuh tekanan dan amarah.
Flora masih berusaha untuk meraih ponsel itu, tetapi Charles mendorong dahi Flora menggunakan telunjuknya. Hingga membuat Flora semakin sulit untuk meraih ponsel miliknya itu.
"DIA CALON ISTRIKU, SIALAN! Maka berhentilah untuk mengganggunya! Kau mengerti?!" teriak Charles sebelum mematikan telponnya. Lalu ia melempar ponsel Flora ke arah sofa.
Pria itu memberikan tatapan yang sangat menusuk kepada gadis di hadapannya, yang berhasil membuat Flora ketakutan olehnya.
"Kamu berani keluar dengan pria lain, huh?" tanya Charles.
Flora tidak kuasa menatap mata Charles yang terlihat sangat menyeramkan.
"Jawab!" bentak Charles.
"Kamu lebay sekali, Charles! Aku hanya bertemu dengannya. Tidak lebih!" sahut Flora dengan nada tinggi.
"Bisakah kamu berbicara dengan kata yang jelas?! Apa itu lebay? Aku tidak mengerti!"
"Katanya kamu bisa bahasa Indonesia, tapi kenapa hal itu saja kamu tidak tahu!" dengkus kesal Flora.
"Karena itu bukan bahasa baku! Aku tahu itu!" sahut Charles.
Flora tidak mengatakan apa pun lagi, karena memang benar apa yang dikatakan oleh Charles.
Lagian mana mungkin Charles mengetahui arti dari kata tersebut.
"Jika kamu berani keluar dengan pria lain, aku akan benar-benar menghukummu, Flo!"
Setelah itu ia kembali mencium bibir ranum itu.
"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu! Percayalah padaku Flo, aku tidak akan pernah menikah dengan Renatta. Aku mohon, kamu jangan percaya padanya, karena aku hanya akan menikah denganmu dan aku akan memberikan semua apa yang aku miliki hanya untukmu seorang! Aku tidak suka jika kamu meragukan aku, Flo!" ungkap Charles sangat jujur. Ketika ia melepaskan ciumannya dan memilih untuk menatap manik gadis itu.
Flora sangat terenyuh mendengar perkataan Charles, ia sama sekali tidak menemukan kebohongan dari ucapan pria itu.
"Percayalah padaku, Sayang." Charles menatap Flora dengan penuh permohonan.
"Kalau kamu cinta padaku, aku ingin Anthonio. Aku ingin bertemu dengannya," kata Flora.
Charles menatap Flora dengan kilatan penuh gairah yang ia tahan. Sungguh, Charles tidak kuasa untuk menahannya lebih lama lagi. Namun, ia juga tidak ingin merusak Flora sebelum waktunya. Karena gadis itu berbeda dengan wanita-wanita lain yang pernah ia tiduri.
"Please! Ayolah Charles!" rengek Flora seperti anak kecil. Namun bagi Charles, itu sangatlah menggemaskan.
"Aku akan berusaha untuk mencari informasi tentang dirinya, hanya untukmu!" jawab Charles.
Flora mengerutkan keningnya. “Katanya kamu sudah bertemu dengannya, Charles!"
Charles terkekeh geli. "Aku berbohong!" ucap Charles sebelum kembali memagut bibir Flora. Karena ia tahu jika gadis itu akan mencaci makinya, terbukti saat ini Flora memberontak, tetapi Charles tidak melepaskan ciumannya itu, sehingga membuat Flora menyerah dan mulai mengikuti apa yang Charles lakukan.
__ADS_1
Bersambung ....
Eh, udah 3 Ep aja, nanti nambah satu lagi, biar ini cepat tamat.