
"Jaga mata kalian, dan pergi dari sini!" bentak Charles yang membuat anak buahnya tersadar dari kekagumannya terhadap Flora. Mereka berhambur keluar dari apartment Anin setelah menunduk hormat kepada tuannya.
"Flora, maafkan aku. Tapi dia memaksa ingin masuk," ucap Anin merasa bersalah.
Flora hanya menatap takut kepada Anin, sebelum menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan.
Charles semakin memperkikis jaraknya dengan Flora, sedangkan Flora terus menerus melangkah mundur hingga ia bersandar pada suatu lemari.
Charles mengurung tubuh Flora dan menatap gadis itu secara lekat.
"Hai Flora, kita bertemu lagi," bisik Charles dengan sangat rendah. Tidak lupa dengan tatapan mematikannya.
Flora bisa merasakan embusan napas Charles, ia pun bisa menghirup aroma tubuh pria itu yang sangat manly.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Flora gugup. Tubuhnya terasa seperti es ketika Charles menatapnya.
"Aku ingin menjemput milikku."
"Charles hentikan, Anin melihat kita."
Charles mencium Flora.
"Biarkan Anin tahu tentang kita, Flo."
Ketika Flora ingin protes, secara cepat Charles membungkam mulutnya dengan bibir seksi miliknya.
Charles mencium Flora sangat dalam. Flora tidak bisa memberontak karena tubuh dan tangannya dikunci oleh pria itu dengan pelukannya yang semakin mengerat
Anin yang melihat adegan itu hanya melongo.
Charles mencecap seluruh sudut bibir Flora, ia melampiaskan perasaannya satu minggu ini yang tidak bertemu dengan wanitanya.
Flora sudah mengeluarkan air matanya. Charles tidak peduli dengan tangisan Flora, selama ini dia sudah sangat tersiksa karena merindukannya. Dia tidak akan pernah melepaskan wanitanya lagi.
Anin yang melihat kondisi Flora seperti itu pun merasa tidak tega, ia memberanikan diri menghampiri Flora yang sedang dicum** habis-habisan oleh Charles.
"Charles, hentikan!" teriak Anin menarik lengan Charles, tetapi lagi-lagi tenaga Anin kalah kuat dengan tenaga Charles.
Pria itu terus mencium bibir Flora tanpa ampun, tanpa memberi kesempatan untuk Flora agar bisa bernapas.
Flora sudah lemas dia sudah tidak bisa melawan Charles, pasokan oksigennya mulai menipis.
"Charles, jika kau terus seperti ini yang ada secara perlahan kau akan membunuh Flora!" teriak Anin yang mencoba mendorong tubuh Charles.
Charles pun melepaskan pagutan di bibirnya karena ia merasa Flora sudah lemah, dengan napas yang terengah-engah Charles menatap lekat wajah Flora yang mencoba untuk menghirup banyak oksigen dengan bibirnya yang sudah membengkak dan merah, bahkan Charles dapat melihat ujung bibir bawah Flora berdarah karenanya.
Anin yang melihat kondisi temannya hanya bisa meringis kasihan.
"Kita pulang Sayang," ajak Charles, menyelipkan rambut Flora ke belakang telinga.
"Tidak!" ucap lemah wanita itu.
__ADS_1
"Kau tidak bisa menolakku!" Charles melepaskan jas dari tubuhnya dan melilitkan pada tubuh Flora sebelum ia menggendong wanita itu.
Flora tidak bisa memberontak tenaganya sudah habis.
"Anin, terima kasih telah menjaganya. Aku akan membawa dia kembali ke tempatku," ujar Charles sebelum keluar dari apartment Anin, mengabaikan teriakan dari wanita itu.
Sedangkan Flora menutup matanya, dia tidak kuasa jika harus berhadapan dengan pria ini. Flora hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara.
***
Kedatangan Charles dengan Flora di gendongannya membuat semua pelayan dan pengawal Charles terkejut, sebab tuannya pulang lebih cepat dari seharusnya ditambah dengan kehadiran Flora yang beberapa hari ini menghilang sehingga membuat tuannya murka.
"Rose, buatkan minuman untuk Flora," perintah Charles seraya melangkahkan kakinya ke kamar tanpa menatap pelayannya itu.
Rose mengangguk dan berlari ke arah dapur untuk mempersiapkan minuman untuk Nonanya.
Charles merebahkan tubuh Flora di tempat tidur king sizenya. Charles duduk di tepi ranjang menatap wanitanya dengan lekat.
"Permisi Tuan, ini minuman untuk nona," kata Rose di ambang pintu. "Masuklah, simpan di nakas." Charles tidak mengalihkan tatapannya dari Flora.
Rose pun segera meninggalkan ruangan itu setelah menyimpan minumannya.
Pria itu membawa minuman yang tadi dibawa oleh Rose dan meminumkannya pada Flora. Tepat sekali Flora memang sedang merasa kehausan, tenggorokannya terasa sangat kering. Terbukti gadis itu segera menghabiskan minuman tersebut. Charles hanya menatapnya datar setelah menyimpan gelas itu kembali ke nakas.
"Charles, aku tidak ingin tinggal di sini," jujur Flora dengan suara gemetar.
Charles masih terdiam tidak menjawab sedikitpun ucapan Flora.
Flora tidak suka dengan sikap Charles yang diam membisu seperti itu, maka dengan segera wanita itu membuang wajahnya ke samping, enggan menatap Charles.
Flora tetap terdiam, ia tidak mau menatap pria itu.
"Flora!" panggil Charles dengan nada tinggi.
"Aku membencimu!" lirih Flora tanpa menatap Charles.
"Apa?" tanya Charles, yang kini mengerutkan keningnya.
"Aku membencimu! Sangat!" Flora memberanikan diri untuk menatap pria berengsek itu. Matanya sudah berkaca-kaca.
Charles diam membisu, rasanya sangat menyakitkan ketika ia mendengar kata kebencian dari mulut wanitanya.
Charles segera membuka dasi dan kancing kemejanya. Hal itu membuat Flora semakin takut dan mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya. Namun, dengan segera, Charles menarik kaki Flora dan menindih wanita itu.
"Charles, apa yang kau lakukan?! Lepaskan Aku!" teriak Flora memberontak.
"Aku hanya akan memberimu sedikit pelajaran. Agar kau tidak bisa lagi lari dariku!" ucap Charles penuh penekanan.
Charles mencium Flora. Dan dia pun mengabaikan pemberontakan dari gadis itu.
"Hmmmm, le-mmpas-khann!" lenguh Flora, yang mencoba melepaskan pagutan Charles.
__ADS_1
Dengan handal Charles telah meloloskan kain tipis Flora dari tubuhnya.
Charles seketika memberhentikan aktivitasnya ketika melihat tubuh Flora yang sangat indah.
Charles melanjutkan aktivitasnya kembali ketika ia merasa puas untuk menatap tubuh wanita itu.
"Charles, kumohon hentikan!" teriak Flora yang masih memberontak.
Charles tidak peduli dengan teriakannya, dengan lihai Charles melepas kaitan bra wanita itu lalu dengan cepat ia melempar kain tersebut begitu saja.
"Charles lepaskan aku, kumohon!" Flora terisak. Wajahnya sudah memerah.
"Hentikan Charles, sumpah hentikan!" teriak Flora yang sudah mengeluarkan air matanya.
la benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Charles kepadanya. Flora benar-benar seperti wanita j***ng yang sangat ia benci. Dia benar-benar benci pada dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini.
"Hikkss... hikkss.... stop, Charles!" Tangis Flora pecah.
Charles memberikan banyak tanda merah pada tubuh Flora.
Lalu ciumannya pindah ke bahu dan naik ke daerah leher, Charles memeluk tubuh Flora sangat erat.
"Oh Darl, aku menginginkanmu malam ini."
"Stop, Charles! Sumpah aku akan membencimu jika kau berani melakukan hal hina kepadaku!" teriak Flora yang memberontak dalam pelukan pria itu.
Tiba-tiba Charles menjauhkan wajahnya untuk bisa menatap wajah cantik Flora yang sudah dipenuhi dengan air mata.
"Are you still a virgin?"tanya Charles penasaran, dengan menaikkan satu alisnya.
Dengan ragu-ragu Flora menganggukkan kepalanya, ia benar-benar tidak mau Charles merenggut kehormatannya yang sudah ia jaga selama ini.
Charles membelalakkan kedua matanya tidak percaya.
"Kumohon hentikan," lirih Flora lemah dengan suara bergetar.
Charles menjatuhkan tubuhnya di samping kiri wanita itu, lalu ia menarik tubuh Flora ke dalam pelukannya, ia bisa merasakan tubuh Flora yang bergetar dengan sangat hebat.
Charles mengeratkan pelukannya, beberapa kali ia mencium puncak kepala Flora.
Flora masih terisak di dalam pelukan Charles, dia benar-benar merasa takut.
"Kau tahu Sayang, mulai saat ini kau adalah milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku. Aku tidak akan segan-segan untuk memusnahkan pria yang berani menyentuhmu!" peringatan dari Charles dengan sangat tegas.
"Jangan pernah lagi pergi dariku, karena aku tidak akan membiarkanmu begitu saja!" lanjutnya.
Flora enggan menjawab perkataan Charles. Dia lelah, sangat lelah. kenapa hidupnya harus seperti ini?! kenapa takdir mempertemukan dirinya dengan lelaki berengsek ini.
Charles menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Tidurlah Sayang," pinta Charles dengan lembut seraya mengelus punggung te****ang Flora.
__ADS_1
Flora yang merasa lelah pun tidak sadar terlelap dalam pelukan Charles. Entahlah, dia merasa sangat nyaman ketika berada dalam pelukan pria itu.
Bersambung ....