
Sepanjang jalan Flora terus mengumpat, karena sikap Charles yang seenaknya terhadap dirinya. Hingga tidak terasa jika saat ini ia sudah sampai di apartemennya. Flora mengernyit ketika ia membuka pintu apartemen, ia mendengar suara seseorang yang bersumber di dalam apartemennya.
Tubuh Flora bergetar, ia merasa takut saat ini. Siapa yang sedang ada di dalam apartemennya, itu?!
Flora meraih sapu yang berada di pojok samping pintu untuk berjaga-jaga. Dengan perlahan Flora melangkahkan kakinya ke ruang keluarga. Di sana ia bisa melihat terdapat 2 orang yang sedang menonton televisi. Flora semakin mengerutkan keningnya.
"Mama! Papa!" teriak Flora terkejut. Sontak membuat kedua orang yang sedang asik menonton televisi pun mengalihkan perhatiannya kepada Flora.
"Flora!" ucap Nadia dan Chandra bersamaan.
Flora menjatuhkan sapu yang ia pegang dan berlari menghampiri kedua orang tuanya. Flora memeluk Nadia dan Chandra secara bersamaan dengan begitu erat. Sungguh dia tidak menyangka jika kedua orang tuanya datang menemuinya padahal waktu itu ia sudah melarang mereka untuk berkunjung ke sini. Sudah lama sekali Flora tidak bertemu dengan kedua orang yang sangat dia cintai itu.
"Apa kabar, Sayang?" tanya Nadia lembut. Mengelus kepala sang anak.
"Baik, Ma. Mama sama Papa apa kabar? Flora sangat merindukan kalian," jawab Flora dengan mata yang berkaca-kaca.
"Papa dan Mama baik-baik saja, Flo. Kami juga sangat merindukanmu," balas Chandra seraya mengelus punggung putrinya.
Flora melepaskan pelukannya. "Kenapa kalian tidak memberitahuku terlebih dahulu jika akan datang kemari?! D-Dan dari mana kalian tahu tempat tinggalku yang baru? Padahal Flora belum sempat memberitahu Mama dan Papa," tanya Flora penasaran.
"Itu tidak penting Sayang. Ada yang lebih penting dari itu yang harus mama tanyakan padamu," kata Nadia yang membuat Flora menaikkan kedua alisnya.
"Kenapa kamu tidak bercerita kepada mama dan papa jika kamu sebentar lagi akan menikah?! Kamu sudah melupakan mama, Flo?" tanya Nadia dengan ekspresi sedih.
“Me-menikah?" ulang Flora yang masih belum mengerti.
"Iya, kamu akan menikah bukan, dengan pria yang bernama Charles? Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya kepada kita? Atau kamu sengaja ingin memberi kejutan ini kepada papa dan mama?" sahut Chandra.
Flora sontak membulatkan kedua bola matanya. Menikah? Dengan Charles? Apa maksud dari semua ini? Ya Tuhan ada apa lagi sebenarnya!
"A-aku Ti-tidak—"
Ting Tong ....
"Se-sebentar," ucap Flora terbata.
__ADS_1
Flora melangkahkan kakinya menuju pintu dengan pikirannya yang berkecamuk.
Flora membuka pintu tersebut. Dan ia melihat sosok wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik di usianya. Namun, Flora tidak mengenali wanita itu.
"Oh My God. Jadi kamu yang bernama Flora?" ucap wanita itu menangkup wajah Flora.
"I-iya, maaf Anda siapa?" tanya Flora bingung.
Bukannya menjawab, wanita itu malah memeluk tubuh Flora dengan penuh kasih sayang. "Ya Tuhan, pantas saja anakku begitu mencintaimu."
"Flo, siapa yang datang?"
Flora melepaskan pelukan dari wanita itu ketika suara mamanya terdengar olehnya. Yang ternyata mamanya sudah berada di dekat Flora, menatapnya penasaran.
"Oh hallo, apakah Anda Ibu dari Flora?" tanya wanita asing itu kepada Nadia, menggunakan Bahasa Indonesia. Yang tentunya membuat Flora terkejut.
"Senang bertemu denganmu besan! Perkenalkan, aku Ibu dari Charles!" ungkap Marline lalu memeluk Nadia.
"Ya ampun, ternyata kau adalah Ibunya Charles? Senang bertemu denganmu." Nadia menyambut Marline dengan hangat dan menuntun wanita itu ke ruang tamu dengan memanggil Chandra terlebih dahulu. Sedangkan Flora masih terpaku, diam di tempat. Dia belum mengerti dengan semuanya.
Karena ia semakin merasa penasaran, Flora memutuskan untuk menghampiri mereka yang sedang berbicara di ruang tamu.
"Flora, akhirnya kita bisa bertemu. Aku kira Charles hanya bercanda ketika dia mengatakan jika dirinya ingin menikah dengan seseorang. Dan aku senang mengetahui jika kaulah yang dipilih oleh Charles. Karena aku bisa melihat bahwa kau adalah sosok wanita yang sangat baik, buktinya kau membawa banyak perubahan pada diri Charles," jelas Marline.
Flora hanya tersenyum kecil. Dia bersumpah akan mencaci maki Charles.
"Aku tidak menyangka jika minggu depan putri kecilku akan menjadi milik orang lain," ucap Chandra terharu.
Minggu depan?! Minggu depan katanya?! Flora akan menikah dengan Charles satu minggu lagi?! Oh my God, ini sangat konyol.
Ketika Flora akan membuka mulutnya untuk protes, tiba-tiba.
"Maaf, aku telat."
Flora menengok ke arah samping, dan benar saja. Charles baru saja datang dan saat ini pria itu berada di samping Flora.
__ADS_1
"Hallo Mom, Dad, maaf tadi aku tidak bisa menjemput kalian, karena secara tiba-tiba Flora datang ke kantorku, katanya, dia sangat merindukan aku. Jadi aku tidak bisa meninggalkannya. Jika aku menjemput kalian bersama Flora, maka surprise yang sudah kita siapkan menjadi gagal," ucap Charles setelah bersalaman dengan kedua orang tua Flora.
Dan yang lebih membuat Flora serangan jantung adalah... Charles berbicara menggunakan Bahasa Indonesia. What the fu*k! Jadi selama ini dia mengerti ketika Flora sedang mengumpatnya menggunakan Bahasa Indonesia?! Yang benar saja!
"Tidak apa-apa Charles, kan tadi kau sudah mengirimkan Thomas untuk menjemput kami," kata Nadia tersenyum manis.
Charles tersenyum, dan duduk tepat di samping Flora setelah ia menyapa sang ibu tercinta. Marline, yang duduk di hadapannya.
"Hay, Sayang." Charles tidak segan mencium pipi Flora di hadapan kedua orang tua Flora dan ibunya. Flora membulatkan kedua matanya, karena saking shock-nya. Sedangkan kedua orang tua Flora dan Marline hanya terkekeh melihat perbuatan Charles.
"Charles. Ingatlah perkataanku, jangan melakukan hal yang berlebihan sebelum kau sah menjadi suami Flora!" seru Chandra tegas.
"Maafkan aku Dad, tapi putrimu selalu membuat aku kehilangan kontrol untuk menyentuhnya. Oleh karena itu aku memintamu untuk segera menikahkan kami," jujur Charles, yang dibarengi tawaan Marline dan Nadia. Sedangkan Chandra hanya menggelengkan kepalanya.
"Bisakah aku berbicara terlebih dahulu denganmu, Charles?" tanya Flora sambil menatap Charles tajam.
Charles menganggukkan kepalanya, dan mengikuti Flora masuk ke dalam kamar. Flora mengunci kamarnya, untung saja kamarnya kedap suara. Jadi orang yang di luar sana tidak akan mendengar cacian Flora terhadap Charles.
"Apa maksud dari semua ini, brengsek?!" bentak Flora mendorong tubuh Charles.
"Kau akan menjadi milikku!" sahut Charles dengan tenang dan datar.
Bersambung ....
Makasih sudah menuhin target, love ❤️ sekebon.
Oiya, di sini ada yang suka senja, nggak?
Ini aku kasih fotonya, aku foto kemarin sore. Ah, andai bisa kirim video di sini.
Ini lagi ....
__ADS_1
Bagus nggak?