
Suasana di dalam mobil terasa sangat canggung bagi Flora. Karena Charles tidak berbicara sedikitpun kepadanya. Flora merasa tidak nyaman dengan sikap Charles yang seperti ini.
Apakah Charles sangat marah kepadanya? Sehingga ia tidak mau berbicara dengannya? Rasanya sangat sakit melihat hubungan antara dirinya dan Charles yang menjadi asing seperti ini.
Mereka pun sampai di apartment Flora. Saat Flora membuka pintu apartment ia dikejutkan oleh seseorang yang ada di hadapannya.
"Selamat pagi Tuan Muda dan Nona Flora," sapa Rose tersenyum ramah.
"Bibi? kenapa Bibi bisa ada di sini?" tanya Flora bingung.
Rose melirik ke arah Charles. "Saya ditugaskan untuk merawat Anda, sampai Nona sembuh total," jawab Rose.
Flora melirik ke arah Charles yang hanya terdiam di sisi kirinya. Namun, Charles sama sekali tidak menatap Flora. Itu membuat hati Flora semakin sakit, ada apa dengannya? kenapa Flora sangat tidak menyukai sikap Charles yang seperti ini kepadanya. Dia lebih suka Charles yang terus menggoda dan mengganggunya dibanding dengan Charles yang dingin seperti ini.
"Baiklah, aku sudah mengantarmu pulang. Sekarang aku akan berangkat ke kantor," ucap Charles tanpa melirik Flora sebelum ia pergi.
Flora terus melihat punggung pria itu yang semakin menjauh, sebelum Rose menyadarkannya.
"Nona, mari masuk!" ajak Rose menarik tangan Flora. Flora pun masuk ke dalam apartment-nya.
Flora duduk di sofa dengan tatapannya yang kosong.
"Nona, ada apa?" tanya Rose yang membawa teh hangat untuk Flora. Dan saat ini Rose duduk di samping Flora.
Flora menatap Rose sejenak. "Bi, Charles sedang marah kepadaku ya?" Tatapan Flora berubah menjadi sendu.
Rose terlihat seperti sedang berpikir sejenak. "Mungkin itu hanya perasaan Nona saja."
Flora menggelengkan kepalanya. Jelas-jelas Charles sudah berubah kepadanya. Flora semakin yakin jika selama ini Charles hanya bermain-main dengannya. Hal itu membuat dadanya sesak.
"Selama satu minggu ini apa yang dilakukan oleh Charles, Bi?" tanya Flora penasaran.
"Tuan muda sangat jarang berada di penthouse, belakangan ini dia sering keluar negeri dan sepertinya ia sedang melakukan pekerjaan yang penting," jelas Rose.
"Pekerjaan untuk menghabiskan waktunya dengan Renatta kan, Bi?" lirih Flora menatap Rose dengan wajahnya yang terlihat lesu.
Rose menaikkan kedua alisnya. Setelah itu ia tersenyum menatap Flora. Tanpa menjawab pertanyaan Flora.
Flora semakin yakin jika tebakkannya itu adalah benar. Rasanya ia sangat benci untuk mengetahui kebenaran jika Charles menghabiskan waktunya dengan Renatta. Padahal hal itu sangatlah wajar, karena mereka adalah pasangan. Berbeda dengannya yang tidak memiliki ikatan apa pun dengan Charles.
__ADS_1
***
Setelah bed rest selama 2 hari di apartment, Flora mulai masuk kuliah dan bekerja kembali seperti biasanya. Dan selama ia sakit, setiap pagi Charles selalu menyempatkan diri untuk datang ke apartment-nya hanya untuk memastikan jika Flora sarapan.
Walaupun Flora sangat sulit untuk sarapan, tetapi dengan paksaan Charles ia pun menurut untuk membiasakan dirinya untuk sarapan.
Saat ini Flora sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja.
Sesampainya di restoran, Flora disambut hangat oleh rekan-rekannya, termasuk Glen.
"Syukurlah kau sudah sembuh Flo," ucap Glen bahagia.
Flora hanya tersenyum manis menatap Glen. Setelah itu ia bergegas untuk pergi ke ruang karyawan untuk bersiap-siap. Namun, langkahnya terhenti oleh perkataan Glen.
"Flo, kau mau ke mana?" tanya Glen.
"Aku akan bersiap-siap," jawab Flora.
Glen menaikkan kedua alisnya. "Masuk ke ruanganku Flo, sekarang!"
Flora pun mengikuti Glen untuk masuk ke ruangannya.
"Ada apa, Glen?"
Glen terlihat sangat bingung, dan sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jadi begini, sebelumnya aku ingin meminta maaf terlebih dahulu kepadamu."
Glen menghela napasnya. "Aku tidak bisa mempekerjakanmu lagi Flo," ucap Glen, mencoba untuk tenang.
"A-apa? Apa maksudmu Glen?" tanya Flora terkejut dan tidak mengerti.
"Ya, kau tidak bisa lagi bekerja di sini."
Flora terdiam sesaat. "Apa aku melakukan kesalahan?"
Glen langsung menggelengkan kepalanya. "Ini semua atas permintaan Charles."
"Charles?"
__ADS_1
"Iya, Charles memintaku agar tidak mempekerjakanmu lagi. Jika aku terus mempekerjakanmu, Charles mengancamku. Dia akan menghancurkan restoran ini, aku benar-benar minta maaf padamu, Flo."
Flora menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sungguh tidak bisa dipercaya, Charles bisa melakukan hal tersebut kepadanya dan Glen.
"Dia mengancammu?" tanya ulang Flora. Memastikan.
"Benar Flo, aku sangat tahu bagaimana sifat Charles. Dia tidak akan main-main dengan ucapannya."
"Aku sungguh meminta maaf kepadamu Glen, gara-gara aku kau menjadi kesulitan seperti ini," ucap Flora sedih.
"Kau tidak salah Flo, bagiku wajar Charles bersikap seperti itu. Akupun akan melakukan hal yang sama jika berada diposisi Charles."
Perkataan yang sama, seperti yang pernah diucapkan juga oleh Thomas waktu itu.
"Apa maksudmu?" Flora menaikkan kedua alisnya.
Glen hanya tersenyum. Setelah itu Glen mengeluarkan sebuah amplop dan ia berikan kepada Flora.
"Itu gaji terakhirmu Flo, dan di sana terdapat surat tanda berakhirnya hubungan kerja yang harus kau tanda tangani. Kau bisa membacanya terlebih dahulu," kata Glen.
Dengan berat hati, Flora meraih amplop tersebut. Dan langsung menanda tangani surat itu.
"Flo, kenapa kau tidak membacanya terlebih dahulu?" tanya Glen dengan kaget.
"Tidak perlu, aku percaya kepadamu Glen." Flora tersenyum pilu. Glen hanya mengembuskan napasnya dengan lega.
"Terima kasih, Glen. Terima kasih atas semuanya, selama ini kau telah banyak membantuku," lanjutnya.
"Iya Flo, jaga dirimu baik-baik, ya?!" kata Glen.
"Dan ... Berbahagialah!" sambungnya tersenyum penuh arti.
Flora hanya tersenyum dan mengangguk sebelum berpamitan dengan Glen.
Setelah Flora keluar dari ruangan Glen, Glen meraih surat yang sudah ditanda tangani oleh Flora.
"Kau benar-benar licik, Charles!" Glen tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Bersambung ....
__ADS_1
Tembus 200 like, aku langsung ep selanjutnya.