Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 57


__ADS_3

"Ya Tuhan, kau membawa bekal?" kekeh Anin.


Flora tidak menjawab pertanyaan Anin. Ia memilih untuk menyantap makanannya, ia sangat mudah sekali lapar belakangan ini. Mungkin efek kehamilannya. Bahkan berat badan Flora naik 2kg di usia kehamilannya yang baru menginjak hampir 4 minggu ini.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, ke mana saja kamu beberapa hari ini? kenapa kamu tidak pergi ke kampus?" tanya Anin. Seraya menatap tajam Flora yang sibuk dengan makanannya.


"Charles melarangku untuk keluar mansion." Flora merasa kesal jika mengingat hal itu.


Anin menaikkan kedua alisnya. "Dengan alasan apa?"


"Hamil."


"Hamil?" tanya Anin kembali. Flora menatap Anin dan menganggukkan kepalanya. Dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Anin terdiam sejenak seraya meneliti Flora. Ia masih belum sadar dengan ucapan temannya itu.


Tidak lama kemudian ia membuka mulutnya dengan mata yang membulat sempurna.


"Ma-maksudmu kamu sedang hamil?" teriak Anin. Sehingga membuat orang sekitar menoleh ke arahnya. Saat ini mereka sedang berada di gazebo fakultas.


"Aaaaaaa... Aku senang sekali! Akhirnya aku memiliki keponakan!" teriak Anin histeris dan memeluk tubuh Flora.


"Kenapa kamu heboh sekali? Bahkan saat aku mengetahui kehamilanku, aku tidak seheboh itu!" ucap Flora menatap temannya.


Anin tertawa bahagia. "Tentu saja aku sangat bahagia mendengar kabar baik ini, Flo!" Flora hanya menggelengkan kepalanya sebelum ia mengembuskan napasnya secara kasar.


"Ada apa? Apa kamu menginginkan sesuatu? Aku akan membelikannya untukmu!" tanya Anin antusias.


Flora mengerutkan keningnya seraya menatap Anin. "Kamu ini. Persis sekali dengan Charles!"


"Serius, Flo. Apa kamu menginginkan sesuatu?"


"Aku ingin ke Indonesia. Aku merindukan kedua orang tuaku," jawab Flora menundukkan kepalanya.


Anin menatap Flora secara intens. "Jika kamu ingin ke Indonesia, maka pergilah. Atau kamu ingin pergi bersamaku?"


Flora menggelengkan kepalanya. "Charles tidak mungkin mengizinkan aku untuk pergi."


Anin mengerutkan keningnya. Tidak mengerti. "Kenapa seperti itu? Kamu kan hanya ingin bertemu dengan orang tuamu. Apa orang tuamu sudah mengetahui tentang kehamilanmu?"


"Asal kamu tahu, keluar mansion saja aku dilarang. Apalagi keluar negeri. Aku belum memberi tahu tentang hal itu kepada orang tuaku. Bahkan pada orang tua Charles juga. Aku ingin memberi tahu mereka secara langsung."


Anin terlihat bingung. "Berapa persen kemungkinan Charles akan melarangmu?"


Flora terdiam sejenak seraya berpikir. "50%. Semenjak kehamilanku, Charles menjadi sangat protektif dan posesif dalam waktu bersamaan. Dia selalu membatasi kegiatanku. Bahkan ia mengontrol makananku. Aku tidak bisa makan sembarangan saat ini. Dan hal itu membuat aku merasa sangat kesal."


"Coba saja kamu berbicara dengan Charles. Siapa tahu dia akan mengizinkanmu untuk ke Indonesia."


Flora menggelengkan kepalanya. "Aku malas berdebat karena sudah pasti aku akan menangis jika berdebat dengannya. Semenjak kehamilanku ini, aku menjadi orang yang sangat sensitif. Mudah sekali untuk sedih dan juga mudah sekali untuk bahagia."


"Kamu harusnya bersyukur memiliki suami seperti Charles. Itu artinya dia sangat menyayangimu!" ucap Anin.


"Sayang yang menyiksa!" ceplos Flora.

__ADS_1


"Heh!" Anin menyenggol lengan Flora. Sedangkan Flora hanya terkekeh.


***


Flora merasa kesal saat ini. Ia tidak memiliki kegiatan sama sekali. Selepas pulang dari kampus dia hanya berbaring dan membaca buku di kamarnya.


Tiba-tiba Flora meraih ponselnya dan menekan sesuatu.


"Charles," panggil Flora dengan manja.


"Ada apa Sayang? Apa ada sesuatu? Apa kamu menginginkan sesuatu?"tanya Charles begitu lembut di seberang telepon.


"Aku menginginkanmu! Cepat pulang!" pinta Flora. Memelas.


Charles terkekeh di seberang sana. "Sekarang aku pulang, Flo. Kamu menginginkan apa? Nanti akan aku belikan selagi perjalanan pulang."


Flora menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku hanya menginginkanmu. Aku ingin menghirup aroma tubuhmu, Charles!" rengek Flora.


"Baiklah. Baiklah. Tunggu aku ya. Sekarang aku sudah di jalan."


Flora tersenyum senang. "Take a care!"


"Iya. See you, Mommy."


"See u, Daddy!"


Terdengar gelak tawa Charles di seberang sana. Membuat Flora pun ikut tertawa akan hal itu, sebelum ia memutuskan panggilannya.


Flora memilih untuk turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar kamar. Ia berniat untuk pergi ke dapur.


"Hallo, Bi," sapa Flora saat berada di tengah ruangan.


"Iya Nona. Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Rose tersenyum.


Flora menggelengkan kepalanya. "Tidak Bi. Aku hanya ingin memakan sesuatu."


"Anda ingin memakan apa, Nona? Biar saya buatkan."


Lagi-lagi Flora menggelengkan kepalanya. "Tidak. Tidak. Aku hanya akan memakan makanan yang ada di lemari pendingin."


"Baiklah. Jika Anda menginginkan sesuatu, katakanlah kepada saya."


Flora hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis.


la melangkahkan kakinya ke arah dapur.


Namun, perhatiannya terkunci pada sesuatu.


"I-ini," ucap Flora terbata.


"Ada apa Nona?" tanya Rose yang berada di belakangnya.


Flora membalikkan tubuhnya untuk menghadap Rose.

__ADS_1


"Apa ini ulah Charles?" tanya Flora. Seraya menunjuk sesuatu yang berada di hadapannya.


Rose Tersenyum. "Iya Nona, Tuan muda sengaja membelinya untuk Anda, karena Tuan muda tahu, jika Anda sangat menyukai Ice Cream."


Flora hanya bisa diam membisu. Ia tidak habis pikir dengan Charles jika sudah menunjukkan diri sebagai orang kaya. Pria itu tidak akan segan-segan dalam melakukan apa pun.


Seperti saat ini contohnya. Charles membeli freezer ice cream. Di sana terdapat banyak varian rasa ice cream. Tentu saja membuat Flora senang. Namun, ini terlalu berlebihan baginya.


la hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hasil kegilaan suaminya itu. Ya, dia adalah La Charles Alamo. Pria kaya yang gila.


"Kenapa tidak sekalian saja membuka kedai ice cream," gumam Charles.


"Apakah kamu ingin aku membuka kedai ice cream?" tanya seseorang.


Flora sedikit tersentak mendengar suara bariton seksi itu.


"Aku akan membuatnya jika kamu mau. Apa pun untukmu." Charles memeluk tubuh Flora dari belakang. Memberikan banyak kecupan pada pundak wanita itu.


Flora memutar tubuhnya agar berhadapan dengan pria itu. Dan ia melihat kesekitar, ternyata Rose sudah pergi.


"Tapi ini terlalu berlebihan, Charles!"


"Aku tidak mau kamu membeli makanan di luaran sana. Belum tentu makanan tersebut bebas dari bakteri, kamu tahu, jika kamu memakan makanan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri, itu akan membahayakan kandunganmu. Dan aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu!"


"Kamu tenang saja, ini sudah dipastikan aman bagi kehamilanmu. Gula yang dipakaipun adalah gula khusus, yang aman bagi ibu hamil. Adam yang akan menjadi taruhannya!" sambung Charles.


Flora hanya menganggukkan kepalanya. Sebelum ia memilih untuk memeluk tubuh Charles. la sangat merindukan aroma tubuhnya. Aroma yang menjadi favoritenya.


"Hirup aroma tubuhku sepuasnya, Flo." Charles mengelus punggung Flora dengan lembut. Lagi-lagi Flora hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku memiliki sesuatu untukmu."


Flora menjauhkan tubuhnya dari Charles. Ia mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah Charles.


"Apa?" tanya Flora.


Charles melepaskan pelukkannya dan melangkahkan kakinya ke arah mini bar. Tatapan Flora mengikuti arah Charles melangkahkan kaki.


Flora tersenyum manis dengan rona wajah yang sudah memerah. Dia selalu merasa malu jika Charles berlaku romantis padanya. Walaupun ia tidak bisa menutupi rasa bahagianya.


Charles menghampiri Flora dan memberikan bunga tersebut kepada wanitanya.


"Bunga yang cantik, untuk Istri tercantik di dunia." Charles mengedipkan satu matanya. Seraya tersenyum genit


Oh Lord. Pria itu benar-benar sangat seksi. Jika Flora melupakan kehamilannya, mungkin ia akan menyeret Charles ke tempat tidur.


"Terima kasih. Kamu sangat manis sekali, Daddy." Flora pun mengedipkan satu matanya dengan sangat genit. Ia tidak mau kalah oleh Charles.


Dan benar, Charles selalu kalah telak oleh wanitanya. Ia segera memeluk Flora seraya memagut bibir manis milik Istrinya itu. Flora memang hanya miliknya. Hanya milik La Charles Alamo.


Bersambung ....


Maaf ya, aku baru up karena sibuk banget di RL.

__ADS_1


__ADS_2