The Future King

The Future King
Eps 105


__ADS_3

"Ada apa ini?"


Derap langkah cepat mengganggu pendengaran, nampak si kembar Shabila Shane memapah Iswara yang tidak sadarkan diri.


David mengamati. "Dia gadis itu?" Tanya nya.


"Yes Uncle" Angguk Shane.


"Astaga, dia kenapa?" David mengambil alih Iswara namun tatapan nya mencari kebenaran dari Shabila juga Shane.


Tangan mereka terangkat, memberitahu jika bukan mereka pelakunya.


"Sean mana?" Xavera bertanya karena tidak melihat suaminya bersama mereka.


"Itu dia!" Tunjuk Shabila kebetulan menoleh ke belakang.


clak


clak


clak


jarum infus menusuk punggung telapak tangan Iswara, dokter mafia tengah menangani gadis pucat itu dengan cekatan.


"Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Ruby. Tentu saja Reina selaku istri dari David pun ada di sana.


"Untuk kondisi tubuh nya baik-baik saja, Lady—" Dokter mafia itu belum juga selesai berucap namun Ruby menukas nya dengan kerutan di kening.


"Maksud mu hanya untuk tubuh nya saja? Lalu bagaimana mental nya?"


Reina pun ikut mendengarkan.


"Untuk kondisi mental nya akan kami cek ulang setelah dia sadar dan ini catatan kesehatan nya, anda bisa mengecek nya!" Dokter itu menyerahkan data di papan kesehatan yang dokter itu gunakan.


"Ok, kita tunggu dia sadar!" Seru Ruby.


"By" Reina menepuk pundak Ruby pelan.


"Huffhh akhirnya dia di temukan. Rei! Aku bisa tidur nyenyak setelah berhari-berhari mencari keberadaan nya, tapi—"


"Tapi apa By?" Tanya Reina penasaran karena ekspresi dari sajah Ruby.


"Kau tidak paham apa yang di katakan dokter tadi?"


Dan Reina benar saja, dia menggelengkan kepala nya tidak mengerti.


"Astaga, Rei!" Ruby memijit kening nya, dia jadi berpikir mungkin Reina sudah tidak muda lagi, tidak sebadas dan sepeka dulu jadi mungkin rada lola.


"Gadis itu ada kemungkinan gangguan mental, Reei" Ucap Ruby.


"Owh heheheh" Cengir Reina.


...**...


Di Thailand, Asnee dan anggota kerajaan yang lain masih ikut berpartisipasi dalam serangkaian upacara perayaan militer.


"Nona, silahkan ikut kami!" Seorang ajudan wanita berperawakan semampai menghampiri Daniza yang baru saja kembali dari kamar mandi.


Asnee mencekal sikut Daniza. "Maaf, ada apa ya?" Tanya Ahan kepada ajudan itu. Daniza mengangguk karena dia juga tidak mengerti.


"Yang Mulia Pangeran Asnee memanggil anda. Nona!" Ucap nya.


Di dalam gedung, semua tamu penting ada di sana. Daniza di pandu oleh ajudan itu masuk ke dalam aula.


"Itu Dia" Tunjuk Rayya dengan dagu nya.

__ADS_1


Asnee pun menoleh, terlihat dia tengah berbincang dengan tamu-tamu penting, namun ada satu rekan nya yang sama bahasa nya sama sekali tidak bisa di mengerti.


"Putri, Pangeran!" Salam Daniza hormat.


Daniza belum paham kenapa dia di panggil ke dalam, namun bahasa orang di sekitar Asnee nampak berbeda.


"Halo" Sapa rekan ngobrol Asnee, dia mengulurkan tangan nya dengan senyum terulas. Daniza pun membalas uluran tangan nya.


"Daniza" Ucap Daniza memperkenalkan.


"Dia yang tadi kalian bicarakan? Baik, jadi tidak perlu canggung karena ada seorang teanslator di sini" Ucap nya dengan bahasa Jerman.


Rayya dan Asnee hanya ikut tertawa karena mereka tidak mengerti, kecuali Daniza yang memang mengerti.


Mereka pun berbincang dengan bahasa yang setelah nya akan di translet oleh Daniza.


...**...


Penjagaan ketat di gerbang istana pun kembali mencolok. Keluarga kerajaan telah kembali setelah acara perayaan upacara selesai.


"Tidak perlu mengantar, kau kembalilah ke kediaman mu!" Seru Asnee berhenti melangkah dan menatap lelah wajah Daniza.


"Kau juga" Lanjutnya pada Karl.


"Baik, Pangeran!" Sahut mereka berdua. Asnee pun kembali menyusuri lorong menuju tempat nya. Daniza juga Karl pun berlalu pergi.


Percikan air terdengar jatuh ke permukaan, di dalam ruangan kamar mandi pun pengap oleh kepulan air panas.


"Huffhhh"


Badan basah dan kembali segar namu hembusan nafas Asnee begitu lelah dan dalam.


srak


srak


Setelah badan nya dia balut dengan kimono, Asnee pun duduk di kursi dengan meja kecil di depan nya.


Temaram lampu belajar hanya menyorti secarik poto yang kini dia tatap dengan sendu namun tidak sedikit rasa kecewa terpancar dari sana.


"Aku harap kau baik-baik saja" Ucap Asnee perlahan melipat photo itu dan menyelipkan nya pada buku kecil yang tertata rapih di depan nya.


Keesokan hari nya.


"Paman, salam!" Sapa Kevin juga Robert pada kepala pelayan istana Barat yang kini di tempati oleh Asnee.


"Salam, Tuan!" Sahut nya.


Dari kejauhan, iris mata Kevin menangkap keberadaan Daniza. "Dia?" Ketajaman mata Kevin semakin di perkuat. Robert pun ikut melihat ke arah tatapan Kevin.


"Daniza? Bukan kah itu dia?" Ujar Robert.


"Niza" Robert pun berteriak, atensi orang-orang di sana mengarah pada nya sekarang.


"Eumpp" Kevin membungkam mulut Robert dan tersenyum canggung pada orang-orang sekitar.


Daniza, sang pemilik nama menoleh begitupun dengan Ahan. Rayya yang hampir sampai di area tempat yang di pijak Ahan pun ikut menoleh.


"Mereka lagi?" Ketus Daniza nampak kurang suka.


"Kenapa? Kau sepertinya tidak suka.Niza?!" Tepuk Rayya menggeser Ahan agar dirinya berada di tengah-tengah mereka. Ahan heran, dia hanya berdesis saja sekarang.


"Bukan begitu, Putri. Saya hanya tidak terlalu mengerti cara pertemanan mereka" Tutur Daniza.


"Kenapa?" Tanya Rayya kembali namun Daniza bungkam dan hanya mengulas senyum saja.

__ADS_1


Universitas Internasional Thailand adalah salah satu Universitas terbaik di sana. Asnee dan kedua teman nya pun melanjutkan pendidikan mereka di sana.


"Aaaaaaaaaaaa Pangeran kita"


"Astaga astaga ganteng sekali"


"Ya Dewa, semoga jodoh"


"Aaaaa calon masa depan ku"


Banyak sekali teriakan-teriakan dari para mahasiswi di sana, seperti seekor cacing yang terkena terik nya matahari.


"Baru aja masuk sudah terkenal aja ya, hahahah" Tawa Robert sambil merapihkan baju terutama pakaian nya.


"Tidak penting" Jawab Asne malah terdengar tidak ingin menanggapi semua teriakan-teriakan itu.


Pagi dingin di sambut oleh teriakan-teriakan mahasiswi. Asnee dan kedua teman nya pun masuk ke ruang kelas sesuai dengan fakultas masing-masing.


"Asnee"


Sudah tidak perlu di lirik, Asnee tahu suara siapa itu. Jadi dari tidak perlu repot untuk di hampiri.


"Kak Asnee padahal daftar ke fakultas aku aja. Kan nanti kita bisa bersama-sama, kan?!"


Jane, ya dia adalah Jane dengan suara tidak beradab itu


"Pelankan suara mu. Jane!" Tegur Asnee namun tidak mengalihkan tatapan nya pada Jane.


Jane mencebik kesal. "Kak Asnee kenapa sih? Apa kau tidak sayang lagi padaku?" Gerutu Jane berdiri di depan meja yang posisinya bertangga itu.


Asnee melepas pegangan tangan Jane. "Tergantung sikap mu!" Ucapan sederhana tapi mengiris hati. Jane merengut dengan kalimat yang di ucapkan oleh Asnee itu.


"Kak ih, lihat aku kalau sedang bicara!"


"Jane" Tegur seseorang. Orang-orang di dalam tentu girang karena kedatangan Kevin dan Robert ke dalam kelas.


"Kak Kevin?" Gumam Jane.


"Perhatikan sikap mu" Kevin memperingati.


"Ohooo ayolah, dia tidak bermaksud seperti itu. Iya kan Jane?!" Bela Robert merangkul pundak Jane. Jane senang di bela kalau ada Robert.


"Dia bukan lagi anak kecil. Bert!" Tegur Kevin.


"Aku sudah memiliki calon, jadi berhenti menggangguku!" Celetuk Asnee membuat mereka terdiam terutama Jane, dia nampak tidak terima.


"Kau serius, As?! Sejak kapan? Kenapa kita tidak tahu?" Kevin banyak menghujani Asnee dengan banyak pertanyaan.


"Kau bohong kan. Kak?" Jane memastikan.


"Kalian lihat ketidak seriusan dari wajah ku?" Ujar tanya Asnee menatap mereka satu persatu.


"Serius?" Timpal Robert, dia pun tidak percaya karena ekspresi wajah Asnee cuman itu-itu aja, engga keliatan mana bener, mana tidak, jadi kurang percaya.


Jane balik badan, matanya merah begitupun dengan pipinya, sepertinya dia mau menangis. Hentakan kaki pun tak luput terdengar dari kaki Jane.


Mereka bertiga memperhatikan.


"As, kau serius dengan ucapan mu?" Kevin kembali bertanya seakan-akan memastikan ucapan Asnee tadi.


Asnee menatap Kevin. "Kau masih tidak percaya?" Ucap Asnee datar.


Puk


Puk

__ADS_1


Puk


Robert menepuk punggung Kevin. "Dia serius, Kev!" Cengir Robert. Kevin pun ikut senang dengan berita itu tanpa bertanya siapa calon dari Asnee.


__ADS_2