The Future King

The Future King
Eps 68


__ADS_3

"Mereka memang belum kembali, Madam!"


Pihak asrama tiba-tiba dikagetkan oleh berita yang muncul, setelah melihat di siaran televisi, pihak asrama terutama keamanan dan juga pengurus asrama langsung mendatangi kamar Asnee, namun mereka tidak mendapati mereka semua.


Lalu pergi ke bagian daftar hadir di pintu masuk, ternyata memang benar, mereka izin ke luar tapi sampai sekarang belum kembali.


"Astagaa"


Jantung yang mulai tidak aman mulai berdetak tidak beraturan, saat itu pun telpon di meja itu berbunyi. Pemilik asrama yang langsung mengangkat nya.


". . . . . . . . . . "


"Iya benar ! Baik, kami akan segera datang ke sana! Tolong beritahu kami dimana tempat nya!" Tutur Madam Genie sudah memegang ballpoint di tangan nya dan kertas du bawah nya.


". . . . . . . . . ."


"Baik, terimakasih!"


Sambungan pun terputus. "Pak siapkan mobil, kita akan ke rumah sakit kota!" Ucap Madam Genie.


Mobil polisi juga empat ambulan berhenti di depan rumah sakit, Robert dan Kevin langsung di bawa ke IGD, begitupun dengan kedua sopir yang nampak terluka parah terutama supir kontainer.


Sedangkan Asnee sudah lebih dulu di tangani, tidak bisa di pungkiri banyak nya mobil yang datang membuat rumah sakit ramai dan bertanya-tanya siapa yang datang.


"Ken" Lucky mengkode ke arah di mana supir taksi dan supir kontainer itu di rawat. Senyuman dan juga mimik wajah yang menakutkan seakan-seakan sudah terbaca.


"Kita atasi mereka nanti!" Ucap Kenzie.

__ADS_1


Pintu ruang pemeriksaan pun terbuka. "Dengan keluarga pasien?" Dokter itu pun membuka masker dan bertanya.


Kenzie serta Lucky langsung berdiri tak sabar. "Kami Paman nya, dokter!" Sahut mereka bersamaan sampai-sampai dokter dan kedua suster di samping nya langsung saling lempar tatap.


"Kondisi pasien baik, luka-luka di tubuh nya tidak terlalu serius tapi tidak boleh juga di sepelekan karena bisa infeksi kapan saja"


"Benturan di kepala terutama, harus di perhatikan lebih teliti sampai benar-benar sembuh!" Tutur sang dokter.


"Baik dokter!" Ucap Kenzie.


Sebelum pergi, Lucky kembali bertanya "Dokter, kami ada dokter pribadi sendiri dan dia ingin berbincang dengan anda! Apa anda ada waktu luang?" Pungkas Lucky.


Dengan ramah, dokter itu pun mengizinkan.


Telpon Lucky dan Kenzie berdering, seakan berlomba-lomba untuk mendapat juara. Setelah dokter itu pergi, Asnee pun di pindah ke ruang rawat VVIP.


Di Thailand pun, keluarga kerjaan, keluarga Robert serta keluarga Kevin gempar. Mereka langsung memesan tiket penerbangan saat itu juga.


Daniza pun nampak ikut bersama mereka. "Tuan, sebenarnya kita mau ke mana?" Tanya Daniza pelan saat kaki mereka sudah mendarat di bandara.


Ahan menoleh sejenak namun kembali datar. "Ke Swedia"


Bukan main, kedua bola mata Daniza sontak seakan-akan minta ke luar. Swedia sangat jauh dan dia tiba-tiba di suruh ikut bersama dengan tuan Putri?.


"Swedia?" Daniza tentu saja kaget.


"Iya! Kenapa? Tidak mau ikut? Kenapa tadi tidak kau tolak saja, bocah?!" Ucapan Ahan memang tidak pernah enak di dengar selama dirinya masuk dan gabung di istana putri Rayya.

__ADS_1


Daniza tidak menjawab, namun kening yang berkerut menandakan jika dia tengah berpikir dan bertanya-tanya.


"Satu lagi, saya ini bukan tuan mu! Jadi jangan panggil tuan pada ku. Kau mengerti?" Tekan Ahan.


"Eum!" Angguk Daniza.


Rayya, Aaron berjalan lebih dulu dengan perasaan yang campur aduk akan informasi mendadak dari pihak Asrama.


"Astaga, kenapa Asnee bisa ceroboh?" Gumam Rayya tidak habis pikir, namun dia kembali sadar dengan kenyataan.


Seberapapun mereka pintar, cerdas, kuat dan banyak akal pasti ada kekurangan nya, pasti juga ada lalai nya termasuk kondisi saat ini. Manusia memang tidak ada yang sempurna, termasuk dirinya yang tidak lebih baik dari siapapun.


"Adik mu akan baik-baik saja. Jadi jangan menangis, dia tidak akan suka melihatnya!" Aaron memeluk Rayya hangat, menghapus air matanya yang masih nampak mengalir.


"Aku takut. Pa!" Ketakutan Rayya memang tidak dapat di pungkiri, tubuh nya bergetar hebat sampai isakan tangis memenuhi rongga dada sehingga tercekat-cekat.


"Tenanglah!" Aaron pun berusaha untuk tenang, dia tidak mau kalau putri nya semakin berpikir yang tidak-tidak.


Pagi menjelang, cuaca Swedia dingin sedingin orang-orang asing yang memenuhi koridor ruang rawat Asnee sampai-sampai tempat duduk pun penuh.


Semalam pihak asrama bertanya-tanya di mana keberadaan anak didik nya satu lagi, namun polisi tetap menjawab tidak mendapati keberadaan anak yang madam Genie maksud. Tapi saat mereka mencari tahu, Kenzie dan Lucky melapor dan berbincang dengan polisi di mana kapten mereka pun mengenal Kenzie.


"Dokter, kami dari keluarga pasien yang mengalami kecelakaan malam tadi! Asnee Yodrak," Ucap Ajudan Aaron di meja resepsionis.


Setelah mendapat informasi, Aaron dan yang lain nya pun masuk termasuk Daniza yang sepertinya masih canggung.


Sampai di ruang rawat, Langkah Rayya juga Aaron melambat karena banyak nya penjaga di sana. Ajudan Aaron pun kaget dengan kenyataan saat ini, dia sangat sadar jika Pangeran Asnee adalah kesayangan keluarga angkat nya.

__ADS_1


__ADS_2