The Future King

The Future King
Eps 179


__ADS_3

Brughhhh


Asnee menjatuhkan tubuh nya lumayan keras ke atas kasur sehingga Daniza yang tengah berada di sisi lain ranjang menoleh, namum tidak bertanya.


"Bagaimana menurut mu tentang seorang anak?"


Niza masih tidak membuka suara.


"Jika kau tidak ingin dahulu memiliki seorang anak, saya tidak akan memaksa!" Ucap Asnee kembali lebih formal dalam bicara.


Niza masih tidak buka suara, dia memperhatikan Asnee yang masih terbaring.


Tidak lagi bicara, Niza mengulas senyum.


"Tidak ada wanita yang tidak ingin memiliki seorang anak. Tapi, aku rasa kita penuhi dahulu masa-masa ini dengan kepuasan sebelum menjadi orang tua!"


"Aku tidak ingin membebani mu!" Ujar Daniza.


Asnee menengadahkan dagunya dalam baring, menjangkau mata Daniza di atas nya.


"Bahkan usia kita belum mencapai 20thn" Lanjut Daniza.


"Tapi jadi ibu muda pun tidak buruk" Kembali Daniza bersuara.


Asnee menggeser tubuh nya dan sekarang paha Niza menjadi bantalan kepala nya. Asnee menatap lurus ke atas, berusaha menjangkau mata Daniza.


"Ayo kita berangkat besok!"


Kedua tangan Asnee meraih leher Daniza, melingkarkan nya di sana sehingga wajah Daniza ke tarik ke bawah.


Jantung berdegup, wajah nya begitu dekat dengan wajah Asnee. Deru nafas pun perlahan panas, Asnee pun sama.


'Cup'


Reflek, Asnee mengecup bibir ranum milik Niza sampai sampai sang pemilik bibir mematung.


'Cup'


Entah siapa yang mendorong tapi kini malah Daniza yang mengecup bibir Asnee. Terlihat Niza tidak percaya akan dirinya yang inisiatif.


Asnee bangun, Niza sedikit menjauhkan wajah nya seraya menutup bibir malu.


Tanpa meminta izin, Asnee menarik tangan yang menutupi bibir Niza dan langsung mendaratkan bibir tebal nya pada permukaan bibir ranum milik Daniza.

__ADS_1


Niza tidak menolak membuat Asnee gencar memperdalam ciuman nya.


Banyak posisi yang di coba saat ciuman sampai kini Daniza terduduk di atas kedua paha Asnee yang juga tengah duduk di atas kasur.


"Aaaah"


Terdengar lenguhan kecil ke luar dari bibir Daniza yang masih di kuasai oleh Lidah basah Asnee. Tangan Asnee tidak tinggal diam, jari jemari lentik dan berotot itu masuk menggerayangi kulit di balik baju longgar yang di pakai Daniza.


"Jangan"


Reflek, Daniza menahan lengan Asnee yang hendak menyentuh benda kenyal nya dengan nafas tidak beraturan.


Asnee pun sudah tidak bisa berfikir jernih, entah kenapa sentuhan yang di berikan Niza pun sesingkat itu meningkatkan kadar birahi nya


"Kita lakukan pelan" Bisikan Asnee di telinganya begitu hangat.


"Ashitt"


Niza menggigit bibir bawah nya, menengadahkan dagu nya sehingga Asnee leluasa mengecup dan menggigit kecil leher Niza.


"As" Lenguhan kembali terdengar.


Asnee menarik rahang Niza dan kembali menggerayangi langit-langit mulut Niza dengan lidah sexy nya sedangkan tangan kanan terus bermain di atas benda kenyal milik Niza hingga sang pemilik tidak kuat untuk terus melenguh.


"As"


Niza pun membenarkan kaki nya dan kini melingkar pada pinggang Asnee semakin erat.


"Aaaaahhhh"


"Aahhhh.... As,,hh"


Lenguhan panjang terusan keluar merdu dari bibir Daniza membuat semangat Asnee semakin membara.


"Maaf"


Bisik Asnee sembari perlahan menarik celana Niza seraya mengusap lembut paha mulus milik Daniza.


Niza pun tidak tinggal diam, pakai Asnee dia bantu buka.


Tatapan kedua insan itu sudah di selimuti dengan hawa gairah.


Adik junior Asnee mengeras dan sekarang berdiri namun masih di abaikan. Niza pun masih menautkan bibir nya begitu brutal pada bibir Asnee dengan kedua benda kenyal nya masih di pompa oleh tangan Asnee.

__ADS_1


Tidak ada sehelai benang pun yang membalut tubuh kedua insan itu sekarang.


Adik junior Asnee sudah sangat mengeras dan lubang milik Daniza sudah bersiap untuk menampung.


"Niza" Suara Prau milik As terdengar menjadi gairah. Niza dengan perlahan mendorong bokong nya agar adik junior milik Asnee masuk ke dalam bagian intim nya.


Kedua nya saling merasakan. Perlahan terus di dorong dan kedua telapak tangan Asnee pun membantuk mendorong panggul Niza agar semakin masuk ke dalam.


"Assh sakit" Keluh Niza.


Posisi mereka masih duduk. Asnee pun menidurkan Niza dan sekarang posisi nya Asnee berada di atas Daniza.


"Tahan" Ucap Asnee pelan.


Asnee terus berusaha menusukan junior nya semakin dalam dan kini berhasil, namun Daniza terus meringis kesakitan sampai jari jemarinya mencakar sprei


Perlahan sesuai irama, Asnee dengan pelan bermain dan terus menusukkan juniornya ke dalam intim milik Daniza.


Ringisan sakit dari mulut Daniza berubah menjadi lenguhan, sepertinya bagian intim nya tidak lagi perih.


Malam semakin pekat namun kedua insan itu masih belum selesai bergelut di atas ranjang.


"Pegal" Keluh Daniza sudah sangat kelelahan, namun Asnee terlihat masih bersemangat.


Akhirnya kini mereka duduk dengan Asnee menselonjorkan kedua kaki nya.


"Duduk di sini" Tepuk Asnee pada kedua pahanya.


Niza pun patuh, dia melipat kedua kaki nya dan duduk di atas paha Asnee dan kini Adik Juniornya kembali masuk ke dalam daerah intim milik Daniza.


Yang memegang kendali kini Daniza, jadi dia bebas. Panggung nya semakin cepat maju mundur sedangkan Asnee sibuk memainkan benda kenyal milik Daniza.


"Mmmppp" Lenguh Asnee begitu merasa kenikmatan.


Pergulatan panjang itu terasa tidak normal karena dua jam terlewati, lebih dari batas melakukan hubungan intim. Kini sepasang suami istri itu telentang berdampingan dengan Niza sudah di lilit dengan selimut.


"Kemarilah"


Asnee menelusupkan tangan nya ke bawah leher Niza sehingga kini sang istri tidur di atas kengan milik Asnee.


"Bersih-bersih dulu sebelum tidur. Aku akan membawa makanan untuk mu!"


Ucap Asnee seraya mengecup kening Niza. Terdiam sejenak, lalu beranjak dari ranjang dan kembali memakai baju yang tadi.

__ADS_1


Niza pun duduk dengan lilitan selimut pada tubuh nya menatap punggung Asnee yang berjalan ke pintu untuk mencari pelayan.


"Semoga semuanya berjalan dengan baik" Gumam Daniza lalu beranjak turun dari ranjang.


__ADS_2