The Future King

The Future King
Eps 111


__ADS_3

"Dan ini..." David menyerahkan sebuah map coklat yang dia terima dari sekretaris nya kemarin.


"Apa lagi ini, Uncle?" Sambil menerima berkas itu, Asnee bertanya dan melihat-lihat permukaan dari map itu.


"Hadiah kedua dari Uncle untuk mu. As!" Ucap David menepuk pundak Asnee dan berlalu pergi menghampiri keluarga nya. Sedangkan di sekitar Asnee masih ada anggota kerajaan dengan kaki terpaku karena kaget dan mata seakan kebas melihat hadiah yang di berikan David.


"Kakak yang buka!" Tarik Rayya tidak sabar.


"Rayya pelan-pelan, nanti berkas nya sobek. Sayang" Ucap Nara yang tiba-tiba membisik di belakang nya namum hanya melewati saja tanpa menetap.


"Mereka ini apa-apaan?!" Bahkan Aat pun kaget. Semua pasang mata anggota kerajaan memperhatikan, keluarga mafia yang kekayaan nya mungkin sepertinya bisa menggemparkan isi bumi.


Tiga keluarga besar ikut meramaikan acara, tawa mereka sesekali terdengar.


"Apartemen? Paman coba lihat ini, apa aku tidak salah baca? Ini surat pemindah kekuasaan hak atas Apartemen—"


"In–ini di London? Apartemen yang paling mahal itu? Paman aku tidak salah baca bukan?!"


Rayya tergagap, Aat dan yang lain nya terutama Asnee langsung membaca isi dari berkas yang di berikan David.


Belum juga rasa terkejut mereka usai, suara mobil badas namun lembut terdengar nyaring di pendengaran. Acara ulang tahu seorang putra Raja yang berbeda dari kerajaan lain, acara ulang tahun yang nampak sederhana namun mewah itu semakin membuat Tamu undangan penasaran.


Ajudan Aaron membisikkan sesuatu.


"Cek siapa yang berada di mobil itu!" Perintah Aaron pada Ajudan nya.


"Ada apa?" Tanya Aat pelan.


Belum juga Aaron menjawab, suara Nancy membelah ketenangan dengan Clare berdecak pinggang di belakangnya. Di mana ada Nancy, maka di sana ada Clare, begitupun sebalik nya


Akibat teriakan yang tidak melihat situasi, para reporter juga antek-antek nya terundang melihat.


"Nona Nancy? Nona Clare?"


Mungkin siapa yang tidak tahu dengan kedua gadis itu, seorang nona dari keluarga terpandang dan pebisnis muda yang nama nya sudah di kenal pada kalangan anak muda dan menjadi inspirator bagi semua pebisnis di luar sana.


Suara kamera silih bersahutan, berita yang mereka yakin akan menerobos dan menjadi tranding topik di semua halaman berita.


"Selamat ulang tahun, bocah" Ucap Nancy menepuk-nepuk pengan Asnee sesekali membenarkan baju khas seorang pangeran itu.


"Kakek dan Nenek mana?" Tanya Asnee mengedarkan tatapan nya.


"Engga tau ! Tadi sebelum mommy, mereka dulu yang masuk, terus kita, tapi kita makan dulu, perut lapar!" Cengir Nancy.

__ADS_1


Clare mengulas senyum lembut, hanya dia yang selalu bersikap tenang dimanapun. Bahkan sang Mama-Jasmin tidak satupun sifat sang ibu turun pada nya, hanya sifat Ronald yang melekat pada diri Clare.


"Selamat ulang tahun, tuan kecil" Ucap Clare memeluk singkat tubuh Asnee seraya mengusap kepala belakang nya dengan kasih dan sayang.


"Terimakasih, kak" Ucap Asnee.


"Ulurkan tangan mu" Ucap Clare. Mereka penasaran apa yang akan di berikan Clare.


"Kakak bingung hadiah apa yang harus di berikan pada mu, As! " Ucap Clare sambil memasangkan gelang perak di pergelangan tangan Asnee.


"Ini gelang kesayangan kakak. Kau jaga baik-baik!" Lanjut nya. Ada perasaan haru menjalar, hadiah nya kecil namun terasa mewah di hati Asnee.


"Cla, kau yakin memberikan gelang kesayangan mu?" Timpal Clare. Rayya yang masih berada di sana pun tahu jika gelang perak yang sederhana itu kesayangan Clare.


"Tidak apa. Ini mungkin tidak seberapa tapi hanya ini yang bisa aku berikan pada nya!" Ucap Clare.


"Dan ini—" Clare memasangkan tali merah sedikit panjang lalu dililit di pergelangan tangan Asnee bersamaan dengan gelang perak.


"Sebelum nya kakak ke kuil dan berdoa akan kesehatan dan keselamatan. Kakak percaya pada semua nya, berdoa yang terbaik untuk mu!" Tutur Clare.


"Kak terimakasih" ucap Asnee.


"Terimakasih" Ucap Asnee kembali.


Keluarga kerajaan sekali lagi tidak melihat kasih sayang palsu dari keluarga mafia itu, mereka pikir Asnee benar-benar beruntung menjadi bagian daru keluarga itu.


"Paman Ronald sama Bibi Jasmine tidak datang kah?" Tanya Asnee, dia pun tidak di beri kabar kalau keluarga Smith akan datang atau tidak.


"Katanya bareng sama Paman Revan, Revin. As! Tunggu saja" Ucap Clare.


Sedangkan di luar, Kevin dan Robert, Daniza juga Ahan melohok akan mobil yang baru saja mengundang telinga mereka untuk datang.


"Bugatti Divo harga 100T itu kan? Kev Kev coba cek!" Ribut Robert dengan kekagetan nya.


"Benar, itu mobil Bugatti Divo" Bahkan Kevin yang biasa nampak tenang seketika terkaget. Bibir nya kelu saat mengatakan jika mobil di hadapan nya adalah mobil termahal.


Bunga dan pita yang merangkap pada mobil menunjukkan jika mobil itu adalah sebuah hadiah.


"Terimakasih" Ucap Lio yang ternyata masih berada di halaman bersama dengan Agatha, menerima kunci mobil begitu saja.


"Maaf tuan, mobil ini—" Ucap ajudan Aaron hendak bertanya pada Lio.


"Kado ulang tahun untuk cucu saya" Timpal Agatha menggandeng tangan Lio.

__ADS_1


"Cu—cucu?" Robert juga Kevin tergagap. Wajah mereka nampak tidak asing, tapi di mana pernah melihat mereka.


"Astaga mereka salah satu keluarga mafia itu? Tuan Lio dan Nyonya Agatha? Ah aku tidak sadar, bukan kah putri nya pun ada di sini!" Ujar Robert menepuk jidat.


Dengan Elegan Lio juga Agatha berjalan masuk.


" Itu nenek mu. As! Kita gabung dengan yang lain dulu ya" Pamit Nancy dan juga Clare berlalu pergi, sesaat setelah menunjuk Kedua orang tuanya dengan dagu.


Ajudan Aaron sudah ada di sebelah keluarga kerajaan dan sepertinya sudah memberitahu nya.


"Salam" Sapa Lio pada anggota kerajaan begitupun dengan Agatha.


"Kakek" Ucap Asnee menggandeng lengan Lio seraya membisik. "Kek, apa wanita-wanita di keluarga mu begitu suka memakai pakaian sexy?" Ucap nya.


"Apa?" Nyalang Agatha langsung berdecak pinggang seketika.


"Tidak, Nek! Nenek cantik sekali hari ini" Seru Asnee tersenyum takut dengan tatapan ganas dari sang nenek.


"Memang cantik" Ujar Agatha mengibaskan rambut panjang nya.


"Semakin cantik kalau itu itu sama itu tertutup! Pokok nya bakal menjadi nenek cantik sedunia"


Asnee menunjuk beberapa sudut yang tidak tertutup kain seperti dada, paha dan juga punggung dengan telunjuk nya tanpa canggung.


"Bagus" Nyalang Agatha membela pakaian nya.


"Engga" Decak Asnee mempertahankan pendapat nya.


"Bagus. Iya kan sayang?" Ucap Agatha menatap Lio yang sepertinya ingin sekali memalingkan tatapan nya karena tidak bisa jika mengatakan jika ucapan Asnee adalah benar.


"Ishh awas saja" Cebik Agatha.


"Tapi nenek tetap cantik" Asnee meraih tangan Agatha dan langsung mengecup nya.


"Emang" Dilak nya namun dengan senyum lebar.


"Selamat ulang tahun, sayang" Lanjut nya, namun dengan usapan halus di kepala Asnee.


"Mana hadiahnya?" Pinta Asnee.


Mereka menunggu, entah hadiah apa yang akan Asnee dapatkan kali ini. Sang ajudan sudah memberi tahu tapi mereka khusus nya Asnee masih ingin mendengar nya dari sepasang suami istri itu.


"Ini. Bugatti Divo Limited Edition untuk cucu sulung kita!" Agatha memberikan kunci mobil beserta surat-surat nya pada Asnee.

__ADS_1


__ADS_2