
...**...
Sekitar jam delapan malam, Asnee dan Daniza mendarat selamat di bandara internasional masih dengan menggunakan Jet Pribadi.
"Kakak kemana?"
Tumben, Rayya tidak ikut menyambut kepulangan nya ke istana, semua nya ada termasuk nenek suri kecuali Rayya yang tidak Asnee lihat.
"Wih yang berbulan madu baru pulang, nih!"
Baru saja di cari, suara Rayya pun masuk di pendengaran.
"Kak" Sapa Niza. Rayya pun memeluk kilas Daniza yang kini menjadi adik ipar.
"Bagaimana, seru kan?" Bisik Rayya. Daniza hanya bisa melebarkan senyumnya sedikit malu dengan dengan bisikan dari Rayya.
"Kak" Seru Asnee. Rayya pun menyambut adik kesayangan nya ke dalam pelukan.
"Si ganteng nya kakak"
"Kau semakin fresh saja, kak!" Bisik Asnee.
"Benarkah? Iya dong harus, kan kakak memang cantik dan Fresh hahahah!"
Kepulangan Asnee pun tidak luput dari awak media, berita pun tersebar luas baik di televisi maupun di saluran online.
Keadaan kerajaan semakin tentram dan juga semua sistem dan juga pekerjaan sudah lancar seperti biasanya. Adem dan juga tenang.
Jam demi jam berlalu, pagi hari tepatnya jam sembilan pagi istana sudah nampak ramai karena memenuhi undangan istana.
Awak media pun tidak luput hadir di istana demi meliput acara pengangkatan raja baru untuk Kerajaan Yodrak.
Aula istana nampak hidmat, Aat dan Asnee berdiri bersebelahan di antara para mentri yang tengah menyambut Raja.
Suara menggema, memberitahu kedatangan raja ke aula istana. Semua yang ada di dalam dan di luar nampak terkontrol akan acara yang sudah di mulai
Aaron berjalan dengan baju kebangsaan nya, merah dan hitam di setiap jahitan nya. Sangat gagah dan tampan walaupun hampir menginjak kepala empat.
Ajudan dan Jubir dari Raja menghadap.
"Silahkan Pangeran untuk maju ke depan" Ucap
Penobatan pun di mulai, detik-detik di mulainya kekuasaan yang panjang dan bersejarah.
Sang Raja menyerahkan sampul, meraih mahkota agung Yodrak dan meletakan nya di atas kepala Asnee. Asnee berjongkok menekuk satu kaki nya di hadapan Raja.
"Terima lah!"
Raja Aaron menyerahkan tongkat agung nya setelah mahkota. Tongkat yang menandakan jika semua aturan dan perintah berada di bawah nya. Untuk itu, jika tongkat itu sudah terangkat maka tidak akan ada yang bisa beralibi ataupun menentang perintah.
"Saya menyatakan di depan anda sekalian bahwa seluruh hidup saya, baik lama ataupun sebentar, akan saya baktikan untuk melayani anda sekalian dan melayani keluarga kerajaan yang menjadi bagian dari kalian semua—"
Setelah Bakti dan sumpah yang di ambil. Tepuk tangan hangat dan bangga menggema di seisi ruangan.
"Boy" Dari barisan belakang, Nara masih berdiri memanggil Asnee dengan gerakan bibir nya tanpa suara.
Manik mata Asnee tentu menangkap keberadaan sang mama walaupun di apit oleh banyak orang berbeda.
Setelah sang Raja berbicara, Asnee mendekat sedikit mengatakan sesuatu kepada Raja Aaron dan tentu saja Juru Bicara dari Raja pun mendengar.
"Di mohon untuk tetap tertib. Ada sesuatu yang ingin di sampaikan kembali oleh Raja Asnee" Tuturnya.
__ADS_1
Semua orang kembali tertib, hanya kamera yang kini terdengar.
"Hal ini mungkin tipis nya menyalahi aturan kerajaan dan tatanan istana, namun saya bangga dan lebih bangga memperkenalkan orang tua yang sangat saya hormati"
"Beliau telah saya anggap sebagai ibu. Beliau pun melebihi baik nya seorang malaikat di bumi! Saya ingin memperkenalkan wanita hebat setelah ibu saya yang telah tiada—"
Dengan senyum dan sorot mata yang begitu berbinar bangga, rasa terimakasih pun seakan tidak pudar dari netra indah itu.
Semua orang penasaran, tatapan Asnee lurus menatap Nara Yang berada di belakang, memakai Dress cantik berwarna sage. Rambut panjang yang jatuh menjuntai di kerli ujung nya dan kedua sisi poni panjang di kepang dan di jepit, nampak terlihat masih gadis remaja pada umum nya.
"Mama Nara. Ibu kedua saya setelah Ratu Prija"
Semua orang menoleh ke belakang, Collen dan juga Lexi sigap merapat pada tubuh Nara.
Nara mengkode agar biasa-biasa saja, semuanya akan baik-baik saja. Untuk itu Collen dan Lexi pun kembali mundur.
"Ma, kemarilah !"
Semua orang masih menatap Nara yang kini keluar dari barisan dan berjalan di tengah mereka.
Namun belum melangkah banyak, tangan lembut Nara di tarik oleh Rayya.
"Ma, Rayya temani" Dengan senyum manis dan elegan, Rayya menggandeng lengan Nara.
Semua orang semakin terkagum namun juga terkejut. Putri Rayya dan wanita yang baru saja di panggil oleh Raja Asnee begitu mirip, beda jauh dengan Ratu Prija.
Prasangka perlahan memuncak, namun mereka menepis karena dari saat Putri Rayya bahkan Pangeran Asnee di kandung sampai melahirkan, bukan hanya anggota kerajaan yang lahir, melainkan rakyat Yodrak dan seluruh penghuninya tahu proses persalinan Ratu Prija kala itu.
Asnee mengulurkan tangan nya hormat kepada Nara, Nara menyambut dengan lembut.
Ahan, Simon, Daniza, lalu Pengawal Nara berada di sana. Keluarga angkat Asnee yang lain tidak hadir karena beberapa kesibukan mereka yang harus di tuntaskan, bahkan Leyka pun tidak hadir. Di lain sisi ada Raja terdahulu, ibu suri dan juga nenek suri serta jajaran petinggi yang hadir.
"Perkenalkan, Mama Nara yang dengan bangga saya perkenalkan pada seluruh dunia. Ibu terbaik yang selalu ada tanpa di minta dan selalu menjadi perisai melebihi yang ada di kerajaan ini. Ibu yang begitu saya banggakan dan saya hormati melebihi apapun. Tidak ada kata yang bisa sampaikan karena rasa terimakasih ini tidak cukup!"
Nara tidak menatap ke arah depan, tatapan nya terpaku pada Asnee, seorang anak kecil yang kini sudah tumbuh dewasa dalam genggaman nya, yang dulu hanya bisa merengek dan mengadu tapi kini menjadi seorang Raja.
Tatapan nya nanar, menatap Asnee yang terus berbicara dengan begitu bangganya memperkenalkan dirinya kepada seluruh dunia.
"Ma"
Rayya kembali meraih tangan Nara, menggenggam begitu lembut dan erat seraya mengalihkan tatapan nya kembali ke depan.
"Dan saya Putri Rayya membenarkan ucapan Raja Asnee. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan sosok Mama Nar—"
Kalimat Nara belum selesai, tapi tepuk tangan perlahan terdengar dan riuh.
Prok
Prok
Prok
Prok
Prok
Para tamu sepertinya mengerti makna dari kalimat yang ke luar dari Mulut Raja mereka dan Putri tinggi Yodrak saat ini.
Makna nya begitu mendalam sampai mereka harus menyelam sendiri.
Mereka yakin, Wanita yang ada di depan itu adalah wanita yang luar biasa hebat nya sampai keluarga kerajaan mengakui keberadaan wanitanya.
__ADS_1
"Dan selain itu, masih ada orang-orang yang sangat berarti di hidup kami. Kami akan selalu menjadi bagian dari mereka sekarang dan selama nya"
Kalimat terakhir dari Rayya dan kembali banyak tepuk tangan yang terdengar di aula.
Berita penuh kejut tidak hanya tersebar di sepanjang negri namum juga ke negri tetangga.
Satu yang mereka tidak tahu, bahwa keluarga yang sekarang tengah di kenalkan itu adalah keluarga seorang mafia kelas kakap yang sudah tidak bisa di sentuh oleh siapapun karena peraturan nya dan sistem dalam organisasi nya.
"Dan dengan bangga dan hormat, saya perkenalkan pada seluruh dunia istri saya. Ratu Daniza—"
Semua orang kini mengalihkan tatapan mereka pada Daniza. Asnee mengulurkan tangan nya dari depan, Daniza dengan langkah tegap dan percaya diri, melangkah menghampiri sang suami.
"Ma" Sapa Daniza. Nara kilas memeluk Daniza dengan penuh senyum.
Potret keluarga bahagia terpancar di depan. Jika di amati, Nara, Rayya dan Daniza hampir mirip dan cantik. Berkarisma dan tidak bosan untuk di pandang.
Daniza meraih tangan Asnee dan menghadap ke depan, memberi salam layaknya seorang yang bermartabat.
Acara penobatan berjalan lancar dan tertib, sekarang hanya pengambilan photo baru untuk Raja baru.
Sedangkan di Jerman, Irlandia, Makau, China, keluarga itu tersenyum hangat dan nampak memancarkan rasa bangga terhadap Asnee.
Selain di mansion, beberapa markas milik organisasi pun ternyata tengah menyaksikan penobatan sang Tuan Kecil mereka.
"Didikan Lady dan Aresha memang tidak pernah gagal" Ucap Kenzie, Lucky mengangguk mengiyakan begitupun semua mafioso yang melihat penobatan itu.
...**...
"Ma, tetaplah di samping Asnee. Ya!" Pinta Asnee setelah sesi pemotretan selesai di ruangan berbeda dari tempat penobatan.
Senyum Nara tidak pernah luntur saat menghadapi putra sulung nya itu. "Mama dan Papa mu bahkan Kakek Lio tidak akan pernah meninggalkan mu, sayang!" Nara pun memeluk Asnee yang kini tingginya sudah melampaui dirinya.
"Terimakasih dan maaf" Ucap Asnee dengan mata yang perlahan manar.
"Kau salah satu kebanggan kami. Jadilah Raja yang bijaksana dan bisa di andalkan! Kami akan selalu ada untuk mu, jadi jangan mengecewakan kami" Tutur Nara.
"Iya, Ma! Asnee sayang mama. Love You ma!" Bisik Asnee.
Pelan, Nara menyeka air matanya yang terus jatuh dari sudut mata.
Pintu ruang potret kembali terbuka, keluarga yang lain pun masuk dan kembali mengikuti sesi photo. Senyum bahagia terus terpatri, canda tawa pun tidak luput terdengar dari mulut semua nya.
...**...
Akhir cerita dari Asnee Yodrak, dengan kehidupan yang penuh dengan rintangan. Segalanya di usahakan oleh sendiri walau banyak yang mengawasi.
Keluarga yang serba ada, namun Asnee tidak memanfaatkan itu demi sebuah tujuan nya. Pelajaran yang selalu dia ambil dan di jadikan pegangan dan cerminan menjadikan dirinya memiliki mental healthy dan emosi yang stabil.
AND
...**...
Salam semangat dari Author, terimakasih sudah mengikuti cerita THE FUTURE KING. Jika ada salah kata atau pun beberapa dialog serta kurang jelas nya alur, mohon untuk di maafkan.
Untuk kedepan nya semoga saya selaku Author bisa lebih menambah dan lebih detail dalam setiap kata dan alur.
Nah untuk penggemar setia nya Lady Nuree, jangan Khawatir, akan ada judul-judul baru yang lebih menarik setelah ini.
Saya Nuree, mengucapkan maaf dan terimakasih 🥰😘🙏
Untuk mendapatkan informasi terbaru, jangan Lupa Follow ya guys
__ADS_1