
Bukan lagi suara Rayya atau Aaron, melainkan suara Asnee yang tiba-tiba masuk dari ambang pintu. Langkah panjang nya dan juga sikap dan cara berjalan nya menunjukkan sikap seorang pemimpin, cara pandang nya pun nampak berbeda.
Aat berbalik cepat. "Pangeran?" Manik mata Aat menajam dengan rahang sedikit mengeras.
'Ada apa ini?'
'Ada apa ini?'
Sembilan dari sepuluh orang di dalam aula yang datang terus bertanya ada apa dengan ucapan Pangeran Asnee yang begitu tiba-tiba.
Asnee berdiri dan kini Rayya mendekat dan ikut berdiri di samping Asnee.
"Pangeran? Padahal Paman Aat jarang sekali memanggil saya dengan sebutan itu, terlebih dalam pertemuan seperti ini!" Seru Asnee langsung menatap Aat dengan tatapan yang begitu tajam.
Grepp
Tidak terlihat pergerakan nya sama sekali. Rayya berdiri di belakang punggung Aat. "Siapa anda berani masuk ke dalam istana dan menyamar sebagai paman kami?"
brukk
Aat menjauh dari mereka dengan melangkah mundur, namun sayang tersandung kaki sendiri. Satu orang yang berada di bawah perintah Jeno begitu tenang sedari datang, namun sekarang tidak lagi karena perkataan dari Asnee yang begitu mendadak.
Dia mengeluarkan handphone nya dari saku dengan hati-hati namun sayang, lengan kekar seseorang menahan nya. "Sangat tidak sopan menggunakan handphone di saat pertemuan berlangsung".
Kreakk
",Arghhhh" Jeritan dari orang itu membuat penghuni aula rapat menoleh dengan kaget.
Orang itu kini berlutut di dalam kuncian Ryu.
"Kau pikir kami tidak akan tahu?" Tatapan Asnee sudah begitu tajam.
Aat masih santai, dia tidak menunjukkan keterkejutan sama sekali. "Ada apa ini? Kenapa sepertinya kalian menyerang Paman? Paman ada salah apa?" Dengan suara melas, Aat berucap dengan tidak memperlihatkan kepalsuan nya.
"Masih ingin berkilah?" Seru Asnee.
"Kami tidak ada waktu untuk meladeni akting kalian. Bukankah ingin sekali Aat yang agung ini menjadi raja? Silahkan, tidak ada yang mencegah selama memang Pangeran Aat yang mau. Tapi janggalnya kenapa tiba-tiba Pangeran Aat sendiri yang menginginkan jadi raja, untuk sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Bukankah banyak sekali alasan untuk mencurigai sikap ini?" Ucap Asnee seraya menatap Aat dengan begitu menyidik dan tajam.
Aaron pun turun dari singgasana nya dan berdiri tidak jauh dari mereka.
Tidak ada suara. Keterkejutan membuat mereka mengambil sikap siaga karena tidak mengerti dengan keadaan sekarang. Ada apa sebenarnya, memang nya ada apa dengan Pangeran Aat junjungan mereka itu.
"Jangan dengar ucapan nya, kalian sedang di kelabui agar tidak percaya dengan saya!" Cegah Aat kepada orang-orang itu.
__ADS_1
"Hahaha bahkan Paman Aat tidak pernah bersikap seperti ini di depan para pejabat!" Timpal Asnee yang merasa pria itu semakin memperlihatkan sifat aslinya.
Asnee berbalik badan pada mereka. "Saya tidak menyalahkan kalian yang berkeinginan untuk Pangeran Aat menjadi seorang raja, sama sekali tidak sedikit pun terpikir ke arah sana. Tapi perlu kalian tahu, Pangeran Aat yang sekarang bukan lah yang asli—"
Semua orang semakin terkaget dengan statement dari Asnee. Bisik-bisik pun semakin terdengar di telinga.
"Hahaha Jangan seperti itu, Pangeran! Ini Paman mu, kenapa menyerang secara terang-terangan seperti ini? Jika Paman ada salah mohon maafkan Paman, kau tidak perlu sampai seperti ini dalam membenci! Oke oke, Paman akan berbicara dengan mereka agar tidak terlalu semangat ikut campur dalam masalah pelengseran Raja. Paman akan membicarakan nya!" Ucap Aat dengan sedikit senyum namun kemarahan dalam jiwanya begitu kuat.
Rayya dan juga Asnee saling lempar tatap dan kemudian menyeringai devil.
"Begitu kah? Kalau tidak salah dengar, Raja sudah membuat keputusan untuk memberhentikan mentri-mentri yang ada sangkut paut nya dengan kalian. Jadi Paman tidak perlu repot mendiskusikan lagi dengan mereka, karena mereka sudah tidak ada pengaruh apapun dengan tahta kerajaan, setelah titah ini ke luar."
Tutur Asnee semakin melebarkan senyum nya, menatap orang-orang itu terutama orang yang masih di kuncian Ryu, sesekali melirik Aat yang sudah memerah.
"Bian, laksanakan titah ini dan buat menjadi ultimatum untuk ke depan nya. Tulis tambahan, siapa yang berani menentang maka tidak ada nyawa yang berharga dalam perintah ini!"
Suara berat Aaron kini menggema, dia benar-benar menggunakan posisi nya sebagai penguasa negara untuk menggertak orang-orang picik di dalam tatanan pemerintahan nya.
Bian pun melaksanakan titah dari Raja, namun perkataan Aat membuat langkah nya terpaksa terhenti.
"Tidak akan ada yang di izinkan melangkah ke kuar sejengkal pun dari sini. Selangkah kalian ke luar maka jangan salahkan saya jika kalian mati!"
Akhirnya, Sifat Aat ke luar. Ucapan nya membuat mereka yang berpihak pada Aat merasa kini dalam bahaya.
Suara tawa itu begitu menggema di seisi aula.
Telinga Asnee, Rayya, Aaron dan Ryu mendengar derap langkah cepat mengelilingi aula rapat.
Brakk
Suara pintu terbuka kasar, orang-orang dengan seragam anti senjata dan lengkap dengan senjata api dan senjata tajam masuk dengan paksa.
"Hahahaha"
"Malam ini Saya yang akan menduduki kursi Raja, tapi kalian tidak perlu khawatir. Kalian tidak akan saya asingkan ke istana yang berada jauh dari kerajaan" Tawa Aat begitu puas nya serasa banyak orang yang kini tidak menyangka.
"Tangkap mereka" Titah Aat pada anak buah nya yang lumayan banyak di area aula rapat.
Pak
Ryu kini mencegah orang-orang itu mendekati Rayya sesaat setelah mendorong bawahan pak Metri sampai menubruk kursi di depan nya.
"Tidak semudah itu"
__ADS_1
Bukan Ryu, Rayya melawan seakan menantang mereka yang baru datang.
Rayya mengkode Bian untuk membawa Aaron ke luar agar tidak terlibat.
Duaaghhj
Syuttt
Brukk
Dengan sekali serang, Rayya menumbangkan pria itu dengan mudah nya. Keributan di luar pun kini terdengar keras, sepertinya pengawal dan juga keamanan di istana sudah maju menghadapi mereka.
Di malam hari, kerajaan begitu ramai dan menegangkan. Suasana di luar pun terlihat begitu mencekam.
Ananada dan Rataporn ternyata sudah di amankan oleh para pengawal istana atas perintah Rayya.
"Kebohongan kalian malam ini akan kami ungkap"
Aat semakin tidak terima, dia berpikir jika Jeno sudah memiliki rencana selanjutnya, dia hanya perlu bertahan dan bermain cerdik.
"Kepalsuan kalian cukup sampai di sini. Aat asli dan Jeno asli sudah kami amankan"
Perkataan dari Asnee semakin membuat Aat palsu geram.
"Banyak bicara sekali!"
Duaghh
Aat melayangkan serangan pada Asnee, alhasil sekarang di dalam aula itu bukan lagi tempat rapat, melainkan tempat penyerangan.
"Sialan" Teriakan Aat begitu keras dan berkobar-kobar terlihat dari bola mata yang sepertinya akan ke luar.
Bagh
Bugh
Duaghh
Aat menyerang Asnee beruntun.
"Mati lah!" Teriak Aat semakin menyerang Asnee membabi buta. pukulan dan tendangan melayang silih berganti tapi Asnee masih banyak stamina untuk melawan.
"Kemari lah pengecut!" Tantang Asnee.
__ADS_1