The Future King

The Future King
Eps 126


__ADS_3

Mendengar kabar dari putra nya, Tuan Esan mempersiapkan untuk jamuan nanti. Selaku Panglima TNI, dia merasa bangga akan kedatangan ataupun kunjungan Asnee ke rumah nya.


"Pangeran Asnee telah sampai" Lapor Ajudan dari Tuan Esan.


Nampak Asnee bersama Kevin turun dari mobil mereka bersamaan, Karl pun ikut dan berjalan di belakang Asnee dengan langkah tegap.


"Salam, Pangeran" Sapa nya mengatupkan kedua tangan lalu bersalaman.


"Saya minta maaf sebelum nya, tapi ada hal yang perlu saya bicarakan dengan anda!" Tutur Asnee serius. Tuan Esan mengerti akan tatapan itu, namun dirinya sekedar menatap sekilas karena etika.


Berbincang lumayan lama, Asnee dan tuan Esan nampak serius. Asnee bertanya prihal Rumah Sakit Besar Lovina dan Tuan Esan menanggapi dengan serius dan teliti.


"Saya akan mencoba mencari tahu, takutnya tanpa sepengetahuan saya benar adanya mereka ikut andil dalam bisnis itu!" Tutur tuan Esan.


"Saya tunggu informasi selanjutnya dari anda.Tuan! Masalah itu bukan sepele jika pihak pertahanan negara telah ikut campur. Masalah nya akan berdampak pada semua pihak dan akan merugikan! Jika kalian bisa mengatasinya pun tidak akan ada toleransi!"


Asnee terus berbincang dengan Tuan Esan. Selama berbincang pun tidak luput dari tatapan kagum dari seorang Jendral militer.


"Jika begitu saya pamit kembali. Maaf merepotkan anda!" Ucap Asnee. Hampir dua jam Asnee berada di kediaman tuan Esan dan kini pamit pulang dengan Karl dan dua pengawal nya yang di bawa.


Sedangkan Ahan, dia berada di Rumah Sakit Lovina berdiri di sekitar atap dengan sepertinya menunggu seseorang datang .


Brakk

__ADS_1


Pintu atap terbuka lumayan keras sampai terdengar memantul kembali pada dinding.


"Tuan, maaf terlambat" Seraya bernafas terputus-putus,. pria itu menormalkan pandangan dan nafas nya ya g sesak.


Ahan menoleh, mendekat ke arah pria itu.


"Salah satu yang saya tahu dari rumah sakit ini selama beroperasi tidak pernah melihat kecurigaan, semua nya bersih tanpa ada bisnis ilegal."


"Kau boleh lanjutkan penyelidikan mu"


Ahan tidak banyak bicara, dia pun tidak mungkin menemukan bisnis itu dengan mudah.


...**...


Lain hal nya dengan keluarga mafia yang ada di Irlandia.


"Nona"


Dalam kamar temaram, Ruby yang usia nya tidak lagi muda tengah duduk di ujung ranjang.


"Nona" Sapa Ruby kembali, menyadarkan Iswara yang sedari tadi duduk melamun dalam duduk nya di atas kasur.


Iswara masih diam, dia memang menoleh sekarang, tapi tidak bicara, menatap Ruby dengan lekat.

__ADS_1


tok


tok


tok


Ketukan pintu terdengar,


"Masuk" Ucap Ruby menoleh namun hanya sejenak dan kembali fokus kepada Iswara.


Krieet


Pintu pun terbuka dan nampak Eiji berdiri di ambang pintu.


"Mom, bagaimana keadaan nya sekarang? Apa dia tidak bergerak dari posisi nya sedari pagi?" Tanya Eiji ikut menghampiri


"Belum ada kemajuan, dia masih tidak bicara!" Sahut Ruby.


"Data kesehatan tubuh nya sudah mommy cek? Apa ada masalah?"


Iswara sebenarnya sadar, dia pun mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Sudah, semuanya normal. Tidak ada yang aneh!" Seru Ruby.

__ADS_1


"Kau jaga dia dahulu, mommy ada urusan di markas besar. Darurat". Lanjut Ruby dan pasti saja Edward sudah menunggu di depan


"Siap, Mom!" Seru Eiji sesekali melirik Iswara.


__ADS_2