The Future King

The Future King
Eps 165


__ADS_3

"Asnee awaaaas_"


Teriak Rayya dari sudut aula yang lumayan berjarak, menangkap Aat palsu yang hendak memukul Asnee dengan meja kecil yang di gunakan untuk tempat pot bunga.


Nafas Asnee tersengal, dada naik turun.


Brakk


Dengan cekatan langsung berbalik dan menepis meja kecil itu yang kini sudah melayang rusak menubruk tiang di sepanjang sisi Aula.


"Kurang ajar" Teriak Rayya begitu marah. Bulu mata nya basah karena keringat, urat di bola mata sedikit menonjol dan memerah. Tubuh Sang putri itu menerjang banyak musuh yang semakin banyak.


"Hahaha kalian tidak akan selamat. Menyerah saja!" Tawa licik timbul dari mulut Aat, seringai tajam yang Asnee tidak akan pernah melupakan itu.


"Coba saja!" Seru Asnee seakan terus menantang Aat untuk terus menyerang. "Kau bahkan tidak ada apa-apa nya di banding anjing peliharaan pasukan khusus negara!" Ucapan Asnee benar-benat menodai harga dirinya sekarang.


"Yaaakkk"


Aat terus menyerang dengan tidak ada jeda. Asnee menyusut pelan darah dari sudut bibir dan hidung. Pelipis nya merah dan satu nya lagi membiru, namun tidak ada luka serius dari tubuh Asnee.


"Menyerah atau orang-orang yang kau cintai mati!" Ancam Aat dengan tidak menyerah.


"Silahkan, saya tidak takut hanya dengan ancaman kecil mu itu!" Ucap Asnee. Aat sudah melayang-layangkan pisau tajam pada wajah Asnee seperti pemain anggar yang siap menyerang lawan nya.


Slashh


slashh


Ujung pisau itu terus membidik wajah Asnee.


Grepp duaghh, brakk


trrangg


trraang


Aat terpelanting lumayan jauh, pisau pun ikut terlempar jauh dari tangan Aat.


Di luar, banyak sekali penyerang masuk dan keamanan di kerajaan mulai menipis. Skill mereka nampak lebih unggul dari keamanan di kerajaan.


Banyak sekali mobil berhenti di depan gerbang istana dan mereka turun dengan cepat karena keadaan sudah tidak bisa di diskusikan lagi.


"Vin ayo"

__ADS_1


Ternyata salah satu pengendara itu adalah Robert dan juga Kevin. Unit kesatuan polisi militer pun ikut bergabung dan beberapa divisi dari pemberantasan kejahatan pun ikut turun tangan di bawah komando Jendral besar-yang tidak lain adalah ayah dari Robert.


Mereka pun masuk dari semua sudut istana dengan satu tim di ketuai oleh satu orang kapten. Robert dan Kevin ikut bergabung pada tim penyerang bagian depan agar lebih bisa melihat situasi.


Masyarakat pengunjuk pun begitu penasaran dengan situasi kerajaan, karena ada beberapa pengunjuk yang belum membubarkan diri walau langit sudah begitu menggelap.


Aaron yang hendak masuk ruangan dan mengganti pakaian anti peluru sudah sangat terlambat. Semua sudut istana ternyata sudah di kepung dengan sangat teliti.


Kreuuukkk


"Berani sekali menodongkan senjata tajam pada Raja!" Sarkas Aaron menangkis tangan musuh dari belakang dan memelintir pergelangan tangan nya.


Bughh


Duaghh


Pukulan keras pada dada musuh begitu keras sampai dia langsung terjatuh begitu saja. Bian sang ajudan pun menyerang musuh di luar ruangan.


Semua orang istana sibuk dengan malam ini. Nyawa mereka tengah menjadi taruhan sekarang, jika tidak bisa bertahan maka lenyap lah nyawa nya, untuk itu mereka tidak tinggal diam.


Musuh terus berdatangan, masuk ke aula dengan senjata laras panjang dan serempak di todongkan pada Asnee dan juga Rayya.


Aat semakin menyeringai. "Masih belum menyerah?" Seru nya semakin percaya diri dan penuh dengan kesombongan.


"Kak—" Ucap Asnee. Rayya pun ikut mendekat.


Sekarang ini Rayya dan Asnee seperti hewan yang tengah di bidik dan pemangsa tengah konsentrasi agar bidikan nya tidak meleset.


Syuuuttt


Jlebb


Beshh


Pembidik tumbang, darah segar muncrat dari kepala bagian kanan. Mereka gentar dan kaget dengan rekan nya yang seketika langsung tumbang, sampai bidikan mereka kini berantakan karena mencari pelaku penembakan.


"Sial. Cepat tembak mereka!" Suara Aat begitu kesal sekarang, tidak terima dengan keadaan yang hampir menyudutkan nya.


Para penembak itu serentak kembali membidik Raya dan Asnee namun.


Syuuttt


Jleb

__ADS_1


Darah segar kembali muncrat, tidak hanya satu orang melainkan dua orang langsung tumbang dengan bersamaan.


"Siapa kalia?" Aat berteriak seperti orang gila dengan kemarahan memuncak.


Asnee menarik tangan Rayya dan menutup mata nya karena banyak sekali darah muncrat dan sedikit mengenai wajah Asnee saking dekat nya.


"Hosshh... Hoshh..Hoshh" Nafas Rayya mulai tidak beraturan, dada naik turun dan jemari tangan sedikit gemetar.


"Tetap seperti ini dulu" Bisik Asnee. Dia tahu jika Rayya tidak terlalu suka dengan melihat darah yang begitu banyak..


Syuutttt


prang


prang


Tembakan ke lain arah menghancurkan barang-barang yang ada di aula. Begitu senyap, sepertinya peredam yang di gunakan begitu berkualitas.


Dari balik batu yang tinggi dengan pohon besar di sekeliling nya. Senjata laras panjang itu berdiri dengan gagah nya, peredam yang di gunakan kecil namun berkualitas, skop yang di gunakan pun nampak besar berukuran 8x dari biasanya, untuk itu mangsa terlihat sangat jelas dan jernih.


"Bisa-bisa nya ruangan itu di menyekap tuan dan nona kecil kita!"


Sembari mengunyah permen karet, David dan juga Kenzie masih tengkurap layaknya hewan cekibar yang sering nempel di di pohon.


"Kita nonton dari mana bagus nya?" Kenzie malah semakin antusias dengan adegan action di dalam kerajaan yang ke dua kali nya setelah belasan tahun itu.


"Kak, kau terlalu bersemangat." Geleng David kembali mendekat kan matanya pada senapan itu. "Untung saja kak Lucky tidak ikut!" Seru David bergumam dalam tengkurap nya.


"Apa? Kau mengatakan sesuatu barusan. Dev?" Tanya Kenzie karena telinga nya merasa mendengar David menggerutu.


"Hantu di sebelah mu mungkin, kak!" Ujar David. Kenzie reflek menoleh ke samping kirinya dan mencebik sinis.


"Aku kah hantu nya maksud kau?" Greget Kenzie dengan ujaran David.


"Ssstt ah berisik" Tukas David kembali membidik musuh dengan satu tembakan.


Aaron sudah banyak mengeluarkan darah, dia lengah dari serangan dari belakang. Bian menjadi perisai sekarang dan rekan nya yang lain.


Brakk


Pintu di dobrak paksa. Robert dan Kevin berada di balik pintu itu.


"Bereskan mereka" Titah Robert. Mereka yang bersama dengan Robert pun menangani musuh, sedangkan dirinya dan Kevin membantu Bian dan juga Aaron.

__ADS_1


__ADS_2