
Tatapan penasaran terpatri dari kening Robert dan Kevin, melihat Asnee dari belakang kursi. Mereka berdua saling lempar tatap karena merasa Asnee tidak begitu khawatir dengan kondisi Yaya.
"As, kau tidak menemani Yaya? Dia masih di ruang perawatan loh. As!" Seru Robert menepuk pundak Asnee.
"Kecelakaan dia tidak ada hubungan nya dengan ku! Jadi jangan bertanya maupun sekedar mengingatkan"
Asnee pikir itu bagus, karma yang tidak seberapa itu pantas untuk nya. Melakukan hal menjijikan pasti membuat tubuh nya lemas dan hal itu mungkin sebab dari jatuh nya Yaya dari tangga.
Tidak biasa nya Asnee menjawab dengan sinis, kalau misal nya pertanyaan itu menyinggung dia akan hanya diam saja, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kau aneh. As! Ada apa coba? Kemarin sampai tadi saja kalian masih baik-baik saja, tapi ini kenapa lagi? PMS kau ya, jawaban nya nyelekit terus perasaan!" Helaan nafas Kevin sesekali mengupas cangkang kacang terdengar memang sangat aneh.
"Iya As kau aneh! Sini cerita, mungkin kita bisa bantu. Iya kan Kev?!" Timpal Robert ikut berbicara. Asnee menutup keras buku nya dan meraih handphone di samping.
Apa yang dilakukan Asnee tentu menjadi perhatian utama ke dua teman nya. "Kau akan senang. Bert!" Sembari menoleh pada Robert, Asnee memutar video pada layar handphone nya. Robert dan Kevin langsung turun dari sofa dan menumpu meja saling berhadapan dengan handphone berada di tengah mereka.
Asnee melipat tangan dan menumpu kaki nya, memperhatikan reaksi apa yang akan dia lihat dari kedua teman nya itu.
"Aih aih ini apaan?!" Wajah Robert benar-benar kaget, dia berpaling menatap lurus mata Asnee sehingga menengadah karena Asnee masih duduk di sofa.
Lain lagi dengan Kevin, tangan kanan nya menutup mulut sedangkan tangan kiri nya menutup mata, namun antara telunjuk dan jari tengah memiliki ruang sehingga masih bisa terlihat apa yang tengah di tayangkan dalam video itu.
"As kau memutar berapa kali video ini?" Canda nya, Kevin langsung membalikkan posisi handphone itu dan kembali duduk.
Mereka berdua perlahan menelan salipan nya, kaget pasti, tidak habis pikir juga pasti. Demi apapun, mereka mengenal siapa dua sejoli yang ada di dalam video itu.
"Dia pasti jatuh dari tangga setelah melakukan hal itu dengan Luke! Efek dari itu salah satu nya lemas dan pusing, dia tidak bisa berjalan dengan baik. Apakah setelah kalian tahu ini, masih bertanya kenapa aku tidak menjenguk dia?"
Kevin juga Robert masih kaget, mereka terdiam dengan pikiran masing-masing yang seketika berisik di dalam kepala.
"Mending Glory kalau begini cara nya. As! Nyablak, galak tapi tidak sehina ini!" Robert nyerocos tapi banyak di rem, gagap tidak tapi benar-benar apa yang di lakukan Yaya membuat nya tidak bisa bicara dengan lancar.
Senyum jahat terpatri dari salah satu sudut bibir Asnee.
"Aku akan mencari tahu siapa dia dan apa tujuan nya mendekati ku, tidak mungkin jika dia tidak tahu apa-apa! Ingin bermain dengan ku bukan? Maka mari kita selesaikan dengan cepat"
Deg
Jantung Kevin juga Robert berhenti sejenak, sunggingan senyum Asnee itu sangat mereka kenali. Ini berbahaya, Yaya harus benar-benar berhati-hati.
__ADS_1
"Siapa yang menyangka dia seperti ini? Tidak ada yang tahu! Kau selidiki dengan benar dan berhati-hatilah. As!" Ucap Kevin.
Sedangkan Yaya, masih berbaring dengan balutan perban di kaki dan juga kepala nya. "Dia sama sekali tidak menjenguk? Aissh sial, aku lupa harus menyusun jawaban pertanyaan dari Asnee nanti !" agar nanti di tanya oleh Asnee bisa menjawab dengan lancar.
Teman dekat dari Yaya masih menemani di ruang perawatan, di sana Luke tidak terlihat. UKS sekolah sudah memberi pertolongan pertama pada Yaya dan setelah itu rujuk ke Rumah Sakit Terdekat.
Jam tujuh malam kurang lebih, Asnee dan ke dua teman nya terlihat sudah berada di ambang pintu masuk rumah sakit. Jaket tebal pun membalut tubuh ke tiga pria itu.
Kevin menuju meja petugas dan bertanya ruangan Lukyanova, setelah mendapat informasi mereka pun menuju ke sana.
Hoshh!!
hoshh!!
Hoshh!!
Pintu ruang rawat terbuka sedikit kasar, teman Yaya masuk seperti di kejar hantu. "Yaya, ada Asnee!" Ucap nya menunjuk ke belakang dengan mencondongkan tubuh nya seraya menepuk dada berkali-kali.
"Serius? Mana dia?" Yaya yang masih terbaring pun membenarkan posisi nya.
"Di lu—" Belum juga memberi tahu, Robert sudah masuk lebih dulu.
"As" Wajah pucat Yaya terpatri, bibir nya pun pucat tak berwarna.
Asnee pun mendekat. "Maaf baru sempat menjenguk" Ucap nya, tidak ada sentuhan sama sekali, dingin seperti biasa. Yaya tersenyum mengangguk senang.
Terlihat melegakan, dirinya mengira akan mendapat banyak pertanyaan dari Asnee tapi ketakutan nya lebur seketika. Hanya ada dua kemungkinan diam nya Asnee, tidak peduli atau sudah hilang respect pada nya.
"Lagian heran ya kan! Kau sedang apa di atap, Yaya?! Tidak biasa nya kau pergi ke sana dan biasa nya juga kalau mau pergi ke mana-mana suka minta di antar! Apa karena sekarang Asnee sudah kembali?" Ucapan Robert benar adanya sampai Kevin pun mengangguk.
Sepertinya Yaya sudah terbiasa berbohong, sampai-sampai dari raut wajah nya pun seakan tidak memperlihatkan itu semua.
"Aku mencari Olive, ! Tapi ternyata dia tidak ada di sana dan setelah itu ya aku kembali terus entahlah aku lupa lagi. Sadar-sadar aku sudah ada di sini bersama Olive" Ucap Yaya menjelaskan. Teman nya yang bernama Olive itu sebenarnya memang tidak tahu apa-apa, ya dia mengira kalau Yaya memang mencari nya jadi dia hanya mengangguk membenarkan.
Tiga pemuda itu melempar tatap pada Olive si kacamata tebal, memang sepertinya dia tidak tahu apa-apa.
"Kalian pulang dan istirahat saja, biar aku yang menemani Yaya di sini!"
Tidak berbicara panjang lebar, berbincang pun singkat. Asnee langsung menyuruh mereka kembali ke asrama, tanpa menolak kini di ruang rawat pun hanya ada Asnee juga Yaya.
__ADS_1
"Kau pasti lelah juga, Asnee! Kau kembali saja ke asrama, aku baik-baik saja di sini sendiri!"
Tutur kata Yaya sangat lembut, seperti biasa, seperti pertama kali kenal seakan-akan hanya dia satu-satunya gadis yang sangat perhatian terhadap Asnee. Jika dia menyangka dan percaya diri seperti itu maka pasti akan menjadi bahan tertawaan orang-orang dari keluarga angkat Asnee.
Dari wajah Asnee terpampang mimik seperti biasa, tidak ada kecurigaan. Perlahan jari jemari Asnee menyentuh dahi Yaya sembari duduk di samping nya.
Tangan Yaya menggenggam lengan Asnee dengan senang.
"Aku baik-baik saja, sayang" Suara serak gemulai nya menyakiti gendang telinga Asnee sampai reflek salah satu nya terangkat.
"Memang kau harus baik-baik saja, Lukya"
Euuuubhh!!
Tiba-tiba cekikan dia dapat dari Asnee, Yaya melotot tajam kedua tangan pum hendak melepas cekikan Asnee tapi tidak mampu.
Asnee kembali berdiri dan cekikan semakin keras. Kedua mata bertemu, tatapan dingin Asnee seakan-akan membuat Yaya membeku.
"Eupbbhhhh" Dua kali pukulan mendarat pada lengan Asnee, namum tidak membuat cekikan itu melonggar.
"Kau seharusnya mencari tahu lebih dulu sedang mempermainkan siapa. Lukyanova!"
Tidak perlu menjelaskan, Yaya pun mengerti tapi dia berusaha untuk berpura-pura tidak tahu.
"A—as lep—p—as!" Suara tercekat itu seakan hampir tidak bisa ke luar. Badan Yaya bergetar hebat, seperti orang ketakutan.
Asnee pun melepas cekikan nya, barus saja beberapa detik tapi bekas merah tertinggal pada leher Yaya, memperlihatkan jika cekikan dari Asnee tidak main-main.
Ukhuu
Ukhuu
Ukhuu
"Hikss,,, Hikss sakit" Sekejap, suara tangis Yaya pun terdengar di pendengaran.
Tidak peduli, Asnee pun meninggalkan Yaya sendiri tanpa satu patah kata pun.
"Asshh sial!" Umpatan pun tak terhindarkan dari mulut Yaya saat punggung Asnee sudah tak terlihat lagi. Dia gusar, apakah itu tandanya dia ketahuan? Yaya kembali membaringkan badan nya dan menatap langit-langit dengan tatapan datar.
__ADS_1