The Future King

The Future King
Eps 57


__ADS_3

SWEDIA


Kreaatt !!


Pintu asrama di dorong pelan, langit menunjukkan jika hari pagi masih lama untuk di jemput. Suara tenang seperti semilir angin masuk dari selah tralis jendela yang di biarkan terbuka.


Kevin dan Robert masih terlelap dalam tidur nya sehingga derap langkah Asnee semakin di perlahan agar tak mengganggu.


Kucuran air tidak lama terdengar setelah Asnee masuk ke dalam kamar mandi. Selang waktu lima belas menit pintu kamar mandi pun kembali terbuka dengan Asnee ke luar dari sana.


Sekujur tubuh basah, menampilkan bentuk tubuh yang begitu jelas. Handuk terpasang dari pinggang, setiap buliran air menetes perlahan, percikan air dari rambut pun dia sugar dengan handuk kecil. Begitu segar dan mempesona.


"Kau sudah sampai? Kenapa tidak mengabari kami?" Robert ternyata terbangun, di tangan nya pun menggenggam secangkir teh hangat yang masih penuh.


"Minum lah" Ujar nya menyodorkan gelas itu pada Asnee tanpa menunggu jawaban dari sang lawan bicara.


Asnee membiarkan handuk kecil menutupi rambut nya, menerima teh itu dengan ekspresi yang biasa dia tampillan.


"Tidak ada yang bisa di harapkan dari kalian! Jam segini mana ada yang masih melek? Di telpon berapa kali pun aku rasa tidak akan ada yang merespon nya!" Seru Asnee menyesap aroma teh.


Robert reflek berbalik, sepertinya mencari handphone milik nya sendiri.


"Astaga" Mulut terbuka begitupun kelopak mata yang kian melebar. Robert tersenyum bersalah pada Asnee sesekali mengatupkan kedua telapak tangan nya.


"Sudah lah!" Tukas Asnee.


"Oh ya As, kau harus tahu berita besar! Jangan kaget. Ok!"


Seolah tidak sabar untuk memberitahu Asnee sampai dia tidak memikirkan apakah Asnee lelah, atau tidak.


"Apa?" Sahut Asnee duduk di sofa masih dengan handuk membalut setengah badan nya.


"Woy!"


Robert kaget, ternyata Kevin sudah berada di belakang nya dengan wajah khas bangun tidur. Asnee menengadah, menatap Kevin dengan aura sorot mata yang biasa terlihat.


"Apaan sih, Vin!" Robert kesal sesekali menghembuskan nafas kesal.

__ADS_1


"Besok masih ada waktu! Biarkan dia istirahat dulu lah, kasihan!" Ucap Kevin. "Kau istirahat lah.Vin !" Lanjut Kevin sesekali menguap sehingga air mata dari ujung mata pun ke luar.


"Ok!"


Dengan mudah nya Asnee setuju dan langsung beranjak berdiri tanpa menghiraukan Robert yang matanya terus melihat ke arah nya dengan aneh.


"Eh eh Vin, jangan bilang dia sudah tahu masalah nya!" Ucap Robert ribut.


"Ah entahlah! Kita lihat saja besok!" Ucap Kevin balik badan kembali ke tempat tidur nya dengan terus menguap.


...**...


Keesokan hari nya


Sekolah tinggi itu seperti biasa ramai dengan satu persatu penghuni kelas berdatangan. Ada yang tinggal di asrama ada pula yang datang dari luar, kemungkinan rumah mereka berdekatan dengan sekolah.


"Hai, Asnee!" Glory dan kawan-kawan berlarian dengan tingkah mereka yang khas, nyentrik dan centil, suara pun cempreng sehingga rambut mereka yang cepol dan kuncir kuda terguncang.


"Euuh heran deh, ada aja tingkah mereka setiap hari. Pusing ini kepala!" Robert menggerutu dengan decakan tangan nya sesekali menggelengkan kepala.


Pantauan dari ujung mata tentu saja menyesakkan. Yaya melihat dari kejauhan, mimik wajah nya nampak kecewa saat menangkap keberadaan Asnee. Sepertinya kabar kembalinya Asnee dia tidak tahu untuk itu nafas nya pasrah.


"Eh eh, itu si Lukyanova sangat beruntung sekali ya! Aaaa kalau ada yang mendekati aku seperti itu mah mana bisa aku tolak, iya kan ?!" Glory nyerocos melingkarkan tangan nya pada lengan Asnee.


"Emang nya di tolak, Glo? Ish kalau iya gitu, buat aku saja ya, hahaha!!" Timpal Jessi antusias, memainkan kedua bola mata nya yang binar.


"Dih, Mau nya!" Kelly menoyor kepala Jessi tanpa aba dan tanpa kepalang.


"Yaaak syirik aja, kau!"


Keributan terjadi, memperebutkan pria yang kemarin menggemparkan isi sekolah. Reflek, Asnee mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut, biasanya Yaya sering terlihat menggunakan jalan koridor kelas nya untuk menuju ruang belajar.


...**...


"Asnee"


Dengan berlari kecil, Yaya menghampiri Asnee yang baru saja ke luar dari ruangan Prof Nero.

__ADS_1


Tatapan Asnee tidak dapat di gambarkan sekarang, setelah berita yang dia dapat dari kedua teman nya tadi.


Yaya berdiri, mengatur nafas nya dengan benar. "Bisa bicara sebentar?" Tentu saja tatapan Yaya pun tidak biasa, sedikit ada rasa bersalah juga dari binar mata nya.


Suasana sekolah di belakang memang sudah menjadi tempat yang nyaman untuk mereka, kedua nya nampak terdiam dengan Asnee membelakangi Yaya.


Ya, tentu saja seorang Asnee jika sudah merespon seorang wanita berarti dia ada menaruh hati, jika tidak mana mungkin akan sedekat itu dengan Yaya.


"Kau sehat, As? Sudah lama kita tidak saling komunikasi!"


"Kau juga sulit di hubungi membuat aku frustasi dan khawatir! Setiap kali aku bertanya pada Robert dan Kevin, mereka tidak pernah memberitahu aku"


"Asnee, jika kau ada masalah bicara lah. Eum! Mungkin aku bisa membantu, walaupun sedikit!"


Yaya mengulurkan tangan nya, menggapai lengan Asnee.


"Asnee lihat aku!" Seru Yaya menarik-narik kecil lengan Asnee.


Tatapan Yaya tidak lepas, Asnee pun berbalik dengan tatapan lembut namun dingin terasa, menjalar ke setiap nadi dalam tubuh.


"Kau bisa lihat sendiri!" Ucap Asnee melebarkan kedua tangan nya sesekali menaikkan dua pundak nya seakan tidak ada yang terjadi.


"Lalu kenapa beberapa minggu tidak dapat aku hubungi? Kau baik-baik saja, bukan?!" Timpal Yaya.


"Eum" Angguk Asnee. "Baik" Lanjut nya seraya menepuk pundak Yaya dengan senyum lembut di kedua sudut bibir nya.


"Aku masih ada kelas! Kita lanjut bicara nanti setelah luang" Asnee kembali bicara, tidak memberi kesempatan Yaya untuk menimpali ucapan nya.


"Aku duluan" Ucap Asnee kembali. Yaya hanya terdiam, kebenarannya jantung nya berdetak tidak karuan, dia ingin bicara mengenai masalah nya, tapi sepertinya Asnee sibuk dan nampak lelah.


"Setelah luang? Biasa nya kau selalu meluangkan waktu. As!" Keluh Yaya dalam diam nya setelah kepergian Asnee.


Sekitar satu minggu yang lalu, seorang laki-laki muncul secara tiba-tiba di sekolah dan ternyata dia adalah Mahasiswa pindahan dari Sekolah bergengsi di Inggris.


Namanya Luke, Luke Mattew yang juga ternyata adalah penerus dari seorang Pengusaha makmur di Inggris, ada keturunan bangsawan dari sang ibu.


Entah apa alasan nya tapi sekarang Yaya bersama dengan Luke dan hal itu menggemparkan seluruh sekolah dan asrama, hanya Yaya yang tahu namum sekarang reputasi yang begitu baik seketika lebur di sebagian kalangan, karena ya mungkin Yaya akan di anggap murahan.

__ADS_1


__ADS_2