
Kalung kokoh itu tengah di tatap selidik namun dengan pandangan hangat. Asnee berbaring, menggantung kalung itu di atas wajah nya.
"Sangat-sangat bagus" Ujar nya.
"Siapa yang begitu tega menjual kalung ini di sana ? Kalung ini bahkan seperti memiliki aura agung. Bisakah sekarang aku dikatakan beruntung memiliki kalung ini ?!"
Asnee terus berbicara dengan bayangan nya sendiri sembari mengayun ke kanan dan ke kiri pegangan nya. Dia pun beranjak duduk mencoba memasang kalung itu di leher nya.
"Kau milik ku sekarang" Gumam nya mengklaim, karena dia juga sudah membeli dengan harga yang di berikan.
...**...
Hari-hari telah berlalu dari hari natal, sebagian keluarga sudah pulang. Keluarga dari Jerman dan Makau, mereka sudah pulang lebih dulu karena urusan mendadak yang tak dapat di wakilkan. Untuk itu anak-anak mereka pun terpaksa harus ikut pulang.
Seharusnya libur satu minggu di Irlandia, tapi naas harapan mereka musnah begitu saja, tapi tidak ada yang berkecil hati karena bagaimanapun hal-hal seperti itu sudah biasa bahkan seperti sudah mendarah daging.
Tapi tidak untuk Keluarga Leyka, mereka masih di Irlandia saat ini.
"Kak, kau mau ikut tidak ? Asnee mau pergi ke Taman Nasional bersama Robert dan Kevin. Daripada baca buku terus, kan ?! Matanya butuh istirahat juga loh!"
Pintu kamar Rayya terbuka dan Asnee seperti orang bodoh sekarang, hanya kepala saja yang terlihat oleh Rayya dan badan nya entah di mana.
"Kau seperti tengah mengintip seorang gadis saja, As!"
Rayya menoleh dari tempat duduk nya dengan lembut, senyuman hangat pun terpatri namun tersirat kegelian dari mimik nya.
"Kakak siap-siap dulu"
Lanjut nya perlahan berdiri, Asnee pun senang dan dia kembali menutup pintu kamar Rayya.
Rayya benar-benar sangat lembut tapi tidak jaim ataupun di buat-buat dalam sikap nya. Sangat natural dan anggun.
"Gimana ? Kakak mu mau ikut tidak ?!"
Robert, Kevin dan juga Zevan sudah bersiap di bawah. Leyka bertanya sesekali mengedarkan pandangan nya mencari sosok Rayya.
"Ikut Pa, tenang saja lah kan ada aku ! Dia tidak akan bisa menolak ajakan ku, bukan ?!" Tukas nya begitu percaya diri.
"Elleh-elleh bisa saja kau ini, As ! Mungkin juga kan kalau Putri Rayya bosan, bisa juga memang ingin bermain ke luar, kan ?!" Cebik Robert dengan tingkah konyol nya sehingga kepercayaan diri Asnee runtuh.
"Ya kan Vin ?!" Lanjut nya memainkan kedua alis pada Kevin.
"Ada benar nya juga sih ! Ah aku tidak berpihak pada siapapun, mending tidur dah!!"
Ujar Kevin sembari angkat tangan sesekali melirik wajah Asnee yang kembali datar dan itu membuat Kevin sedikit nyengir kuda.
"Di mana Rayya, sudah siap-siap belum ? Mama ikut jangan ? Tapi mama ada urusan di markas, bolehkah bersama dengan papa mu saja sayang ?"
Nara datang dari arah belakang mereka yang tengah berkumpul di ruang keluarga sembari membenarkan ikatan rambut nya yang lebat
"Zevan ikut kakak ya, Ma! Zevan juga mau main ke Taman Nasional."
"Biarkan saja, sayang ! Toh Zevan baru bertemu juga dengan kakak nya, Rayya juga baru kembali lagi ke sini"
"Shane akan menemani mereka sudah cukup dan kau Leyka, urus saja urusan mu di rumah sakit dan kembali lah dengan cepat jika sudah selesai"
__ADS_1
"Jangan menunda urusan jika hal itu memang penting, si kembar akan mengawal mereka dengan baik jadi esok kalian bisa kembali liburan. Bukan kah itu penawaran yang baik ?!"
"Mommy sudah menyiapkan semua nya sebelum kalian kembali, selesaikan dulu lah ya!!"
Ruby terus berbicara tanpa menatap mereka semua dan sibuk membenarkan mantel nya yang sekarang terlihat badan kecil itu seakan tertelan saking besar nya dan panjang nya kardigan milik nya.
Atensi mereka tersita, jika sang mommy sudah berbicara maka kata-kata itu adalah ultimatum untuk semua nya.
"Lagian siapa juga yang membuat di hari libur natal bekerja, eum ? Bukankah kalian juga yang membuat nya jadi seperti itu ?!". Lanjut nya dan sekarang memainkan bola matanya pada putri dan juga menantu tersayang .
Nara da juga Leyka mesem sedikit memamerkan gigi di depan Ruby.
"Ayo!" Seru Rayya, dia sudah siap dengan pakaian santai nya.
...**...
Kebahagiaan tak terukur, mereka semua terlihat senang bukan main, apalagi Rayya. Wajah nya sumringah, tersenyum lebar seakan beban tak lagi menumpuk di kening nya.
"Kak sinii"
Asnee teriak begitu kencang nya, melambaikan tangan pada Rayya yang tengah asyik mencicipi permen kertas bersama dengan Zevan.
Atensi orang-orang terundang sehingga mereka menoleh bersamaan akan kerasnya teriakan Asnee.
Rayya melayangkan senyum manis, tingkah adik nya menggemaskan, dia melihat Asnee begitu senang bermain wahana yang membuat semua orang.
Kevin dan Robert pun tak kalah menarik perhatian orang-orang karena paras Asia mereka. Anak remaja yang hendak tumbuh dewasa itu seperti anak-anak yang seolah baru menginjakkan kaki mereka di tempat yang banyak wahana menyenangkan.
"Hahahaha kau kenapa, Bert ?!"
"Cemen ah, segitu aja pusing !" Timpal Asnee begitu terlihat geli.
Rayya pun menghampiri dengan mimik wajah bertanya dan geli, tangan nya menggenggam tangan Zevan begitu erat.
"Kak Robert kenapa ?" Tanya Zevan dan tentu suara nya terdengar meledek.
"Aissh diam kalian!!" Robert pun berjongkok, memeluk kedua lutut nya sesekali menekan kepala yang masih pusing.
"Ssst kalian ini, teman sedang kesusahan malah di ledek ! Sudah makan dulu sana, Kak Shane ada di kedai menunggu kalian" Ucap Raya menengahi.
"Kau juga ikut kakak mu,"
Genggaman tangan Rayya terlepas dan pindah mengacak lembut pucuk kepala Zevan.
" Memang nya kakak mau kemana?" Tanya Asnee menyelidik.
"Apalagi kalau nunggu cowok lemah ini dulu, dia masih pusing kasihan.Kan ?!"
Dengan memainkan kedua alis nya, Rayya seakan tengah menggoda.
"Hahahah tuan putri bisa saja" Tukas Kevin dengan tawa nya.
"Tidak tidak, mana bisa aku meninggalkan mu ! Sudah biar Robert kita gandeng ke kedai" Tolak Asnee reflek menarik paksa tangan Robert, sampai sang pemilik tangan terhuyung hampir jatuh.
"Astaga Asnee kau bisa pelan-pelan tidak ? Memang nya kau kira aku ini apa, hah ?!" Robert langsung menyentak kasar tidak terima, dengan keadaan mata tertutup karena dia masih merasa pusing dan mual.
__ADS_1
"Tch, gitu aja merengek ! Payah" Cibir Zevan segera menggandeng kembali Rayya dan menarik nya berjalan menuju Kedai.
...**...
Tidak terasa, awan pun sudah berubah warna. Langit pun sudah menunjukkan jika malam mulai menunjukkan taring nya.
"Kalian sudah pulang lagi ? Mommy kira akan sampai malam!!"
Satu mobil kapasitas sepuluh orang sudah terparkir di depan mansion.
Ruby menyambut kepulangan mereka, Asnee pun memeluk Ruby dengan begitu manja nya
"Bagaimana eum ? Kau senang hari ini ?" Ruby mengelus kepala Asnee dengan lembut di dalam pelukan.
"Sangat-sangat senang, mom !" Seru nya namun suara nya tertelan oleh tenggorokan. Mata Asnee sudah lelah, dia mengantuk dan kedua tangan nya benar-benar tidak lepas dari pinggang Ruby.
"Mom ?" Shane pun mendekat setelah semua penumpang mobil masuk ke dalam rumah termasuk Rayya.
Tatapan Ruby mengatakan jika jangan bertanya apapun sekarang, sesekali bola mata Ruby mengarah pada Asnee.
Shane langsung mengerti, dia dengan cepat masuk ke dalam rumah.
"Asnee ?"
Tubuh Ruby merasa berat, nafas Asnee pun terasa beraturan. Padahal posisi nya mereka sedang berdiri tapi Asnee benar-benar tertidur di pelukan Ruby.
Dagu milik Asnee masih menumpu pada pundak Ruby sehingga jika orang yang melihat nya akan merasa pegal sendiri.
"Huffhh anak ini selalu saja seperti ini ! Sangat tidak awas!" Gumam Ruby sesekali mengusap punggung kekar dan lebar milik Asnee.
"As," Ruby menepuk berulang.
"Iya mom sebentar lagi" Ucap nya malah mengeratkan pelukan.
"Kaki mommy pegal, sayang" Hentakan kaki Ruby terdengar, biar bagaimana pun kaki nya yang sekarang sudah tidak muda lagi dan itu fakta nya.
"Hufthh aku mengantuk"
"Ya kalau ngantuk tidur di kamar, badan mu berat ! Tidak nyadar apa ?!"
Asnee pun melepas pelukan nya
Cup
"Selamat malam nenek cantik"
Secepat kilat, Asnee mengecup pipi Ruby dan ngacir karena menyebut Ruby dengan sebutan nenek.
"Yaaakk" Teriak Ruby kesal.
Sudah lanjut usia, tapi sifatnya masih terselip anak-anak, tapi hanya pada keluarga nya terutama cucu nya.
"Untung cantik" Decak nya sambil berjalan dengan kaki di hentak-hentakkan
...**...
__ADS_1