
Benar apa yang di ucapkan oleh Corner, walaupun dirinya tidak memberitahu kedatangan Asnee pada Nara pasti saja mereka akan tahu secepat kilat. Orang-orang yang di tempatkan di sekitar Asnee bukan lah hanya canda belaka.
"Biarkan saja, tidak perlu memberitahu pada mereka! Lagian, pasti mereka pun sudah tahu walaupun urusan Asnee di serahkan kepada kita"
Eiji dan juga Julian menatap satu sama lain dengan layar monitor terpampang data yang di cari oleh Asnee. "Kau sudah mendapat informasi mengenai gadis itu?" Tanya Julian. Eiji menggeser mouse dan mengklik folder dengan banyak berkas di dalam nya.
"Gadis tapi bukan perawan, Li!" Ucapan Eiji sangat terdengar jelas di pendengaran dan ternyata semua identitas mengenai Lukyanova sudah di kantongi oleh pihak keluarga angkat Asnee saat ini.
Nara dan Leyka masih berada di afrika dengan tugas sebagai relawan di sana, sedangkan Ruby juga yang lain nya tengah mengunjungi teman lama yang tiba-tiba tidak ada kabar beberapa bulan ke belakang.
"Gadis itu sangat menarik hahaha! Demi mencapai tujuan nya bisa melakukan apapun termasuk bermain bersama dengan para pria" Ingin mendengus tapi menggelikan, Julian tidak habis pikir dengan tekad dari putri seorang intelijen itu.
Fakta nya, apa yang Yaya ceritakan mengenai keluarga nya kepada Asnee hanyalah kebohongan. Gadis itu memang asli dari Thailand, kedua orang tua nya pun sama, tapi orang tua yang saat ini dia tinggali bukan lah orang tua kandung.
Lukyanova adalah putri dari suami istri yang berprofesi sebagai intelijen negara dan di tempatkan di dalam kedutaan besar Swedia.
Seorang kakak yang dia ceritakan memang benar adanya, tapi naas kakak perempuan itu bukan meninggal karena kecelakaan, tapi dia meninggal karena di bunuh oleh Yaya di depan orang tua nya langsung.
Mereka adalah salah satu keluarga yang terdapat dalam catatan buku kecil milik ibu kandung nya, membunuh kakak perempuan nya adalah sebuah peringatan untuk orang tua angkat nya jika masih ingin hidup.
Di tambah, Yaya harus melanjutkan hidup nya dan harus bersekolah tinggi agar lebih mudah masuk ke divisi yang bersangkutan dengan profesi kedua orang tua kandung nya. Alasan kuat membunuh kakak perempuan nya adalah sebatas tidak ingin ada saingan, semuanya harus terfokus padanya.
Seiring berjalan nya waktu, Yaya hidup bersama orang tua angkat nya dan memakai marga dari ayah angkat agar tidak ada yang mengincarnya di kemudian hari.
"Oh iya Ji, ibu dan papa mu kapan kembali?" Di sela keseriusan nya, Julian bertanya karena Ibu baru dan juga papa Brayn tidak ada kabar setelah dua hari lalu pulang ke indonesia.
Lirikan tajam Eiji mengurungkan rasa penasaran Julian. "Ah iya, mommy mengatakan jangan ikut campur dengan aktifitas Asnee!" Julian langsung mengalihkan pembahasan
__ADS_1
.
...**...
"Han, saya serahkan Daniza pada mu! Beritahu apa saja yang harus dia lakukan di istana dan apa yang tidak boleh di lakukan"
"Satu lagi, di atas meja ada beberapa berkas! Perlihatkan padanya dan jika dia mengerti maka serahkan pekerjaan itu pada nya"
"Dia akan membantu apa yang tidak sempat kau selesaikan dan Daniza akan berada di bawah pengawasan"
Ahan Erickson, ya dia namanya. Pria muda yang di kirim oleh Lexi untuk mengganti posisi nya di sekitar Rayya.
Beberapa hari berada di samping Rayya ternyata benar apa yang Lexi sampaikan, sifat dan sikap Rayya sangat menarik di mata Ahan.
Perintah dari Rayya tentu sangat-sangat membuat nya aneh, ingin menolak tapi bibir nya tidak mampu. Dia faktanya adalah Pengawas pengganti, bukan bawahan yang seenak nya di suruh ke sana ke mari, bahkan paman Lexi saja memohon-mohon supaya dia mau menerima permintaan untuk pergi ke Istana, namun apa? Tidak di sangka nona Rayya seakan membuatnya bertekuk lutut saat itu juga.
"Tidak, nona! Jika begitu saya permisi" Lagi dan lagi pria itu patuh dan berlalu pergi.
Jika para bawahan nya tahu dengan sikap atasan nya itu, mungkin akan tertawa dan mengejek. Pria misterius dan susah di ajak kompromi apalagi di perintah ini itu tanpa keuntungan yang jelas, akan semakin membuat harga dirinya jatuh jika saat ini dia seperti budak yang sangat mematuhi perintah atasan nya.
"Tidak biasa nya dia lamban begitu!" Rayya mendengus kesal tapi juga aneh.
...**...
Karl memberi informasi lebih lanjut, Asnee pun memerintahkan nya agar menyelidiki lebih lanjut tentang identitas Yaya. Memang ini bukan urusan nya, tapi dia ingin memastikan gadis yang hendak dia jadikan sebagai masa depan nya itu adalah garis baik-baik.
"Asnee" Panggilan dari suara yang sangat enak di dengar, siapa lagi jika bukan milik Yaya.
__ADS_1
Tidak lagi di depan Asrama, Yaya menyambut Asnee dan kedua teman nya di depan gerbang sekolah dengan lambaian tangan yang masih terangkat di udara.
"Seperti biasa, kau memang si paling rajin!"
Sikap Asnee tentu mengagetkan ke dua teman nya, bahkan Yaya sekalipun. Tidak segan menepuk pelan pucuk kepala Yaya sekali, reflek Yaya pun melingkarkan tangan nya pada lengan Asnee.
"Kev, kerasukan apa dia? Tidak biasa nya manis seperti itu dan lagi bukan nya malam tadi dia bertanya padamu mengenai, Yaya?!" Ucap Robert menarik pelan ke belakang agar berjalan tidak sejajar dengan Asnee.
"Mana aku tahu, Bert!" Kevin pun tidak tahu apa yang merasuki Asnee, sepertinya ada rencana yang sudah dia rangkai, tapi tidak mengatakan nya.
...**...
Seharian itu, Yaya terus menempel pada Asnee. Tidak ada kecurigaan dalam sorotan mata nya. Luke sangat kesal dan dia memilih berdiam diri sembari merokok di samping Sekolah yang menjorok ke tepi hutan pinus.
Sedangkan Glory dan kedua teman nya menekuk pandangan mereka, terutama Glory.
Di jam makan siang, setelah selesai dari kantin. Asnee berjalan menuju ruang prof Nero tapi tidak sengaja melihat Yaya tengah di tarik oleh Luke. Rasa penasaran Asnee membuncah dan akhirnya mengikuti mereka.
Asnee baru pertama kali menginjakkan kaki di rooftop sekolah, ternyata di atas sangat luas dan tertata rapi beberapa meja dan kursi seakan di siapkan untuk belajar.
Brugh!!
Suara dorongan terdengar keras pada dinding, dari pintu Asnee berjalan perlahan dan akhirnya melihat Yaya dan Luke tengah menggoda satu sama lain.
Dia pikir Luke melakukan kekerasan fisik, tapi ternyata tidak. Asnee malah melihat dua insan yang tengah berciuman dengan sangat brutal. Suara dari aktifitas itu pun terdengar jelas sampai membuat telinga Asnee panas.
"Menjijikan" Umpat Asnee akhirnya tahu sifat asli Yaya. Tidak ada paksaan dan penolakan dari Yaya, membuat dirinya yakin jika hubungan Luke dan kekasih nya itu sudah sangat jauh.
__ADS_1
Hendak pergi, namun Asnee beberapa menit mengabadikan tontonan di depan nya untuk barang bukti. "Berani sekali bermain di belakang ku!" Penekanan Asnee dalam hati itu semakin membuat nya merasa di permainkan. Jika seperti ini ada nya dia menjadi curiga jika sebenarnya Lukyanova mengetahui siapa dirinya.