
"As mau kemana?"
Tidak biasanya Asnee ke luar dari Asrama malam-malam, Kevin yang baru saja ke luar dari kamar mandi melihat dengan aneh ke arah Asnee yang telah memakai jaket.
"Kev, kau yakin tidak menyembunyikan sesuatu dari ku?" Selidik nya. Kevin pun bingung, dia mencoba mencerna apa yang di maksud oleh Asnee. "Aku rasa ada yang aneh akhir-akhir ini! Kau dan Robert juga tidak biasanya setenang ini"
Kecurigaan Asnee semakin menjadi, di tambah kedua teman nya yang biasanya berisik kalau sudah di kamar, kini hanya diam dan sibuk masing-masing.
"Apa yang kau aneh kan, As!?"
"Kita hanya sedang stres saja, karena banyak tugas yang benar-benar harus selesai! Bukan kah tangga ujian dan kelulusan kita sudah dekat? Aku dan Robert tidak bisa lagi bercanda. As!" Tutur Kevin meluruskan kecurigaan Asnee, tapi sebenarnya dia pun tidak mengerti dengan apa yang hendak ditanyakan dan di curigai oleh teman nya itu.
"Bicara saja, jika itu mengganggumu!" Lanjut Kevin menyandarkan pinggang nya di ujung meja rak buku. "Apakah ini ada kaitan nya sama Yaya?" Kevin kembali menyeru. Asne menoleh seketika.
"Sikap dia aneh. Kev! Tapi entah lah, mungkin hanya perasaan ku saja! Sekarang dia sudah dekat dengan kalian, bahkan sudah tidak canggung berjalan beriringan, apakah kalian tidak merasa aneh?" Tutur Asnee perlahan meresleting jaket nya sampai leher.
"Tidak ada, terpantau akan saja selama kau tidak ada! Dia baik, tidak seperti gadis lain nya dan pengertian juga"
"Mungkin hanya perasaan mu saja. As! Tapi sedikit berbeda saat si Luke itu datang! Kalaupun mereka ada hubungan serius, mungkin Yaya akan mengatakan nya pada kami" Kevin mencoba mengingat-ingat dan perasaan memang Yaya bersikap seperti biasa tapi untuk seminggu terakhir ini berbeda.
"Mungkin!" Jawab Asnee seakan acuh tak acuh. "Aku ke luar dulu" Lanjut Asnee berlalu pergi.
"Mau kemana dia, Kev?" Dengan buku terbuka di tangan nya, Robert mengikuti keberadaan punggung Asnee yang saat ini sudah terahap oleh pintu.
__ADS_1
Kedua bahu Kevin terangkat menandakan dia tidak tahu menahu ke mana Asnee pergi. "Bagaimana tugas akhir mu, selesai belum?" Tanya Kevin. Robert mengangkat lengan nya di udara dan memperagakan jari telunjuk serta ibu jari, memberitahu jika tugas nya tinggal sedikit lagi.
...**...
"Tu—an?" Wajah tuan Corner seketika tegang. Dia memperjelas penglihatan nya, di depan nya ada putra dari Aresha yang datang tiba-tiba.
"Yaak kenapa masih di tahan?" Dengan cepat tuan Corner memerintahkan keamanan untuk melepas Asnee.
Ya, dia adalah tuan Corner orang yang dekat dengan Nara di area Kedutaan Besar Swedia. "Dia putra nona yang mengganti handphone mu!" Ucap Corner pada ketua keamanan. Reflek mereka yang mendengar pun langsung memberi jalan, terutama ketua keamanan.
Mau heran, tapi sepertinya Asnee tidak sempat untuk itu. Mereka pun masuk dengan berjalan beriringan.
"Tuan, apa ada masalah? Saya dengan senang hati membantu anda!" Penuturan nya seakan terdengar sungkan, tapi nyatanya memang seperti itu.
Dengan cepat, Corner memotong perkataan Asnee. "Tidak akan, saya tidak akan memberitahu siapapun" Ucap Corner.
"Oke kalau begitu tolong carikan data tentang mereka!"
Corner menarik handphone Asnee dengan layar yang masih menyala, terlihat di sana sebuah biodata seseorang dengan dua photo terpampang di sebelah kirinya.
"Saya memerlukan data pribadi mereka yang versi lengkap!" Ucap Asnee. Corner sejenak menggapai tatapan Asnee.
Ternyata, Karl mendapatkan informasi mengenai orang yang berkaitan dengan Lukyanova dan sepertinya data itu akan membantu mendapatkan siapa sebenar nya Yaya itu.
__ADS_1
Asnee menghampiri Corner karena kedua orang itu dulunya bekerja di kedutaan besar Swedia, tapi tidak banyak data yang di temukan seakan sengaja di sembunyikan.
Corner pun membawa Asnee ke ruangan tempat penyimpanan berkas penting mengenai keanggotaan di sana. Corner pun samar-samar mengingat nya tapi sepertinya mereka berada di divisi berbeda selama bekerja.
Lama mencari berkas-berkas di rak, akhirnya Corner pun mendapatkan berkas yang mereka cari. Setelah di buka, Corner menyerahkan data itu pada Asnee.
"Intelejen?" Mata memicing, Asnee semakin penasaran dengan berkas itu.
"Pernah dulu ada kasus besar tapi entah siapa orang-orang nya, yang saya tahu mereka mati di tempat dengan kedua senjata api laras panjang di tangan!" Corner manh seperti tidak tahu apapun, gerak-gerik nya pun tidak mencurigakan membuat Asnee tidak lagi bertanya.
"Tidak ada data pribadi nya?" Tanya Asnee.
"Seharusnya ada, tapi ada beberapa orang yang di sembunyikan identitas nya, terutama informasi mengenai keluarga!" Tutur Corner.
Kecurigaan Asnee semakin dalam. Yang dia tahu keluarga Yaya masih ada kecuali kakak nya yang sudah meninggal di usia muda, lalu kenapa Karl menemukan informasi ini.
Corner tidak bertanya kenapa tuan kecilnya menanyakan hal ini, sepertinya tidak pantas untuk nya. Baru pertama kali ini juga dia berhadapan dengan Asnee, membuat jantung nya dagdigdug.
"Terimakasih atas bantuan anda, saya memotret nya saja! Berkas ini bisa di kembalikan pada tempat semula! Sekali lagi terimakasih atas bantuan anda,!" Ucap Asnee dengan sopan.
Di depan kedutaan besar, Corner mengantar kepergian Asnee. Tempat itu masih ramai termasuk keberadaan penjaga yang masih hilir mudik menjaga setiap sudut kedutaan.
Taksi yang mengantar Asnee sepertinya sudah di pesan agar kembali mengantar pulang. "Tidak saya beritahu juga pasti ibumu tahu, tuan!" Gumam Corner kembali membalikkan badan nya menuju lobi.
__ADS_1
"Lukyanova! Tch tch, aku hampir tertipu oleh mu" Gumam Asnee sembari menggulir layar handphone nya, tengah menatap berkas yang tadi di photo. "Siapa kau sebenarnya" Hati Asnee kembali bergumam.