The Future King

The Future King
Eps 62


__ADS_3

Penat dengan tugas akhir yang tidak ada habis nya, Asnee sekarang tengah membiarkan badan nya terendam dalam air hangat di dalam bathtub, kepulan asap tipis pun terlihat ke luar dari air yang tengah dia pakai.


"Lukyanova?" Dalam kehangatan, Asnee tengah dalam rasa penasaran saat ini dengan gadisnya yang bernama Lukyanova itu. Karl pun belum ada informasi atas apa yang dia perintahkan, masih menunggu sampai benar-benar real.


Jam menunjukkan jika aktifitas belajar nya akan segera di mulai, Asnee pun segera bersiap untuk berangkat. Di asrama sudah tidak ada ke dua teman nya, sepertinya mereka sudah berangkat lebih dulu.


drrttt


drttt


drrttt


Handphone Asnee bergetar, menandakan ada pesan masuk. Setelah membaca pesan, Asnee pun beranjak ke luar dari Asrama.


"Asnee"


Panggilan dari Yaya masuk ke dalam pendengaran, tentu aneh menurut Asnee. Semenjak dirinya kembali, Yaya begitu lengket padanya, untuk menunggu dia di depan asrama pun sepertinya sudah tidak canggung lagi.


"Kamu di sini? Di mana kedua teman mu itu, tidak biasanya berkeliaran sendiri!" Tanya Asnee sejenak mengedarkan tatapan nya.


"Uh mereka? Mereka sudah berada di kelas! Tadi Robert dan Kevin memberitahu jika kamu masih di asrama, jadi ya aku berinisiatif menjemput mu" Ujar Yaya dengan senyum polos nya.


"Baiklah, ayo!" Seperti biasa, Asnee tidak banyak bicara namun intonasi nya akan berbeda saat bersama dengan Asnee.


"Ayo" Sahut Yaya sumringah, tidak canggung juga dia merangkul lengan Asnee. Asnee melirik nya dengan senyum.


Sampai di depan kelas Asnee, mereka pun berpisah di sana dengan Kevin juga Robert melambaikan tangan mereka pada Asnee.


"Nanti kita makan siang bersama ya, aku hari ini masak khusu untuk mu. As!" Ucap Yaya perlahan berjalan menjauh.


"Eum!" Sahut Asnee dengan anggukan.


...**...


Brughh!!


"Arrghh" Ringis Yaya, punggungnya membentur dinding kokoh di belakang. Dorongan Luke tidak main-main saat ini.


"Hahaha kau tidak ada takut-takut nya, Lukya"


Yaya mengguncang, mencoba untuk melepas dari cengkraman Luke saat ini.

__ADS_1


"Brengsek" Teriak Yaya. Luke dengan paksaan nya menggigit bibir ranum milik Yaya sampai berdarah. "Ashh sial!" Umpat Yaya.


Sunggingan salah satu sudut bibir Luke terangkat, dia emosi dan marah ketika melihat Lukya terus saja dekat dengan Asnee. Amarah nya memuncak seakan-akan Lukyanova hanyalah milik nya.


"Ini peringatan untuk mu!! Jaga batasan mu, Lukya!" Ucapan Luke sarkas, terdengar tidak main-main tapi sayang nya Lukya pun bisa saja menghancurkan masa depan nya.


"Cihh! Jika bukan karena kesalahan, aku tidak akan mau melakukan nya dengan mu. Luk! Dan satu lagi, dari awal aku dan Asnee sudah menjalin hubungan. Jadi kau tidak perlu repot mengurusi urusan kami! Mengerti?!"


Terdengar menggelikan, Luke hanya tertawa dingin dengan masih mencengkram leher Yaya. "Kesalahan? Kesalahan yang mana yang bisa di nikmati, heum? Kau menikmati nya Lukya, Bahkan terus meminta berkali-kali seperti wanita gila!" Sinis Luke dengan memegang fakta.


"Kau cantik saat itu, Lukya! Aku sangat tergoda! Tidak kah kau mengerti sampai saat ini kenapa aku pindah ke sekolah ini? Hahahah Lukya, kau ini sangat menggoda"


"Tch tch aku rasa akan menyenangkan jika kekasih mu itu mengetahui nya! Bukan begitu?"


Luke terus menekan Yaya sampai dia tersudutkan saat ini, bermain nya belum jauh, tapi dia ingin segala rencana nya lancar. Bukan kah tidak sebanding?


"Diam kau, keparat!" Teriakan Yaya tercekat di tenggorokan agar suaranya tidak menggema.


"Siapa itu?" Namun tetap saja, seseorang mendengar teriakan nya. Luke membekap mulut Yaya seketika dan langsung melepasnya.


Cengkraman dari Luke pun terlepas. Yaya terus memegang leher nya yang sakit, bekas dari jari jemari Luke pun membekas merah di sana.


"Siapa?" Suara perempuan masib terdengar di sekitar, Yaya pun bergegas pergi sebelum ada yang melihat nya.


"Tidak ada siapapun di sini" Ujar Kelly. Jessi yang penakut pun merapat pada Glory.


"Jangan-jangan itu hantu, Glo!" Bulu kuduk Jessi berdiri, dia memang penakut di antara kedua teman nya.


"Yaak, mana ada hantu di siang bolong kaya gini?!" Tukas Glory kasar mendorong Jessi hingga tersandung hampir jatuh.


"Isshh" Sebal nya menghentakkan kaki berkali-kali.


"Ya kamu ada-ada aja, Jes Jes!" Tidak habis pikir dengan kekonyolan Jessi, Kelly hanya membantu menegakkan badan Jessi agar tidak terjatuh.


...**...


"Sakit hati ini melihat kaya beginian. Vin!" Ucap Robert dramatis. Di depan nya, Yaya tengah menyiapkan makan siang untuk Asnee.


"Kalian ini jangan mengacau" Ujar Yaya ternyata tidak hanya untuk Asnee saja menyiapkan makan siang, tapi untuk Robert dan Kevin juga.


Tentu mereka semangat sesekali mengusap perut masing-masing. "Pokonya kami tidak akan mengubur mu sebelum mati. Lukya!" Seru Kevin dengan candaan nya.

__ADS_1


"Yaak, memang nya kau pernah mengubur orang hidup-hidup! Asal saja kalau bicara" Tegur Asnee. Mereka bertiga hanya nyengir saja menanggapi teguran Asnee.


Masih santai melahap makan siang di kantin, teriakan kaum hawa memekik telinga, tentu saja kedua mata akan terundang melihat nya.


Tarikan nafas dari Robert dan Kevin pun terdengar tidak suka, Asnee hanya fokus pada makanan nya.


"Mana bagian ku?" Tanpa di persilahkan, Luke seenaknya duduk di antara Lukya dan Asnee.


"Aku sudah selesai. Kalian habiskan makanan nya!"


"Terimakasih Yaya! Tapi lain kali tidak perlu repot-repot menyiapkan makan siang untuk ku." Beranjak berdiri, tidak lama Asnee pun berlalu pergi menjauh dari meja.


Tatapan Yaya seakan menyambar seperti kilat, namun Luke hanya menaikkan kedua alis nya seraya melahap roti daging di box cemilan Lukya.


Lukya jadi tidak enak hati pada Robert juga Kevin, senyum nya jadi canggung sekarang. "Maaf, acara makan siang kalian terganggu karena kedatangan Luke!" Ucap Yaya.


Robert juga Kevin saling lempar tatap. "Kenapa kau meminta maaf atas nama dia?" Tatap Kevin curiga, dia merasa ada yang aneh. Bukan kah masih hangat dia mengatakan jika tidak ada hubungan apapun dengan Luke? Entahlah!!


Tangan Luke terulur memberitahu."Karena dia wanita ku!" Klaim nya tidak tanggung.


"Luke!" Tekan Yaya.


"Hahaha" Robert juga Kevin malah tertawa canggung, seakan-akan tengah berpura-pura. "Ya sudah kalau begitu kami duluan! Kalian nikmati makan siang nya dan terimakasih!" Pamit Kevin.


"Bert, Kev, tunggu!" Cegah Yaya merasa tersudutkan, namun mereka tetap pergi.


"Kau!" Tunjuk Yaya kasar pada wajah Luke, namun Luke hanya berwajah puas sekarang.


"Sshh apa kurang nya aku coba? Aku kaya, tampan dan berkharisma! Tidak seperti si Asnee itu"


"Pasti keluarga nya tidak sekaya aku ! Lihat saja sikap nya, sangat tidak sopan sekali!" Dengan bibir tipis nya, Luke terus menyombong.


"Aku tidak perlu kekayaan mu itu. Tuan!" Sarkas Yaya berdiri kasar.


"Benarkah? Jangan so suci, sayang!" Luke terus saja memancing amarah Yaya. Menurut dia, Yaya sangat seksi jika sedang marah.


Rangkulan pada pundak Asnee sangat keras sampai sang pemilik pundak hampir tersungkur saking kencang nya.


"As, sepertinya ada yang salah dengan gadis itu!" Seru Kevin.


Asnee menoleh dengan tatapan tak terbaca dan saat itu pula handphone nya kembali berbunyi. "Menyingkir!" Dorong Asnee seraya mengecek siapa yang menghubungi nya.

__ADS_1


Di layar tertera nama 'Karl' di sana.


__ADS_2