The Future King

The Future King
Eps 127


__ADS_3

Eiji merapihkan kembali obat-obatan, ceret, gelas dan piring kecil berisi kue ke atas nampan yang sudah di siapkan dari awal.


Iswara menoleh namun dengan ekspresi seakan dia kelelahan. "Sebenarnya siapa kalian?" Akhirnya Iswara bersuara.


"Maaf, tapi sepertinya saya pernah melihat wajah anda!" Seru Iswara kembali buka suara. Eiji pun kembali menghampiri Iswara setelah meletakan nampan di atas meja.


"Anda lupa? Apa saya harus mendekatkan wajah ini lebih dekat?!" Eiji malah benar-benar mendekatkan wajah nya pada Iswara.


"Apa yang anda lakukan?" Beringsut Iswara dengan cepat menjauh. Dia pun menarik bantal untuk menjadi tameng nya.


"Saya bercanda!" Seru Eiji senang, menarik kembali wajah nya dan berdiri memasukkan kedua tangan.


Ekspresi wajah Iswara menarik di mata Eiji, dia berpikir ini sangat membuat nya penasaran. Jika dilihat nampak gadis berusia 17 tahun tengah di goda pria dewasa yang usia nya hampir kepala tiga.


Iswara kembali menyandarkan punggung nya, membenarkan duduk dengan nafas yang kembali dia rileks an.


"Kapan saya bisa kembali ke rumah? Di sana ibu saya pasti khawatir!" Ucap Iswara terdengar meminta pada Eiji.

__ADS_1


"Hanya satu, kau cukup patuh saja dan itu akan mempercepat kau kembali menemui ibumu!" Seru Eiji. "Sekarang kembalilah istirahat dan kalau butuh sesuatu tinggal panggil saya! Untuk berjalan ke luar pintu tentu saja kau mampu, bukan?!" Tutur Eiji masih memasukkan ke dua tangan nya ke dalam saku.


"Baik terimakasih dan satu lagi, aku panggil anda Paman biar memudahkan memanggil kan?!" Perkataan Iswara seperti lelucon saat ini tapi ekspresi wajah nya tidak memperlihatkan jika dia tengah bercanda.


"Yang benar saja! Panggil dengan nama saja, itu sudah cukup dan saya tekan kan sekali lagi, jangan panggil saya Paman. Ok!" Tekan Eiji, dia malah seperti orang tua jika di sebut paman oleh Iswara.


"Baik" Iswara hanya mengangguk saja, mimik wajah nya masih sama seperti tadi, tidak ada perubahan.


Pintu kamar pun sudah tertutup kembali di mana Eiji baru saja ke luar. Iswara pun dengan cepat beranjak turun dari kasur menuju pintu.


"Sebenarnya nya ini di mana?" Gumam Iswara sambil melihat-lihat ke luar dari lobang kecil yang ada di pintu, dinding dari kaca pun memperlihatkan apapun yang ada di luar, namun gorden tipis berwarna putih melapisi kaca agar tetap aman, untuk itu Iswara tak bisa menyingkap gorden.


"Sayang"


Daniza kaget, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


Paras tampan milik Asnee perlahan mendebarkan jantung, itu seharus nya, namun entah kenapa Daniza seperti biasa saja dalam keadaan apapun.

__ADS_1


"Besok saya akan ke rumah sakit. Berdiam diri saja tidak cukup menyelesaikan masalah! Sebelum pernikahan terjadi, saya hanya ingin semua nya selesai dan itu permintaan!" Daniza melepaskan pelukan Asnee dan sedikit menjauh. Pikiran nya belum membaik dari saat itu.


Pekerjaan Asnee menjadi bertambah, dia ingin mengabaikan tapi seperti nya masalah Daniza akan menjadi titik terang bagi dirinya juga.


Tidak menunggu berlarut, handphone Asnee berdering dan saat di cek ternyata kontak baru yang tertera.


"Maaf Pangeran. Saya mengganggu waktu anda tapi saya telah menemukan informasi yang menyangkut bisnis ilegal itu!" Suara Tuan Esan kembali terdengar di gendang telinga sampai Asnee pun seketika mengenal nya.


Berbincang singkat dan sambungan pun kembali terputus.


"Bersiaplah, kita akan pergi!" Ucap Asnee. Daniza melirik Asnee lumayan tajam, wajah pucat pun perlahan mereda.


"Kau yakin?" Seru Daniza.


Salah satu alis Asnee terangkat tajam. "Ini" Ucap nya menarik benda dari saku. Daniza pun meraih nya.


"Apa ini?" Tanya Daniza seraya memperhatikan benda itu bolak-balik.

__ADS_1


Asnee tidak menanggapi, dia tanpa bicara berlalu pergi.


__ADS_2