The Future King

The Future King
Eps 25


__ADS_3

Alhasil, mereka saling kejar-kejaran sekarang.


"Uaaaaa, yaak pelan-pelan ! Asnee" Robert terus berteriak dengan ketakutan. Kevin lain lagi, dia mengeratkan pegangan nya serta menekan dada nya yang terus bergemuruh.


Keadaan di dalam kabin mobil begitu serius. Leyka dan Zevan terus melihat ke belakang. jalur jalan yang seharusnya searus Asnee terjang.


Tin


tin


tin


Suara klakson saling bertautan, pedal rem pun terdengar bergesekan ngilu.


"Kak kita mampir ke toilet umum dulu ya. Aku mau pipis"


Dalam keadaan genting, tingkah Zevan ada-ada saja sampai Asnee menatap tajam adik kecil nya itu dari kaca spion. Leyka membuang nafas kasar dan malas.


"Pipis di sini saja kalau begitu" Rengut nya.


"Eeee jangan ! Awas saja." Sentak Asnee seskali kedua mata nya mengawasi. Mobil hitam itu tidak ada lagi di belakang mereka, entah Asnee lincah dalam melajukan mobil entah mereka yang lelet.


Sampai di toilet umum, Zevan bergegas ke luar di ikuti oleh Asnee untuk menjaga nya.


Brughh...


Baru juga Asnee ke luar dari kamar mandi, seseorang menarik dan langsung membanting nya begitu saja.


Zevan, dia berada di kamar mandi lain. Asnee, dia tersungkur terdorong menabrak dinding.


"Sialan" Umpat Asnee hendak berdiri namun pria bermasker itu menarik baju nya dan mengunci leher Asnee.


Brakk..


Tenaga nya tentu kuat, Asnee mengangkat tubuh musuh dan membanting nya ke lantai kamar mandi.


Orang-orang yang ada di dalam bergegas ke luar saat perkelahian terdengar.


Slasshh..


Pria itu melayangkan pisau pada Asnee dan memainkan nya agar Asnee takut. Tapi nyatanya salah, salah satu bibir Asnee menyungging tajam.


"Ow, jadi kau mengincar ku ternyata?!." Dengus Asnee dengan ekspresi menantang dan kedua kelopak mata melebar mengejek.


Tentu saja pria itu terpancing emosi.


Slash..


Slash..


Pisau itu terus melayang, menyerang wajah Asnee. Asnee menghindar dengan mudah, otak nya mengingat bagaimana mama nya mengajarkan diri nya dulu.


Tendangan mendadak Asnee mendarat di pipi pria itu dan


Brukk


trang..

__ADS_1


Lawan langsung berdiri kembali namun pisau nya lepas dari genggaman. Saat hendak di ambil, pisau itu di ambil alih oleh Zevan yang ternyata sudah berada di ambang pintu.


"Hai Paman?" Sapa Zevan tengil. Dia masuk, menutup pintu kamar mandi dan mengunci nya.


Asnee pun menyunggingkan sebelah bibir nya dan berdiri di samping adik kecil nya.


"Kecoa kecil ! Heuh hahahaha kau sedang ingin bermain dengan siapa, eum?!"


Mulut Asnee tidak di sangka bisa setajam itu, seolah tidak mencerminkan seorang pangeran dari sebuah kerajaan.


Pasang mata itu menajam. "Diam kau!" Bentak nya.


Duagh


Duagh


Duahh


Dia langsung saja menyerang begitu tidak sabar, layangan tangan dan kaki saling melayang menyerang Asnee, sedangkan Zevan, dia menyandarkan punggung nya di dinding dengan memainkan belati di depan mata nya.


BBrughh..


Musuh terpental berkali-kali.


Kreaakk


.


Asnee menjatuhkan lutut nya dan meraih lengan musuh lalu memelintir berkali-kali sehingga suara tulang terdengar retak dan bergeser.


"Aarrggg.. lepas brengsek!!" Teriak musuh meringis kesakitan.


Duagh


Darah mulai membasahi lantai kamar mandi, musuh tergeletak tak berdaya, nafas nya tersengal sesekali terbatuk serak.


Di depan kaca panjang kamar mandi, Asnee memandang dirinya yang sangat menyeramkan dan itu nampak di cermin.


Kucuran air pun terdengar deras, Asnee mengambil air itu dan membasuh wajah nya dan menyugar rambut nya.


Musuh masih sadar namun sepertinya rasa sakit pada tubuh nya membuat persendian tak dapat di kontrol sampai sulit untuk bangun.


"Tch tch, kasihan sekali" Pisau tajam itu Zevan letakan di wajah musuh dan di mainkan seperti akan menyayat nya.


"Ze, ayo" Ucap Asnee sama sekali tidak lagi melihat musuh dan pergi begitu saja.


Zevan berdiri mengikuti langkah kakak nya dari belakang.


Klek...


Pintu terbuka, saat tubuh Asnee ke luar. Kedua teman nya sudah berada di depan kamar mandi begitupun dengan Leyka.


"Selesai ?." Ucap Leyka menyelidik tajam.


Robert dan Kevin penasaran, mereka masuk ke dalam dan saat mata mereka menangkap seseorang dengan tubuh tergeletak dan darah membasahi lantai membuat bulu kuduk mereka merinding dan mulut kembali menganga seraya kedua kelopak mata membulat penuh.


Asnee, dia nampak memamerkan senyum nya begitupun Zevan

__ADS_1


"Kita pergi, biar nanti ada yang membersihkan sisa nya." Ujar Leyka.


"Tidak pah, tidak perlu ! Teman nya ada di sini, biar dia melihat rekan nya yang sedang sekarat"


Ucapan Asnee penuh maksud dan Zevan pun mengangguk menyetujui dengan gaya nya. Leyka tidak bisa apa-apa, dia hanya akan menurut saja. Jiwa dokter nya kalah dengan sunggingan bibir kedua putra nya.


Keadaan sekitar tidak terlalu ramai, mungkin masih dalam suasana natal untuk itu mereka tak terlalu mempermasalahkan.


Ukhhuu


Oek—oek


Robert dan juga Kevin terkacir ke luar batuk dan muntah-muntah. Kepala mereka sepertinya mendadak pusing dan perut mual akan darah yang kental di dalam.


"As, dia—"


Ludah Kevin pun sampai sulit di telan seakan cairan itu berubah menjadi butiran pasir yang menolak untuk masuk.


.


"K—ka—u, di—a.... "


Robert benar-benar tidak bisa bicara, nafas pun tertelan kembali sampai rongga merasa berat.


"Kenapa ? Dia jatuh dan terbentur wastafel" Ucap Asnee santai, mimik dan nada bohong nya sudah pasti ke tebak.


"Masa?!" Seru Kevin mencoba terus mengatur nafas nya agar cepat normal.


"Ya pikir aja sendiri kak, mana ada terbentur wastafel sampai darah berceceran ke mana-mana"


Timpal Zevan menggeleng aneh pada kedua teman kakak nya itu


"Sudah sudah ayo kita pergi sebelum ada banyak orang!!" Tegur Leyka, kembali ke arah mobil lebih dulu.


Zevan mengikuti sedangkan kaki Robert dan juga Kevin masih tak dapat bergerak. Asnee memperhatikan kedua teman nya bergantian.


"Hahaha kalian kenapa ?"


Mendadak Asnee tertawa. Tawa Asnee bukan sebuah anugrah tapi sebuah musibah untuk saat ini, ternyata Asnee di depan mereka selama ini bukan lah Asnee yang polos.


"Psikopat" Mulut Robert menganga dengan pandangan mata kosong.


"Hahahaha emang iya ! Kalian ke mana saja, eum?!" Asnee terkekeh sambil menepuk-nepuk lengan mereka dan kemudian menarik untuk segera pergi.


Kevin dan juga Robert yang cerewet dan tidak bisa diam, langsung sekejap mulut nya tertutup rapat dan duduk dengan rapih juga tegap.


"Kak, kalian kenapa ?." Pertanyaan Zevan entah sebuah kekhawatiran atau sebuah ledekan, yang pasti mimik dan ekspresi wajah Leyka juga Asnee terlebih Zevan ingin sekali tertawa dengan keras.


Dari sudut area sekitar, benar saja yang di katakan Asnee. Seorang pria bertopi hitam di lengkapi masker untuk menutupi wajah nya turun dari mobil menuju toilet itu.


Klek...


Pintu dia dorong dengan kasar.


"Yaakkk kau ngapain saj— ?."


Belum juga selesai, mulut nya langsung menganga dan reflek membekap mulut nya.

__ADS_1


"Sialan" Umpat nya


__ADS_2