The Future King

The Future King
Eps 32


__ADS_3

"Bagaimana lanjutan nya ?"


Asnee berdiri di depan seseorang yang tengah memberi salam dengan menundukkan pandangan nya. Kedua tangan Asnee setiap di dalam saku celana nya.


Celana higwaist lembut berwarna coklat tua di padukan dengan kaos berkerah membuat tubuh nya terbentuk kokoh. Rambut di rapihkan ke belakang sesekali dia sugar membuat nya lebih tampan dan berkarisma, namun hanya satu kekurangan nya, kening nya selalu mengkeurt seakan beban pikiran masih berserakan di atas nya.


"Kami masih mengawasi semua kebun anggur dan juga tempat pengelolaan anggur, namun masih belum mendapatkan keanehan di sana"


Tatapan Asnee menajam, kulit putih wajah nya perlahan bersemu merah. Bola mata itu menunjukkan ketajaman walaupun sedikit menyipit.


"Tempat Galery Seni milik Ibu Suri pun sudah kami periksa sesuai perintah tuan Putri" Ucap pria itu seraya memberikan rekaman setiap sudut Galery.


Asnee melihat dengan seksama. "Ada yang aneh di tempat ini, Karl" Ucap Asnee mempause layar itu.


Dinding di sana membuat Asnee curiga karena dari warna memang sama namun ada perbedaan sedikit.


"Apa Galery itu hanya asa dua pintu saja. Karl ?" Tanya Asnee seraya melanjutkan rekaman di dalam layar.


"Pintu depan dan belakang, hanya ada dua pintu di Galery" Ucap Karl namun dengan intonasi melambat seakan mengerti apa yang di katakan tuan nya.


"Baiklah, kami akan memeriksa sekali lagi ! Jika begitu saya pamit undur diri" Ucap Karl kembali menundukkan pandangan nya.


"Pelan-pelan saja, Karl ! Aku tidak ingin ada kegaduhan" Tukas Asnee sembari mengembalikan kembali i-Pad itu pada Karl.


"Baik, Pangeran!" Seru nya lalu berjalan mundur dan pergi.


Asnee segera berlalu dari tempat itu, belakang Asrama yang biasa dia kunjungi. Bisa dikatakan di sana seperti taman karena samgat rapih dan banyak bunga tumbuh indah.


...**...


Kelas masih begitu ramai, Kevin dan Robert pun kembali ke kelas masing-masing.


Di ambang pintu, terlihat Yaya berdiri dengan senyum nya.


"Asnee" Panggil nya melambaikan tangan.


Asnee yang tengah merapihkan buku nya reflek menoleh, perlahan senyum di sudut bibirnya pun melebar tipis.


"Kenapa tidak langsung mencari ku, heum ? Apa sekarang kau sudah lupa jika ada aku di sini ?!" Ujar Yaya dengan candaan nya. Binaran matanya sangat nakal seraya menggoda.


"Tch kau ini kenapa ? Padahal tidak bertemu beberapa minggu tapi kau sudah seberani ini, heum ?!" Langkah Asnee terhenti. Seperti biasa tangan kanan nya masuk ke dalam saku dan satu tangan nya lagi memegang modul yang di jam berikut nya akan di pelajari.

__ADS_1


"Aku ? Aku tidak apa-apa, hanya saja aku penasaran dengan malam natal sama tahun baru yang kau lewati. Ayo ayo cerita"


Antusias Yaya membuat Asnee merasa gemas dengan nya.


"Tentu saja ! Ayo ikut aku" Ucap Asnee reflek menepuk pucuk kepala Yaya. Yaya hanya terdiam kaget, kedua tangan nya dia anyam di belakang punggung, seperti perempuan yang tengah di landa malu.


Asnee membalikkan setengah badan nya karena tak mendengar langakah Yaya di belakang nya.


"Sedang apa?" Ekspresi Asnee benar-benar bingung dengan mimik wajah Yaya.


"Uh ?" Respon Yaya benar-benar gugup terlihat. "Oh iya ayo" Ucap nya merespon malu.


Nafas Asnee terdengar di barengi dengan gelengan di kepala nya.


Kedua insan itu hanya terlihat punggung nya saja sekarang, semakin menjauh dan akhirnya tertelan oleh tagga menuju lantai bawah sekolah.


"Ini, minumlah !" Air dingin berwarna kecoklatan di letakan di depan Yaya saat ini.


"Makasih" Ucap Yaya meraih botol itu dan perpahan membuka lalu meminum nya.


"Bagaimana Natal mu kemarin ? Semuanya lancar bukan ?" Asnee duduk di depan Yaya, menggeser bukunya ke samping dan memperhatikan wajah Yaya.


Seperti melihat ada yang berbeda, Asnee merasa Yaya pandai menyembunyikan masalah nya sendiri. Sangat rapih sampai tidak akan ada orang yang melihat nya sama sekali.


"Ssshh kenapa jadi kau yang bertanya ? Seharusnya kau yang bercerita malam Natal mu !"


Selidik Yaya dengan mata nya yang memincing.


"Sangat indah, tidak seperti tahun yang lalu ! Kalau kau ikut pasti akan semakin ramai, Ya!" Tutur Asnee.


"Ah mau bisa saja ! Lain kali juga bisa kan ? Kita atur saja"


"Setelah kita selesai sekolah di sini kau akan di Thailand, begitupula dengan aku. Bukan kah itu mudah ?!" Ucap nya memainkan kedua alis seraga kedua sudut bibir melebar.


"Jangan melihat pria seperti itu, Yaya ! Kau seperti tengah menggoda pria sekarang!" Ujar Asnee menyentil kening Yaya, namun sangat pelan.


"Masa ? Mana ada seperti itu ? Kau sangat berlebihan, tuan!" Seru Yaya menepis tangan Asnee kasar.


Tawa ringan terdengar dari mereka berdua. Asnee merasa nyaman menatap kedua mata Yaya, tapi juga merasa ada ombak yang siap menerjang sesaat.


"Kenapa ?" Tanya Asnee.

__ADS_1


"Kedua teman mu yang tengil itu tumben tidak terlihat ? Biasanya ke mana-mana selalu saja lengket!"


Yaya mengedarkan pandangan nya, menyapu bersih setiap sudut ruang kantin yang masih tidak banyak siswa mengunjungi.


" Sepertinya mereka masih ada kelas !" Ucap Asnee sembari memeriksa handphone nya.


...**...


Langkah kaki Aat dan Aaron semakin cepat, seperti ada masalah yang harus di tangani. Kaki tangan nya mengatakan sesuatu terjadi di Gallery milik Ibu Suri.


Berita pun terdengar beruntun. Gallery tempat pameran milik ibu suri hampir di lahap oleh api.


Decitan rem mobil saling bertautan, dengan cepat Aaron dan juga Aat sampai di area Gallery. Benar saja asap mengepul sangat tebal dan berwarna hitam.


Pemadam kebakaran pun sudah berada di sana untuk mengatasi api.


"Bagaimana ini bisa terjadi ?" Aaron mendekati pegawai gallery yang biasa ada di sana untuk bekerja.


"Maaf Raja, kami benar-benar tidak tahu dari mana asal api itu" Suara salah satu dari mereka gemetar karena takut.


Kejadian nya sangat tiba-tiba membuat mereka riuh menyelamatkan diri.


"Kak" Aat menepuk punggung Aaron. Dia menoleh dan mengikuti tatapan Aat.


"Kenapa istri mu ada di sini ? Bukankah dia pergi menemani Pim ke sekolah ?" Selidik Aaron.


"Entah, aku juga tidak tahu. Ayo kita ke sana," Ucap Aat.


Mereka pun menghampiri ke tempat berdiri istri dari Pangeran Aat, di sana juga ada Pensri-Kakak sepupu dari Aaron juga Aat.


"Salam, Raja" Sapa Pensri. Istri Aat pun ikut menoleh.


"Suamiku kau sudah tiba ? Ini bagaimana nasib Gallery ibu suri, sangat di luar dugaan,"


"Tadi kami tidak sengaja mendengar berita di istana, lalu kami langsung ke sini untuk melihat"


Tutur nya, Pensri pun mengangguk membenarkan ucapan istri dari Aat itu.


Aat tidak bergeming, dia seakan masih mencari kebenaran dalam mata istri nya itu. Sedangkan Aaron, dia sesekali hanya melirik karena sebab dari kebakaran itu masih belum jelas akar nya.


Berita itu pun langsung sampai di telinga Asnee juga Rayya, mereka langsung tak bersuara saat suaea di seberang sana melapor.

__ADS_1


Pegangan mereka begitu erat pada handphone seakan mencekik dan seakan-akan marah dengan berita yang terdengar itu.


"Sial" Umpat mereka bersamaan namun di tempat yang berbeda.


__ADS_2