The Future King

The Future King
Eps 86


__ADS_3

Lexi baru selesai dari tugas nya dan langsung kembali, namun dia yang seharusnya pulang ke Jerman, memilih ke Swedia karena beberapa berita yang dia dengar dari Ruby. Bukan sekedar penasaran, tapi dia yakin jika gadis itu memang keturunan asli dari Raja Keira.


"Sebelum ke sini paman berpapasan dengan Collen di negara S, dia juga mencari berita yang sama dengan apa yang Paman cari. Kau sudah menerima informasi nya?"


Keluarga berkumpul, di sana ada Nara juga yang lain nya termasuk Daniza juga Ahan. Nara mengangguk dalam duduk nya.


"Sudah. Kita semua dari pihak Jerman dan Makau ikut mencari informasi! Berita mengerikan itu perlahan terdengar oleh orang luar, mereka para bandit dan para penyuka uang juga orang-orang yang haus akan keelokan tubuh tidak berpikir panjang sebelum membantai kerajaan makmur itu!"


"Kita kehilangan salah satu orang penting dalam hidup kita, untuk itu setelah ini kita adakan berdoa bersama!"


Sesekali sudut mata mereka mengarah pada Daniza yang masih berdiri di samping kursi bersama dengan Ahan.


"Akan kami persiapkan!" Ucap Kenzie, Lucky yang ada di sana pun ikut membantu.


Drrtt


Drttt


Drtt


Drtt


Handphone Asnee bergetar, dia yang tengah duduk di ruang rawat Kevin segera menerima panggilan nya. Robert baru masuk bergabung, namun dia mendapati Asnee malah melewati nya ke luar.


"Ada apa dengan nya?" Tanya Robert. Kevin hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan tanda tidak tahu.

__ADS_1


Di luar, Asnee berbincang dengan seseorang entah dengan siapa tapi yang pasti itu mengenai orang tua asli Yaya. Asnee mungkin masih penasaran dengan siapa orang tua Yaya.


"Kev, Bert aku duluan ya! Ada urusan di luar. Salam buat ayah kalian ya!" Dari pintu Asnee pamit begitu saja sampai Robert juga Kevin hanya saling lempar pandang.


"As mau kemana?" Tanya Robert dengan suara tinggi nya, namun sayang Asnee sudah lepas dari pandangan.


"Perasaan dia semakin aneh, ya?! Otak anak itu masih normal kan?!" Ujar Kevin.


"Stres... " Dengan teganya Robert mencap Asnee stres.


...**...


"Bagaimana?"


"Menurut informasi, mereka bukan lah Badan Intelejen negara yang berasal dari tempat tinggal anda, melainkan mata-mata handal dari sebuah kerajaan di negara S!" Tutur Tuan Corner seraya memberikan data privat mengenai data sepasang suami istri itu.


Asnee pun memeriksa nya berkas yang di berikan kedua kalinya dari Tuan Corner. "Lalu kenapa mereka di tempatkan di kedutaan? Apa yang sebenarnya mereka cari?" Ucap Asnee.


"Kami dengar, tidak lama dari kematian dua intelijen itu atasan mereka pun di bantai! Kalau tidak salah negara S di pimpin oleh seorang Raja Agung dan Pangeran Agung di bawah nya"


"Kota mereka sekarang telah hancur"


"Kebanyakan motif yang beredar di kalangan pebisnis, rakyat di kota itu masih asli, belum ada migran masuk untuk itu semua keturunan yang ada di sana memiliki bola mata indah dan tidak hanya itu, konon katanya darah mereka bisa menjadi obat dan paling dahsyat nya bisa di minum untuk keawetan tubuh... "


"Dan saya curiga jika intelijen itu mata-mata untuk mendapat informasi mengenai siapa saja yang mengincar kota mereka!"

__ADS_1


Tuan Corner masih menyampaikan informasi, namun dia pun sedikit tidak yakin mengenai kebangsaan dari sepasang suami istri itu. Identitas mereka berasal dari Thailand dan tidak sedikit ikut bergabung ke dalam keamanan di sana.


"Jadi sebetulnya mereka bekerja untuk negara S? Mati di Swedia tepatnya di kedutaan dan Lukya sangat ingin bekerja di Kedutaan, sepertinya itu alasan dia seperti ini! Tapi sepertinya dia tidak mengerti dan tidak paham diapa sebetulnya kedua orang tua nya itu!" Tutur Asnee mengusap-usap dagunya di hadapan Corner yang masih mengingat informasi yang dia dapatkan.


"Sebentar..." Corner hendak bicara tapi Asnee lebih dulu menghentikan nya. Asnee merasa cerita ini tidak masuk di akal. "Kerajaan itu istimewa, kata mu?" Corner terlihat mengangguk.


"Cerita itu bahkan hanya ada di novel-novel, tidak mungkin keberadaan mereka memang ada! Apalagi mengenai DNA yang bisa membuat seseorang tetap awet muda.." Akal Asnee mulai tidak sampai, dia yang bergelut hidup dengan segala logika di berikan informasi yang mustahil membuat nya harus percaya tidak percaya.


"Ini keluarga kerajaan negara S... " Corner hampir lupa, dia pun memberikan selembar potret di mana di dalam nya terlihat seorang raja dan ratu serta seorang putri. Di samping nya duduk seorang Pangeran dan istrinya serta putri mereka.


Wajah pucat namun menyegarkan mata, perangai mereka begitu awet.


"Usia Raja di atas Lady, begitupun dengan keluarga kerajaan yang lain" Tutur Corner membuat Asnee terdiam.


"Tidak hanya itu, kerajaan mereka makmur dengan tanah yang subur serta mata air yang begitu kaya! Semua penghasilan bumi mereka di olah sendiri, untuk itu kerajaan di sana tidak banyak bekerja sama dengan negara lain" Lanjut Corner.


Ketimbang meminta informasi kepada keluarga nya, Asnee lebih leluasa bekerja sama dengan tuan Corner. Dia pikir dia bisa melakukan nya sendiri, tidak mau ada ikut campur keluarga. Sebagai Raja di masa depan, dia akan siap menghadapi rintangan, jadi tidak akan terlalu kaget jika menemui serpihan masalah kecil seperti itu.


"lambang elang adalah simbol mereka, sama seperti kalung yang anda pakai saat ini... "


Asnee langsung menunduk, menggenggam kalung nya yang ke luar dari baju. "Kalung ini?" Seru Asnee. Corner mengangguk.


"Benar tuan, lihatlah!"


Data lengkap, sampai gambar dari kalung pun ada. Kalung itu bisa di pakai untuk ke luar masuk kerajaan dulu, tapi sekarang tidak karena kerajaan yang memiliki simbol itu sudah hancur.

__ADS_1


__ADS_2