The Future King

The Future King
Eps 35


__ADS_3

Ananada berjalan beriringan bersama dengan Ibu suri serta istrinya, menyambut kedatangan Asnee yang sudah lama tidak pulang.


Mobil yang di tumpangi Asnee terparkir nyata di depan pintu istana dan Bian sudah terlebih dahulu turun untuk membuka pintu mobil.


"Silahkan!" Ucap Bian seraya menundukkan pandangan nya.


Asnee pun tidak lupa membalas kesopanan Bian dengan menundukkan pandangan nya juga.


"Asnee"


Suara Ibu Suri pun masuk di telinga, Asnee menoleh tajam, senyum pun terulas lembut dari kedua sudut bibir nya.


"Ibu Suri" Ucap Asnee berjalan cepat mendekat. Pelukan hangat pun tumpah.


"Asnee" Ananada pun memeluk cucu nya dengan segudang rindu, terlihat dari sorot dua bola mata nya. Dia pun memeluk sang nenek nya bergantian.


Hidangan di atas meja panjang tentu sudah terhidang rapih, aroma dari berbagai masakan tercium sangat menggiurkan.


"Ayo kita makan dahulu, kau pasti belum makan. Bukan?!"


Asnee pun duduk sesaat setelah membantu Ibu Suri duduk di tempat nya.


"Ini pasti sangat lezat" Ujar Asnee siap melahap masakan di depan nya.


Hanya Mali-istri Aat yang tidak berada di tempat makan, entah kemana dia, tapi orang-orang di sana pun tidak menanyakan keberadaan Mali dan sibuk akan keberadaan Asnee.


Dua puluh menit berlalu, Asnee duduk di ruang keluarga bersama dengan yang lain nya namun tetap saja ada sedikit kerutan di kening nya.


"Asnee kau pasti lelah, istirahatlah dahulu sebelum papa mu pulang ! Kakek pun ada yang ingin di bicarakan dengan mu" Ucap Ananada menepuk pelan punggung telapak tangan Asnee.


"Jika begitu aku pamit undur diri" Asnee berdiri, membungkukkan setengah badan nya menghadap mereka bertiga dan berlalu pergi dengan nafas teratur.


Ibu Suri, Ananada dan juga Rataporn masih ada di sana menatap kepergian Asnee.


"Tenanglah, semua nya akan kembali baik-baik saja" Ucap Rataporn-nenek Asnee.


...**...


Tring,,,


Notifikasi pesan menyala, Asnee meraih handphone nya kembali setelah mengirim pesan. Mungkin pesan balasan yang masuk.


'Lukyanova'


Nama kontak itu begitu jelas di penglihatan. Mimik wajah Asnee berseri tipis, memancarkan kebahagiaan tersendiri.


Ibu jari pun menggulir layar bening itu.


'Kapan kau akan kembali ke sini ?'


Chat itu tertera di sana. Asnee menggerakkan jari jemari nya dan kembali membalas pesan dari Yaya.


'Tidak tahu, nanti jika sudah usai urusan di sini aku pasti akan kembali ke sana'

__ADS_1


'Pendidikan ku belum selesai, jadi pasti akan kembali'


'Oh iya, jika kau ada apa-apa cari saja Robert dan Kevin, dia sebenarnya bisa di andalkan!'


Asnee membalas dengan cepat, tidak seperti biasa nya. Setelah bertemu dengan Yaya, Asnee sedikit berbeda dan tentu jika sudah seperti itu maka tidak mungkin jika tidak memiliki perasaan.


'Baiklah jangan lama-lama di sana nya, jangan biarkan aku menunggu ok!!'


Balasan dari Yaya membuat senyum Asnee semakin melebar, dia hanya menatap nya tanpa membalas cepat.


'Baiklah'


Hanya satu kata itu yang dia kirim, membuat Yaya di sana hanya cemberut dan memaksakan senyum nya saat ini.


"Dasar batu" Umpat nya mematikan daya handphone dan dia memilih tidur.


...**...


Istana bagian Timur adalah tempat Asnee istirahat, di sana sudah di khususkan untuk menjadi tempat tinggal Asnee kelak dan bagian Istana bagian Utara milik Rayya yang juga sudah di siapkan untuk di tinggali.


"Pangeran"


Karl-Tangan kanan Asnee pun datang menyapa.


"Bagaimana? Apa sesuai dengan dugaan?" Ucap Asnee membalikkan badan nya sehingga tegap lurus berhadapan dengan Karl.


"Apa yang anda curigai memang benar, pangeran!"


"Setelah kebakaran terjadi, seluruh sudut di jaga ketat. Tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas sehingga kami sedikit sulit mencari bukti konkrit!!."


"Lalu apa yang kau lakukan sebelum pergi ? Kau langsung menuju dinding yang aku curigai atau tidak sebelum itu?" Tukas Asnee.


"Tidak, pangeran! Di dalam Gallery masih ramai, saya dan bawahan hanya memperhatikan dahulu dan berniat kembali setelah orang-orang di Gallery pergi"


Karl menjelaskan dan Asnee mendengarkan dengan seksama.


"Baiklah besok kita ke sana!" Seru Asnee kembali membelakangi Karl


"Istirahatlah!" Asnee menepuk pundak Karl dan berlalu pergi, masuk ke dalam kamar nya untuk benar-benar istirahat.


"Baik" Karl menegakkan badan nya dengan tatapan terimakasih pada punggung Asnee, walaupun tidak ada senyum tapi kedua bola mata Karl berbicara.


...**...


Beberapa jam berlalu, Asnee berjalan ke arah ruang kerja Ananada-sang kakek.


"Masuk"


Suara dari dalam pun terdengar menyahut saat Asnee mengetuk pintu untuk yang ke tiga kalinya.


"Selamat malam kek" Sapa Asnee memberi salam sopan dengan mengatupkan kedua tangan nya dan menundukkan pandangan.


"Duduk sini" Ucap Ananada. Dia berdiri dan pindah tempat ke arah sopa tempat berbincang. Asnee pun ikut duduk di atas sofa tunggal berhadapan dengan sang kakek.

__ADS_1


"Kepulangan ini merasa janggal, apa masih berkaitan dengan masalah baru-baru ini. Kek?!"


Tentu saja, Asnee sangat tidak bisa basa-basi, dia sudah seperti keluarga mafianya di sana.


Ananada mengatur nafas, menepuk kedua paha nya sendiri seakan terkesiap dengan kepekaan Asnee.


"Bisnis hanyalah bisnis, biar Papa mu dan juga Paman mu yang mengurus sampai selesai. As!" Tutur Ananada, dia begitu peduli terhadap Asnee untuk itu perkara apapun yang mendekati cucu nya akan sangat membuat nya khawatir.


Asnee menelisik tatapan dari sang kakek. "Masalah itu tidak sederhana kek ! Aku merasa banyak sekali konspirasi di dalam nya"


"Untuk itu aku akan terlibat dalam hal ini"


Ananada menatap Asnee, dia awal nya berpikir jika cucu nya itu orang bebas dan tidak terlalu memperdulikan urusan kerajaan.


"Kau yakin?" Ujar Ananda.


Asnee menyematkan senyum nya. "Sangat yakin, kek!" Yakin Asnee.


"Furniture, pasokan anggur semua nya dari istana. Kedua bisnis itu tidak dijalankan oleh perusahaan yang notabenenya bergerak di bidang real estate ! Cabang di kota lain pun tidak menjalankan bisnis itu membuat pekerjaan menjadi berlipat dan Papa juga Paman tidak akan bisa fokus dalam kerja nya"


"Untuk itu Asnee membuat keputusan mengambil alih masalah ini! Bukan kah nanti juga akan seperti itu ? Asnee hanya akan belajar dan mengambil sisi positif nya, setelah urusan selesai, Asnee akan kembali ke asrama"


Tutur kata Asnee tak elak menjadi perhatian Ananda-Sang kakek, pemikiran nya melampaui kritis membuat daya otak kembali berputar karena sikap Asnee sangat jauh dengan papa nya dulu saat muda.


"Kakek bangga padamu" Ucap nya reflek. Asnee menatap kakek nya.


"Tidak dulu, kek ! Tahan rasa bangga mu itu dulu sebelum aku benar-benar menyelesaikan masalah dengan baik. Aku ingin hasil yang maksimal"


"Dan sebagai penerus di masa depan, bukankah aku harus memberi contoh yang baik ?"


Ujar Asnee membuat Ananada semakin terkaget, bagaimana bisa sosok lain dalam diri Asnee muncul bersamaan. Perkataan nya terdengar mendominasi dan kasar namun juga tekad nya begitu mencolok dan kental.


"Uuh ?" Ucap Ananada terheran.


Prok


prok


prok


Tepukan tangan berulang dari arah pintu.


Derapan langkah kaki pun terdengar berulang dan tajam.


"Hahaha sepertinya putra mu ini tidak sabar untuk menggantikan mu, kak!" Heboh Aat tanpa aturan kerajaan, mereka seperti Paman dan Ponakan normal.


Aaron hanya berjalan tenang dengan beberapakali menyunggingkan senyum nya.


Asnee juga Ananada menatap lurus akan keberadaan mereka berdua yang tanpa permisi masuk begitu saja.


"Tidak baik menguping pembicaraan, paman!" Telak nya. Aat langsung terdiam kikuk sekarang.


"Sudah sudah, kalian duduk lah!" Dengan kode tangan, Ananada menyuruh kedua putra nya duduk bersama.

__ADS_1


...***...


__ADS_2