The Future King

The Future King
Eps 79


__ADS_3

"Ma!" Asnee kembali bangun, dia lelah, cairan di tubuh nya pun menurun. Nara duduk di sofa yang terlihat ada ruang sedikit.


"Tidak, tidak perlu kembali ke rumah sakit! Asnee akan aku rawat sendiri! Ayah nya akan datang malam ini bersama dengan kedua orang tua gadis itu!"


Asnee duduk, dia memeluk perut Nara dengan manja. Tapi ucapan Nara barusan kembali melempar batu ke dalam jantung orang-orang di sana.


Orang tua angkat Yaya ada di Thailand, bisa-bisa nya Nara dengan singkat mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi?


Tidak perlu di perintah dan di ingatkan, dokter Fian yang sudah lama bekerja dengan Nara langsung mempersiapkan keperluan perawatan, dia pula menyiapkan ruang rawat untuk putra sulung dari tuan nya.


"Ma, maaf!" Dengan jarum infus kembali tertancap, Asnee menggenggam tangan Nara.


"Tidak apa sayang! Mama yang berlebihan. Mama tidak tahu kalau kau begitu mencintai nya!" Ucap Nara dengan senyum hangat membalas genggaman tangan Asnee.


"Tapi rasa kecewa ku juga tidak kalah besar nya. Ma! Aku tidak bisa lanjut mencintai nya. Itu pilihan yang harus di putuskan!" Tutur Asnee. Nara kembali memeluk nya kembali.


"Tidak apa! Lebih baik tahu dari awal nya.Kan?! Mama juga sudah bilang dari awal, mama tidak akan ikut campur masalah percintaan mu, tapi jika sudah menyangkut nyawa, mama tidak akan pandang bulu!" Tutur Nara.


"Aku mengerti, Ma! Maaf, mama pasti sakit hati kan? Aku tadi membentak mama!"


Jari jemari Asnee menaut, mengusap manja tangan Nara. "Ma! Asnee salah" Mata nya berkaca-kaca. Nara menatap haru putra sulung nya.


Nara pum mengelus lembut dahi Asnee. "Sini mama peluk!" Nara sedikit berdiri dan langsung memeluk Asnee di tengah posisi berbaring nya.


"Tidur lah! Mama akan menemani mu di sini" Ucap nya seraya naik ke atas kasur dan membenamkan kepala putra nya itu di dada, memeluk hangat dan sayang.


"Maaf" Ucapan maaf masih terdengar.


"Mama mengerti! Sekarang pejamkan mata mu dan besok saat kau bangun, ayah mu akan sampai. Dia pasti senang jika kau sudah baikan, sayang!" Seru Nara. Isak terdengar pelan, nafas pum terasa panas. Nara pun menepuk-nepuk kepala Asnee.


......................


Enam keluarga bangsawan tengah gempar, undangan kesiswaan dari sekolah dan gempar turun nya nilai saham di perusahaan mereka. Bocor nya data investasi dan data perusahaan. Gencar nya rahasia-rahasia kelam yang beberapa keluarga bangsawan itu kubur, namun tiba-tiba meledak seperti bom waktu.


Kegaduhan masih belum mereda, media-media berlomba mengangkat berita. Dalam satu jam, berita enam keluarga itu langsung tranding, ternyata oh ternyata mereka semua memang keluarga bangsawan elit di negara mereka masing-masing.

__ADS_1


Keesokan hari nya, keadaan di sekolah masih biasa, pihak sekolah pun tengah menunggu kedatangan orang tua wali dari anak-anak didik mereka.


Sekitar jam tiga sore waktu Swedia, terlihat di ruang kesiswaan sudah berkumpul kedua orang tua dari masing-masing murid yang bermasalah.


"Ada apa ini, nak?!"


Luke dan yang lain nya hanya menjawab tidak tahu, mereka semua menunduk di kursi masing-masing tanpa berbicara lebih banyak.


Pak Ferdinan, staf kesiswaan dan juga pak Direktur utama sekolah pun masuk ke dalam ruangan.


"Sebelum nya terimakasih telah memenuhi undangan kami—"


Pak Direktur masih bertutur kata sampai di mana pak Ferdinan mengoperasikan infokus di hadapan mereka. Mereka semakin penasaran, sesekali menoleh pada anak-anak yang masih menunduk.


"Kami mendapatkan informasi mengenai berita ini dan kesiswaan membenarkan jika dugaan ini adalah fakta, di tambah bukti akurat yang telah kami terima, malam tadi!"


"Tuan dan Nyonya. Kami sangat-sangat menghormati kalian semua karena telah berkontribusi untuk sekolah ini! Untuk kurun waktu tiga tahun penuh ini, kami merasa bangga terhadap anak didik kami terutama putra-putra, tuan dan nyonya!"


Pak direktur masih berbasa-basi, ini pertama kalinya kasus ini terjadi membuat nya harus menahan amarah dan rasa malu.


Semua orang yang ada di dalam terpaku kaget, kelopak mata melebar dan membulat penuh.


"Apa?" Teriak mereka tidak terima.


"Tidak bisa! Memang nya apa yang di lakukan putra kami, sampai harus di keluarkan segala? Paling-paling merokok, itu pun masih bisa di bayar denda!"


Seakan terwakili oleh orang tua Luke, orang tua yang lain mengangguk setuju.


"Sayang nya lebih dari itu! Silahkan untuk melihat apa yang kami miliki saat ini" Pak Direktur mengarahkan mereka untuk menghadap ke infokus.


Tayang seorang siswa yang tengah bertransaksi dengan siswa yang lain, ternyata mereka pengedar dan beberapa siswa, mungkin bukan beberapa lagi, tapi banyak siswa yang membeli obat-obatan itu daei Luke juga teman-teman nya.


"Tidak, ini pasti rekayasa!" Ibu dari Luke tidak terima dengan tayangan itu. Luke pun mendapat tatapan tajam dari ayah nya.


"Luke katakan jika itu bukan kamu!" Ucap Ayah Luke menahan amarah.

__ADS_1


"Bukan Pa, itu bukan aku!" Sangkal Luke meyakinkan. "Aku tidak pernah menyentuh sekalipun barang haram itu!" Luke terus menyangkal nya, wajah takut terpatri jelas dari wajah serta sorot mata yang marah.


"Lalu siapa yang ada di sana? Terlihat jelas jika itu bukan rekayasa!" Pak Ferdinan menimpali. "Kami pun sudah mengamankan siswa yang memakai barang itu dan akan segera di hukum!"


Pak Ferdinan pun angkat bicara. "Bisa kalian jelaskan pada kami? Jika yang di sana bukan kalian, maka pasti nya kalian punya bukti kuat juga!"


"Tapi sayang, semua data yang kami miliki dan data orang-orang yang bertransaksi pun kami memiliki nya!"


Luke langsung bertekuk lutut di hadapan ayah nya, terus menyangkal tapi juga seruan maaf masih melayang.


"Papa bagaimana ini? Mama tidak ingin putra kita dalam masalah! Sekolah nya hampir selesai. Masa depan nya pasti akan hancur!" Mama Luke malah menangis.


Mereka pun bukan orang bodoh, orang-orang dalam tayangan itu adalah asli, semua nya asli tapi mereka masih bersikeras menyangkal.


"Mama"


Bagaimanapun, Luke nakal tapi tetap saja manja pada mama nya. Dia bisa melakukan apapun dan mama nya akan mendukung. Sekalipun kesalahan nya besar, sang mama akan membela nya.


"Pak, kami mohon untuk mempertahan kan mereka hanya sekali ini saja! Kelulusan mereka tinggal beberapa minggu lagi."


"Lagi pula selama pihak sekolah bungkam, tidak akan ada gosip apapun di luar dan putra kami bisa kami jamin tidak akan berulah sampai kelulusan!"


Ayah Luke bernegosiasi, perkataan dari orang tua yang lain pun berusaha bernegosiasi. Jika anak-anak mereka di keluarkan secara tidak hormat maka masa depan nya akan hancur.


"Segala kebutuhan sekolah dan dana kami semua siap membantu. Asalkan posisi putra kami aman!" Seru ayah Luke, diangguki oleh semua orang setuju.


"Kami menolak!" Sikap pak Direktur sangat mantap dan tegas, mengingat orang-orang yang berada di belakang Asnee. Pak Ferdinan tidak ada habis nya membahas Asnee dan Tuan Corner yang saat itu menelpon Ferdinan ternyata pak Direktur pun mengetahui nya.


Siapa yang tidak tahu tuan Corner di Swedia, semua nya tahu pejabat penting itu.


"Kasus mereka bukan hanya mengedarkan Narkoba tapi juga terlibat perencanaan pembunuhan terhadap siswa kami yang lain!"


"Sekarang mereka bertiga di rawat di rumah sakit kota dan pihak Asrama dan sekolah sudah menyelidiki masalah itu! Kami mendapati bukti yang akan membuat anda semua paham!"


Semua bukti di tunjukkan, termasuk sosok Lukyanova. Luke kembali tersudutkan karena dia adalah satu-satu nya pria yang sangat berhubungan dekat dengan Yaya.

__ADS_1


__ADS_2