The Future King

The Future King
Eps 109


__ADS_3

Ulang Tahun Pangeran Asnee kali ini di gelar di aula istana saja, tidak akan terlalu meriah sesuai permintaan. Orang-orang penting saja yang datang dan beberapa kolega juga sanak sodara yang dekat saja.


Media pun hanya beberapa yang di perbolehkan masuk, tanpa terkecuali.


Persiapan pun sudah di mulai sejak pagi tadi, istana pun ramai oleh petugas dan pelayan. Binar bahagia terpancar dari anggota keluarga kerajaan, mereka nampak semangat dengan perayaan kali ini.


"Aat untuk undangan yang penting, kau bisa mengatur nya sampai acara di mulai. Bukan?!" Aaron pun tengah sibuk dengan bagian nya. Mereka berseliweran di area aula begitupun Aat yang sepertinya juga sibuk dengan tugas nya.


"Bisa, kak! Kalau begitu aku ke luar dulu sebentar, ada beberapa urusan.


Semua penghuni istana sibuk begitupun dengan Rayya sekarang, dia nampak tengah mempersiapkan baju-baju yang akan di pakai anggota kerajaan nanti.


Lain lagi dengan Asnee, dia memilih pergi bersama dengan kedua teman nya.


"Yo!! Harus nya kau senang lusa akan ada perayaan Ulang Tahun mu. As!" Robert merangkul pundak Asnee.


Seperti biasa, mereka berada di taman luas dengan beberapa pohon menjulang tinggi dan di lengkapi pagar yang terbentang sepanjang pinggir tanah.


Kevin hanya menggelengkan kepala dengan tenang sesekali menghirup udara segar di sekitar.


"Sekalian menikah harus nya. As!" Lanjut Robert dengan cengiran khas nya. Asnee menoleh sejenak dan Kevin pun dia terundang untuk menoleh pada Robert.


"Weiss santai santai" Robert malah cengengesan melihat ekspresi dari kedua teman nya.


"Ngga perlu di jawab. Bukan begitu Vin!" Seru Asnee membalikkan badan nya. Kevin mengangguk mengacungkan ibu jarinya mengerti apa maksud dari perkataan Robert.


"Dih, hey hey apa yang kalian pikirkan?!" Tepis Robert akan pikiran mereka.


"Kita tahu lah kau ini menyukai Jane dari kecil, Bert!" Kevin melempar batu krikil kecil ke arah Robert.


"Wish, the best lah kalian. Uuu sayang kalian berdua!" Tingkah Robert menggelikan sampai Asnee dan Kevin seketika menjauh ke arah berlawanan.


Robert bahagia sendiri, dia terus melebarkan kedua sudut bibir nya sesekali gigi rapih nya terekspos.


Asnee dan Kevin berjalan berdua tanpa suara dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Kau juga menyukai Daniza, bukan Kev?" Celetuk Asnee, dia tahu dari sikap kevin pada Daniza, dia tahu tatapan tertarik dari mata Kevin.

__ADS_1


Kevin memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku, dia nampak malu dan canggung namun terasa pahit dan teriris.


Asnee melirik dengan ujung sudut mata nya.


"Aku akui dia gadis menarik dari sekian gadis yang selama ini aku temui dan gadis yang mendekati. Dia nampak berbeda saja!" Ucap nya sembari kaki masih melangkah sesekali menoleh pada Asnee yang menatap lurus tanpa ekspresi seperti biasa.


"As kau serius pada nya?"


Ucapan Kevin seketika menghentikan langkah Asnee begitu saja. Asnee pun menoleh. "Masih tidak percaya?" Ujar Asnee memiringkan sedikit kepala nya.


"Aku masih bersedia menerima nya saat nanti kau membuang nya!"


Jlebb


ratusan panah tak terlihat menancap di jantung Asnee, dia tidak mengira jika Kevin akan mengatakan hal itu.


"Kita lihat saja nanti. Kev!"


Itulah yang Kevin tidak terlalu percaya pada Asnee, mungkin Kevin sendiri mengenal Asnee sudah lebih dalam dari yang lain nya.


"As" Kevin menahan tangan Asnee.


Asnee menepis pelan dan menatap Kevin penuh. "Kau terlalu berlebihan, Kev!" Ujar Asnee berlalu pergi.


Hufff


Hembusan nafas yang semua orang pun akan tahu jika Kevin merasa di abaikan dan juga tidak bisa lagi mengingatkan teman nya itu.


...**...


Baju khusus yang sudah di sediakan nampak gagah dan indah, warna merah dan hitam menjadi paduan yang megah untuk seorang Pangeran.


pintu ruang ganti terbuka. Asnee yang tengah membenarkan kerah baju nya terdiam, menatap lurus dari kaca.


"Tuan kecil nya mama" Dari ambang pintu, Nara berdiri dengan gaun merah membalut tubuh indah nya, lekuk tubuh begitu sempurna, senyum nya pun tak luntur oleh usia, masih sama seperti saat pertama kali bertemu.


Semua Pelayan menunduk, memberi salam dengan sopan begitupun pelayan pria yang ada di sana sampai-sampai Karl yang berdiri di sudut ruangan dengan jas hitam nya menunduk tanpa berani mencuri pandang.

__ADS_1


Tatapan Asnee mendingin, dia dengan cepat meraih jas yang tergantung di atas stand.


"Kau lebih cocok pakai Cardigan formal saja, Mam!"


Nara mengulas senyum lembut saat Asnee pasti saja mengomentari pakaian nya secara tidak langsung sembari memakaikan Jas di bahu nya.


"Astaga Asnee kau pikir ini sedang berbisnis? Ya kalau pria-pria cocok dengan Jas, sebagai pasangan nya tentu harus pakai gaun indah biar tidak memalukan. Buka?!" Ucap Nara.


Asnee hanya memeluk mama Nara dengan lekat dan baru sadar jika di luar pintu papa Leyka nyengir dan mengatupkan kedua tangan nya tanda jika dia tidak bisa melarang keinginan sang istri memakai pakaian sexy seperti itu.


"Ayo, semua nya sudah menunggu" Ucap Nara.


Dari halaman istana sudah ramai para tamu undangan begitupun para reporter dan juga beberapa Raja dari negara tetangga.


Semua nya di sambut dengan sentuhan adat Kerajaan Yodrak, namun sentuhan modern pun ada di sana, tercampur aduk.


Ucapan selamat ulang tahun terucap dari semua kalangan, dari semua mulut yang datang. Kemerlip cahaya kamera silih bersahutan, senyuman Asnee tidak luntur di antara keluarga kerajaan.


Kue ulangtahun tidak semegah orang-orang kaya di luar sana, ukuran kue ulangtahun kali ini bisa di bilang kecil berwarna coklat san berbentuk bulat dengan hiasan Cherry juga coklat batang di setiap sisi nya.


Tidak sedikit orang heran dengan perayaan seorang Pangeran kali ini, sederhana namun nampak mewah, mereka tidak sadar pula apa yang membuat acara ulang tahun seorang Pangeran ini nampak mewah.


Perbincangan antara kolega dan beberapa aliansi yang ada di san tak dapat di hindari, Asnee ikut bersama ayah nya mengenalkan diri dengan segenap kebahagiaan di permukaan wajah.


"Akhirnya sampai juga" Ucap Agatha langsung membuka pintu mobil di ikuti oleh Lio yang kemanapun kini memakai tongkat gold nya.


Nampak terlihat seperti sugar daddy saat di sandingkan dengan Agatha, mungkin karena dandanan dari kedua nya yang nampak terkesan mewah saay ini.


"Astaga Mam, bagaimana bisa kau mengemudikan mobil secepat itu"


Gesekan ban dan aspal begitu mengilukan sampai penjaga di depan kaget dengan kedatangan dua mobil.


Nancy berteriak melengking, dia menghentakkan kaki nya kesal. Clare yang satu mobil dengan Nancy sudah siap dari awal menutup telinga nya.


"Yak yak yak jangan teriak-teriak. Ayo cepat masuk kita sudah terlambat!" Tidak sambil menoleh, Agata menggandeng tangan Lio menuju ke dalam.


"Oh ayolah Nan, yang penting mereka selamat" Tepuk Clare pada pundak Nancy setelah merapihkan gaun nya.

__ADS_1


Sudah tidak aneh, keluarga mafia itu tidak ribet hanya dengan memakai gaun ketat, urusan mengemudi sudah skill mereka. Jangan salah, Agatha pun lembut-lembut tapi badas jika sudah mengemudi apalagi buru-buru.


"Nenek lampir" Hardik Nancy dengan gumaman nya.


__ADS_2