
Tidak ada masalah, proses belajar sangat lancar seperti biasa namun entah kenapa Asnee terlihat gelisah dan tertekan.
"Tolong jaga mereka selagi saya masih di sini! Karl, pantau setiap gerak-gerik orang istana"
"Dan satu lagi, komplotan dari Mali dan Jeno masih aktif di luar! Mereka pasti masih merencanakan pemberontakan terhadap kerajaan"
Keringat tipis dingin terasa di seluruh badan terutama kening dan tengkuk leher, Asnee sesekali mengusap nya seraya mengatur hembusan nafas.
"Woy"
Teriak Robert merangkul kasar leher Asnee sehingga dia sedikit tersungkur.
Asnee pun kembali menyimpan handphone nya di saku, keadaan balkon sekolah itu nampak memperlihatkan pemandangan lahan hijau di depan seakan tidak ada ujung nya.
"Informasi dari ayah ku sangat mengejutkan! Kau baik-baik saja, bukan?"
"Sshh pasti baik-baik saja lah, ya! Masa calon raja kalah sebelum perang? Kan tidak mungkin!" Ujar Robert dengan ledekan nya sesekali melirik Kevin yang juga tertawa menyender pada dinding.
"Diam kalian!" Skak Asnee menepis kasar tangan Robert.
"Whoooo hahaha sepertinya bukan masalah itu. Vin!" Goda Robert menyenggol dada Kevin dengan sikut nya.
"Begini-begini, mending kau bicara dengan gadis itu! Untuk hasil nya, mau itu benar atau tidak ya yang penting kan sudah jelas! Jangan diam As, kau tahu menyesali urusan yang seperti ini akan sangat sulit mengatasi nya?!"
"Tuh contoh nya si Robert!" Ujar Kevin melipat kedua tangan nya dengan salah satu bahu masih menyender.
"Beuuh sakit, As!" Timpal Robert menekan dada nya dengan ekspresif seakan tengah meyakinkan seorang pria yang buta masalah percintaan.
"Eum!" Kevin pun malah mengangguk mantap membuat Asnee menatap mereka aneh.
"Tch—aneh!" Serasa malas, Asnee malah berlalu pergi membiarkan kedua teman nya di sana.
...**...
Di pagi hari teriakan dari sekian lama tidak terdengar, kini kembali terdengar kala dari gerbang sekolah terlihat Luke Mattew masuk dengan menuntun tangan Yaya yang tengah menunduk malu.
"Waaaahh ganteng sekalii"
Teriakan demi teriakan tidak terbendung, namun bisik-bisik dari sebagian penghuni sekolah pun terdengar mengerikan.
__ADS_1
"Dia memang tidak pantas buat kak Asnee! Tuh baru berapa hari kak Asnee pergi, sudah nempel-nempel ke pria lain! Gatel sekali jadi perempuan"
Bisik-bisik hampir sama dari mulut mereka, tanggapan mereka terhadap Yaya sudah sangat minus.
"Minggir-minggir" Tubuh Jessi menerobos kerumunan seperti lupa dengan attitude dari yang di terapkan oleh sekolah bangsawan.
"Ciih, apa bagus nya si Luke? Aneh! Tahu gitu kita ngga bakalan biarin kamu mendekati Asnee" Tangan jenjang Glory tiba-tiba mendorong pundak Yaya.
Luke menarik reflek tangan Yaya dan pasang badan untuk nya. "Tidak sopan! Jaga sikap anda nona!" Ucap Luke dengan menunjuk kasar wajah Glory.
Aura dingin muncul, semilir angin pagi pun ikut menyelimuti suasana sekarang.
"Hei hei siapa kau? Anak baru saja belagu!" Glory dengan lantang menepis telunjuk Luke sesaat sebelum menggesek-gesek ibu jari tangan dengan jari tengah sehingga menghasilkan suara.
"Haha ya memang aku anak baru, memang nya kenapa? Apa ada yang salah? Owhh maaf sekali saya baru tahu kalau sekolah ini ada membedakan kasta!" Tubuh Yaya dia geser ke belakang nya agar tidak kena dampak pertengkaran mereka.
"Uwaah kagum saya pada anda! Heh kau tidak tahu kalau gadis di belakang mu yang menjadi urusan di sini!" Glory berdecak pinggang, menyambar tajam tatapan Luke seakan siap mengajak perang.
Yaya hanya diam, tidak ingin melihat mata orang-orang di sekitar. Entah malu, entah apa tapi dia hanya diam, padahal kalau tidak salah, tidak perlu bersikap seperti itu.
"Kau juga harus tahu, urusan dia adalah urusan saya juga! Jangan main-main!" Ancam Luke dengan keras, kembali menunjuk wajah Glory dengan kasar.
prok
prok
prok
Robert, Kevin seakan antusias. Jika di sana ada mereka berdua maka pasti Asnee pun hadir. Yaya mengintip dari belakang tubuh Luke dan sekarang bergeser penuh, menatap keberadaan Asnee di belakang Robert juga Kevin.
"Hei kawan, apa ketiga gadis ini membuat ulah?" Kevin menggeser telunjuk Luke perlahan ke samping sehingga tubuh Kevin menutupi tubuh kecil dari Glory.
"Apa-apaan! Siapa yang membuat ulah! Dia nya saja yang emosian!" Sangkal Glory.
"Iya kan , Jes, Kel?!" Seru Glory. Jessi dan Kelly mengangguk penuh dengan kedua tangan mereka masih melipat.
Rahang Luke menegas, jika dari dekat mungkin akan terdengar reketan gigi nya yang saling bergesek.
"Bagaimana bisa sekolah bangsawan yang tertata rapi ini melihara siswi seperti kalian? Terutama kau, pendek!" Decih Luke.
__ADS_1
Kelopak mata Glory tentu reflek melebar, begitupula dengan Robert dan Kevin yang ternyata menahan tawa atas hinaan Luke untuk Glory, tapi tetap saja mereka tidak berpihak pada siapapun saat ini.
Kenyataan nya memang tubuh Glory yang tinggi jika di sandingkan dengan Luke akan terlihat pendek.
Perdebatan masih silih sambar, jam menunjukkan pukul 07:30 pagi dan bel pembelajaran belum terdengar berbunyi.
"Awas saja kau!" Luke masih gedek kaya nya, namun yang dia lawan malah Glory, ya ngga bakal selesai sampai bel bunyi juga.
Asnee masih diam, dia tidak ikut campur dengan keributan di sana, hanya memperhatikan tanpa ekspresi di wajah nya. Sedangkan Yaya, dia nampak enggan untuk membalas tatapan Asnee, dia malu tapi posisi nya pun entah harus malu karena apa.
"Kau terlalu bersemangat sampai lupa yang sedang kau hadapi adalah seorang perempuan!"
Suara Asnee menimpali, dia berjalan dua langkah mendekat dengan kedua tangan masuk ke dalam saku. Seperti biasa, wajah Asia nya memang terpahat sempurna dengan rahang tegas.
Sebagian yang melihat sudah pergi ke kesibukan mereka masing-masing, menyisakan geng Glory, Robert, Asnee, Kevin, Yaya dan Luke, serta beberapa orang yang masih stay menonton drama di pagi hari.
"Siapa kamu berani ikut campur?" Selidik Luke dengan mata biru nya, kulit nya tidak terlalu putih seperti orang asing yang berjemur di bawah terik matahari.
"Luke sudah, ayo kita masuk!" Timpal Yaya. Tentu mereka mengalihkan perhatian pada nya, namun tidak dengan Asnee.
"Sebentar, kau diam! Aku masih ada urusan dengan mereka!" Kekeh Luke, dia seperti tipikal orang yang menyelesaikan masalah detik itu juga, apa yang tidak dia mengerti akan dia tanyakan dan jika sudah selesai ya sudah!!
"Luke" Tekan Yaya di setiap huruf.
"Hahaha kenapa? Malu?" Glory kembali bersuara.
Robert dan Kevin seakan senang dan antusias dengan drama ini, terlihat dari gelak tawa dan kekehan mereka.
"Apa? Apa kau pacar dari perempuan gila ini?" Tunjuk sarkas Luke.
Sunggingan salah satu sudut Asnee terangkat."Bukan urusan mu!" Sahut Asnee dengan dingin nya.
"Bawa kekasih mu masuk! Tidak ada keributan lagi untuk ke depan nya!"
Tidak panjang lebar Asnee pun pergi meninggalkan ancaman untuk mereka. Perkataan nya ringan di dengar namun makna nya sangat dalam, Luke pun tidak bergeming dengan kedinginan dari Asnee.
"Dia siapa?" Bisik Luke pada Yaya, namun sang pemilik terima tidak merespon dan hanya menatap kepergian Asnee.
"Sudah sudah, kalian masuk. Cepat!" Seru Robert pada Glory dan kedua teman nya.
__ADS_1
"Ya, kita duluan!"
Kevin masih ramah seperti biasa, walaupun berita tentang Yaya sudah tersebar luar dan seperti nya hal itu adalah fakta. Fakta bahwa Luke adalah kekasih dari Lukyanova, murid pintar dan berprestasi.