The Future King

The Future King
Eps 49


__ADS_3

Pintu aula semakin terbuka lebar, muncul gadis cantik dari balik itu dengan anggun namun mendominasi. Jeans berwarna light dan baju kaos polos berwarna hitam dia masukan ke dalam sehingga terkesan sangat imut, tidak lupa jas berwarna abu tua menutupi lengan jenjang nya. Rambut hitam pekat di gerai dengan curly menggantung sempurna di ujung nya.


Pucat di wajah namun sempurna kala bibir semerah jambu menyegarkan, tahi lalat di sudut bibir pun menambah kesan manis untuk gadis itu.


Ya dia Rayya, siapa lagi jika bukan dia.


"Putri/Kakak" Seru Aaron, Aat juga Asnee.


Asnee tentu mengumbar senyum hangat nya seketika di saat smirk terlukis untuk sang musuh. Kala sang kakak telah datang, dia bahkan seperkian detik bisa merubah nya.


Semua orang berdiri sempurna menghadap Putri Yodrak yang semakin bertambah usia semakin cantik. Tentu, kedatangan Rayya ke aula akan menjadi pertanyaan, terlihat jelas dari bola mata Jeno juga Betta.


"Salam hormat kami, putri!" Seru mereka bersamaan.


"Rayya ?" Aaron masih tidak percaya sehingga dia berjalan ke arah Rayya yang juga tengah berdiri di depan pintu tanpa berjalan maju.


"Ayah maaf mengganggu, tapi telinga Rayya sangat gatal mendengar mereka terus mengoceh!" Hormat Rayya memberi salam namun kedua bola mata langsung memicing pada Jeno juga Betta.


Perkataan Rayya membuat Aaron menautkan kedua alis nya. "Ayah Rayya boleh ya bergabung" Ucap nya dengan senyum manis.


Mereka yang ada di aula tertohok kaget dengan tingkah putri Rayya.


"Tentu saja" Tiba-tiba suara Aat menyahut tanpa di minta.


Mimik nakal muncul dari wajah Rayya. Rumor di luar istana ternyata tidak benar. Nyatanya para badan kehakiman dan badan sensor sekarang tengah keheranan , apakah benar yang mereka lihat adalah putri Rayya, yang di rumorkan pendiam dan tidak banyak tingkah?.


Kedua bola mata Rayya melirik Asnee. Tatapan adik kakak itu penuh misteri.


"Permisi" Rayya berjalan di antara Aat dan juga Aaron, mengarah pada mereka yang tadi berbicara seenak jidat.


"Asnee bukan kah mereka yang menyembunyikan Lukisan asli milik nenek?" Celetuk Rayya dengan bibir tipis nya, sembari telunjuk mengarah pada ketiga pria yang masih berlutut.


Tidak ada yang tidak kaget, terutama Aat dan Aaron, mereka berdua kembali mendekat.


"Lukisan?" Sahut tetua peradilan. Tentu saja mereka akan bingung, karena di aula sekarang tengah memperdebatkan kasus kebakaran, bukan kasus lukisan.


Betta dan Jeno seketika tertegun, mulut mereka kelu dan darah seakan-seakan tidak sudi mengalir di tubuh mereka. Seketika pucat, kelopak mata pun membelalak sempurna.


"Karl" Ucap Asnee. Karl yang ada di ujung ruangan mengerti, dia pun langsung memberikan rekaman pada Asnee.


"Ini rekaman asli yang kami pasang"


"Malam itu mendapati laporan jika ada yang menyelinap masuk ke Gallery, untuk itu saya datang ke sana bersama dengan Karl!"


"Bermula dari kecurigaan saya ! Karl melaporkan kebakaran Gallery namun ada yang aneh saat saya melihat setiap sudut ruangan Gallery dan ternyata benar! Saya kembali ke Istana dari belajar dan membuktikan kecurigaan saya"


"Ada ruangan lain dalam Gallery dan sepertinya tujuan dari mereka membakar Gallery adalah menyembunyikan lukisan asli di ruangan lain dalam Gallery, untuk sementara !"


"Dan lukisan palsu yang telah di beli oleh pihak hotel juga di beritahukan oleh pihak terkait! Alasannya sudah sangat pasti"


Asnee diam sejenak, mereka mendengarkan dengan seksama, namun tidak dengan tersangka utama.


"Pemalsuan Lukisan, pemalsuan anggur asli yang di jual ke klien ada keterkaitan nya dengan kebakaran Gallery—"


Belum Asnee selesai bicara, Aaron menimpali.


"Jadi Kebakaran Gallery hanya pengalihan issue? Begitu maksud mu, Pangeran?!" Terka Aaron.


"Astaga kenapa kita tidak menyadari hal ini?" Timpal Aat menghela nafas berat dengan dahi mengerut.


Asnee menatap Rayya dengan percaya diri.


"Sebagai bagian dari istana kami hanya memberikan bukti yang mungkin akan membantu penyelidikan! Untuk keterkaitan tersebut kami tidak tahu menahu" Seru Betta-Ayah Jeno menyangkal agar tidak terlalu terlibat.

__ADS_1


Rayya berjalan anggun, ekspresi nya sangat menyejukkan tapi juga membahayakan.


"Tuan Betta?" Ujar Rayya.


Jeno pasang badan. "Tuan Putri" Salam nya dengan senyum ramah. Rayya menoleh kilas pada Jeno dan tidak tanggung dia pun membalas senyum dari guru istana itu.


Deug!!


Jantung Jeno tertegun, berhenti berdetak namun seketika berdetak kencang akan senyum dan sorot mata Rayya yang menghanyutkan itu.


"Aku tidak mengizinkan siapapun menatap kakak ku dengan sorot mata seperti ini!" Asnee mulai posesif menarik lengan Rayya sedikit kasar sehingga kedua kaki Rayya terhuyung tak tertahan.


Jeno serta yang lain nya hanya bisa menahan deru nafas mereka saat aura yang menekan ke luar dari raga Asnee.


Tatapan nya begitu tajam dan menusuk, terlihat jika Asnee sangat menjaga kakak nya itu.


Prok !!


prok!!


prok!!


Semua mata tertuju pada suara tepuk tangan.


"Maaf saya hanya menyadarkan kalian, tidak lebih dari ini" Ucap Betta dengan sangat tidak sopan dan sangat berani di hadapan Raja Yodrak.


Aaron dan Aat saling lempar pandang, mereka semakin curiga namun akan menunggu putra nya membuktikan jika di antara pejabat istana ada yang bersalah.


Sudut bibir Asnee juga Rayya terangkat tajam.


Tetua peradilan angkat bicara. "Jadi tujuan utama dari rekayasa dan pengalihan Issue atas bukti yang anda peroleh adalah untuk apa? Kami masih belum menemukan titik terang nya! Badan Sensor pun masih menyelidiki rekaman yang anda berikan."


"Dan untuk ke tiga pria ini ternyata memang berada di Gallery dan ke luar dari ruangan lain dalam Gallery" Ucap tetua peradilan.


"Dan anda tidak perlu lagi berpura-pura suci di sini" Tunjuk Asnee pada Betta juga Jeno dengan sarkas nya.


"Maaf pangeran, apa yang anda maksud!" Sahut Jeno tidak terima.


"Menjual lukisan Asli untuk keuntungan pribadi di tambah menjual lukisan palsu pun mendapatkan keuntungan ! Lalu di antara kalian memberi tahu pembeli jika lukisan yang mereka beli adalah palsu, dengan tujuan menghancurkan bisnis keluarga kerajaan dan pembeli akan kembali mendapat uang mereka sehingga dia antara kalian saling menguntungkan dan pemilik asli yang di rugikan!!"


"Bisnis anggur pun sama, anggur yang kita jual adalah asli dan murni namun saat sampai pada penjual semuanya palsu dan siapa yang memegang penuh bisnis itu ? Ya, semua nya juga sudah tahu"


"Anda dan juga istri dari Pangeran Aat—"


Jeno memotong dengan tegas. "Tunggu ! Di sini anda terus menyudutkan kami tanpa bukti yang sangat jelas. Dari kebakaran dan pemalsuan lukisan dan sekarang pemalsuan anggur dari perkebunan ! Apakah sudah jelas jika di sini saya yang bersalah ? Jika ada bukti nyata maka saya akan terima, tapi ini tidak ada!"


"Jangan menuduh tanpa bukti, Pangeran ! Anda raja di masa depan, tidak bisa memberatkan salah satu pihak hanya karena telinga saja"


Jeno sangat yakin, dengan ucapan nya itu dapat meyakinkan semua orang jika dirinya hanya di tuduh sekarang. Alsan nya, karena dia adalah guru istana yang sangat di hormati.


Suasana aula semakin panas. Tidak ada yang dapat berkutik, mereka semakin penasaran dengan keadaan istana yang ternyata tengah gaduh di dalam nya.


Aaron juga Aat tidak bicara, bukan karena termakan oleh ucapan Jeno tapi mereka percaya pada Asnee.


"Karena saya penerus dari Raja sekarang, maka tidak ada dari ucapan saya tanpa bukti. Tuan!" Timpal Asnee.


Prok !


Prok!


Rayya dengan santai menepuk kedua telapak tangan nya dan seketika pintu Aula terbuka. Tentu, tentu saja mereka kembali menoleh pada arah pintu.


"Sedari tadi anda berbicara seolah adik saya yang mengada-ngada ! Apakah tujuan nya agar tidak ada yang percaya pada adik saya dan di cap tidak pantas menjadi penerus Raja ? Hahaha saya rasa memang itu inti di sini"

__ADS_1


"Satu panah banyak keuntungan nya! Sangat pintar sekali ide anda ini. Tuan guru!" Cibir Rayya memanas-manasi keadaan agar semakin menyenangkan bagi nya.


"Maaf tuan putri, sepertinya anda terlalu berlebihan!" Dengan berani, Betta kembali bicara namun dengan kepala menunduk.


"Itu memang kenyataan nya!" Seru Rayya berdecak.


Karl dan pengurus bisnis Anggur datang dari arah pintu dengan membawa bukti-bukti nyata di tangan mereka.


"Ingin bukti ?"


"Ambillah!"


Asnee menekan berkas setumpukan pada dada Jeno dengan keras sehingga terdengar 'Bugh' di permukaan.


"Dan satu lagi"


Asnee mengkode Karl. Tersangka sekarang tidak berkutik sedikit pun.


Brugh !!


"Ampun raja, kami di fitnah! Kami tidak bersalah" Jeno bertekuk lutut di hadapan Aaron di ikuti oleh Betta-sang ayah.


"Salam"


Suara asing masuk dan ternyata bos hotel masuk dengan asisten nya. Mereka memberi salam pada Aaron sebagai raja dengan menyatukan kedua telapak tangan nya dan berlutut di hadapan Aaron.


"Anda di sini?" Aat membantu bos hotel bangun.


"Pangeran Asnee yang meminta dan saya ingin berterimakasih pada nya" Ucap nya.


"Terimakasih ?" Ucap Aat mengulang.


Bos hotel menatap Aat juga Aaron bergantian dan kepada Jeno yang sangat dia kenal.


"Lukisan asli sudah kami terima untuk itu kami berterimakasih pada Pangeran!"


Dalam berlutut nya, Jeno tertegun seperti patung atas apa yang di katakan oleh bos hotel.


Dan kembali suara memasuki aula di mana Karl berada di belakang nya. "Salam"


Semua orang pun kembali terundang untuk menyaksikan drama selanjutnya. Seorang wanita elegan dengan hiasan tebal juga bibir merah merona masuk dengan sangat menggoda.


Tuk


tuk


tuk


High hills yang dia pakai berderap nyaman di telinga.


"Salam Raja" Ucap wanita itu dengan sopan.


Tatapan Aaron seakan bertanya-tanya siapa gerangan yang masuk tanpa mereka tahu identitas nya.


"Raja, dia adalah pemilik hotel yang membeli anggur dari bisnis kerajaan" Timpal Rayya. Mereka mengangguk paham.


"Hai Celine" Sapa Rayya menjabat tangan Celine dengan sopan.


"Oh baby kau masih sopan saja" Celine memeluk Rayya alih-alih menjabat lama tangan Rayya.


Tidak ada yang tidak terkejut, tuan Putri Rayya mengenal wanita luar yang di pikir pun tidak akan sampai karena sikap dan sifat tuan putri yang anggun dan tertutup.


"Terimakasih sudah datang" Ucap Raya.

__ADS_1


"Oh tentu saja, mana bisa saya membiarkan orang yang membuat bisnis saya hancur berlenggang tenang begitu saja!!" Ujar nya dengan mimik wajah berseri namun mematikan


__ADS_2