
"Selamat datang, Aaron"
Tangan Nara terulur, senyum nya menandakan jika dia senang dengan kedatangan Aaron.
"Nona Nara, kau selalu terlihat sehat bugar dan juga fresh ya!" Goda Aat ikut mengulurkan tangan setelah kakak nya.
Nara menatap bertanya pada Aat.
"Dari tadi dia menanyakan keberadaan anak-anak nya" Bisik Aat pada telinga Nara.
Memang benar, kedua mata Aaron terus menyapu bersih lobi perusahaan sedari sampai. Shane, dia hanya berdiri tanpa bersuara seperti seorang bodyguard yang tengah waspada.
"Tch tch tch seperti biasa ya, kau ini menyedihkan ! Hahaha bahkan anak-anak mu malas menjemput mu ke sini"
Nara tertawa mengejek, suara nya pun dia tutupi dengan telapak tangan nya membuat darah Aaron seketika naik.
"Ekhem"
Aat pun mundur, dia tidak ingin menjadi sasaran amukan kakak nya karena ledekan Nara.
"Ughh tch tch tch tapi tak apa Raja, kan masih ada aku. Iya kan ?!" Lanjut nya menggoda.
Tatapan Aaron tajam namun menyedihkan dan itu sangat lucu sekali. Aaron saat ini seperti bukan seorang raja dan hanya di depan Nara harga diri sang Aaron terinjak-injak.
"Yaak bisa diam ? Mulut anda apa perlu saya sumpal, heum ?!"
"Eumphhh" Suara Nara tertutup karena telapak tangan Aaron membekap mulut nya.
"Kita buang ke laut saja kah wanita seperti mu ? Masih saja cerewet!" Lanjut nya jengkel, sesekali decakan dalam mulut terdengar kesal.
"Diihh memang nya berani ?" Tantang Nara sambil menaik turunkan kedua alis nya nakal. Bola mata pun naik turun dan kini menatap selidik memincing.
Aat dan Shane, mereka berdua memilih meninggalkan mereka berdua sekarang. Mobil pun sudah siap siaga di depan.
"Shan, memang nya kedua keponakan ku itu benar tidak ke sini ?" Aat masih penasaran.
Shane hanya menaikkan kedua bahu nya karena memang dia tidak tahu sama sekali.
"Dendam ternyata, tch tch tch mereka tidak baik memiliki hati seperti itu" Ujar nya menggelengkan kepala berulang, namun dengan suara rendah mirip mencibir.
"Itu mereka" Tunjuk Shane dengan dagu nya.
Asnee berjalan dari arah basemen belakang, terlihat pula Rayya di samping nya berjalan dengan mengayun-ayun tas kecil di tangan nya.
"Asnee, Rayya"
Aat teriak begitu saja, kedua kaki mya reflek berlari ke arah mereka.
"Paman" Sahut Rayya memberi salam dengan mengatupkan kedua telapak tangan nya seraya menundukkan pandangan.
__ADS_1
Begitupula dengan Asnee, dia mengikuti gerakan kakak nya begitu saja.
"Kalian di sini ? Apa kabar, eum ? Paman merindukan kalian berdua,"
"Wahh terlihat berbeda dari terakhir paman jenguk kalian"
Aat memeluk mereka bergantian tanpa ada nya status Putra Mahkota dan juga Pangeran.
"Paman kau terlalu berlebihan" Seru Asnee dengan senyum nya.
"Hahaha dia masih lucu" Tawa Aat, Rayya pun ikut tertawa saat ini.
"Oh iya, Papa dan Mama kalian belum ke luar dari lobi sedari tadi, seperti nya masih adu mulut di dalam"
"Hufffhhh mereka selalu saja bertengkar setiap bertemu"
"Tuh lihat lah, kakak kalian pun milih duduk di mobil ketimbang berada di dekat mereka"
Rayya dan Asnee reflek menoleh dan memang benar jika Shane berada di dalam mobil.
"Asnee pergilah lebih dulu, kau tidak mau bukan perusahaan kakak seketika runtuh gara-gara ulah mereka!!" Rayya mendorong lengan Asnee.
"Haiss mereka masih saja seperti anak kecil" Kesal Asnee, tapi kedua kaki nya melangkah cepat.
"Pasti mama yang mulai, kan ?!" Ucap Rayya.
"Ya siapa lagi ?!" Cengir Aat menyahuti ucapan Rayya.
...**...
Benar saja, Aaron dan Nara tengah adu mulut dan berkelahi layaknya anak muda. Lengan Nara masih mengunci leher Aaron sesekali menekuk nya.
Keributan itu tentu saja mengundang mata karyawan, tapi maas urat malu mereka masih menyatu dan muka mereka masih tebal sehingga tak peduli sekarang.
"Pa, Mam stop!!"
Teriak Asnee melerai mereka berdua.
"Astaga kalian ini sedang apa ? Sekarang apa yang sedang kalian ributkan ?!"
Asnee menarik pinggang Nara agar menjauh dari Aaron.
"Hahaha itu Papa mu, As! Masa gitu aja naik darah. Kan mama cuman bercanda aja".
"Hah apa ? Bercanda kau bilang ? Mana ada bercanda dengan otot. Kau juga terus saja bicara ke sana ke mari ! Dasar cerewet!"
Bela nya, Aaron benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah Nara yang menjengkelkan membuat nafas nya terus memburu.
Asnee pun bernafas malas sekarang. " Oh ayolah malu dengan usia kalian ! Lihat lah kalian jadi tontonan orang-orang di sini" Ucap Asnee tidak habis pikir.
__ADS_1
"Bodo amat"
Sahut mereka berdua saling melempar tatapan tajam, tidak luput kedua tangan pun melipat erat.
"Mam, Pa"
Suara Rayya masuk, Asnee sudah benar-benar ingin sekali terbang ke angkasa karena tingkah kedua orang tua nya itu.
"Ini loh sayang Papa mu nakal" Nara mendahului Aaron yang pastinya akan mengadu pada Rayya.
"Benarkah ?!" Ucap Rayya.
"Astaga" Tukas Aaron sebal.
"Haisshh, ayo ah pulang ! Kalian aku tinggal saja, mau ?" Mode Asnee langsung merengek. Dia menarik tangan Nara dan juga Aaron ke arah pintu.
Akhirnya drama keluarga pun berakhir. Karyawan di sana saling lempar pandang, tidak ada bisik-bisik. Mana berani mereka mengomentari atasan mereka, bisa-bisa bukan pekerjaan yang hilang, tapi kepala mereka yang tak akan lagi ada di tempat nya.
...**...
Kegaduhan terjadi di perusahaan begitupun di mansion, namun bukan gaduh karena pertengkaran tapi gaduh karena tingkah Robert dan juga Kevin.
"Vin Vin benar kah Raja Aaron dan Pangeran Aat akan ke sini ? Ini mimpi bukan ? Waah ini benar-benar bercanda"
"Astaga jantung ku"
Robert mondar mandir sedari tadi, pikiran nya tak berada di tempat. Suara nya pun seakan-akan tertelan saking sesek nya dada.
Mereka berdua benar-benar akan bertemu dengan Raja mereka yang bahkan saat berada di negara nya sendiri sangat sulit. Bisa di katakan Aaron dan Aat adalah panutan mereka.
"Bert kau duduk lah dulu"
"Ini mata pusing melihat kau terus mondar mandir!!"
"Astaagaa jantung tenanglah".
Mereka benar-benar di berkahi sekarang entah kebaikan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu sampai Tuhan melimpahi mereka keberuntungan yang sangat luar biasa.
Tingkah konyol mereka tidak luput dari penghuni rumah.
"Bukan malaikat maut kan yang mau datang ? Kenapa tingkah mereka begitu mengundang pisau belati keluar ?!"
Mulut Zevan benar-benar pedas, bercanda nya gaya keluarga mafia makanya siapa yang berani dengan mereka. Jangan kan dengan belati, hanya dengan mulut saja mereka akan terluka sampai ubun-ubun pun memilih untuk melebur.
Suara klakson terdengar nyaring.
Tidd !!
Tidd!!
__ADS_1
Robert dan Kevin langsung terpaku, kedua kaki mereka benar-benar tak bisa di gerakan karena pasti mobil itu yang membawa Raja mereka.
Sekilas tatapan mereka minta di tampol saking berlebihan menurut keluarga mafia di sana.