The Future King

The Future King
Eps 92


__ADS_3

Tak


Tak


Tak.


"Yaak kalian berisik. Buka sandal kalian!" Teriak Zevan mengerutkan alis nya menatap nyalang dan pusing pada dua sepupunya yang lain, siapa lagi jika bukan Annelis dan Ezra yang tengah berlomba menuruni anak tangga.


"Ishh galak! Kakak jangan galak-galak nanti uang jajan nya aunty Nara potong, mau?!" Ucap Annelis menggoyangkan telunjuk nya, kedua pipi pun menggembul membuat Zevan gemas.


"Silahkan di coba!" Tantang Zevan menarik Annelis ke pangkuan nya.


"Hahahaha geli" Teriak Annelis menggeliat saat di kelitik oleh jari jemari Zevan.


"Aku bisa"Celetuk Ezra nyengir bodoh. Zevan pun menoleh dengan masih mengunci Annelis di pangkuan nya.


"Mau aku bantu, Ez?" Timpal Aarav.


"Yak yak yak" Zevan tentu pasti akan menghentikan mereka. Mana bisa uang jajan nya berkurang hanya karena amukan kecil nya dan bisa-bisa nya kedua orang tuanya akan percaya dan menurut saja pada ucapan dua kurcaci itu.


"Ok kalau begitu bereskan semua barang yang berserakan ini sampai kembali rapih! Bagaimana?" Seru Ezra menunjuk sekeliling.


Saat para asisten rumah tangga di sana hendak berbicara, Julian menghentikan mereka dengan gerakan tangan nya. Mengkode agar tidak ikut campur pembicaraan anak-anak.


"Mana bisa? Kau tidak lihat semua nya berserakan?!" Kilah Zevan langsung ketus tidak terima, netra mata nya tidak luput terlepas dari semua barang dan kaca yang berserakan, begitu berantakan tidak berbentuk.


"Beresin semua kekacauan ini atau tidak sama sekali!"


Kalimat keramat itu masih tersemat dan terdengar mengerikan, jika yang sudah mengerti makna dari kalimat itu akan terasa berada di ujung jurang curam.


"Iya iya!"


Sahut Zevan melonggarkan pelukan nya dari Annelis.


"Tenang, Anne bantu!" Ucap Annelis mengedipkan mata kirinya.


"Aaaa sayang Anne selamanya!" Ucapan Zevan terkadang penuh dramatis.


"Pengap ih, ini Anne ngga bisa napas!" Annelis mengguncang kaki nya, agar terlepas dari Zevan.

__ADS_1


"Kalau sayang, kau akan menolak bantuan Anne. Kak!"


Aarav benar-benar kalau sekalinya bersuara, menyakitkan hati.


Deug


Beushh


Hati Zevan serasa di tusuk, raga pun serasa di pasang bahan peledak. Aarav benar-benar menyebalkan kalau sudah bersuara, tapi dia tidak bisa mengelak karena semua ucapan Aarav pasti benar semua.


Aarav dengan tanpa dosa berlalu pergi ke lantai dua, Ezra menarik Annelis dari pangkuan Zevan.


"Kerjakan sendiri!" Ancam Ezra.


"Dih, dasar teng—"


Belum juga selesai mengumpat, Ezra menatap nyalang kakak sepupu tercinta nya. "Apa?" Tantang Ezra.


"Engga" Cengir Zevan berdiri dan kembali membalikkan badan Ezra kecil.


"Yang bersih!" Ucap Ezra kembali.


"Siap kapten!" Dengan posisi siap dan hormat, Zevan berteriak berat.


"Kak bantu aku" Mohon Zevan dengan mimik melas. Eiji, Julian dan Ava bersamaan mengangkat tangan mereka dan perlahan pergi.


"Tuan, kami bantu!" Ucap Bi Joan dan dua ART lain nya yang untung nya masih di mansion karena sekitar jam lima sore pekerjaan mereka selesai dan akan pulang ke rumah mereka.


"Terima kasih" Ucap Zevan senang dan langsung mulai membereskan patahan-patahan kayu.


Tidak luput hati para ART itu tertawa sebenarnya karena kegarangan dan amukan yang beberapa jam tadi ke luar dari seorang Zevan langsung lebur kala si dingin turun tangan tanpa rasa takut.


Ancaman dari Ezra prihal uang jajan emang bukan main-main, uang jajan Zevan terutama, uang jajan yang tidak bisa di jumlah dengan kalkulator, jika di jumlah pun akan tertera eror di sana.


Walaupun memiliki uang sendiri tapi Zevan suka menabung uang jajan dari orang tua nya, jadi uang itu tidak boleh lolos dari tabungan nya.


"Sepupu sialan! Tch untung sayang!" Umpat Zevan, sambil kedua tangan sibuk membersihkan serpihan kaca dan kayu.


...**...

__ADS_1


Sampai di bandara, penjagaan ketat dan semua orang tahu kepulangan Pangeran mereka dari pendidikan dan berita terbaru sang pangeran akan melanjutkan pendidikan nya ke jenjang lebih tinggi.


Artikel terbaru terpajang wajah Asnee dan keluarga kerajaan lain nya yang tertangkap di bandara internasional Thailand.


"Wah tampan sekali"


"Pangeran kita"


"Suami kita"


"Waaaaaa pingsan pingsan"


Dan banyak sekali komentar di media sosial, semuanya mengedit photo Asnee dengan hastag yang langsung tranding di beberapa media sosial.


Sampai di istana, Rayya geleng kepala dengan artikel yang dia dapat dari pelayan istana.


"Daniza di mana?" Tanya Rayya saat Ahan menyapa masuk dengan stelan khas nya.


"Kalau tidak salah tadi ikut kepala dapur ke belakang!" Jawab Ahan. "Saya panggilkan dulu! Atau anda perlu sesuatu?" Tanya Ahan.


"Tidak ada. Kau panggilkan saja Niza! Aku ada sesuatu yang perlu di bicarakan dengan nya! Satu lagi, tolong bantu cek keamanan di sekitar istana Asnee" Ucap Rayya menyeruput teh hangat di atas meja, kaki pun tumpang satu.


"Anda tidak bergabung di istana utama? Pangeran Asnee pun ada di sana sekarang!" Tutur Ahan.


"Apa harus saya jawab?" Seru Rayya. Ahan langsung pamit undur diri dengan merendahkan tatapan nya.


Sedangkan Asnee, dia masih berbincang dengan nenek nya, di sana pun ada Aat dan juga Aaron.


"Istirahat lah! Kau pasti lelah dari kemarin beraktifitas. Nanti makan malam, nenek akan memasak makanan kesukaan kamu dan juga Rayya!" Ucap Ibu Suri Rataporn menepuk punggung telapak tangan Asnee.


Segera Asnee pun pamit, tidak bisa di pungkiri kalau dia memang sangat lelah dan mata pun ingin sekali istirahat.


Tatapan Asnee menyipit kala kedua matanya menangkap keberadaan Daniza, dari jauh dia terlihat tengah berjalan, bercanda bersama dengan Ahan Erickson, tawa nya lepas sesekali terlihat memukul keras lengan Ahan.


"Pangeran" Sapa Ahan, Daniza pun menyapa dengan hormat seakan pekerjaan nya itu sangat rendah sekarang.


Asnee hanya menyahut dengan merendahkan pandangan nya. Daniza dan Ahan yang tidak di mengerti saling lempar pandang.


"Karl, kau tidak ada informasi apapun? Identitas saya sudah terbongkar sekarang dan pasti antek-antek dari Bibi Mali dan juga guru istana sebelum nya tengah merencanakan sesuatu! Tujuan mereka pasti masih sama namun cara mereka akan sedikit berbeda" Tutur Asnee

__ADS_1


"Tidak ada, Pangeran! Sepertinya mereka masih bersembunyi" Ucap Karl.


"Begitu kah?"


__ADS_2