The Future King

The Future King
Eps 112


__ADS_3

Deughh


Bahkan harga mobil itu bagi kerajaan Yodrak bisa menghidupi hampir seluruh rakyat. Aaron, Aat bahkan Rayya menelan ludah mereka, ajudan Aaron pun terpaku, tubuh nya membeku di tempat.


Ibu Suri Rataporn dan juga Raja Terdahulu - Ananada pun ikut bergabung, Lio dan juga Agatha memberi salam sopan dengan gerakan kepala juga tangan mereka.


"Ini sudah Tertandatangani atas nama Asnee?"


Pasti saja bingung, orang Asnee sendiri tidak pernah menandatangi berkas apapun menyangkut pembelian mobil mewah.


"Apa kau masih tidak mengenali keluarga mu ini. Asnee?!" Seru Agatha melipat kedua tangan nya. Lio hanya mengulas senyum tipis nya.


"Apa ini tidak berlebihan? Kek, Nek, Asnee ingin acara ini sederhana agar lebih nyaman dan sakral, tapi kenapa hadiah nya malah membuat kepala Asnee mau pecah? Ini sangat berlebihan!" Tutur Asnee memijit kening nya, dia nampak tidak enak dengan pemberian mereka.


"Betul Tuan, Nyonya. Apa perlu sebesar ini? Kami tidak bisa menerima nya! Hadiah-hadiah ini sangat mahal sekali!." Aaron pun nampak kurang nyaman.


"Ya sudah, sini kalau kau tidak mau biar kakak saja yang ambil!" Rayya hendak mengambil alih kunci mobil itu namun sayang, tangan Lio menghentikan nya.


"Kau juga nanti punya. Sayang!" Ucap Lio.


"Uaaahh benarkah? Aku juga akan mendapatkan nya, kek?" Kebahagiaan Rayya muncul dengan sangat alami, dia melompat-lompat layak nya anak kecil sembari memegang tangan Lio.


"Tentu saja!" Timpal Agatha mencubit pipi Rayya.


"Tapi kenapa aku dan kak Rayya saja yang punya? Di antara semua keluarga tidak ada yang memakai mobil lebih mahal dari kado yang Asnee terima saat ini!" Asnee masih terlihat tidak nyaman seperti nya.


"Hahaha kenapa? Kau masih tidak mau menerima nya, As?!" Shabila nampak memegang dua gelas jus dan Sean satu piring kue.


"Kalau mau mobil seperti itu kami tinggal beli saja, tapi sayang di antara kami tidak suka mobil-mobil seperti itu! Mobil Sport lebih gagah bagi kami, walaupun harga nya tidak seberapa. Jadi terima saja hadiah itu, kau tidak perlu tidak nyaman menerimanya!" Tutur Shabila memberikan satu gelas jus pada Asnee dan Sean pun mengulurkan kue pada Asnee.


Aneh memang, walaupun sangat-sangat kaya dan harta nya tidak terhitung, tapi Tiga keluarga itu nampak sederhana dan suka berbaur.


"Kalian memang aneh"


"Lah hahahah, tunggu saja sebentar lagi kado selanjutnya. Kau pasti sekarat mendengar nya. As!" Tepuk Shabila pada pundak Asnee lalu berlalu pergi.


Sean berdiri, tersenyum tipis pada Asnee.


"Ini dari Aarav, untuk mu" Sean memberikan paper bag kecil dengan box kecil di dalam nya.

__ADS_1


"Mana anak nya?"


Sean menunjukkan dengan sudut mata nya dan Asnee tentu mengerti dan langsung melihat Aarav yang tengah dikecengin Ezra juga Annelis.


"Tch tch tch, aku penasaran jadinya apa yang di berikan bocah dingin itu. As!" Gurau Rayya.


Acara ulang tahun yang nampak berbeda, sikap Pangeran Asnee pun menjadi sorotan media dan hari itu juga menjadi tranding topik di Thailand dan tembus ke negara tetangga.


Bahkan banyak tersebar berita jika Raja dan Ratu bisnis dari semua bidang datang ke acara itu. Benar-benar orang penting yang datang, namun satu yang menjadi sorotan berita utama yaitu kedekatan Asnee dengan keluarga terpandang dari Irlandia juga Jerman itu.


Sikap Asnee pun menjadi topik hangat di semua saluran televisi. Raja masa depan dari kerajaan Yodrak seakan-akan sangat istimewa. Hadiah-hadiah yang mengagetkan jagat raya pun menjadi bahan berita nomor satu detik itu juga.


...**...


Acara perayaan masih saja berlanjut, Jane yang cinta nya pada Asnee sudah mendarah daging terlihat seperti cacing kepanasan, apalagi saat mendengar hadiah-hadiah yang di terima Asnee.


"Selangkah saja kamu mendekati Pangeran, maka Mama dan Papa akan menyita semua fasilitas yang kami sediakan termasuk ATM Debit dan ATM credit mu" Ancam sang Mama menunjuk pada wajah Jane.


"Ishh masa ngga boleh, sih! Aku hanya mau ngucapin selamat ulang tahun saja" Gerutu Jane menghentakkan kaki nya kesal.


Mic di depan podium menyala kembali, seseorang mengetes mic itu berulang seolah-olah tengah mengecek nya.


Para tamu undangan memperhatikan. Sosok bijaksana untuk rakyat na menaiki podium dengan gagah.


"Di hari bahagia ini, saya mengumumkan sebuah berita besar datang dari putra saya dan berita ini pasti akan menjadi hal besar untuk kedepannya"


"Kami akan kembali mengundang untuk acara pertunangan Pangeran Asnee yang akan di gelar satu bulan setelah acara ini—"


Tentu saja, siapa yang tidak kaget dengan pemberitaan ini. Pangeran Asnee yang di mana satu bulan ke depan akan di angkat mejadi raja dan ternyata dalam bulan yang sama akan mengikat seorang gadis dan bahkan tidak ada yang tahu siapa gadis itu.


Prok


Prok


Prok


Sepasang tangan bertepuk, kemudian diikuti oleh yang lain nya. Asnee hanya mengulas senyum tipis seakan-akan dia tidak nyaman, namun semakin terulas semakin terlukis indah senyum nya.


Daniza menatap penuh dari jarak yang jauh, dia meminta agar tidak ada yang tahu dulu siapa calon Pangeran Asnee. Ahan pun menatap Daniza penuh.

__ADS_1


"Kau bisa pulang padaku jika dia menyakitimu. Za!" Seru Ahan.


"Eum!" Angguk Daniza.


Riuh para tamu undangan kembali memberi selamat pada Asnee. Interaksi para anggota kerajaan tidak terlihat membeda-bedakan, alhasil tidak ada yang canggung namun tetap segan.


"Daniza pasti senang kalau adik nya selamat" Ucap Shane.


"Kau benar, Shan! Sayangnya anak itu masih lemah untuk di bawa ke sini" Sahut Shabila.


"Hidup mereka sangat-sangat tragis sekali. Kasihan!" Tutur Shane kembali seraya melipat lengan baju nya


Tatapan mereka bertemu, Asnee menatap lurus keberadaan Daniza sedari awal, walau sekejap-sekejap karena harus berbincang dengan tamu undangan apalagi yang sudah sangat akrab.


Waktu menunjukkan sore hari, semua tamu undangan pun satu persatu pulang namun di sela orang-orang yang ke luar, beberapa mobil hitam masuk ke area parkir.


Sngeet


Ckitt


Mobil pun terparkir dengan rapih.


"Tuan Revan?" Sapa seseorang.


"Wow, Tuan Arnold anda disini juga?" Sahut Revan pada rekan nya.


Revan yang baru saja turun bersama dengan Finola juga sang istri langsung menghampiri orang yang menyapa nya.


Baik Revin, Ronald, Bryn juga Rayzen saling sapa dengan rekan-rekan nya di halaman.


"Kalian duluan saja" Ucap Revin pada istri, kakak ipar dan anak-anak nya.


Satu mobil kembali masuk dan ternyata yang ke luar tidak lain ialah Savira juga Alejandro, sang wasit dari taruhan.


"Kak tunggu aku" Teriak Savira pada istri Revan juga Revin juga Ronald.


"Ayo, kita sudah terlambat" Jasmin melambaikan tangan nya.


"Sayang ayo" Dengan tidak berubah nya, Alejandro sering kali di tarik paksa agar mengikuti langkah Savira, namun tentu saja tidak ada penolakan apalagi marah-marah, hal itu sangat jauh dari bayangan.

__ADS_1


"Brayn, berkas nya aku bawa duluan ya" Teriak Savira, di mana berkas itu pemindah hak milik jet pribadi dari Brayn kepada Asnee.


Lagi dan lagi kado mewah yang tidak tanggung-tanggung di berikan dan sepertinya keluarga mafia baru sebagian yang memberi kado.


__ADS_2