
"kamu kirim sharelok saja biar aku sendiri yang kesana" kata Karin.
"ok, aku tunggu kamu segera kabari kalo sudah tiba"
"iya sayang" kata Karin dibuat-buat.
"aow lagi dong sayang" goda Erick.
Tut...
Karin langsung mematikan hp sambil cemberut lalu menghela nafas panjang. Sang dokter tiba dan mendapat penjelasan dari sang pelayan. Lalu dia berjalan menemui Karin karena kliniknya kecil jadi mudah baginya untuk menemukan seseorang apalagi dia orang yang beda.
"kamu yang bernama Karin" ucap dokter sambil berjalan mendekat.
Karin menoleh kesumber suara nampak seorang dokter berumur sekitar 47 tahunan sedang berjalan mendekat.
"anda dokter klinik ini" balasnya sambil tersenyum. "saya minta maaf karena berlaku seenaknya diklinik milik anda" katanya lagi.
Dokter itu tertengun sesaat setelah berhadapan langsung sama Karin, entah mengapa dia merasa teringat sama temennya waktu diAmrik.
"ah gak apa, saya yang seharusnya minta maaf karena tidak berada ditempat saat pasien sedang membutuhkan saya dan saya berterima kasih sudah membantu merawat pasien saya, nama saya Alex salam kenal"
"salam kenal juga pak Alex" balas Karin. "maaf pak Alex saya permisi nanti saya akan kesini lagi saya titip temen saya dia bernama Key" lanjutnya.
"ah iya silakan saja"
Karin berlalu dia menuju mobil yang dikendarai Nana tadi, dia segera melajukan mobilnya kelokasi yang dikirim Erick barusan. Dia ingin segera menemui Erick kekasihnya dan ingin sekali dipeluk olehnya juga melepas kangen padanya.
Terlebih lagi dia harus menyelidiki sendiri masalah diParis dia ingin tahu bagaimana kejadian dia membunuh orang bernama Albert.
Hotel berbintang Jogja direstouran Erick menunggu sebel sambil membolak baliknya hpnya sesekali mengecek telf atau pesan whatshap dari Karin.
Ditempat lain tuan Fay juga nyonya Laouris berada ditempat yang sama mereka berdua duduk santai, Louris membaca majalah berserta secangkir teh didepannya, tuan Fay menikmati kopi latte kesukaanya.
Karin melihat titik lokasi Erick lewat hpnya disana terlihat Erick berada direstouran hotel. Tempat restouran dan pintu masuk terhubung jadi tidak perlu mencarinya lagi, begitu sampai dia langsung berlari kerestouran mencari kekasihnya itu disana dia mengedarkan pandangan kesegala penjuru berharap segera menemukannya.
Erick bermain hp dengan cemberut karena jenuh dan bosan lama menunggu dia akhirnya menelfon Karin.
"menyebalkan" gerutunya sambil menekan layar hp yang bertulisan Chibi tersayang disana.
🎶Moshimo mou ichido anata ni aeru nara
__ADS_1
Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou🎶
Hp Karin berbunyi segera dia mengangkatnya.
"kamu dimana? Aku sudah datang" kata Karin.
"kenapa gak telf? Aku dekat cendela cepat kesini" balas Erick. Mendengar itu Karin langsung mengedarkan pandangannya keseluruh cendela disana, dan akhirnya dia menemukan kekasihnya yang sedang duduk dengan cemberut.
"Erchan.." teriaknya membuat dua orang yang juga duduk disana kaget dan saling memandang lalu melihat kearah Karin.
"Chibi sini-sini" balas Erick melambai.
"sudah pesen makanan belum aku laper banget nih" ucapnya sambil berjalan mendekat kemeja Erick.
"jangan kawatir nih sudah tertata rapi dimeja, astaga Chibi Maroko Chan kamu berantem lagi ya" katanya saat melihat wajah Karin yang sedikit lebam.
"apaan cuma olahraga dikit hhmm rasanya ada yang kurang Erchan" Karin melihat makanan diatas meja dan memang ada yang kurang disana yaitu kopi kesukaannya.
Erick melihat makanan diatas meja lalu melihat Karin lagi "masa sih perasaan sudah pas" katanya.
"kopi latte kesukannku itu harus ada diatas meja" tuan Fay dan istrinya melihat kopi latte didepannya lalu saling memandang satu sama lain.
"dia miniatur kamu sayang" goda Louris.
"oh iya Erchan aku pinjam kamar mandi ya gerah banget soalnya" kata Karin sambil makan.
"boleh jangan kawatir tidur disana juga boleh"
"ok kita makan dulu setelah itu kekamar"
Ditempat duduk lain Louris beranjak dari tempat duduk hendak berjalan mendekati Karin.
"sayang kamu mau kemana?" tanya tuan Fay.
"aku gak sabar ingin dekat dengannya dan ngobrol bersamanya"
"terserah kamu saja"
"nah gitu dong kan jadi tambah suka" Louris berjalan menghampiri Karin juga Erick yang sedang makan.
"hallo" Kata Louris menyapa. Karin dan Erick menghentikan makannya lalu melihat kearah Louris.
__ADS_1
"oh madam Louris anda disini sedang liburan ya, mari silakan duduk mau minum sesuatu" kata Karin.
"kamu kenal Bi" tanya Erick.
"madam Louris istrinya pak tua Fay mereka asli Paris"
"tunggu aku ingat sama madam dan pak tua itu tapi kenapa aku gak ingat waktu membunuh Albert?" batin Karin.
"panggil grandma aku lebih suka dipanggil seperti itu"
"iya grandma" jawab keduanya kompak membuat Louris tersenyum lebar.
"sayang sini ikut gabung sekalian" panggil Laouris sama suaminya. Karin dan Erick melihat kebelakang.
Tuan Fay bangkit dan menyuruh anak buahnya membawa kopi lattenya untuk dipindahkan.
"kamu pasti masih ingat sama suami grandma" lanjut Louris setelah suaminya duduk didekatnya dan dipandang cemberut oleh Karin.
"siapa yang gak ingat sama orang menyebalkan kaya dia"
"jaga bicaramu dikit kenapa sih Bi, biar bagaimana mereka orang tua" bisik Erick tapi masih bisa didengar sama Louris juga Fay.
"iya iya" katanya kesal dengan cemberut lalu meminum kopi latte yang sudah dipesan Erick.
"puaannaaaaas" Karin menyemburkan kopinya kesembarang tempat lalu mengipas lidahnya sama jari jemarinya.
"makanya jangan main yosor saja sudah tahu panas bukannya ditiup malah langsung diminum" Erick meraih wajah Karin lalu mengambil tisu mengelap bibir kekasihnya.
"lihat lidahmu" Karin nurut dia menjulurkan lidahnya sedikit.
"tuh kan merah beneran"
"Erchan pesenin latte dingin saja"
"hah masih mau ngopi lagi"
Tuan Fay dan istrinya hanya diam melihat drama didepan dengan santai tanpa bicara.
"mereka berdua sikembar yang unik" batin keduanya.
"kamu pilih kopi apa alkohol" kata Karin memberi pilahan sama Erick
__ADS_1
*****