THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEMEDAN PERANG


__ADS_3

Timur tengah. Disana Aska sedang tempur melawan anak buah dari Mateo karena usahanya menghancurkan bisnis gelapnya ketahuan, dia bersama Momo harus berhadapan dengan anak buah Mateo yang terlatih dan profesional, pertarungan sengit tidak bisa dihindari lagi mau tidak mau dia harus melawannya dua lawan seribu.


Karena tidak ada lagi yang dicari dirumah usang itu Karin memutuskan untuk kembali keIndo karena perkerjaannya sudah menunggu disana. Tentu saja buku kecil itu akan dibawanya juga karena terdapat hal yang belum dia ketahui juga sebuah rahasia kelam.


Sebelum terbang mereka berdua menyempatkan diri untuk jalan-jalan dinegri sakura tersebut paling enggak menoreh kenangan disana.


Tentu saja hal itu tidak akan luput dari pengawasan seorang pria yang pernah bertemu dengannya malam itu, Pria itu menjadi pengawal bayangan Karin selama dia tidak bersama Johan.


Suara Jepri menggema diseluruh penjuru kediaman Karin dan semua penghuni disana mengerti akan kedatangan sang bos. Tanpa menunggu perintah semua pengawal berlari menuju belakang rumah membentuk barisan menyambut kedatangannya.


Jepri mulai mendarat Johan berjalan menuju pintu, berlahan pintu terbuka Karin sudah berdiri disana dia nampak cemberut dan kesal atas penyambutan yang dilakukan oleh anak buahnya.


"hallo baby, kamu nampak tidak suka dengan penyambutannya" kata Johan mengulurkan tangannya.


"kalian terlalu berlebihan dan aku tidak suka itu" balas Karin sambil menyambut tangan Johan.


"mereka melakukannya atas kemauannya sendiri" balas Johan.


"aku mau ngopi saja ditaman"


"baiklah biar pak Aldo menyiapkan semuanya, oh iya dimana dia kenapa belum kelihatan batang hidungnya" Johan melihat kebelakang karena tidak melihat Erick dari tadi.


"dia tidur nanti juga bangun" balas Karin santai. "bagaimana disini? apa aman selama aku tinggal" lanjutnya sambil terus berjalan dengan cepat.


"aman, Felix membawa wanita itu keJakarta mungkin dia akan membawanya kesini juga"


"kalo begitu kita akan menyambutnya dengan baik bukan" kata Karin dengan tersenyum.


"semoga dia tidak bikin masalah" gerutu Johan.


"ikut aku Jo dan siapkan bala bantuan aku tidak mau kucingku kenapa-napa" Karin terus berjalan menuju kamar setengah berlari diikuti oleh Johan sambil terus bicara.


"siapkan kopi dimeja taman pak" titah Johan sama pak Aldo.


"baik den" jawab pak Aldo menunduk hormat.

__ADS_1


Didalam kamar Karin, dia bersama Johan berada diruang rahasianya, didepan beberapa monitor dia mengecek kondisi Aska yang berada diTimur tengah, Karin geram saat melihat Aska melawan ribuan pasukan Mateo bahkan keadaan Momo sudah berantakan tapi masih bertahan melindungi Aska.


Johan mencoba menelfon Aska pandangannya tak akan bisa teralih dari monitor yang memperlihatkan keadaan Aska, mengetahui Aska terpojok dan tak bisa mengangkat telfonnya membuat Karin semakin geram.


"Kamu atau pasukanmu kita tak punya banyak waktu" ucap Karin.


"aku akan membawa lima saja untuk kesana" Johan berjalan keruang ganti dia akan pergi sendiri keTimur tengah untuk membantu Aska.


"semoga masih sempat, bertahanlah Aska!Kesalahanku ialah membuatnya pergi hanya berdua saja tanpa mengirim bantuan dibelakang" batin Karin.


Johan keluar dengan pakaian ninjanya, berbeda dengan yang lain pakaian ninja yang dia pakai berwarna putih bersih dengan pedang dan juga yang lainnya.


"siap Jo" ucap Karin mematikan monitor dan berjalan mendekat kearah Johan.


"ya, hati-hatilah dirumah" kata Johan menimpali.


"bodoh harusnya aku yang bicara seperti itu, Ingat kau harus kembali aku bisa dikutuk Ersya jika kamu tak kembali"


"jangan kawatir ini urusan kecil aku pasti kembali"


Mereka berdua berjalan keluar menuruni tangga dengan langkahnya yang cepat. Pak Aldo yang melihatnya cuma melongo tak berkedip sama sekali berikut seluruh pelayan disana karena ini pertama kalinya dia melihat Johan berpakaian ninja.


"jika paman sudah mengerti jangan beri tahu dia tentang ini" katanya dengan tegas.


Pak Aldo mengangguk dan mengerti. "aku mengerti kamu harus kembali demi dia" ucap pak Aldo sebagai seorang paman bukan kepala pelayan.


"tentu paman" kata Johan lalu berjalan menuju landasan belakang bersama Karin.


Landasan belakang, saat renovasi rumahnya dulu dia juga membeli puluhan hektar tanah disana guna membuat landasan untuk seluruh kendaraannya. kali ini bukan jepri yang dipakai melainkan jet tempur yang akan terbang keTimur tengah dan sudah stain disana berikut limah orang yang juga berpakaian ninja warna hitam.


Johan berjalan menaiki tangga dia terlihat gagah dengan pakaian yang ketat. Karin menyatukan kedua tangannya seraya berdoa untuk keselamatan semuanya.


Dari kejauhan tepatnya dari pintu rumah terlihat Ersya sudah berdiri dengan mulut yang menganga seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat. tunangannya akan pergi berperang menggenakan pakaian khas negri sakura.


Johan hendak menutup pintu pesawat dia mendelik saat melihat tunangannya berlari dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia tidak jadi menutup pintunya dia tetap melihat tunangannya sampai jet tempur lepas landas barulah dia menutup pintu.

__ADS_1


Ersya yang berlari menuju jet tempur yang akan lepas landas langsung ditahan oleh sang paman.


"mas Jo mau kemana?" tanya Ersya.


"ini pekerjaan Johan Sya kita hanya bisa berdoa untuk keselamatannya" sahut Karin.


"kau mengirimnya untuk berperang" teriak Ersya.


"dia jendral dari seluruh pasukannya dan dia akan pergi kemedan perang jika sewaktu-waktu itu dibutuhkan, jadi kau harus mengerti tentang keadaan ini" balas Karin tanpa melihat kearah Ersya lalu berjalan pergi meninggalkan Ersya juga pak Aldo.


Sementara dari dalam rumah seluruh pelayan berikut sang bibi cuma melihat keberangkatan Johan sambil menelan ludah masing-masing.


Ersya yang marah hendak membalas perkataan Karin ditahan oleh pamannya.


"Sya apa kau tahu yang lebih terpukul sebenarnya adalah Aden sendiri karena dia orang yang lebih dekat dan bersamanya lebih lama daripada kamu, jika harus kehilangan dia yang akan bersedih dari siapapun didunia ini karena mereka berdua sudah seperti saudara" tutur pak Aldo menasehati keponakannya.


Ersya hanya diam mencerna perkataan pamannya lalu dia menunduk, dia ingat waktu pertama kali ketemu Johan saat itu dia sedang menyuapi Karin dengan telaten dikantin rumah sakit.


Ersya memeluk pamannya dia menangis didada pamannya.


"apa dia akan kembali paman aku tidak mau kehilangan dia" katanya lirih.


Sang bibi berjalan mendekat menghampiri keduanya, dia membelai kepala keponakannya dengan lembut.


"berdoalah semoga dia selamat dan segera pulang" kata Bibi menenangkan.


"iya bi" kata Ersya lirih.


Mereka bertiga masuk kedalam Ersya pergi kekamar Johan membaringkan badannya disana. Dia berniat memejamkan matanya dan berharap jika membuka matanya tunangannya akan berada didepannya nanti.


Sementara Erick yang ngelepos didalam jepri membuka matanya lebar-lebar karena dia merasa tempatnya sangat sunyi dan tidak ada suara apapun yang mengusik telinganya.


Begitu matanya terbuka dia langsung sadar bahwa dirinya masih didalam pesawat, dia melihat kanan kiri nampak dia hanya seorang diri.


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Erick berteriak sekencang mungkin sebelum lari keluar.

__ADS_1


*****


Jangan lupa like & komen🥰😘


__ADS_2