THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
CIUMAN TAK LANGSUNG


__ADS_3

🎶Moshimo mou ichido anata ni aeru nara


(jika aku bisa melihatmu sekali lagi)


Tatta hitokoto tsutaetai arigatou, arigatou🎶


(aku hanya ingin mengatakan satu kata terima kasih, terima kasih)


Hp Karin berdering dengan nada yang sudah diganti, setelah melihat siapa yang menelf dia segera mengangkatnya.


"kamu dimana?" tanya orang diseberang yang ternyata adalah Erick.


"aku lagi berada disuatu tempat sebentar lagi pulang memang kenapa?" jawab Karin.


"oh gitu mau jalan-jalan kepasar malam gak kalo mau kita ketemu dijalan X ya, sudah ya kalo gak mau segera kabari daripada jadi makanan nyamuk" kata Erick.


"apa begitu ya kalo ngajak seseorang, oklah mandi dulu segera berangkat" Karin segera mematikan telfnya lalu menatap Johan dan Billar bergantian.


"temeni aku jalan-jalan saja kepasar malam siapa tahu ketemu barang bagus"


"boleh" jawab mereka kompak.


Mereka bertiga pulang mandi dan ganti pakaian dan dengan segera pergi menemui Erick dijalan X, Johan menemani Karin seperti biasa sedangkan Billar hilang dibalik mantelnya tapi tetap berada disamping Karin.


"sudah lama ya" tanya Karin yang sudah sampai.


"tidak, baru dua puluh menit yang lalu" jawab Erick


"maaf ya kakimu pasti pegel hhmmm kacamatamu kemana?" tanyanya sama Erick.


"nanti kamu pijetin ya, kacamataku ada diapartemen"


"kamu lebih cocok kalo pake kacamata kelihatan tampan hehehe"


"jadi kalo gak pake kacamata aku jelek ya" dalam hati sebenarnya dia ingin terbang diatas awan mendengar pujiannya.


"tampan ko saaangat tampan"


"sejak kapan pandai ngerayu"


"sejak hari ini pratekin dari drama telenovela, kamu suka kan digoda seperti itu hayooo tuh kan tuh kan muka sudah merah kaya tomat cieee yang gak tahan godaaan" ucap Karin membuat Erick makin malu.

__ADS_1


Pletak.... Erick memukul kepala Karin dengan Keras.


"aduh Erchan sakit" kata Karin mengelus-ngelus kepalanya.


"makanya jangan mulai sudah ayo keburu malam" tanpa sadar Erick menggandeng tangan Karin dan berjalan menuju pasar malam.


Johan menjemput Ersya untuk sekalian pergi kepasar malam, setibanya disana Karin langsung mengajak Erick mencoba berbagai mainan yang ada.


"Erchan hari ini kita gak pulang saja deh disini saja" ucap Karin dengan senyum lebarnya.


"kamu saja disini sendirian aku sih ogah besok ada rapat"


"yaaaahhh"


"jangan kawatir masih ada dua hari lagi ko kesana yuk lapar nih" Erick menunjuk kesebuah kedai minuman juga masakan.


"ok kita makan dulu"


Ditempat lain Johan juga Ersya menaiki komedi putar.


"terima kasih mas Jo" kata Ersya.


"mas Jo sudah jauh-jauh menjemput Ersya kesini"


"daripada dinikmati sendiri mending ajak kamu lagipula yang ngajak bukan aku tapi bocil jadi sekalian saja aku jemput kamu"


"tapi yang ngajak aku kan mas Jo cup" Ersya menciup pipi Johan.


"begitu ya"


"he em, makan dulu yuk mas laper nih belum sempat makan tadi"


Johan menggandeng tangan Ersya menuju ketempat Karin berada.


"gimana belakangan ini apa kamu ada yang menganggu" tanya Johan memastikan.


"gak ada jangan kawatir" Ersya menunjukan senyum lembut sama Johan membuatnya ingin menciumnya saja.


Ersya langsung menyodorkan dahinya saat bibir Johan mulai mendekat lalu ciuman pun mendarat didahi Ersya membuat Johan terkejut dibuatnya.


"hehehe yang disini masih belum sah nanti kesetanan lho" kata Ersya sambil menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya yang lentik.

__ADS_1


Johan hanya tersenyum tipis melihat kelakuan pacarnya dia mengusap kepala Ersya seperti anak kecil lalu menggandeng tangannya menuju kedai tempat Karin juga Erick berada.


Seperti biasa Erick dan Karin saling mencicipi makanan satu sama lain bahkan kopipun bergantian minumnya padahal pesen dua tapi berbeda, orang lain yang melihat mereka serasa iri kerana memang mereka berdua terlihat seperti pasangan saja.


"apa comut dan dia memang seperti itu ya mas" tanya Ersya yang melihat Karin dan Erick sedang rebutan makanan.


"iya" jawab Johan pendek tak berani berkomentar lebih.


"tapi itu seperti ciuman tak langsung ya"


"maksudnya gimana?"


"mereka berdua saling mencicipi kopi satu sama lain tanpa ada rasa jijik gitu padahal ada lepeknya, bukannya bekas bibir mereka juga saling bertautan ya, hhmmm masa sih mereka berdua itu..." fikiran Ersya mulai mengarah kehal yang tak diinginkan.


"jangan mikir yang aneh-aneh gak baik ayo gabung sama mereka" ajak Johan melangkahkan kakinya mendekat.


"hai kalian berdua" sapa Ersya.


"oh hai Sya hai Jo ayo duduk makan dulu baru main lagi" balas Karin mempersilakan.


"hai Sya hai Han" sahut Erick.


"hai juga" jawab Johan.


Ersya dan Johan duduk dikursi sebelah sambil memperhatikan Karin dan Erick, melihat kedekatan mereka entah mengapa ada rasa iri dihati Ersya.


Padahal yang diperhatikan sibuk dengan masalah game yang mereka buat gak kelar-kelar hingga gak terasa hari sudah larut malam baru pulang.


Johan yang sedari tadi melihat Ersya yang berbeda akhirnya gak tahan juga ingin bertanya padanya "kenapa Sya?".


"gak tahu rasanya iri saja melihat mereka berdua begitu dekat" tutur Ersya sambil menunduk.


"kamu cemburu sama baby dan bocil" ucap Johan memandang Ersya dengan lekat.


"gak tahu juga cuma iri saja"


Johan lalu memeluk Ersya dengan lembut dan sayang.


"mungkin perlakuanku padamu sangat jauh dari yang kau inginkan maafkan mas yang gak bisa romantis" ucap Johan lirih ditelinga Ersya membuat Ersya terkejut.


*****

__ADS_1


__ADS_2