THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
DIA TIDAK MATI


__ADS_3

Romo langsung menutup mulutnya, Erick yang bengong mematung berlahan mendekat kedua tangannya memegang lengan romo.


"mobil Karin jatuh kedanau!!! Maksudnya gimana katakan padaku apa yang terjadi?" Kata Erick tak percaya lalu dia mengguncang badan romo.


"kamu salah dengar tidak terjadi apa-apa sama Karin" kata romo mengalihkan pandangannya.


"kalo begitu kenapa romo tak melihat putra" balas Erick. "romo kumohon jangan berbohong katakan yang sebenarnya, kumohon romo" Erick menyatukan kedua tangannya memohon.


Akhirnya romo bicara juga saat melihat anaknya memohon. "romo menutup seluruh jalur kearah Jakarta dan ternyata semua itu dimanfaatkan oleh musuhnya, menurut kabar pihak kepolisian ada satu orang asing yang ikut berjaga disetiap perbatasan mereka pikir itu pekerja yang sengaja romo kirimkan jadi dibiarkan saja, dan mobil yang ditumpangi Karin diarahkan kejalan S yang memutar lebih jauh berada diatas tebing juga melewati anak danau, disana...." romo diam sejenak tak tahu harus melanjutkan ceritanya atau tidak.


"dia diserang!!!" kata Erick. Romo hanya mengangguk dalam diam.


"maafkan romo putra" kata romo menyesali perbuatannya.


"dia tak akan mati semudah itu, dia orang hebat, cerdas, juga licik dia punya seribu cara menghadapi musuh-musuhnya, dia tak mudah dikalahkan aku tahu siapa dia" Erick terus yerocos tanpa henti sambil berjalan kebelakang berlahan.


"mas tenang dulu, sabar ya" kata Fani mencoba menenangkan Erick.


"diam kamu Fan" teriak Erick dengan marahnya.


"putra dengarkan romo dulu" sahut romo pelan.


"dia tidak mati aku percaya dia, dia tidak mati" teriak Erick sambil berlari keluar.


"putra" teriak romo tapi tak dipedulikan sama Erick.


"mas tunggu dulu" Fani juga ikut berteriak namun Erick sudah jauh.


Erick yang berlari disepanjang koridor langsung menarik tangan Felix begitu saja. Felik yang diseret hanya bengong dan nurut walau penuh tanda tanya.


"jalankan mobilnya kita menuju jalan S" titahnya.


"eh ada apa? apa ada yang ingin kau cari disana?" tanya Felix heran, apalagi saat melihat mata Erick yang sembab habis menangis.


"gak usah banyak tanya cepat jalankan saja" teriak Erick frustasi.


"iya baiklah" katanya lalu segera menyalakan mesinnya dan melaju.


"ngebut!!" katanya pendek.


"eh"


"aku bilang ngebut" Erick mengacak rambutnya sambil menggertakan gigi. Dia bener-bener frustasi, dalam sekejap saja dia akan kehilangan dua orang yang sangat penting bagi dirinya.


"apa yang terjadi dengannya sih? apa mungkin dia sudah tahu tentang baby ya?" batin Felix melirik kekursi belakang.

__ADS_1


Sesampainya dijalan S keduanya berdiri mematung melihat kondisi jalan yang sangat berantakan, jalan itu sudah tertutup timbunan bebatuan akibat ulah lawan Karin yang tak segan menembak dengan bazoka, dan bertempur melawan tim Karin sendiri.


Erick berjalan hendak menaiki bebatuan didepannya namun dicegah oleh Felix.


"jangan berbuat konyol kamu ingin jatuh kebawah" kata Felix memegang lengan Erick.


"lepaskan tanganku aku ingin memastikan saja" balas Erick.


"dia tak semudah itu dikalahkan, dia pemimpin yang hebat kau harus percaya padanya"


"aku tahu"


"kalo kamu tahu kenapa mesti berjalan kesana? Kenapa tidak kau telf dia saja sekarang?" kata Felix. Mendengar itu Erick segera meraih hpnya hendak menelf Karin.


Berulang kali Erick malakukan panggilan namun Karin tak kunjung mengangkatnya membuat dia semakin dilanda gelisah juga kawatir.


Yang ditelfn sebenarnya lagi makan disebuah restouran karena Ersya selalu kelaparan dan hp Karin tertinggal dimobil, keduanya cuma memperhatikan Ersya yang makan dengan lahap tanpa ada keinginan untuk makan.


"mau nambah lagi Sya?" tanya Johan sambil mengelap bibir Ersya yang belepotan.


"bungkus saja buat jaga-jaga ya mas" jawab Ersya.


"baiklah, berapa porsi Sya?" tanyanya lagi.


"lima porsi" jawab Ersya dengan mulut yang penuh makanan.


"aku sendiri juga gak tahu yaah inilah anugrah yang maha kuasa hehehe sukuri saja, untung seseorang berkantong tebal kecantol ma aku" Ersya berkata kearah Johan dengan senyum dibuat-buat.


"kamu harus giat berkerja Jo demi mengenyangkan perut istrimu ini" kata Karin.


"sepertinya begitu" jawab Johan pendek.


"itu masih belum hamil Jo, kalo sudah hamil nanti mungkin satu warung bakal ludes dilahapnya" ejek Karin.


"ya iyalah kan dibagi dua asupannya" ketus Ersya.


"gak apa-apa aku masih sanggup mencari uang, bukannya tugas istri memang menghabiskan uang suami ya" sahut Johan.


"mas Jo memang pinter jadi lopyu lopyu" goda Ersya. Johan hanya tersenyum tanpa menunjukan giginya.


Setelah mengisi perut mereka bertiga melanjutkan perjalanan, kali ini Karin yang yetir Johan istirahat dibelakang, awalnya Johan menolak tapi Karin ngotot demi keselamatan juga akhirnya Johan menurut saja.


Ersya bergiliran menemani mereka berdua ngobrol panjang lebar, ada saja yang mereka bicarakan dari mulai hal kecil hingga besar sampai yang lucu hingga mereka tertawa disepanjang perjalanan.


Mobil suport milik Karin sampai pada malam hari disaat semua orang sudah tertidur lelap, Johan yang sudah menggantikan Karin menyetir segera menekan salah satu tombol yang berada didashbord mobil untuk membuka gerbang secara otomatis.

__ADS_1


Pintu gerbang mulai terbuka dengan sendirinya mobilpun masuk, terlihat beberapa orang pengawal sudah berdiri siap menyambut sang bos membuat Johan dan Karin terkejut.


"siapa yang mengirim mereka kesini Jo?" tanya Karin sama Johan didepannya.


"siapa lagi kalo bukan tuan Aoi" jawab Johan.


"dia selalu bertindak tanpa persetujuan dariku" balas Karin dengan berdecih tak suka.


"semua juga demi kamu baby, tuan Aoi selalu kawatir dengan keselamtanmu" kata Johan Karin hanya cemberut tak suka.


Johan memarkir mobil tepat didepan pintu, terlihat pak Aldo dan para pelayan yang lain sudah berdiri siap menyambut membuat Karin terkejut untuk kedua kalinya.


"ya tuhan mereka ini kurang kerjaan bukannya tidur ini malah berdiri disini, ngapain juga?" kata Karin dengan cemberut sambil keluar mobil.


"selamat datang tuan" kata pak Aldo. "apa anda baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" lanjutnya yang sepertinya tahu apa yang terjadi.


"seperti yang kau lihat sangat amat baik, trus ngapain kalian berdiri tegak disini bukannya tidur sana?" ketus Karin.


"kami hanya menyambut tuan karena ini tugas kami" jawab semuanya kompak.


"tugas kalian apa memastikan diriku selamat dan baik-baik saja" mereka semua langsung tertunduk malu mendengar ucapan sang majikan.


"dua-duanya tuan" jawab sang bi Ratna mewakili semuanya.


"hoi kalian semua keluarin yang ada dibagasi" teriak Johan lalu dia berputar menuju pintu samping untuk menggendong kekasihnya.


Johan menggendong kekasihnya masuk membuat seluruh pelayan terkejut apalagi yang wanita, mereka yang mengagumi Johan seolah patah hati karena ternyata Johan sudah punya wanita.


Johan berjalan masuk sambil menggendong kekasihnya, pak Aldo dan bi Ratna nampak terkejut dan terperangah melihatnya.


"ada apa kenapa kalian bengong begitu?" tanya Karin yang heran melihat keduanya.


"ERSYA!!!" jawab keduanya kompak, Karin melihat keduanya dan Ersya bergantian Johan mendelik dibuatnya.


"kalian kenal dia" tanya Karin lagi.


"i, itu...." jawab bi Ratna ragu lalu melirik kearah pak Aldo.


"Ersya tunangannya Johan! Kalian kenal dia" kata Karin.


"APA!!" kini giliran pak Aldo dan bi Ratna yang terkejut.


******


Rumah 3 lantai hasil bajakan yang sudah direnofasi milik Karin.

__ADS_1



Jangan lupa like dan komen๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2