THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
OLAHRAGA MALAM


__ADS_3

"sakit bunda!!!" pekik Erick sambil mengelus kepalanya.


"apa maksudmu olahraga mulut" kata bunda.


"astoghfirlloh bunda masa putra harus jelasin sedatil mungkin sih, kalian kan bisa lihat tuh diatas meja semalam dengan santainya Chibi Maroko Chan mencabutnya katanya ribet gak bisa tidur hoahhmm, makanya aku olahraga mulut alias ngomel-ngomel, cekcok!! hoaahm" tutur Erick menjelaskan sambil menguap sekaligus menunjuk keatas meja.


"ooo" jawab keduanya kompak sedangkan Kiran hanya diam mendengar penjelasan Erick.


"lagian romo dan bunda kenapa sih aneh sekali kaya memergoki sang pembuat dosa saja pake introgasi pula" katanya lagi yang heran dengan kelakuan kedua orang tuanya.


"gak ada apa-apa!!!" jawabnya kembali kompak.


"ya sudah aku tidur lagi maaf gak ikut sarapan hoaah masih ngantuk banget" Erick mulai membaringkan badannya namun berhenti seketika saat mendengar teriakan keduanya.


"jangan tidur disini!!" teriaknya kompak membuat Erick jengkel.


"kenapa lagi!!?" pekik Erick.


"pindah kekamarmu sendiri biarkan Karin tidur dengan tenang" kata romo tegas.


Erick memandang tak suka kearah romonya. "kalian berdua tuh yang membuat tidurnya gak tenang" batinnya geram juga mbeduduk.


Walau kesal sama orang tuanya tapi Erick tetap pindah kekamarnya sendiri, dia berjalan lesu tak bersemangat karena kurang tidur dan kali ini berharap tak ada gangguan dari siapapun.


Namun harapan itu sirna sudah karena Fani datang dengan senyum merekah dipagi hari.


"mas Erick selamat pagi" ucapnya sambil memeluk lengan Erick.


"selamat pagi mau ngapain kamu?" balas Erick tak suka.


"hehehe temenin aku sebentar ya" Fani bicara dengan nada manja.


"maaf Fan aku gak bisa" Erick menolak ajakan Fani.


"ayolah cuma sebantar saja kesuatu tempat please, kali ini saja" rengeknya.


"baiklah, kalo begitu biarkan aku tidur sejenak"

__ADS_1


"hah! Ko tidur lagi sih mas bukannya mau mandi dan sarapan"


"baru tidur subuh tadi habis olahraga semalem sama Chibi capek hoaahhm, dah ya Fan nanti kita jalan-jalan izinin lanjutin tidur dulu" Erick bicara sambil berjalan malas menuju kamarnya.


"o, olahraga apa maksudnya olahraga malam, masa mas Erick melakukan diluar batas sih tidak mungkin" batin Fani memandang Erick masuk kekamarnya.


"bener-bener romo anak itu tak bisa dibiarkan bunda tidak suka dengan kelakuannya" kata bunda dengan suara yang sedikit keras.


"sudah bunda putra kan tidak melakukan sesuatu jadi aman percaya sama romo iya kan nak Kiran" balas romo menoleh keKiran dan dijawab anggukan olehnya.


"pagi om tante dan kak Kiran" sapa Fani setelah melihat mereka semua keluar kamar Karin.


"oh Fani mau ketemu Erick ya, ayo ikut sarapan juga sekalian" balas romo ramah.


"iya tadi sudah ketemu tapi buru-buru mau tidur lagi katanya"


"ooo putra pindah kekamar soalnya semalem tidur bareng sama Karin" kata bunda.


Jedeeerrr


Erick masih kesal dengan kelakuan Fani yang membangunkan dia dengan paksa dan menyuruhnya mandi secepat mungkin, bahkan belum selesai berbenah diri dia sudah diseret keluar tanpa pamitan sama orang rumahnya.


"hari ini sikapmu aneh sekali Fan, ada apa sih?" katanya didalam mobil.


"gak ada aku cuma ingin mas Erick menemaniku seharian ini" balasnya dengan tersenyum semringah.


"ok deh mumpung pulang kampung kamu mau kemana aku temenin?" katanya santai sambil bersandar kebelakang.


Mendengar itu Fani begitu senang dia langsung memeluk erat lengan Erick dan bermanja dengannya.


"kalo gitu selama mas pulang kampung temanin Fani saja ya"


"tumben Fan!!"


"karena Fani kangen bangeeeet sama mas kan sudah lama kita gak bersama" katanya manja disamping Erick.


"aneh ko aku risih ya sama sikap manja Fani seperti ini, beda sama Chibi yang bisa bersikap netral walau kami sudah jadian dia lebih suka bergurau dan membuatku ngomel" batin Erick sambil melirik kearah Fani.

__ADS_1


Sang sopir hanya melirik dari kaca spion sambil tersenyum sinis dia tahu kalo tuannya tidak suka sama sikap manja Fani, lalu beralih kehpnya mengetik sebuah pesan singkat yang dikirim keseseorang yang baru bangun.


Seorang sopir yang berbeda dari sopir kebanyakan dia memiliki postur tubuh tinggi juga kekar dan atlentis tentunya, berwajah asia timur bermata biru dan berambut panjang seleher, sopir itu adalah salah satu kucing kesayangan Karin yang khusus ditugaskan menjaga Erick disaat dia tidak bersamanya.


Dia bernama Felix Chen salah satu dari anggota tim khusus yang dibentuk oleh Karin sendiri yang diberi nama cerberus, sebuah nama yang dia ambil setelah pulang dari rumah tuan Fay sang kakek saat liburan keParis Prancis.


Trinnngg....


Hp dimeja berbunyi Karin yang baru bangun dari tidur merasa malas sekali melihatnya, dia duduk diranjang dalam keadaan yang malas menunduk.


Cklek....


Sang kakak masuk dan berjalan mendekat sambil membawa sarapan.


"siang litle" kata sang kakak kalem.


"beb...." balas Karin males.


"mencari dia tadi pagi dia pindah kekamarnya lalu pergi sama Fani"


"siapa yang menyuruhnya pindah!!?" mendengar ucapan adiknya Kiran mendesah kesal.


"belum apa-apa kau sudah berani tidur bareng!!"


"bukan urusanmu, dia tidak akan ngapa-ngapain aku yakin!" Karin melirik kakaknya dengan tajam tak suka. Sang kakak langsung mengerti sama tatapan adiknya yang tajam itu.


"kamu harus ingat ini rumahnya bukan apartemen atau rumah pribadi jaga sikapmu sedikit"


"sorry beb"


"iya gak apa sekarang makanlah"


"suapin!!" katanya malas.


Kiran tersenyum kecil lalu menyuapi adiknya dengan santai, Karin melirik kehpnya yang berada diatas meja dengan malasnya dia mengambilnya melihat pesan apa yang masuk didalamnya dan langsung membuka pesan yang dikirim sama Felix.


*****

__ADS_1


__ADS_2