THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
BALA BANTUAN


__ADS_3

Karin mengendarai mobil dengan ngebut tanpa mempedulikan apapun dijalanan, bagaikan pembalap liar yang urakan demi tujuan dia akan menerjang apa yang menghalangi.


Tujuannya hanya satu secepat mungkin tiba ditempat tujuan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Tak lupa earphone ditelinga selalu menyala memastikan mereka semua tiba lebih dulu.


Ran Ran berikut anak buahnya yang berada di gedung itu memang sedang berkelahi dengan mereka anak buah dari tangan kanan Mateo, walalu pemimpinnya tertangkap tapi itu tak membuat mereka bertekuk lutut dan menyerah, mereka bertindak sendiri bebas berbuat mau tidak mau perkelahian terjadi digedung itu.


Tim cerberus tiba tanpa perintah dari siapapun mereka membantu Ran Ran, melumpuhkan mereka semua satu persatu.


"darimana kalian tahu posisiku? Siapa yang menyuruh kalian kesini?" tanya Ran Ran terkejut melihat mereka datang membantu.


"siapa lagi kalo bukan bos, dia bilang kami disuruh bantu kamu" jawab Billar.


"selesaikan urusanmu biar disini kami yang urus setelah itu pulang bareng" sahut yang lainnya.


"betul bos sudah tunggu dirumah" jawab yang lain lagi.


"terima kasih" setelah berucap seperti itu Ran Ran segera berlari menuju sebuah ruangan disanalah tangan kanan Mateo diikat dan harus mendapatkan hukuman tersendiri.


Mengetahui sang bos tertangkap tentu saja para anak buahnya tidak tinggal diam mereka semua mengepung gedung kosong itu dan melumpuhkan satu persatu anak buah Ran Ran akibatnya Ran Ran kalah jumlah membuatnya terdesak.


Ran Ran kelelahan karena menghadapi mereka yang banyak kini terpojok, dia terpaksa mengeluarkan pistolnya menembak mereka satu persatu tapi sungguh sayang peluru didalamnya tinggal 2 membuat dia harus bergulat kembali.


"cih aku kalah jumlah, aku tidak boleh tumbang disini, aku masih belum membuat perhitungan sama keparat itu" batin Ran Ran menahan semua pukulan yang dilayangkan kedirinya.


"dimana dia?" kata salah seorang mungsuhnya sambil melayangkan pukulan tepat diwajah Ran Ran.


Pak...


Sebuah batu melayang tepat mengenai kepalanya membuat dia menghentikan pukulannya dan melihat siapa yang mengganggu.


"jangan main keroyokan bung hadapi kami berdelapan kita lihat siapa yang kuat dan berkuasa kalian atau kami yang dijuluki setan bawah tanah" balas Billar sok keren.


"bacotmu terlalu panjang kapan beraksinya" sahut Felix.


"keparat kau jadi gak sok keren kan" kesal Billar.


"ok kalo itu mau kalian, kalian semua maju kita bebas bertindak" balas sang musuh membuat mereka melihat tak suka kearahnya.


"setan pirang vs setan merah kikiki menarik sekali" kata Billar.

__ADS_1


"pilih nama yang keren jangan asal jeplak" sahut yang lainnya.


"itu sudah bagus kalo gak terima cari sendiri"


"dasar sinting" kesalnya.


Disaat mereka saling adu jotos dan perkelahian semakin seru, Ran Ran berlari menuju sebuah ruangan disanalah tangan kanan Mateo disekap.


"lama tidak berjumpa F sepertinya kau sangat sehat" kata tangan kanan Mateo dengan senyum iblisnya.


"kau masih saja tidak berubah demi ambisi kau bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya" balas Ran Ran berjalan mendekat.


"bukannya kau juga sama mengurung seorang wanita demi seorang anak bukannya itu juga ambisi"


"walau aku punya ambisi jalan yang aku tempuh tidak sama sepertimu" Ran Ran berkata sambil mengulurkan tangannya. "dimana kau menyimpan obat itu" lanjutnya.


"heh kenapa tidak kau cari sendiri" Ran Ran mengambil hpnya menelfon seseorang.


"gimana sudah ketemu" tanyanya.


"sabar masih dicari" jawab orang diseberang.


"aku tidak menyangka anakmu begitu pintar F aku jadi iri"


"hahaha menarik sekali bagaimana jika orang pintar berubah jadi gila aku tak bisa membayangkan itu terjadi"


"kau"


"kau orang pintar dan cerdas, dari dulu kamu yang disayangi papa dan mama, mereka semua menaruh semua harapannya padamu sekaligus seluruh kekayaannya"


"sekarang aku mengerti kenapa papa tidak mempercayakan bisnisnya padamu juga mencoretmu sebagai ahli waris keluarga"


"hahaha orang tua itu mengusirku dari rumah menjadikanku gembel dengan tidak memberiku uang sepeserpun, aku bertemu dengan Yoko dan dibawa kekeluarganya dia begitu gampang dimanfaatkan, wanita yang kau nikahi itu bekasku hahaha"


Dor dor


Ran Ran sudah tidak bisa menahan emosi lagi, dia melayangkan dua tembakan tepat dikepala juga jantung hingga membuatnya mati seketika.


"semoga kau tenang disana"

__ADS_1


Pada dasarnya semua masalah ini berawal dari perebutan harta keluarga Andromeda, Fay memiliki tiga putra yang akan dia serahi seluruh hartanya dan dia sendiri berniat pengsiun dari dunia bisnis, tapi sayangnya satu diantaranya sangat serakah dia membunuh saudaranya demi mengurangi ahli waris, perbuatannya diketahui oleh Glen tangan kanan Fay dia tidak tega menghukum anaknya hingga pilihan untuk mencoretnya dari ahli waris dan mengusirnya dari rumah tanpa uang sepeserpun menjadi pilihan yang tepat baginya.


Sang anak yang terusir harus makan dari jalanan, bersilat lidah kesana sini hingga dia bertemu seorang gadis bernama Yoko, dia yang pandai bicara membuat Yoko tertarik dan membawanya ketimur tengah bertemu keluarga dan memberinya perkerjaan.


Sayang beribu sayang dia bagaikan anjing berbulu domba lambat laut menguasai keluarga Yoko Keluarga Mateo, menjadi orang kepercayaan ayahnya Yoko yang mengetahui kejahatan itu berusaha mencegahnya dengan berbagai cara sang ayah yang terlanjur percaya sama hasutannya tidak menganggap omongan Yoko.


Dia mengetahui rencananya ada yang mengganggu maka dari itu dia membuat Yoko menjadi kelinci percobaan, satu kesalahan yang dia lakukan dia membuang Yoko dirumah sakit bertepatan dengan F. Lauran yang baru datang dan bertemu dengan Yoko.


"dimana dia?" teriak Karin sama mereka dengan nafas yang tersengal-sengal habis berlari.


Tanpa bersuara mereka semua secara berjamaah menunjuk keatas, Karin berlari keatas begitu saja tapi ditengah tangga dia berhenti karena mendengar teriakkan dari atas sambil berlari.


"periksa seluruh badan mereka semua ada obat yang disembunyikan" teriak Ran Ran dari atas.


"obat!!" batin Karin.


Mereka segera melakukan apa yang diperintahkan Ran Ran bukannya memeriksa secara teliti, tapi mereka langsung ditelanjangi begitu saja.


"astaga ya tuhan bisa pusing kepalaku" kata Karin menepuk jidatnya.


"maaf bos kelamaan nanti kita periksa pakaiannya saja" kata Felix.


"tak sudi aku meraba-raba badan pria apalagi bau kecut begini huek" sahut Billar.


"obat apa yang disembunyikan dibadan mereka" tanya Karin sama Ran Ran.


"obat perusak jaringan sel otak yang bisa membuat orang gila permanen" jawab Ran Ran membuat semuanya melongo seketika seolah tak percaya.


"dasar sinting cepat periksa jangan pedulikan bau kecut badannya" teriak salah satunya sambil memeriksa pakaian.


Plak...


"dimana kau sembunyikan obat itu cepat katakan" tanya Billar setelah menampar mungsuhnya.


"a aku tidak tahu tentang obat itu" kata musuhnya pasrah.


"apa ini yang kalian cari" sebuah suara mengagetkan semuanya sambil menunjukkan sebuah obat ditangan.


Mereka semua kompak melihat kesumber suara itu, begitu tahu mata mereka semua melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Erick telah disandera olehnya dalam keadaan tak sadarkan diri dengan kaki dan tangan terikat dan mulut dibekap.

__ADS_1


*****


Apa cerita ini sudah seperti pertarungan antar mafia?? Apa cinta mereka berdua akan diuji kembali?!! Kita nantikan episod selanjutnya.🤗🥰🤩😎😎


__ADS_2