THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
BAHAGIA ITU SEDERHANA


__ADS_3

"bocil bisa minta tolong baringkan baby dikamarnya" ucap Johan.


"baiklah sebelah mana kamarnya" tanya Erick segera mengangkat tubuh Karin.


"kamu cari saja pintu berukiran burung cendrawasih"


Erick segera berjalan menuju kamar Karin, sementara ambulans yang dipanggil Johan sudah datang berserta Nana para pelayan yang luka parah segera dibawa kerumah sakit. Nana mengomel pada Johan karena membiarkan Karin mabuk membuat yang lain tertawa dengan getir.


"ngapain kamu disini?" tanya Nana saat melihat Billar.


"tentu saja menjaga baby emang mau ngapain"


"benarkah!!?" kata Nana dengan sorot matanya berubah segitiga warna merah menyala kearah Billar.


"kamu jangan mengikut sertakan aku soal baby yang mabuk dong salahkan bocil tuh bocil ya"


"jangan sampai aku berurusan sama dia" batin Billar mengelus dadanya.


Erick berjalan menaiki tangga menuju kamar Karin, dilantai dua hanya ada satu kamar yang berukiran burung cendrawasih sedangkan yang lain berukiran burung phoenix, segera dia membuka pintu dengan satu tangannya begitu tiba.


sebuah kamar yang sangat luas berwarna hijau daun hanya berisi tempat tidur berukuran king size meja rias juga meja kursi saja karena dia tidak suka begitu banyak barang.


Erick membaringkan tubuh Karin dengan pelan dan menyelimutinya, ditatapnya wajah menawan itu sambil tersenyum lembut jari telunjuknya yang panjang menyusuri setiap inci wajah Karin.


"aku memang tidak normal ya" batin Erick.


Dia terus menatap wajah Karin yang tertidur lelap dengan berat dia menelan salivanya saat pandangan matanya tertuju pada bibir mungil warna fanta Karin yang sedikit terbuka.


Terdorong setan didalam hati dia mendekatkan kepalanya dengan pelan hingga kedua hidung itu menyatu, bau alkohol masih sangat terasa begitu menyengat dihidung dia tidak mempedulikannya tanpa izin dari yang punya berlahan dia menempelkan bibirnya kebibir Karin, rasa kenyal bercampur manisnya anggur membuat Erick ingin melakukannya lebih jauh.


Tangannya mencengkram bantal disamping dengan berani dia memasukan lidahnya dan bermain disana.

__ADS_1


"nnnggg, ah!!" Karin mendesah dengan lirih tangannya mulai meraba pundak Erick.


Tersadar dengan apa yang dilakukan spontan Erick berjalan keluar sambil menutup mulutnya kearah mobil menuju apartemennya.


Diapartemen Erick langsung menuju kamar mengunci dan bersandar dipintu kedua tangannya memegang kepala dalam hati dia memaki kebodohan yang telah dia lakukan.


Disentuh bibirnya rasa anggur dari bibir Karin masih melekat disana. "kenapa, kenapa rasa hangat dan nyaman itu harus berada disampingnya? Kenapa begitu nikmat?" batin Erick.


Erick meringkuk dibelakang pintu perasaannya yang berkecamuk terus menyerang, dia bingung dengan dirinya saat ini.


Seperti biasa Karin bangun sudah amat siang kepalanya yang sakit membuat dia malas untuk bangun, teringat saat mabuk diclub dia langsung meraih hpnya mengecek CCTV dirumah disetiap sudut ruangan, Karin memang sengaja menaruh cctv didalam rumahnya untuk berjaga-jaga.


"aku melakukannya lagi" batin Karin dengan sedih lalu dia menelfon Johan supaya datang kekamarnya.


Johan sudah berdiri dihadapannya siap menerima apa yang diperintahkan majikannya.


"kenapa kau tidak menghentikannya Jo?" tanya Karin sambil berjalan kearah Johan.


BRET bret bret


Tanpa disuruh tangan Karin langsung merobek baju Johan membuatnya terkejut. Karin melihat luka tembakan juga bekas luka pukulan lainnya yang masih membekas, raut wajah Karin berubah sedih tanpa bisa ditahan lagi dia menangis didepan Johan.


"maafkan aku, maafkan aku Jo aku tidak tahu lagi harus gimana untuk menekan kebiasaanku ini" kata Karin dengan sesengukan.


"saat pikiranku kacau hanya minuman itu yang aku cari" lanjutnya lagi.


Johan langsung meraih Karin kedalam pelukannya dia bisa merasakan apa yang terjadi pada Karin.


"ini bukan salahmu, aku baik-baik saja ini hanya luka kecil jangan menyalahkan dirimu sendiri" ucapnya dengan pelan.


"apa kau akan meninggalkan aku Jo"

__ADS_1


"tidak! Aku akan terus disampingmu sampai kau menemukan sesuatu yang sangat berharga bukannya aku sudah berjanji padamu"


"tapi kalo bebekku membuatmu pergi gimana? Dia pasti sudah tahu"


"aku tidak akan pergi beby aku janji akan tetap bersamamu menjagamu"


"terima kasih Jo"


"hhhmmm"


"apa masih sakit sudah diobati kan" Johan langsung tertawa.


"jangan kawatir!!"


Setelah itu Karin ditemani Johan pergi kerumah belakang meminta maaf atas apa yang dia lakukan semalam, bi Ratna memeluk Karin dengan lembut dan sayang memaklumi apa yang terjadi walau awalnya Karin agak kikuk setelah melirik kearah Johan dan mendapat anggukan darinya Karin membalas pelukan bi Ratna, begitu pula dengan pak Aldo sendiri juga langsung memeluk keduanya.


"kalian tidak ikut juga" kata Johan sama yang lainnya.


"emang boleh mas Jo" tanya salah satu dari mereka.


"boleh!!"


Mendengar jawaban itu mereka semua langsung berhamburan memeluk majikannya, Johan hanya tertawa melihat hal itu begitu pula dengan Karin senyum merekah langsung keluar lebar dan begitu tulus dari bibirnya.


"kebahagian yang sebenarnya saat seseorang mau menerima kita apa adanya dengan tulus semoga kau akan selalu tersenyum seperti itu baby!" batin Johan melihat mereka semua tertawa lepas bersama Karin.


kebahagian yang sederhana tanpa harus memandang status juga kekuarangan tidak pernah mebedakan dari orang itu sendiri!!!


*****


🍁🍁🍁🍁 selamat tahun baru and happy new year semoga tahun ini jauh lebih baik dari tahun kemarin. 😘😘😍😍🎉🎆🎇🎊🎁

__ADS_1


__ADS_2