THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEAMERIKA


__ADS_3

"apa kamu yakin ini tempatnya?" tanya Ran Ran melihat rumah sakit besar diAmerika.


"dari alamat yang kutelusuri memang ini tempatnya" jawab Karin sambil melihat alamat diatas kertas yang dipegangnya.


"daripada berdiri terus lebih baik masuk saja dan bertanya didalam"


Mereka masuk kedalam dan langsung menemui direktur rumah sakit untuk menanyakan seorang dokter yang pernah kerja disana dua puluh tiga tahun lalu.


Setelah acara penyambutan Johan waktu itu Karin segera terbang keAmerika, dia menceritakan apa yang terjadi sama Fani juga menceritakan apa yang diminta Fani karena itu dia meminta bantuan Johan mengawasi perkembangan mereka berdua selama dia berada diAmerika.


"hello, good afternoon" kata Karin diruang kerja direktor mengulurkan tangan.


(kita pakai bahasa Indo saja biar gak ribet🀦)


"hallo selamat siang juga bisa dibantu" balas sang direktur ramah menjabat tangan Karin juga Ran Ran bergantian. "mari silakan duduk" lanjutnya mempersilahkan duduk keduanya.


Karin mengatakan tujuannya datang menemui direktur soal dokter yang pernah berkerja dirumah sakit itu.


"dokter F, berkerja disini dua puluh tiga tahun lalu sebelum pindah hmm..." direktur nampak berfikir mengingat kembali nama-nama dokter yang pernah berkerja dirumah sakit.


"apa yang dimaksud Lauran ya" kata direktur teringat satu nama dokter pindahan.


"Lauran!!?" kata Karin pendek.


"iya, kalo gak salah namanya F. Lauran dia rekomendasi temenku dari Paris, kebetulan waktu itu disini sedang kekurangan dokter jadi aku menerimanya, sebentar aku Carikan datanya dulu ya" kata direktur lalu beranjak dari tempat duduknya menuju sebuah rak yang berisi seluruh data para dokter juga para pekerja dirumah sakit.


"nah ketemu ini dia terselip dibawah berdebu lagi fuh fuh" ucap direktur sambil membersihkan debu diatas map sambil berjalan menuju tempat duduknya dan mulai membuka map itu.


"namanya F. Lauran dia dokter bedah dari Paris tinggi badan 182cm, lulusan universitas Imperial College London, Inggris cuma itu tidak tercantum nama keluarga fotonya sudah buram" kata direktur menutup kembali map itu.


"apa saya boleh membawa map itu, tuan" tanya Karin.


"untuk apa? ini melanggar privasi rumah sakit jika ketahuan pihak rumah sakit bisa didenda"


"tapi saya membutuhkannya karena ini menyangkut orang tua saya"


"begitu baiklah ini bawalah, apa ada yang lain" tanya direktur lagi.


"pasien perempuan yang ditelantarkan dirumah sakit ini dua puluh tiga tahun lalu apa anda juga tahu"


"pasien perempuan!!"

__ADS_1


"dia berinisial Y dan akrab sama dokter F"


"wah kalo itu saya kurang paham bagaimana kalo anda besok kemari lagi saya akan membantu bertanya sama para dokter terdahulu"


"mm begitu baiklah saya permisi terima kasih atas bantuannya sampai ketemu besok" Karena tidak ada lagi yang dibicarakan Karin juga Ran Ran pamit pulang.


Sang direktur nampak bengong juga kaget saat melihat Karin berjalan bersama Ran Ran keluar ruangan.


"apa aku salah lihat ya mereka berdua seperti orang tua dan anak, ah mungkin mataku yang kabur karena termakan usia" gerutu direktur sambil mengucek matanya lalu duduk kembali.


Salah satu hotel diAmerika tempat Karin menginap dia kembali membuka map yang dibawanya dari rumah sakit.


"aku berharap masalah ini cepat selesai dan tidak berkepanjangan" kata Karin sambil membaca diatas kasur.


"semoga saja" sahut Ran Ran. "jangan membaca sambil tidur gak baik untuk mata" lanjutnya menegur saat melihat Karin membaca sambil berbaring.


"eh iya terima kasih sudah memperingatkan" balas Karin segera mengubah posisinya.


Esoknya sang direktur menepati ucapannya disampingnya sudah berdiri seorang dokter yang sudah tidak muda lagi tapi masih aktif berkerja dirumah sakit.


"perkenalkan dia dokter Ricard ahli penyakit dalam sudah berkerja dirumah sakit ini sudah sangat lama" kata direktur memperkenalkan.


"hallo juga semoga saya bisa membantu" kata


dokter.


"terima kasih, saya ingin menanyakan soal pasien perempuan yang ditelantarkan berinisial Y" kata Karin.


"ada banyak pasien yang ditelantarkan dirumah sakit ini karena tidak bisa membayar admin dan kami memperkerjakan mereka juga menggaji mereka seperti pada umumnya untuk melunasi biaya pengobatan mereka sendiri" tutur dokter menjelaskan.


"seandainya anda tahu namanya mungkin saya bisa langsung tahu" lanjutnya.


"yang saya tahu cuma berinisial Y dan dia akrab sama dokter Lauran"


"dokter Lauran akrab sama siapa saja bahkan dia lebih dekat sama pasien daripada sesama dokter"


"rumit sekali ya apa kau tidak ingat satu persatu orang yang dekat dengannya" sahut direktur.


"sebentar ada satu pasien perempuan yang ditelantarkan begitu saja setelah tiba diICU"


Mendengar itu Karin sangat berharap itu adalah orang yang dicarinya.

__ADS_1


"waktu itu aku yang menanganinya, dia dibawa sama beberapa orang berjas hitam dan dibaringkan begitu saja setelah itu ditinggal tanpa apapun, yang membuatku heran ada banyak bekas suntikan dibadannya"


"mencurigakan" celetuk direktur Karin dan Ran Ran diam mendengarkan.


"karena kasihan saya merawatnya dan seperti yang lainnya dia berkerja dirumah sakit guna membiayai perawatannya sejak saat itu juga mereka tidak ada satupun yang mencarinya, saya berfikir dia memang sengaja dibuang" kata dokter Ricard menceritakan pengalamannya.


"namanya siapa dok?" tanya Karin penasaran.


"mmm namanya kalo gak salah Yoko, sebentar saya ambil filenya semoga tidak hilang" dokter Richard segera keluar ruangan mengambil apa yang dibilang barusan.


Beda sama Karin dia bagaikan disambar petir siang hari, badannya kaku membatu lidahnya terasa kelu tak bisa bicara padahal ada yang ingin dia tanyakan lagi mendengar nama Yoko ditelinganya. Ran Ran mengerti keadaan ini dia menepuk punggung Karin menyadarkannya.


Hampir satu jam mereka menunggu tapi sang dokter Richard akhirnya datang juga membawa sebuah map yang sudah usang berdebu bahkan sebagian sudah hancur termakan rayap.


"maaf-maaf sudah membuat anda semua menunggu nah ini filenya" kata dokter Ricard sambil membukanya.


"oh iya namanya Yoko Geraldine, dari timur tengah badannya tinggi seperti model berambut panjang berponi sayangnya fotonya rusak karena tidak terawat, dia juga akrab sama dokter F " lanjut dokter Richard.


"makanya disimpan yang bener jangan main taruh saja" celetuk direktur memarahi.


"bukannya anda juga sama selalu taruh barang sembarangan" ejek dokter Richard.


"hei kenapa kau jadi menyalahkan aku" teriak direktur.


Karin membawa file milik Yoko dan mengeceknya lagi setelah tiba dihotel, tidak ada apapun dalam file itu, dia lalu mengambil foto dua-duanya melalui kamera hp dan dikirimkan kehp Johan berikut foto pernikahan yang ada dibuku kecil yang dia temukan.


Dia menghela nafas kasar dan cemberut karena apa yang dia cari tidak memuaskan.


"makan dulu keburu dingin gak enak" kata Ran Ran.


"ya, terimakasih" balas Karin lalu beranjak dari tempat duduknya. Ran Ran melirik semua file juga hp milik Karin yang dibiarkan begitu saja dimeja lalu kembali melahap makanannya.


Hp Karin berbunyi segera dia mengangkatnya setelah tahu siapa yang menelfon.


"hallo sayang kudengar kamu diAmrik ya" kata orang diseberang yang ternyata Erick kekasihnya.


"heem besok juga sudah balik" balas Karin tersenyum kecil.


*****


Terimakasih atas dukungan anda semua senang deh bisa sampai tahap ini lelah juga ternyata jadi author tapi tetep semangat berkarya πŸ˜”πŸ˜˜πŸ₯°πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

__ADS_1


__ADS_2