THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PROFESOR GILA


__ADS_3

Jet tempur mendarat dihalaman belakang pintu mulai terbuka, rasa cemas menyelimuti seluruh hati yang sedang menunggu, para pengawal membentuk barisan dikanan kiri seluruh karyawan berdiri tegak berikut Ersya yang berdiri diantara mereka dengan cemas dan hati yang tak menentu memikirkan tunangannya.


Satu persatu mereka turun dari jet itu disusul oleh Aska, begitu tiba dibawah dia langsung menghirup nafas dalam dan gembira.


"baby mana pak?" tanya Aska begitu dekat sama pak Aldo.


"eh tadi ada disini den" jawab pak Aldo sembari melihat sebelahnya.


Karin memang berdiri disamping pak Aldo tapi entah kenapa dia tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berkata apapun setelah menerima telfon.


"baiklah dimengerti aku tahu dia berada dimana" Aska berjalan masuk rumah tanpa diantar oleh pak Aldo sang kepala pelayan rumah.


Karin yang menerima telf dari seseorang segera berjalan menjauh dari kerumunan pak Aldo juga para pelayannya. Dia berjalan menuju lantai atas barulah dia menerima telfonnya.


"kirim saja data-datanya aku akan mengeceknya segera" kata Karin sama orang diseberang telfon.


Dia menghela nafas sejenak lalu berbalik badan, dia terkejut dan mendelik begitu Aska mengejutkan dia tepat didepannya.


"ba, aku kembali baby" katanya mengagetkan.


"selamat datang Aska"ucapnya sambil tersenyum tanpa memperlihatkan giginya.


"terima kasih oh iya aku membawakan buah tangan yang menarik untukmu" Aska membalas senyuman Karin.


"hmm jadi penasaran apa itu"


"Mateo bukan hanya nama keluarga tapi juga sebuah organisasi, dari info yang kudapatkan dia pernah menyerang salah satu rumah dishizuoka apa kau tahu itu rumah siapa?"


"jangan membuat orang penasaran"


"hahaha ini memang tipemu dari dulu, apa kamu pernah mendengar seorang profesor yang diusir sekaligus dicabut gelarnya dari lembaga tempat dirinya berkerja karena terbukti menemukan darah manusia didalam penelitiannya, dia pindah keJepang dan menetap dishizuoka ada sesuatu yang membuat Mateo tertarik lalu mengajaknya berkerjasama tapi sayangnya dia menolak mentah-mentah itu semua dan terjadilah perang disana hingga keluarganya tercerai berai" jelas Aska didepan Karin.


"aku pernah dengar juga sih kukira itu cuma desas-desus ternyata beneran"


"namanya juga menarik cuma satu kata saja"


"satu kata!!?"


"mm namanya cuma F, profesor F seorang profesor gila"


Karin mematung antara percaya tidak percaya, tapi apa yang diceritakan Aska sama dengan apa yang ada disebuah buku kecil yang dia temukan, dilembaran akhir masih begitu jelas diingatan juga pelupuk matanya tulisan itu dimana seorang dokter pindah kerja ke laboratorium sampai dijuluki profesor gila karena penelitian yang dia lakukan siang dan malam hingga memakan waktu.

__ADS_1


"baby are you ok" kata Aska sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Karin.


"oh iya aku tak apa terima kasih infonya ini sangat berharga, lalu mana Johan apa dia juga turun bersamamu" kata Karin beralih menanyakan Johan.


"gak tahu tadi aku tinggal begitu saja didalam pesawat"


"istirahat sana daripada begitu..."


"Momo hancur dia gak bisa balik" karena tahu apa yang ingin Karin katakan Aska memotongnya lebih dulu.


"begitu ya hais padahal susah payah aku mendaur ulang boneka itu supaya bisa bermanfaat"


"lagian kamu ngapain beli boneka sex anak kecil pula, kupikir kamu punya kelainan atau apa gitu"


"aku tidak beli cuma mengambilnya dari sibotak, jangan-jangan kamu lagi yang berniat bercinta dengannya"


"ckckck gak ada rasa tau gak main sama boneka"


"hahaha kukira kau punya jiwa petualangan yang tinggi"


Tiba-tiba Aska memeluk Karin begitu saja. "bagaimana kalo aku melakukannya denganmu" katanya serius tangannya membelai pipi Karin.


"wah wah aku jadi..."Karin tak jadi melanjutkan perkataannya karena dia melihat Erick dibelakang Aska dengan pandangan tak suka lalu berjalan mendekat.


"kau!!"


"apa hah, apa kau masih belum tahu kalo baby itu pacarku cari yang lain sana casanova bengek"


"pacar!" Aska sedikit terkejut sama ucapan Erick lalu melihat Karin, Yang dilihat langsung mengalihkan pandangannya.


"terserah dialah mau bilang apa bikin pusing saja" batin Karin.


"cowok lemah begini jadi pacarnya, kau itu hanya menjadi kelemahannya pergi sana" ucapan pedas Aska membuat Erick tertunduk, memang benar dia lemah dan tak pandai berkelahi atau lebih tepatnya tidak suka perkelahian.


"aku memang lemah dan tidak bisa apa-apa tapi asal kau tahu saja tidak semua pria kuat bisa menjadi apa yang dia inginkan" balas Erick kesal juga marah.


Karin tersenyum kecil mendengarnya dia tak menyangka Erick bisa berbicara tajam juga.


"sudahlah aku mau istirahat" Aska berjalan menjauh pergi kekamar tamu yang berada dirumah belakang lantai atas.


"jangan menghindar" teriak Erick.

__ADS_1


Dia mendengus kasar, begitu pandangannya tertuju kearah Karin dia lalu berjalan mendekat dengan cemberut.


"jangan kawatir aku akan menjadi kuat juga kalo kamu menyukainya huh" ketus Erick.


"kalo kamu tidak bisa memenuhi keinginanku bagaimana?"


"aku akan berusaha asal kau mau denganku"


"bukannya kamu sendiri yang bilang kalo pria kuat belum tentu bisa memenuhi keinginan pacarnya, kamu terlalu cemburu Erchan"


Erick menarik tubuh Karin kedalam pelukannya.


"bukannya normal aku cemburu jika melihat kekasihnya dipeluk pria lain apalagi dia membelai wajahmu tepat didepanku, untung dia tidak melakukannya lebih jauh"


"pikiranmu terlalu jauh, aku bisa menjaga diri Erchan lagipula dia tidak seperti apa yang ada dibayangan otakmu"


"belum tentu, buktinya mana"


"baiklah" Karin meraih tengkuk Erick membuatnya maju kedepan menyatukan bibirnya sama bibir kekasihnya pelan. Pak Aldo yang baru tiba hendak menyampaikan sesuatu terkejut tak percaya sama apa yang dia lihat dan kembali turun kebawah.


Ersya juga semua orang yang ada disana dibuat terkejut saat ada hujan kelopak bunga dihalaman belakang kecuali para pengawal.


Dan dua jet tempur yang terbang mengeluarkan asap membentuk tulisan membuat semuanya menganga dibuatnya. "ditunjukkan pada siapa tulisan itu" batin semuanya bertanya dalam diri sendiri.


Hujan bunga berikut awan yang membentuk tulisan diudara. "Will you marry me" tulisan itu membuat para pelayan wanita iri sama seseorang yang dituju.


Seorang pria berbadan kekar dan tinggi keluar dari jet tempur berpakaian rapi, matanya yang sipit dan bibir tipisnya yang sexsy mengembangkan senyum diudara tak lupa setangkai mawar merah terbuat dari kain bludru ditangan kanannya.


Melihat semua itu seorang wanita yang menunggunya dengan cemas langsung meneteskan air mata haru tak percaya, sampai pria itu mendekat kearahnya wanita itu masih saja menangis.


Tepat didepannya pria itu berlutut menyerahkan setangkai bunga mawar yang dia bawa padanya sambil tersenyum kecil disudut bibirnya.


"Will you Merry me" ucap Johan sambil menyerahkan bunga ditangannya.


"yes" balas Ersya menghamburkan dirinya kepelukan Johan. "terima kasih aku senang sekali" ucapnya lagi.


"tak akan aku lupakan kenangan ini selamanya" batin Ersya sesengukan.


Dor Dor Dor


*****

__ADS_1


Terima kasih sudah like, komen juga votenya dukungan kalian sangat berarti bagi author 🤗🥰😘


__ADS_2