
Brak....
Tuan Fay menggebrak meja karena marah dan kesal, dikarenakan para pengawal yang ditugaskan menjaga cucunya lalai. Dia berjalan mendekati para pengawalnya.
Plak plak plak
Dia mendaratkan tamparan kewajah para pengawalnya.
"kalian semua tidak becus, menjaga satu orang saja kalian lalai" teriak Fay. "telusuri seluruh danau itu cari cucuku sampai ketemu bahkan jika menjadi mayat sekalipun" titahnya sama para pengawal didepannya.
"baik tuan"
Fay tidak tahu kalo sang cucu akan pulang keJakarta, yang dia tahu pemimpin Jogja menutup semua jalur menuju Jakarta karena putranya kabur dari rumah dan itu dimanfaatkan oleh pihak musuh.
Dikamar hotel Fay yang marah memporandakan seisi kamarnya membuat sang istri cuma mendesah kesal. Kalo dulu, Fay akan langsung membunuh orang-orangnya jika mereka gagal tapi sekarang dia lebih manusiawi sejak ketemu istrinya puluhan tahun yang lalu.
"cari titik kordinatnya dan terbangkan jepri untuk menyelamatkannya" kata Louris memberi perintah.
"baik nyonya" jawab sang pengawal dan segera pergi keluar.
Louris mendekat kesuaminya menenangkan Fay yang lagi marah.
"dia sangat hebat tidak mungkin dia mati semudah itu" kata Louris menenangkan.
"kita sudah kehilangan papanya aku tidak mau kehilangan anaknya, cucu kita" jawabnya sambil menaruh dahinya diatas tongkat berlapis emasnya.
"percayalah dia akan baik-baik saja, apa kau lupa siapa dia?" Louris terus mengusap punggung suaminya supaya tenang.
"iya terima kasih sayang semoga dia baik-baik saja, dia sama dengan papanya orang yang sangat hebat"
"kita tunggu kabar dari orang-orang kita"
Kabar Karin diserang juga sampai dibangsal kencono, romo juga bunda begitu terkejut apalagi saat mendengar mobil Karin jatuh keanak danau.
Sang bunda langsung pingsan dan saat ini dalam perawatan dokter pribadinya. Romo langsung menerjunkan angkatan militer sekaligus kepolisian Jogja untuk mencari Karin. Karena dia merasa bersalah dalam insiden penyerangan Karin.
"terjunkan penyelam profesional kedanau itu, temukan dia walau dalam keadaan mayat sekalipun" titah romo sama sang pengawal yang memberi kabar.
"siap tuan" jawab para pelayan bersamaan dan segera keluar dari ruang kerja romo.
__ADS_1
Mereka semua kompak mencari Karin yang terjun keanak danau, dan anak danau itu masih berada diwilayah Jogja.
Sedangkan sang pacar Erick saat ini sedang demam dan menggigil akibat bermalam dikamar mandi membuat pusing Felix, dia tidak tahu menahu soal Karin yang jatuh kedanau karena Felix memang sengaja tidak memberi tahunya.
Seandainya tahu mungkin saat ini dia sedang berlari keluar dan sebisa mungkin pergi kedanau saat ini juga.
"kenapa jadi begini sih? Padahal aku ingin cepat-cepat keJakarta dan berkumpul bersama yang lainnya" gerutu Felix lalu mendesah kesal.
TLK (Tempat Lokasi Kejadian) diatas sudah terjadi perang antara lawan yang membawa bazoka dan tim kesayangan Karin siapa lagi sicerberus yang ditugaskan sang kakak khusus untuk menjaga Karin adiknya.
Mereka saling menyerang, mengebom, membuat tebing itu runtuh sebagian hingga jalannya tertutup.
Didalam danau mereka bertiga duduk dengan tenang menikmati cemilan yang dibeli sebelum berangkat tanpa mempedulikan semuanya yang kawatir mengira dia sudah kenapa-napa.
"bagaimana keadaanmu Sya?" tanya Karin sama Ersya yang baru siuman.
"masih takut" jawab Ersya.
"minum dulu Sya" Johan memberikan air mineral dalam botol plastik sama Ersya.
"makasih" tak segan Ersya langsung meneguk air itu hingga setengah. Setelah itu memakan semua makanan yang dia beli.
"jalankan mobilnya kita kedaratan Jo, bahaya disini bisa-bisa kita tertimbun longsoran akibat perang dunia keempat yang terjadi diatas"
Johan menyalahkan mobilnya dan mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju daratan. Hp Karin berbunyi dia segera melihat siapa yang telf.
"hallo beb" jawabnya sama Kiran yang dia juluki bebek oleh adiknya karena hobinya berenang.
"kamu baik-baik saja litle" balas Kiran.
"sangat baik" Karin mematikan telfnya lalu mengubahnya dengan VC.
"tuh lihat masih baik tak ada lecet sedikitpun" kata Karin lagi sambil tersenyum menunjukan giginya lalu mengarahkan VCnya sama Johan dan Ersya bergantian.
"hallo tuan, anda jangan kawatir mobil serbaguna buatan perusahaan ini sangat hebat" kata Johan sambil menyetir. Lalu Karin mengarahkannya keErsya yang sedang makan
"hallo tuan Aoi mari makan, gara-gara pingsan saya jadi laper hehehe" kata Ersya membuat Karin memanyunkan bibirnya.
Kiran hanya bergeleng kepala saja mendengarnya.
__ADS_1
"perjalananmu gimana aman kan? jaga dia baik-baik ya beb" tanya Karin
"seperti yang kau lihat, jangan kawatir untuk kali ini aku tak akan melepaskannya"
"itu bagus, segeralah menikah aku menantikan penerusmu seperti apa bentuk miniatur dari bebekku hehehe"
"justru aku yang bilang begitu, apa dia masih belum mengetahuinya juga"
"haaaah seperti yang kau lihat sangat menjengkelkan, sudah ya beb nanti disambung lagi kalo sudah sampai Jakarta dadah cup"
"baiklah dadah"
Karin segera mematikan panggilannya lalu memasukannya kembali kesaku.
"kalo orang lain yang melihatnya pasti dikira telfn sama pacar sendiri" sahut Ersya sambil tetep makan.
"biarin saja, kalo nuruti omongan orang kita bakal rusak karena tak tahu apa yang harus kita lakukan sebenarnya, karena baik buruknya kita akan selalu jadi omongan orang"
"hhmmm betul itu, lebih baik jadi diri kita sendiri itu jauh lebih baik ya kan" kata Ersya.
"cap cus dua jempol untukmu" Karin mengulurkan dua ibu jarinya kearah Ersya.
Mobil suport terus melaju hingga kedaratan, setelah sampai diatas segera dia mengubahnya kembali menjadi normal lalu melanjutkan perjalanan keJakarta walau harus memutar agak jauh.
"hubungi mereka Jo bilang kalo kita aman" titah Karin. "Jo aku istirahat dulu ya capek nih nanti aku gantiin yetirnya" katanya lagi lalu membaringkan badannya dan berlahan mulai tertidur.
"baiklah" jawab Johan singkat dan padat.
Ersya melihat Karin dengan intens entah kenapa ada rasa kawatir sekaligus kasian melihatnya.
"dia masih muda tapi harus memikul tanggung jawab yang begitu berat, harusnya dia menghabiskan masa mudanya untuk bermain bersama teman-temannya saat ini" batin Ersya dengan sendu.
Johan yang sadar melihat Ersya mulai bersuara. "ada apa Sya?" tanyanya.
"aku kasian sama Karin mas, dia kehilangan masa mudanya harusnya diumur segini dia main sama temennya jalan-jalan atau shoping gitu, tapi dia harus memutar otak mengurusi usahanya dan menghadapi para musuhnya" jelas Ersya.
"yang paling susah saat menghadapi konflik diantara anak buahnya, dia sudah berkerja waktu SMA kelas dua Sya, mungkin karena dia bukan ahli waris jadi harus mencari uang sendiri" balas Johan.
"bukan ahli waris! Maksudnya gimana mas?" tanya Ersya terkejut dengan perkataan Johan.
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like dan komennya😘😍