
"iya iya aku pesenin latte yang dingin, untung cinta kalo gak sudah kulempar kau keluar sana" gerutu Erick lalu berjalan memesan pesenan yang diinginkan Karin.
"kalian gay!!" tanya Louris yang terkejut dengan perkataan Erick barusan.
"apa menurut anda begitu" jawabnya menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
"kalian menarik juga" cletuk Fay.
"yah inilah hidup begitu menarik, sebenarnya aku sendiri juga gak tahu kenapa tapi semua orang didekatku memanggilku dengan baby tersayang hehehe apa seperti itu juga disebut gay"
"nikamti saja itu jauh lebih baik daripada menolak" ucap Fay sambil menyeruput kopinya.
"haiiissss kopiku belum datang jadi ngiler"
"oh my angel nih sudah grandma tiup lattenya" Louris memberikan kopi yang tadi ke Karin.
"tadi kau bilang apa?" tanya Karin sambil mengangkat sebelah alisnya.
"boleh dong grandma panggil my angel"
"terserah sajalah" balasnya malas lalu menyeruput kopi yang diberikan.
Hp Karin berbunyi dan itu dari Sora pemimpin perusahaan MIG. Segera dia mengangkat tanpa banyak bicara.
"hallo beby sayangku" kata Sora dari seberang walau lirih tapi dua orang didepannya masih bisa mendengarnya.
"ada apa?" tanya Karin.
"Yokohama bermasalah, terutama tempat-tempat yang kau duduki aku sudah memberi tahu tuan Aoi" jawab Sora.
"mereka menyerang Yokohama!!" batin Karin berfikir sejenak.
"kamu pakai saja drone untuk mengintai mereka dan pindahkan saja orang-orang itu ketempat yang baru"
"ok siap sayang, dronenya kamu simpan dimana?"
"dikepalamu!!!" Karin berkata dengan nada jengkel lalu mematikan telfonnya sepihak.
"kalo kamu butuh bantuan aku bisa membantu" balas tuan Fay.
"terima kasih"
"menyerang secara bersamaan ya, pintar juga otaknya kita lihat seberapa hebat dirimu Mateo" batin Karin.
Karin menghela nafas kesal. "latte dinginku belum datang" gerutunya cemberut sambil mengepalkan tangannya lalu dihentakkan kemeja beberapa kali.
Louris hanya tersenyum melihat cucunya yang lagi kesal.
"apa kau mau jalan-jalan sama grandma juga grandpa" kata Laouris.
"males"
"bocah nakal" kata Fay.
__ADS_1
"brisik!!"
"hihihi kakek dan cucu sama saja kompak banget"
"aku kompak sama dia, hih ngece!!"
Melihat sikap cucunya Louris cuma tertawa lepas dan dilirik sama Fay suaminya. Seandainya sama kakaknya mungkin bakal terjadi perang dingin karena mereka berdua sama-sama dingin, fikirnya.
"Bi, sorry lambat mampir kekamar kecil" Erick datang sambil membawa satu gelas kopi es latte yang dipesan Karin.
"kenapa gak sekalian kamu tidur saja dikamar kecil sana" ketus Karin. Mengambil kopi yang diberikan Erick dan segera meminumnya.
"aduh Bi kamu menggemaskan kalo marah Erick langsung mencubit pipi Karin.
"sakit Erchan kenceng banget nyubitnya"
"soalnya kamu menggemaskan iya kan grandma" Erick berkata sambil melihat Louris.
"yes, my cute little angel" jawab Louris.
"tuh kan grandma saja bilang kamu imut"
"lebay" jawabnya sambil menyeruput latte dinginnya.
Louris dan Erick hanya tersenyum sedangkan Fay bergeleng kepala, ditengah mereka ngobrol Kiran melakukan panggilan VC.
"hallo litle, doko ni imasu ka?" (kamu dimana?) kata Kiran menggunakan bahasa jepangnya dengan fasih setelah terhubung. Dan dimengerti sama Erick.
"aku direstouran hotel, ada apa?"
"hotel tempat aku menginap waktu pertama tiba diJogja"
"kebetulan kamarmu aku pakai dan sekarang naiklah ada yang ingin aku bicarakan"
"siap beb bentar lagi sampai"
"hhmmm bye"
"bye bye"
"wow panggilan yang romantis sesama saudara"
"sorry aku harus pergi, Erchan kamar kamu nomor berapa"
"kamar 402"
"ya sudah nanti aku kesana, ok" Karin beranjak.dari tempat duduknya. "dah semuanya" katanya lagi lalu segera berjalan menuju kamar 503 tempat dia pernah menginap dulu.
Sementara Erick juga langsung pamit karena merasa canggung jika hanya sendiri.
Kamar 503 seperti biasa disana Kiran duduk dengan laptop yang menyala dan Sota disamping memeriksa berkas yang dikirim dari Jepang.
Tok tok tok
__ADS_1
Suara pintu kamar ada yang ngetuk segera Sota meletakan berkas-berkasnya diatas meja dan berjalan menuju pintu hendak membuka.
Cklek... pintu terbuka saat tahu siapa yang datang Sota segera menunduk.
Tanpa basa basi Karin masuk menemui kakaknya yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"ada apa beb?" tanyanya sambil menarik kursi yang diduduki Sota tadi.
"apa Sora sudah memberitahumu soal Yokohama" jawabnya.
"ya, sudah, aku menyuruhnya menyebarkan drone untuk mengintai sementara dan memindahkan mereka sementara"
"kau tahu siapa yang berbuat ulah"
"ya, aku tahu sangat tahu"
"aku akan mengurus diJepang seminggu lagi keberangkatan, gak apa kan aku tinggal"
"gak apa-apa, aku juga mau keParis!!" mendengar itu Kiran sedikit terkejut dan melihat Karin.
"mau liburan!!!" katanya.
"tidak juga ada yang ingin aku cari disana, aku kesana sama Erchan juga"
"mereka berdua juga ikut kan"
"aku inginnya pergi berdua saja masa kemana-mana harus ada mereka berdua sih" rengeknya manja sama sang kakak.
"apa kau lupa musuhmu dimana-mana, bocah itu beda sekali denganmu walaupun bisa berkelahi tapi pasti akan KO juga dan itu menjadi santapan empuk untuk mereka"
"haiiis punya pacar lemah banget" keluh Karin.
"tapi kau suka padanya kan"
"iya sih, dia mirip sekali denganmu bedanya kamu pintar dan dia goblok huh"
"kasian tuan Erick dikatain goblok sama pacar sendiri" batin Sota.
Huacihhh....
"hhmm siapa yang lagi ngomongin aku ya" batin Erick dikamar sambil menggosok hidungnya.
"hahaha kau ini walau begitu dia penerus perusahaan batik ternama diJogja lho bahkan sudah merambah sampai kemanca negara"
Karin melihat kakaknya dengan seketika seolah tek percaya.
"coba lihat, tuan Mahesa juga menggunggahnya diakun perusahaan juga" Kiran menggerakan tangannya berkutat dengan keybord memperlihatkan berbagai model batik dari perusahaan Mahesa membuat Karin tercenggang takjub.
Walau Karin tomboy biar bagaimanapun dia sorang cewek, disaat melihat barang bagus nan cantik jiwa ceweknya pun mulai meronta keluar.
"waow bagus banget beb, aku pingin pesen gaun bernuansa batik ah" kata Karin girang membuat kakaknya terkekeh.
"ternyata kau beneran cewek ya!!"
__ADS_1
*****